Platonic

Platonic

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

Platonic S01E06 WEB-DL
Ein Kommentar von equertez
00:27:54 | Retail Apple TV

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Veröffentlicht am: 2023-06-14
Downloads: 40
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Entahlah. Rasanya ini seperti fesyen tahun 2010, 'kan?

Aku serius, Sayang, ini bukan masalah pakaiannya.

Tak ada yang peduli soal pakaian orang saat wawancara kerja.

Kirk Friedkin bersemangat untuk bertemu denganmu.

Mudah bagi pria berkata begitu.

- Astaga. Aku akan diceramahi. - Ya, itu benar.

Kami dibedah untuk setiap pilihan pakaian kami. Dari sepatu sampai lipstik.

Ini harus menunjukkan "tegas, tapi tak terlalu tegas.

Kuat, tapi tak terlalu kuat. Percaya diri, tapi tak begitu percaya diri."

Apakah ini melambangkan itu semua?

Ya. Ini seperti "Angela Merkel muda".

- Jangan katakan itu lagi. - Ayolah!

Dia wanita paling kuat di dunia.

Aku akan berbelanja. Semua pakaianku sudah kuno.

Harusnya Ayah bilang Bella Hadid.

Astaga. Sudah berapa lama kau berdiri di sana?

Entahlah. Sudah cukup lama.

Dia terlalu diam.

- Dia akan melihat kita bercinta. - Aku tahu. Rasanya dia ingin lakukan itu.

Itu setelan.

Aku…

Itu hal yang bagus.

Tidak?

Baik. Itu juga setelan.

Terlalu seperti Angela Merkel?

Sangat.

Siapa itu?

Ini pertanyaan jebakan, ya? Setelan yang sama?

Ini empat kali lebih mahal dari yang tadi.

- Maka harus beli yang itu. - Benar, 'kan?

Apakah sudah termasuk kemejanya?

Ini luar biasa, 'kan?

Itu setelan.

Aku layak dikatakan begitu.

Maafkan aku.

TOBEY, FRIEDKIN, KWONG & ZELMAN PENGACARA HUKUM

KONSENSUS MERKEL AKAN BERLANJUT

Sylvia Greeves?

Ya.

- Lewat sini. - Hai.

- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.

Sudah berapa lama kau bekerja di sini?

KAU HANYA HIDUP SEKALI

Astaga. Ini Kirk Friedkin.

- Jawab teleponnya. - Aku terlalu takut.

Angkat saja.

Halo, aku Sylvia Greeves. Ingin teleponnya diarahkan ke siapa?

Ya. Halo, Kirk. Senang mendengar kabar darimu.

Senang mendengar suaramu.

Wah! Itu sangat mendebarkan. Aku sangat…

Terima kasih banyak. Tak sabar bekerja denganmu minggu depan.

Baik. Semoga yang terbaik.

- Aku dapat pekerjaannya! - Selamat!

- Aku bangga padamu! - Terima kasih.

Aku cemburu. Bagian terbaik dari bekerja adalah tepat sebelum kau mulai kerja.

Tak rasakan stres dari pekerjaannya, tapi tak perlu sungguh melakukan pekerjaannya.

Aku belum sampai situ. Banyak yang harus diatur sebelum aku mulai bekerja.

Aku harus cari orang untuk mengurus anak-anak, mengantar mereka,

dan mendaftarkan mereka untuk kegiatan setelah jam sekolah.

Ini transisi yang besar.

Apa?

Kau akan meninggalkanku untuk para wanita karier,

- karena kau juga akan jadi wanita karier. - Berani sekali kau. Tak akan pernah.

- Jika kauakhiri persahabatan kita… - Ini dia.

…aku akan memakai heroin.

Kau akan menemukanku berbaring di gedung tak terpakai di lantai yang dingin, kotor,

- ditutupi bungkusan Taco Bell. - Taco Bell.

- Cerita ini punya akhir yang bahagia. - Rasanya begitu.

- Halo? - Halo.

Ini Drakula. Aku kemari untuk ajakan bercinta.

Tidak, terima kasih.

Bukan Drakula sungguhan. Ini Will. Apa kabar? Mau biarkan aku masuk?

Aku tak begitu semangat untuk menemuimu saat ini.

- Kenapa tidak? - Mungkin ini membuatmu ingat:

Hubungan kita "bukan apa-apa", dan aku "tak layak disebutkan".

Siapa yang bilang aku berkata begitu?

Aku berteman dengan Omar. Itu sebabnya aku ada di barmu pada awalnya.

Apakah seperti itu caramu bicara soalku dengan teman-temanmu?

Tidak, teman-temanku tahu aku sangat menyukaimu dan betapa aku peduli padamu.

- Itu hanya malam yang aneh. - Aneh bagaimana?

Aneh kalau teman-temanku ada di sana, dan dia menyebalkan,

dan aku belum bilang padanya soal dirimu.

Dia?

Ya, temanku Sylvia. Dia teman lamaku.

Dia sudah menikah dengan bahagia. Dia punya tiga anak.

Dia sangat cantik.

- Bagaimana kautahu itu? - Aku melihat Instagramnya.

Kau melihatnya? Bagaimana kaubisa lakukan itu?

Dia terlihat seperti model.

Bolehkah aku masuk dan kita bicarakan soal ini secara langsung? Halo?

Halo?

Dah.

- Dah. Selamat jalan, Sayang. - Terima kasih.

- Aku sayang Ayah. - Dah.

Dah, Ayah.

Jangan beri Jessipa terlalu banyak kentang manis. Itu membuatnya sembelit.

Bersenang-senanglah!

Siapa yang siap pergi ke Marriot Suites?

