Babes

Babes

Download Indonesian Untertitel

Release Info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—•๐—”๐—•๐—˜๐—ฆ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
Ein Kommentar von Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ’๐Ÿ’:๐Ÿ‘๐Ÿ— || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
netflix_synced
Verรถffentlicht am: 2026-05-01
Downloads: 18
Hรถrgeschรคdigt: No
FPS: 25

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Lihat dirimu.

Menawan.

Seratus lima belas menit, empat kereta.

Kau beruntung aku sayang kau.

Ya. Juga, hamil lima bulan begini?

- Itu sepadan. - Tepat sekali.

Ayo pergi.

Hai. Apa tiket pukul 09.00 tersedia?

Ya. Ini Thanksgiving pukul 09.00โ€ฆ

Baik, kami ambil dua,

tapi tidak perlu sinis begitu.

Ini sudah kebiasaan.

Kami nonton film tiap Thanksgiving selama 27 tahun.

Tradisi setingkat ini tidak datangโ€ฆ

Ya, Eden? Bisa ambil tiketnya agar kita bisa duduk?

Punggungku sakit.

Kau sakiti punggungnya.

Bukan kau, tapi bayinya.

Semalam malam yang gila.

Aku minum koktail.

Aku lihat jalang lain minum.

Tunggu. Tempat dudukku basah.

- Yah! - Apa? Yah.

Menjijikkan sekali.

Aku lihat dia minum koktail, seperti klasik.

Jadi, kami mengobrol.

- Ternyataโ€ฆ - Yah!

- Tempat duduknya basah juga. - Tidak.

- Ya. Yah. - Menjijikkan.

Baiklah.

Ternyata dia pensiunan perawat.

Aku tanya, "Kematian yang paling menakutkan yang dilihat?"

Pertanyaan timpalan bagus.

- Dia bilangโ€ฆ - Sialan, tidak.

- Apa? - Ini basah juga.

Kenapa teater ini banyak kursi basah?

Baik. Mungkin kau?

Mungkin kau yang sebabkan basah?

Kursiku tidak basah.

Maksudku, mungkin aku, tapi belum waktunya dua minggu ini.

- Bisa periksa? - Tentu.

Di bawah sana.

Ayo lihat.

Baik. Tak ada.

- Baik. - Tak ada.

Setetes.

Tetesan lain.

Baiklah.

- Kau mungkin kencing? - Kurasa aku tak kencing.

Di film, biasanya deras!

Tapi ini hanya sedikit.

Hanya sedikit, baik. Kau tahu?

Kuhubungi dokter Morris.

Dua. Darurat.

Morris. Tersambung sekarang.

Dokter Morris, ini Dawn.

Baik. Menetes cepat.

Seperti satu dan tetes demi tetesโ€ฆ

Mau tahu kencingku rusak atau tetesan.

- Setetes-tetes. - Setetes-tetes.

Keluar banyak. Setetes-tetesโ€ฆ

Setetes dan tetes demi tetes.

- Keluar banyak. - Makin cepat.

- Kembar tiga. - Makasih, aku tahu.

Tetes, menetes.

Terima kasih, Bobby McFerrin.

Baik. Terima kasih.

Aku jelas akan melahirkan.

Astaga.

Kita harus apa? Harus memelukmu?

- Jangan sentuh aku. - Baik.

Katanya harus ke rumah sakit. Saat aku dengan Tommy,

itu 25 jam sebelum dia lahir.

Itu 25 jam sebelum lahir, aku tak bisa makan.

- Aku diberi es batu. - Baik, kita kembali nonton film?

Masih bisa, hidup kita, untuk makan terakhir.

Aku setuju.

Ya.

Ya. Itu saja.

Beri tahu aku jika perlu sesuatu,

tapi ini semua makanan kami.

Jangan jauh-jauh. Mungkin mau yang kedua.

Tak masalah. Maaf.

Ada yang tumpah.

Tidak. Hanya tetesan.

Aku akan melahirkan.

Ucapkan selamat padaku.

Di film, airnya keluar deras.

- Ya. - Nyatanya, hanya tetesan.

Airnya terus keluar. Jangan dibersihkan.

Tidak, aku akan memberi tahu bosku itu karenaโ€ฆ

Itu cairan dan ada orang makan. Siapa tahu isi cairan itu.

