Die ersten 188 Zeilen.
Yang satu ini bodoh sekali karena cari mati.
Membosankan, nih!
Sini, serang aku barengan!
Aku sampai bingung yang mana yang monster.
Pak Song juga mirip dengan monster.
Sepertinya sudah selesai untuk sekarang.
Sung, kau sudah lebih kuat, ya.
Kau mendapat belati yang bagus itu di mana?
Kalau diperhatikan lagi, Jinwoo belum terluka hari ini.
Oh, ya?
Semoga saja aku tidak perlu bekerja hari ini.
Tidak, aku mengandalkanmu.
Anak ini sudah berubah banyak.
Tidak hanya penampilan fisik saja, tapi auranya juga.
Aku bisa merasakan ia lebih santai sekarang.
Apa kau mulai mempelajari ilmu bela diri?
Ayo masuk lebih ke dalam.
Jalannya bercabang.
Karena tingkat kesulitannya lebih rendah dari dugaanku,
bagaimana kalau kita berpencar menjadi tiga tim?
Mungkin risikonya bertambah sedikit, tapi juga bisa selesai lebih cepat.
Ya, mari lakukan.
Aku akan pergi bersama para tahanan ke kanan.
Jika kalian menemukan ruangan bos, tolong segera kabari aku.
Ini pasti karena aku meningkatkan status indraku.
Aku bisa tahu dari sini.
Bos ada di depan sana.
EXP yang didapatkan dari goblin terlalu sedikit, sih.
Pak Song, ayo pergi ke kiri.
Baiklah.
Kalau begitu, kami akan ke jalan tengah.
Baik.
Kalau hanya goblin seperti ini masih bisa kuhadapi.
Semoga saja hari ini selesai dengan aman.
Sudah pasti.
Kalau Senjata Terlemah Umat Manusia ikut, berarti ini dungeon berperingkat rendah.
Hari itu, kita juga merasa tenang setelah mengetahuinya.
Sudah kuputuskan.
Setelah menyelesaikan Raid ini, aku juga akan meminta maaf pada Nak Sung.
Bukankah kau juga merasa canggung?
Orang dewasa yang bekerja sebagai Hunter seperti kita sudah kabur dari sana.
Walau kita melakukannya demi keluarga,
kita tetap menelantarkan seorang teman demi menyelamatkan diri.
Jika masih ingin mengaku sebagai Hunter, kita harus mengakui kesalahan.
Apa ia akan memaafkan kita?
Mana mungkin.
Tapi, aku tetap akan meminta maaf.
Nah, ayo bergegas.
Lemah amat!
Para goblin ini bukan tandinganku!
Kalian sudah selesai?
Ini terlalu mudah.
Aku masih belum puas membunuh!
Bagaimana kalau di hadapan manusia?
Apa kalian tetap membunuhnya dengan cara yang sama?
Monster dan manusia sama saja.
Ya, sama aja.
Kau ingin membahas soal apa?
Tiga orang pria sudah melecehkan putriku.
Setelah itu, putriku tewas gantung diri, sedangkan istriku dirawat karena syok berat.
Tapi, mereka bertiga
akan keluar dari penjara setelah beberapa tahun seolah tak pernah terjadi apa-apa!
Ditambah lagi, mereka punya lisensi Hunter.
Jika Hunter yang sedang ditahan mengikuti sebuah Raid,
ia akan mendapatkan keringanan hukuman, bukan?
Ini tidak adil!
Putriku tidak akan bisa kembali lagi!
Apa itu?
Uang, tiga miliar.
Mereka...
Tolong
bunuh mereka.
Orang luar tidak akan pernah tahu kejadian di dalam dungeon, 'kan?
Kumohon...
Bantu aku!
Setelah keluar dari sini, aku akan melapor pada departemen pengawas bahwa...
"Kalian bertiga bertemu dengan seratus ekor goblin di sini."
Jalannya berkelok-kelok, ya.
Apa kita benar-benar maju?
Sepertinya ini jalur yang salah.
Hup!
Tolong aku...
Jangan harap kau bisa mati dengan mudah.
Orang itu memintaku menyiksa kalian sebanyak mungkin sebelum kubunuh.
Apa yang kau lakukan?!
Owalah, ternyata dua jalan ini tersambung, toh.
Kalau begitu, ruangan bosnya ada di jalur sebelah kiri.
Berkat kalian, aku tidak perlu tersesat.
Tol-
Sepertinya ada perubahan rencana...
Orang bernama Kang Taeshik tadi...
Ia datang ke rumah sakit bersama orang penting dari departemen pengawas.
