Die ersten 200 Zeilen.
PUSAT PENCEGAHAN BUNUH DIRI BROOKLYN
Tak ada mayat.
Tak ada mayat.
Aku dengar.
Ingatkan Felix Manning bahwa aku tak terima urusan belum selesai.
Ya, Tn. Fisk.
Tetapi mayatnya mungkin terbawa arus.
Andai Murdock keluar dari taksi,
bagaimana pria buta bisa berenang ke tepi?
Menurutmu ini seperti pria buta?
Kami selidiki dia dengan saksama.
Para rekannya.
Semua rekam medis dan catatan sekolahnya benar.
Semua pastikan Matt Murdock menjadi buta di usia sembilan tahun.
Ya.
Namun demikian,
pria yang bisa begitu bisa saja selamat.
Dia mengancam akan mengganggu aku dan Vanessa.
Saatnya pemerintah memenuhi kesepakatan.
Berkat klienku,
Sindikat Albania telah dihabisi sepenuhnya.
Jaringan pemalsuan mereka, pornografi anak mereka di Dark Web.
Koneksi Jalisco yang Tn. Fisk ungkapkan pekan lalu
bagai hadiah Natal lebih awal bagi DEA.
Sebagai ganti kerja samanya yang terus menerus,
Kehakiman tak akan menuntut Vanessa Marianna.
Tn. Fisk juga berhak mendapat beberapa barang pribadi dikembalikan,
pergerakan diawasi di hotel.
Dia akan dapat semua yang ditawarkan. Seiring waktu.
Waktunya sekarang, Agen Khusus Nadeem.
Kecuali kau ingin klienku berhenti bicara.
FBI telah banyak berkorban bagiku.
Aku akan terus bekerja sama dan percaya kau memenuhi janjimu.
Ada penjahat yang kupekerjakan.
Seorang fasilitator.
Atas namaku, dia mencuci dan menyembunyikan uang,
menyuap penegak hukum dan petugas pengadilan,
mengatur kesaksian palsu, membuat bukti.
Siapa orangnya?
Seorang pengacara. Matthew Murdock.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Tim Alpha mendekat.
FBI. Kembali ke dalam apartemen dan tutup pintu.
Siap.
Dobrak.
FBI!
Aman!
Murdock sempat pulang.
Belum lama ini.
Senang melihatmu lagi.
Jaga dirimu.
Felix Manning?
Kau tak balas teleponku.
Karen Page, dari Bulletin.
Sebelum cetak,
aku harus tawarkan peluang komentar
atas keterlibatanmu mencuci uang untuk Wilson Fisk.
Jika kau mau bicara secara tak resmi, bantu aku hubungkan beberapa hal,
aku janji tak akan sebut namamu.
Tetapi hanya jika kau bicara kepadaku.
Kau pengatur, Tn. Manning.
Kau pekerja lepas. Ada klien lain, kau bisa rugi besar.
Saat berita ini tersiar, Fisk akan menelantarkanmu.
Jika jadi kau, aku akan mulai pikirkan diri sendiri.
Karen Page.
Putri Paxton dan Penelope.
Kings Road nomor 239, Fagan Corners, Vermont.
Kamarmu di belakang. Tebakanku, Ayah ingin putri kecilnya aman.
Seharusnya dia lebih mencemaskan putra kecilnya.
Pemadat sungguh merusak keluarga, ya?
Secara tak resmi,
kau keliru mengenai pekerjaanku.
Aku bukan memperbaiki masalah.
Aku membuatnya hilang.
Karen Page?
- Kau siapa? - Jangan bergerak.
FBI.
Ada senjata di tasku. Aku punya izin bawa senjata tertutup.
Biarkan tanganmu tetap di tempatnya dan ikuti persis perintahku.
Kini berbaliklah.
Baiklah.
Baik.
Kau ingin apa dariku?
GARIS POLISI DILARANG MELINTAS
Apa yang terjadi?
Kenapa aku dibawa kemari?
Aku memintanya.
Matt baik-baik saja?
Kau mau katakan ada apa?
Nn. Page, aku paham kerjamu adalah bertanya,
tetapi kini aku yang akan bertanya.
Kapan kau terakhir dikabari oleh Matt Murdock?
Berbulan-bulan.
Kalian berbulan-bulan tak bertemu atau bicara?
Benar.
Dia beri indikasi kapan akan kembali?
Tidak.
Atau apakah akan kembali?
Tidak.
Kenapa kau bayar tagihannya?
Dia teman. Ada yang harus melakukan itu selagi dia pergi.