Siapa kau? Gordon Ramsay vaginaku?

Pergi. Kenapa kau benci wanita?

- Tidakโ€ฆ - Mau mus coklat lagi.

- Aku ambilkan. - Terima kasih, dah.

Aku penasaran dia main di teater mana. Dia seperti tak pernah lihat orang hamil.

Jujur, kau menikmati suasana di sini?

Tak rindu restoran Dominika? Dibanding tempat ini?

Terasa sedikit seperti Stepford.

Entahlah. Atoria rindu kau.

Dia telepon. Seperti Don. Mana Don?

Kau baik saja?

Periksa bagian bawahku.

Astaga, kau akan melahirkan. Aku lupa.

Angkat celanamu.

Ya, di sana.

Aku tak paham istilah medisnya.

- Ya? - Tapi vaginamu terbuka sangat lebar.

Berapa sentimeter lebarnya?

Vaginamu seperti menguap.

Astaga, hubungi Uber.

Kurasa ada waktu.

Sial, aku masih lapar.

Pelan saja.

Datang gelombang.

Wanita hebat, bukan? Kelahiran, keajaiban.

Nikmati risottomu.

- Eden, apa itu keras? Kau yakin? - Ya.

- Ajaib. - Kurasa semua melihat.

Tidak, semuanya kagum.

Terima kasih.

- Ya. - Eden, berikan tip.

- Pasti. - Mau air?

Ya, aku butuh minum.

Ini luar biasa. Elegan.

Aku tak butuh minum.

Tolong aku!

Mana pintunya? Buka pintunya!

Itu New York, Sayang!

Ya! Bisa!

Baik. Begitu.

- Terima kasih banyak. - Bagus.

Bagus. Hampir. Hampir.

Hampir.

Kau hebat. Kau melakukannya. Hampir.

Tidak, ini tak bagus! Aku mau bangun.

Kita sedang berdiri.

Bagus. Baik.

Kau hebat, Sayang.

Berdiri tak enak. Sakit saat berdiri!

- Mau di lantai. - Jangan lakukan.

- Ya! - Diam!

Lakukan apa maumu.

Kau sudah bagus.

Menjijikkan sekali.

Ya.

Urusi urusanmu. Enyahlah!

Kami akan mengurusnya.

Panas sekali!

Baiklah.

Ini dia.

Aku tak mau melahirkan di lobi.

Aku tak mau ini jadi perjalananku.

Tak pernah lihat orang merangkak?

Naik elevator saja.

Abaikan aku. Maaf mengganggumu.

Ini dia.

Ini dia.

Kau hebat, kau cantik.

Menjijikkan! Apa yang kusentuh?

Baiklah.

Hampir sampai.

Baik.

Ini dia!

Aku perlu ke lantai empat!

Lantai empat. Terima kasih.

- Selamat. - Terima kasih.

Dia akan mewarisi flekmu. Astaga.

- Aku bangga padamu. - Jangan sentuh aku.

Baiklah.

Pegang tanganku.

- Baik. - Bagus, kau hebat.

- Kau bisa. - Aku dinamis.

Kau dinamis. Katakan dia dinamis.

- Dinamis! - Kau kuat.

Kau menciumnya? Bau busuk tercium.

Baunya enak.

Tak mungkin baunya beda.

Astaga. Kurasa aku mau buang air besar.

Bagus. Ikuti saja.

Teruskan. Hampir lihat kepala.

Inilah intinya.

Lihat kepala adalah hal indah yang pernah dilihat.

Dorong! Ayo, dorong!

Dan kepalanya terlihat.

Itu dahi putriku.

Astaga, seburuk itu? Kenapa tampak begitu?

Apa aku mengotori putriku?

Tidak. Justru kau melahirkan saat buang air besar.

Segera kembali.

Aku syok betapa kau jijik.

Maksudku, kita saling mengirim foto kotoran.

Aku syok juga.

Aku melewatkan kelahiran Tommy, jadi kali ini tak kulewatkan.

Jika kalian mau anak ketiga, aku harus lewatkan.

Kurasa lebih menjijikkan kalian saling mengirim hal konyol.

Kami tak mengirim hal konyol.

Dawn sangat penting untuk hal konyolku.

Sejak kalian meninggalkan Astoria,

More Indonesian subtitles for Babes

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left