Semoga saja ia tidak ingat padaku.
Pak Song!
Ya!
Apa-apaan ini?
Jeongho!
Kang.
Pak Kim...?
Nona Joohee, sembuhkan...
Cepat sembuhkan dia!
Ba-Baik!
Pak Kim, bertahanlah!
Ini bukan perbuatan monster.
Luka akibat senjata tajam dan berulang kali sengaja menghindari bagian vital.
Percuma saja. Aku tidak akan tertolong...
Jangan bilang begitu.
Kau harus bertahan hidup. Bukankah kau punya keluarga?
Kalau...
Kalau kau tidak bertahan hidup sampai akhir...
Bagaimana aku bisa membencimu?!
Maaf.
Aku benar-benar menyesal.
Aku tidak bermaksud meminta maaf padamu dengan cara ini.
Aku berniat membungkukkan badanku.
Nak Sung, maafkan aku...
Aku serius...
Kim.
Waw, kau cepat.
Aku bermaksud membunuh Healer itu lebih dulu,
tapi tak kusangka kau bisa menahan serangan tadi.
Kang, apa kau pelakunya?
Kalau iya, kenapa?
Bukankah kau orang dari Serikat Hunter?!
Jangan harap kau bisa lolos dari...
Aku terbayang sebuah skenario yang bagus.
Awalnya, aku ingin membuat goblin membunuh kalian semua,
tapi aku akan ubah alurnya.
Para tahanan yang berusaha kabur membunuh kalian,
lalu mereka berusaha menyerangku yang tidak tahu dan sedang melawan bos.
Tapi, kemampuan mereka tidak cukup untuk mengalahkanku.
Karena itu, aku menjadi satu-satunya korban selamat.
Bagaimana? Bagus, 'kan?
Dasar sampah.
Dia bukan tandinganmu. Biar aku yang maju.
Kim, aku pinjam ini.
Sudah lama aku tak menghunuskan pedang terhadap orang lain.
Lawanku adalah peringkat B yang kuat, tapi...
Joohee, apa kau bisa gunakan sihir penguat fisik padaku?
Ba-Baik!
Tipe Assassin memiliki kelemahan pada bagian pertahanan.
Aku akan mengincar itu!
Percuma saja penyihir tua sepertimu meningkatkan kekuatan otot.
Aku yang sekarang adalah ahli pedang!
Pada dasarnya kau adalah tipe penyihir,
pedang itu tidak akan membantumu melakukan apa pun.
Mungkin saja aku bisa melakukan sesuatu.
Gerakanmu lumayan juga.
Meski diperkuat menggunakan buff, tapi kau bukan seorang amatir.
Meski hanya sekejap, tapi ia berhasil mengikuti kecepatan orang itu.
Kalau saja ia lebih cepat lagi sedikit...
Cepat dan tepat sasaran.
Pantas saja kau membuang sihir dan meraih sebuah pedang.
Tapi, kemampuanmu hanya sebatas itu.
Healer itu mengganggu saja.
Sepertinya harus kubunuh dulu.
Jangan pernah menunjukkan punggung di hadapan orang yang memegang pedang.
Sepertinya kau bukan orang tua biasa.
Begini-begini, aku melatih seorang Hunter peringkat S.
Aku tak akan kalah jika berurusan dengan ilmu pedang!
Meskipun begitu, kekuatanmu punya batas tertentu.
Seorang tipe penyihir sepertimu
mustahil bisa mengikuti kecepatan Hunter tipe Assassin.
Pak Song!
Tidak mungkin...!
Sepertinya Healer itu tidak bisa membantumu lagi.
Tamatlah riwayatmu.
Apa berhasil?
Berpura-pura menjadi ahli pedang supaya aku lengah pada serangan sihir.
Lalu, menggunakan sihir saat aku akan menghabisimu.
Bukan rencana yang buruk.
Dasar kau rubah tua licik!
Hanya sampai sini, ya?
Matilah.
Lagi-lagi kau.
Siapa kau?!
Sung Jinwoo.
Peringkat E.
Peringkat E?
Tidak mungkin.
Sung, bagaimana kau...?
Meski peringkat E, tidak aneh jika tipe power punya kekuatan sebesar tadi.
Tapi, kecepatan refleksmu sudah menghalau seranganku dua kali.
Apa kau tipe Assassin?
Yah, masalahnya bukan di situ.
Kau sudah menyembunyikan kemampuanmu, ya?
Kalian semua saling kenal, itu artinya kau bukan pendaftar palsu.
Karena kau pasti akan membunuh semua saksi mata.
No comments yet. Be the first to leave one.