Outlast: The Jungle

Outlast: The Jungle

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

Outlast The Jungle S01E07-08 NF WEB H264-EDITH
Ein Kommentar von tedi
Retail NF

Tags

webdl
Veröffentlicht am: 2026-06-17
Downloads: 4
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

SEBELUMNYA

Kita kacau.

Mereka hebat.

Charlie berhasil mengamankan dua bui.

Sial.

"Berikan catatan ini kepada tim mana pun di papan permainan.

Mereka harus menyerahkan semua perbekalan."

Batang ferro memberi kami kekuatan selama permainan ini.

Terima kasih. Kami datang ke sini untuk mengirim surat terakhir.

Kurasa ini untukmu.

"Berikan ini kepada seorang pemain.

Mereka dikeluarkan dari tim dan tak bisa bergabung lagi."

Tinggal dua orang.

- Dua wanita tangguh. - Ya.

Aku sungguh berpikir dia akan sangat menghambat kita.

Selamat datang di Alpha.

Senang berada di sini.

"Tim, semua pemain kini terkunci di tim mereka kecuali disingkirkan suar."

"Kalian butuh cara untuk membuat api dan busur."

"Kalian bisa buat barang-barang ini dengan perbekalan yang ada."

"Sebagai alternatif, dapatkan batang ferro atau busur dengan suar paksa

dengan cara mengeluarkan pemain dari tim kalian secara permanen."

Astaga. Kita sudah siap untuk ini.

Hanya tim kami yang punya busur.

Hanya tim kami yang unggul.

Jadi, kita amankan kamp ini dan jangan ada yang lengah.

Kita harus dapatkan busur dari mereka.

Satu-satunya cara adalah mencurinya.

Aku memutuskan untuk mengambil sepatu itu dan kabur.

Terlepas dari apakah Abby mendapatkan busur atau tidak,

aku punya barang untuk ditukar.

- Ada seseorang di belakang sana. - Siapa?

- Jangan ada yang bergerak. - Di belakang sana.

Hei!

Hei.

Leiya!

Di sini!

16 PEMAIN 10 PEMAIN

KELUAR

KELUAR

KELUAR

MEMBUAT ATURAN SENDIRI

KELUAR

KELUAR

PERMAINAN BERTAHAN HIDUP TERBAIK

KELUAR

HANYA SATU TIM YANG MAMPU

BERBURU

Aku mendengarmu.

Apa yang kau lakukan?

- Kenapa kau tak ke sini? - Siapa itu?

Abby.

Jangan tinggalkan kamp sekaligus. Ini jelas sengaja.

- Mencoba mencuri busur? - Ya.

Sangat tidak tulus mencari di belakang kamp kami,

dan kami juga tak pernah mencoba mencuri dari kalian…

Tapi jika kalian tak mau memberi kami busur, tentu tidak.

Kalian tak beri kami batang ferro, kami tak mencuri.

Kami mencoba bertukar,

kini kalian putus asa, dan kembali merangkak.

Tanpa bermaksud menyinggung,

kami ingin kau pergi.

- Baiklah, semoga berhasil. - Semoga berhasil.

Terima kasih sudah mampir.

Aku pemburu. Aku dengar semuanya.

Misi itu adalah kegagalan besar.

Kami tak punya busur dan tak punya banyak waktu.

Untuk setara dengan Alpha dan Charlie,

kami harus membuat keputusan cepat agar bisa bertahan sampai akhir.

Dia mencurigakan.

Itu sangat memalukan baginya.

Jika mereka cerdas, Morgan akan tetap di sana,

dan aku akan bicara dengan Morgan,

lalu hanya ada dua orang di sini.

Dia bisa saja di sini menunggu dalam bayang-bayang.

Aku segera kembali.

Ini langkah yang gegabah.

Ini menunjukkan sifat asli mereka. Aku langsung waspada.

Ke mana dia?

Lalu, aku sadar bahwa Leiya menjemur sepatunya.

Astaga. Kau pasti bercanda.

Sekarang sudah hilang.

- Mereka mencuri sepatumu. - Sepatuku?

- Ya. Sepatumu tak ada. - Mereka mencuri sepatu?

Mereka sangat putus asa. Jika ini tidak menunjukkan…

- Itu buruk. - …keputusasaan mereka.

- Kubilang jangan percaya mereka. - Ini terasa sangat tidak beres.

Ternyata seperti itu sifat asli Bravo.

Aku tak pernah memercayai mereka.

Mereka semua seperti ular,

dan ular hanya berganti kulit untuk menjadi ular yang lebih besar.

Bagiku, itu memutuskan hubungan.

API

HARI KE-31

Misi gagal, Teman-Teman.

Aku dapat sesuatu.

- Apa yang kau dapat? - Aku mencuri sepatu mereka.

- Benarkah? - Ya.

Banyak kelicikan.

Aku mencoba bermain dengan lebih berintegritas.

Mengambil busur dan panah, aku paham,

tapi mengambil sepatu bukan sesuatu yang kami sepakati.

Aku agak kecewa.

Sepatunya bagus.

Licik.

