Die ersten 128 Zeilen.
Hei. Lihat ini.
Kau sangat andal. Apa ini?
Halo.
- Kau di sini. - Kau memotong rambutmu.
Lihat? Kau terlihat jauh lebih baik.
Benar. Sejujurnya, itu membuatmu tampak sedang melalui masa pubertas.
Gong Ju-young belum keluar?
Belum.
Sedang apa kau di sini?
Aku datang untuk mengembalikan konsol gimnya.
Tidak baik mengembalikannya di sekolah.
Kenapa dia tidak keluar?
Hei, maaf. Ada urusan mendadak, aku pergi lebih dahulu.
Apa? Ada apa?
Karena harus memberikan ini, mau tunggu di atas saja?
Haruskah?
Apa ini? Di mana dia?
Ahn Gang, kamu di sini. Pukul berapa ini?
Aku... Aku akan pergi lebih dahulu.
Baiklah, sampai jumpa.
[Aku Bukan Ekshibisionis, Saatnya Pendidikan Seks, Kesalahpahaman]
Hei, Lee Kyung-woo!
Kau datang lebih awal.
- Kau memotong rambutmu. - Kenapa? Jantungmu berhenti berdetak?
Apa? Aku lebih suka melihat wajahmu lebih sedikit.
Hei. Kau seharusnya menutupi mata lainmu
untuk menyeimbangkannya.
Ponimu lebih parah.
Tumbuhkan ponimu dengan cepat dan tutupi wajahmu.
Astaga.
- Aku tampak menakutkan? - Tidak, kau cantik.
Ini membuatku gila.
Menurutmu dia melihatnya? Tidak, bukan?
Entahlah. Itu singkat,
tapi cukup waktu untuk melihatnya.
Jadi, maksudmu dia melihatnya?
Entahlah. Kenapa kau tidak tanya sendiri?
Tanya apa dia melihatnya.
Bagaimana kau bisa tertawa?
Kalau begitu, haruskah aku menangis?
Aku nyaris menangis.
Cepatlah.
Aku terus memikirkannya. Ini membuatku gila.
Tertawalah di kursimu.
Tapi Gong Ju-young khawatir
tentang sebanyak apa yang kau lihat.
Hei, Ahn Kyung-min.
Cukup.
Baiklah. Maafkan aku.
[Waktu yang kubutuhkan untuk kembali ke kamar mandi sekitar tiga detik.]
[Mungkinkah dia melihatnya dalam dua detik?]
[Astaga, bagaimana aku bisa menghadapi Ja-rim mulai sekarang?]
Dia mau ke mana?
Dia mau ke mana?
Ada apa? Kau mau buang air kecil? Pergilah ke toilet.
Bukan begitu.
Benar. Aku tidak bisa menghindarinya selamanya.
- Aku harus menghadapinya. - Apa maksudmu? Kepalamu terbentur?
Ada apa denganmu hari ini?
Bagaimana dengan Kyung-woo?
Dia pergi lebih dahulu.
Benar. Aku punya kupon untuk ayam.
Ayo beli ayam cabai pedas.
Ayam cabai pedas favorit Byung-hun...
Aku tidak mau pergi.
Kalian harus pergi.
Kenapa? Ayam cabai pedas sangat enak.
Aku tidak mau!
Makan saja sendiri.
[Apa ini "Tantangan Jangan Tertawa"? Ini membuatku gila.]
Aku juga tidak mau. Aku ingin pulang.
Lantas, aku juga ingin makan bagian mereka.
- Jika kau bisa membayarnya. - Aku tak punya uang.
Apa ayam cabai pedas selezat itu?
Ada banyak cabai di dalamnya.
Aku...
Aku akan pergi lebih dahulu.
Sampai jumpa.
Ada apa? Apa kalian bertengkar?
Bukan begitu.
[Tentang yang kau lihat tadi pagi. Aku...]
[Sayang, kau pulang dengan selamat? Tentang yang kau lihat tadi pagi. Aku...]
Apa pemain terbaik kita mati?
Kau rusak?
Kau benar. Kurasa otakku rusak.
Apa? Kau ingin aku memijatmu kepalamu
untuk membantumu fokus?
Benar. Ayo fokus.
[Belakangan ini, tekanan darahku selalu rendah saat pagi hari,]
[jadi, penglihatanku kabur dan aku tidak bisa melihat...]
[Belakangan ini, tekanan darahku selalu rendah saat pagi hari,]
[jadi, penglihatanku kabur dan aku tidak bisa melihat...]
Siapa yang kau tunggu, Bodoh?
- Halo. - Halo.
Di mana Kyung-woo.
Dia tidak ada di sini.
Dia selalu pergi mendahului kita belakangan ini.
[Sial. Rasanya canggung berduaan dengannya.]
Mau pergi sekarang?
Ya. Tentu.
Hari ini panas, jadi, mari jangan bergandengan.
Aku memikirkan hal yang sama.
Baiklah.
Seperti ini.
- Aku suka yang ini. - Aku suka yang ini.
Ada apa?
Tapi itu terlalu mahal, jadi, aku tidak bisa membelinya.
Aku sungguh tidak bisa membelinya.
- Itu terlalu mahal. - Ya.
- Ada apa? - Hei. Bisa kirimi aku nomor...
Bang... Nomor gadis itu?
Apa? Kau bilang tidak mau diperkenalkan kepadanya.
Hanya...
Kirimkan saja kepadaku.
Terima kasih.
Ada apa?
Entahlah. Aku yakin mereka akan mengurusnya sendiri.
Ada apa? Dia mengirimimu pesan?
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Diamlah.
Selama kelas kebijaksanaan kreatif hari ini,
kita akan belajar seks dengan guru dari luar sekolah.
Dia tamu di sekolah kita, bersikap baiklah kepadanya. Mengerti?
- Baik. - Baik.
Sedetail apa penjelasannya?
Kami sudah tahu semua yang perlu diketahui.
Diamlah.
Kita harus menggabungkan kelas karena jadwal, jadi, ingat itu.
No comments yet. Be the first to leave one.