Temanmu, pria buta yang berbulan-bulan tak kau ajak bicara,
pergi dan menghilang, tetapi kau tak buat laporan orang hilang?
Kupikir dia akan kembali saat siap.
Kau terpikirkan alasan kenapa Matt Murdock melarikan diri?
Tidak.
Kau pernah menjadi sekretaris di Nelson dan Murdock.
Manajer kantor.
Kapan kantor itu mulai bekerja untuk Wilson Fisk?
Kami tak pernah bekerja untuk dia.
Ini tanda tanganmu?
Kau ingat menyetor cek biaya jasa ini dari perusahaan bernama CGI?
Ya. Matt dan Foggy menerima satu kasus dari mereka. Itu saja.
Menurut sumberku, CGI adalah kedok untuk Fisk.
Saat itu kami tak tahu.
Tetapi kini kau tahu.
Kau paham bahwa jawabanmu tadi tak tepat secara teknis?
Baik, kami tak pernah secara sadar bekerja untuk Fisk.
Mereka menyewa kami lewat orang lain.
Siapa?
Seorang eksekutif.
Tunggu.
Pria ini?
James Wesley. Kau ingat dia?
Ya. Kurasa itu dia. Kenapa?
Aku berusaha menyusun teka-teki.
Baik. Ada beberapa bagian teka-teki lain untuk kau susun.
Felix Manning. Bank Nasional Red Lion. Vancorp. Ada yang tak asing?
Aku tak paham.
Daripada membiarkan Fisk memanfaatkan kau dan FBI
untuk balas pengacara tak bersalah yang mengurungnya,
tanya apakah dia sewa pengatur bernama Felix Manning
untuk cuci uang lewat Red Lion.
Tanya apakah dia pemilik asli perusahaan cangkang bernama Vancorp.
Untuk apa begitu?
Perusahaan itu beli Hotel Presidential.
Dari mana kau dapat itu?
Kerjaku adalah bertanya. Pertanyaanku hanya lebih bagus.
Contohnya, apakah tahananmu itu baru beli penjara tempat dia ditahan?
Apakah dia beli?
Jadi, ini hanya teori?
Kau punya bukti?
Fisk memanfaatkanmu, Agen Nadeem. Begitulah dia.
Jadi, tak ada?
Aku ditahan?
Saat ini tidak.
Berarti aku selesai menjawab pertanyaan salah.
Ini semuanya?
Semua yang bisa didapat penyelidik Felix dalam waktu singkat.
REKAM MEDIS REMAJA TERTUTUP
Ini butuh waktu.
Aku bawa buku audio.
INSTITUT PSIKIATRI RIVIERA PASIEN MASUK - BAGIAN B
TRANSKRIP SESI PASIEN NAMA PASIEN - BENJAMIN POINDEXTER
TRANSKRIP SESI #1
Dex, siap?
Pertandingan dimulai 20 menit lagi. Macet. Kita harus bergegas.
Ada apa? Kau bahkan tak kenakan seragam?
RUMAH ANAK LAKI-LAKI LYNDHURST
Kau baik-baik saja?
Ada masalah?
Apakah kepala sekolah tahu kau melubangi tumpukan batanya?
Dia tak suka itu.
Jika dia memarahimu, beri tahu aku.
Latihan yang bagus.
Aku membelikanmu sesuatu.
Seharusnya setelah pertandingan...
Kulit asli.
Sakunya kulit kerbau dan telapaknya kulit sapi,
sehingga lembut.
Cobalah.
Pelempar hebat butuh alat bagus.
Ayo, mari lenturkan.
Tunggu.
Boleh kutunjukkan kuda-kuda baruku?
Baiklah, Tukang Pamer.
Mari kita lihat.
Kau hebat, Dex. Terus berikan lemparan sulit.
Strike!
Strike!
Strike!
Strike!
Strike!
Baik, Nak, selesai. Mari istirahatkan lenganmu.
Kau menarikku?
Kanon akan selesaikan.
Tetapi tak ada yang memukul bolaku.
Aku tahu. Kau hebat. Tak diragukan lagi.
Tetapi anak lain harus diberi giliran.
Kau tak boleh begitu. Tak adil! Biarkan aku tetap bermain.
Tetaplah tenang, ya?
Tarik napas dalam.
Hirup banyak udara.
Aku harus...
Aku harus teruskan.
Jika lemparanku sempurna saat bertanding, mungkin mereka...
Dex...
lemparanmu bisa saja selalu sempurna.
Tetapi orang tuamu tak akan kembali.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.