Morgan mencuri sepatu Leiya.

Ini memberiku sedikit harapan,

karena Leiya akan menjadi penghalang.

Dia akan lebih lambat dari yang lain karena kakinya.

Ini bisa jadi keuntungan bagi kami di permainan.

- Kau lihat busurnya? - Tidak.

- Sungguh? - Ya. Mereka pasti menyembunyikannya.

Di catatan itu tertulis kami akan membutuhkan busur

dan kami akan membutuhkan api untuk hari berikutnya.

Kami tak punya keduanya saat ini,

dan akan sangat sulit membuat busur dari bahan primitif.

Tingkat keberhasilannya tidak terlalu tinggi,

tapi setidaknya kita mencoba.

Tapi di catatan itu juga tertulis jika kami menyingkirkan pemain,

kami akan mendapatkan salah satu perbekalan yang kami butuhkan.

Jadi, kami mungkin harus memilih seseorang dari tim.

Baiklah, apa yang akan kita putuskan sebagai tim sekarang?

Kita harus punya busur.

Kurasa begitu.

Itu sangat penting.

Sejak hari pertama, Bravo jadi keluarga dengan cepat.

Rasanya sedih harus menyingkirkan seseorang demi busur.

Jelas siapa yang harus kami lepas.

Aku sudah tahu apa yang akan terjadi.

Meski kita punya busur atau batang ferro,

kita akan kalah…

Aku tahu. Kita takkan menang.

Aku orang yang bisa dibuang di tim ini.

Aku yang paling berbeda. Aku bukan bagian dari Tim Bravo asli.

Sejak kita sampai di sini, Sarah, kau yang paling sulit dihadapi.

Jadi, aku akan memilih agar kau berkemas malam ini.

- Sial. - Kau sangat menjengkelkan.

Kau bisa ke Bravo.

Kau masih punya kesempatan untuk diam saja.

Selamat datang di Bravo.

- Astaga! Serius? - Ya.

- Terima kasih banyak. Serius. - Tentu.

- Itu sangat berarti bagiku. - Sama-sama.

Saat aku mulai merasa semuanya baik-baik saja,

ada masalah besar di sini.

Sarah, kami berpikir sebagai tim, kami harus melepasmu.

Aku sudah menduganya.

Maksudku, aku mengerti. Aku paham.

Aku tak terlalu… Aku tak marah.

Maafkan aku, Sarah.

Kemarilah.

- Aku tak marah. Aku mengerti. - Kemarilah.

Memilih Sarah keluar adalah keputusan yang sangat sulit.

Sedih sekali melepasnya.

Ada banyak emosi yang terjadi.

Tapi dalam kompetisi seperti ini dengan hadiah satu juta dolar,

terkadang keputusan sulit harus diambil.

Aku paham. Aku tak marah.

Aku hanya ingin mengurus keluargaku. Aku sudah lama di sini.

- Ya. - Aku bisa melihat garis finis.

Aku memimpikannya.

Aku sangat butuh ini, Kawan.

Melepas Sarah saat ini rasanya sulit.

Kami menjadi teman dekat,

tapi aku datang ke sini untuk memenangkan hadiah sejuta dolar.

Kau harus terus memikirkan hal-hal yang kau pelajari di sini.

Melihatnya pergi menyebalkan, tapi sekarang kami akan punya busur,

dan kami akan mengalahkan Alpha dan Charlie,

apa pun harganya.

Baiklah, tak banyak waktu tersisa.

Aku bekerja keras untuk tim ini.

Aku baik dan berteman dengan semua orang.

- Aku menghargai kerja kerasmu. - Itu sangat berarti bagiku.

Aku dan Morgan sangat dekat.

- Kita akan jadi sahabat selamanya? - Selamanya. Kau peri liarku selamanya.

Semua orang bermain untuk mendapatkan satu juta dolar.

Ini membuatmu berpaling dari orang-orang yang sebenarnya tak ingin kau lakukan.

Aku mengerti.

Ini keputusan yang harus diambil.

Ini takdirku.

Ini adalah hal tersulit yang pernah kulakukan seumur hidupku.

- Aku sangat menyayangi kalian. - Kami bangga kepadamu.

Sangat bangga.

Aku tak akan pernah menganggap remeh apa pun lagi.

Tak akan pernah lagi.

Itu suar.

- Jangan pergi semua. - Kau di sini.

- Ya. - Dua orang di sini.

Aku akan beri tahu.

Siapa itu, Buddy?

Tidak terlihat jelas, tapi sepertinya Sarah.

Astaga.

- Sial. Mereka mengeluarkan Sarah? - Ya.

Mereka menahannya sampai mereka butuh barang berharga.

Aku bisa bertemu keluargaku. Aku bisa bicara dengan ibuku.

Aku sangat merindukan ibuku.

TEMPAT BERTEDUH

Kita hanya butuh busur, tapi kita punya batang ferro.

Jadi, kita harus mencoba mencurinya.

Pikirkan ini. Satu orang yang akan kita khawatirkan adalah…

Outlast: The Jungle subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Outlast: The Jungle

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left