Baik. Jangan cemas. Aku di sini mendampingi. Ada satu orang dewasa.

Senang mendengarnya.

Kau lucu!

Itu bukan lelucon.

Tak bisa kuungkapkan betapa berartinya

kau akan membantu menjemput dan urusan di siang hari,

selagi aku membiasakan diri untuk kembali bekerja.

Itulah gunanya Nenek. Bukan begitu, Maevy?

Dan kita akan bersenang-senang.

Biasanya kami tak makan gula sebanyak ini sebelum makan malam.

Itu permen ketiganya. Tapi hanya untuk saat-saat tertentu.

Setiap hari akan jadi saat-saat tertentu. Bukan begitu?

Ya, kami hanya cemas soal giginya.

Waktu penjemputannya adalah pukul 15.00,

tapi jalur mobil baru dimulai pukul 14.55.

Ini paella yang Nenek buat dengan udang sungguhan.

Dan ini Lin-Manuel Miranda di toko kelontong. Dia sangat sopan.

Dan kode untuk keluar yang kusebutkan di aplikasinya, Kinderlime,

adalah 6235-Greeves&.

Dan ada kode keluar yang terpisah untuk Frances,

untuk latihan paduan suara akapelanya.

Dan ini topi jerami luar biasa yang bisa kaukemas di koper,

dan bisa langsung mengembang kembali.

Apa kau akan mencatatnya, Marla?

Atau mau kukirimkan lewat surel saja?

Ibumu sangat cemas!

WILL ZYSMAN TOLONG ANGKAT

Baik. Tunggu sebentar.

- Astaga. - Ya. Ada apa? Apa kau mati?

Hei! Tidak, ingat bagaimana kauingin bertemu dengan pacarku?

- Bisa kautemui dia sekarang? - Sekarang?

Ya. Seberapa cepat kaubisa ke barku?

Aku sangat sibuk. Maafkan aku.

Charlie baru saja pergi. Ibu mertuaku ada di sini.

Aku mencoba mengatur beberapa hal karena aku mulai kerja hari Senin.

Karena aku dapat pekerjaannya!

Aku tak akan menanyaimu jika ini tak begitu penting.

"Selamat, Sylvia. Kaudapat pekerjaannya!"

Terima kasih, Will. Kau teman yang baik.

Aku dalam masalah besar dengan Peyton.

Dia tahu aku bilang kalau hubungan kami bukan apa-apa.

Ini buruk.

Sudah berapa kali kau berkencan dengan gadis ini?

Beberapa kali. Kami punya koneksi emosional yang kuat.

- Itu sesuatu. - Ini memang sesuatu.

Tidak! Itu bukan apa-apa! Hubungi aku setahun lagi jika kalian masih bersama.

Aku harus kembali ke kehidupan nyataku sekarang.

Dia tak seperti itu! Dia lebih dewasa. Kau akan paham.

Aku butuh kau sekarang. Dia pikir aneh rasanya kita sering bersama

dan aku tak cerita soal dirinya padamu.

Dan dia benar. Ini aneh, aku mencoba memperbaiki situasinya.

Jadi, bisakah kau maafkan aku, dan datang kemari untuk membantuku?

Apa kauingat aku bilang aku mulai kerja hari Senin?

Aku mulai bekerja hari Senin!

Akan kukatakan. Aku ingin kau menemuinya, karena aku peduli soal pendapatmu.

Sebenarnya itu pendapat yang paling kupedulikan,

jadi bisakah kau menemuinya?

Maeve, ini teman Nenek, putranya Marjorie, Peter.

Dia sangat sukses dan dia punya tempat praktik dermatologi sendiri.

Baiklah. Tapi ini bodoh, dan kau berutang padaku.

- Hei. Itu dia. - Hai.

Hai!

Hai!

- Hai. - Kalian langsung akrab.

Kau mau minum apa?

Birmu yang paling tidak menjijikkan.

- Baik. Kau? - Lezat.

- Apa pun yang kaupikir aku akan suka. - Bagus.

Silakan duduk di meja VIP itu.

Aku akan kembali.

- Baik. - "Dipesan".

Mewah.

Hei.

Jadi, dari mana asalmu, Peyton?

Aku dari kota di luar Denver bernama Columbine. Pernah dengar?

- Pernah. - Sungguh?

Pacar-pacarnya Will, ya?

Aku tak ada waktu untuk omong kosong anehmu.

Masuk akal. Mungkin lain waktu.

Ya.

Dan bagaimana kau bertemu Will?

Astaga. Itu kisah yang lucu.

- Sungguh? - Temanku Omar bekerja di sini.

Dan apa pekerjaanmu?

Sebenarnya aku pernah jadi pengasuh untuk suatu keluarga di Colorado

dengan dua anak gadis, Kenzie dan Kayden.

Sekarang mereka sudah SMP. Kami saling berkirim pesan.

Itu sangat lucu.

Ya.

Dan apa pekerjaanmu sekarang?

Aku mengasuh. Anak-anak adalah minatku. Jiwaku seperti anak kecil.

- Ya. - Aku ingin jadi guru.

Aku akan kembali sekolah untuk dapatkan gelar Master Pendidikan musim gugur nanti.

Itu bagus. Sebenarnya aku akan kembali bekerja

dan aku mencari pengasuh anak selain dari ibu mertuaku.

- Astaga. - Jika kau ada waktu…

- Dengan senang hati. Ya. - Baik. Aku punya tiga anak, jadi…

Menarik! Apa yang kalian bicarakan?

Sylvia memintaku mengasuh anak-anaknya.

Itu baru terpikirkan. Aku bahkan tidak…

Aku menantikannya.

Bagus. Ya. Itu akan…

More Indonesian subtitles for Platonic

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left