Die ersten 195 Zeilen.
Diterjemahkan oleh : Papa Fred & Vesay Selamat menikmati
Levi Lewis! Sekarang aku tahu siapa selama ini pelakunya.
Kau akan mendengar sendiri dari Ayahmu!
Mama! Waktunya makan.
Lucia Marie, lepaskan itu!
Nona, jangan buat aku harus...
Sekarang, Mama.
Kau tahu itu akan dicontoh.
Kau tahu itu gayaku, Nak.
Kau benar-benar menjengkelkan.
Benar khan?
Marcus, Aku minta dengan sangat jangan banting pintu.
Tundukkan kepala.
Tuhan Bapa kami, terimakasih atas keluarga ini,
makanan dan banyak berkat-Mu.
Berkati makanan ini yang akan menjadi kekuatan bagi tubuh kami dalam nama-Mu,
Yesus, mari sama-sama ucapkan ...
Amen.
Levi, begitu ya?
Lambat. Menjengkelkan.
Kau tau kenapa aku telat, Levi?
- Karena aku ditelpon Pak Thompson. - Papa!
Aku cukup pusing,
dengan sekali lagi kau melewati daun-daunnya
ini adalah hal terakhir yang kubutuhkan.
- Papa, aku bilang maaf. - Itu juga yang terakhir kali kau ucapkan Levi!
Aku sudah minta maaf juga sebelumnya.
Jangan mencemoohku, nak!
Marcus, ayolah.
Ada yang mau kau katakan?
Papa, jujur,
Aku minta maaf.
- Ambilkan itu! - Ini kuambil.
Kau berangkat pagi-pagi.
dan kau akan menyapu daun-daunannya.
Tapi aku ada latihan pagi-pagi dan...
Kau harus memikirkan itu sebelumnya.
Kau mencintai tetanggamu seperti dirimu sendiri Levi. Ngerti gak nak?
- Iya pak. - Hah?
Iya, pak.
Kau diam semalam.
Seorang wanita tidak akan hidup dengan sendok selai kacang sendiri.
Tidak banyak lagi buat bertahan hidup.
Susu habis lagi?
- Salahku. - Salahnya susu.
Oh.
Makanlah...
Papa perlu diantar ke tempat kerja?
Em, yah.
Ya, aku akan siap dalam 10 menit.
- Bri! - Papa! Papa, kau gak apa-apa?
Pap, kalau kau gak apa-apa, aku gak apa-apa.
Kau perlu kembali ambil obat, atau...?
Tidak! Tidak!
Tidak, Aku gak apa-apa.
Gak apa-apa. Aku akan baikan.
Ayo jalan.
- Semuanya oke, Bri? - Yah
Tanganku hanya meleset.
Kau melakukan apa yang kita bicarakan?
Tidak segampang itu.
Itu terserah kamu.
Nona, jangan bikin aku harus...
Kau dapat banyak pelajaran.
Mama, kumohon!
Jangan memohon padaku, mohon pada dirimu.
Nona, kau seperti air yang kelamaan,
direbus.
Beranjak dari meja itu.
Rindukan aku, sekarang cium aku.
Oh, nona.
Kau yang bikin aku mati kelak.
Ibu, aku minta jangan sembunyikan remote-nya.
Kau tahu gimana perasaan Markus.
Ya, kalau dia menunjuk sesuatu yang dia mau
Marcus khan tahu harus menemukan dimana, bukan?
Baiklah.
Aah.
Yakin tak ada lagi yang Mama butuh sampai aku selesai?
Maksudku, aku masih ada di sini.
Kupikir ini masalah sejauh mana Mama ingin pergi sesaat.
Ujung ke ujung.
Mama, kenapa kau tidak minta aku bantuin?
Ya, siapa yang mengajarimu?
Ya, lalu itu jawabannya, bukan?
Hah.
Anak hilang nomor satu sudah kembali dengan selamat.
Haleluya.
Aku rasa aku ingin ke kamar mandi
sebelum makan malam.
Semuanya bergerak,
dan Mama senang.
Dalam Nama Yesus, biarlah anak-anak baik berkata....
Amen!
Amen!
Jadi,
Janay akan menginap di luar malam ini dan dia mengundang aku.
Apa orang tuanya hadir di sana?
Mamanya yang akan hadir.
Bukan Papanya?
Aku yakin Mama, jika dia tahu papanya siapa, dia akan memberitahumu.
Ini "Ibu."
Aku yakin Ibu, jika dia tahu...
Nona, apa ada petir menyambar kepalamu?
Biar aku membantumu Mama.
Aku bisa. Ya, baik.
Kau boleh pergi, nona kecil.
Makasih Papa.
Mmm-hmm.
Aku janji akan membersihkan kamarku dan ngerjain pe-er pagi-pagi.
Baiklah.
Hei, Marg, besok aku harus ke kantor sebentar.
Ini dia.
Aku pikir kau bilang kalau kau
sudah mengerjakannya Sabtu lalu dan proyeknya sudah selesai.
Kurasa ini yang baru lagi.
Ini proyek baru.
Ya, ini pengorbanan yang harus kau jalani.
Kau mau ada makanan di meja?
- Entah sekarang ini atau Minggu. - Tidak!
Tidak!
Aku paham.
Ya, jika aku pergi...
Ibu!
Kasih air?
Ayo, keluarkan!
Nyonya, jika kau tidak melawan sekuat....
Marcus, tidak sekarang!
Jangan meremehkan aku di rumahku.
Bersandarlah.
Kerjaan memanggil.
Oke, kasar. Aku pergi.
Aku akan ganti baju.
Terimakasih, Yesus.
Aku pikir aku akan bertemu Yesus.
Paling tidak senang mengetahui
ada berlebih hidangan di rumah.
Oh-oh.
Ooh.
Hari Sabtu sudah selesai, sayang.
Aku akan ada sepanjang Hari Minggu untuk kalian.
Bukan masalah.
Mmm. Ini salad terbaik.
Mantap banget.
Awalnya bagus.
Itu doang.
Makasih.
Aku dapat ujung lagunya saat aku pulang.
Tapi, aku suka jedamu.
Itu yang hilang selama ini.
Kau terlalu cepat menahan kunci G.
Tidak mudah menyelesaikannya.
Itu juga yang sedang kupikirkan.
Mungkin bukan dengan cara berpikir orang-orang.
Aku bisa ambil gitarku dan menunjukkanmu.
Yah,
kau mungkin benar.
Aku sangat benar.
Itu bukan masalah.
Ada apa?
Levi.
Levi Lewis.
Kemari!
Dadah, Papa, sampai besok.
Eh-hem.
Hai semuanya.
Ayo naik.
Hai, nyonya Thompson. Apa kabar?
Semuanya luar biasa. Sampai jumpa.
Brianna, kau siap?
Tidak.
Kenapa?
Bisa bicara berdua?
Ya.
Ke kantorku.
Apa semuanya baik?
Lihat, aku sedang berusaha di sini.
Aku tidak berusaha menjadi TTS-mu atau apapun.
Ini urusan pribadi.
Kau seharusnya tidak ikut campur.
Menggoyang kapalnya.
Udah digoyang.
Apa hal yang sama?
Kau tahu?
Aku selalu tahu.
Kau belum memperbaikinya?
Terlalu banyak yang mau diperbaiki.
Bukan prioritas.
Lihat.
Kita belum pernah bicara
tapi sesuatu perlu dimulai.
Kau tahu, aku akan membantumu.
Kita bisa membantu satu sama lain.
Jadi kau tidak merasa berhutang.
Kerja bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.