Release Info

도시남녀의-사랑법ㅡLovestruck In The CityㅡE12 NF-360P/720P/1080P
Ein Kommentar von DD_Movie
NF Retail [ RT 00:34:45 ] | Streaming : dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Veröffentlicht am: 2021-01-29
Downloads: 37
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

#ROMANTIS

#BERJIWA BEBAS

#WANITA KEREN

#MEMILIH LAJANG

#SUDAH LAMA BERPACARAN

BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?

Hari ini kita minum miras saja. Wine ini kusimpan dulu.

Hei.

Sepertinya aku kenal botol miras itu.

Bagaimana perasaanmu setelah tak menjadi alkoholik?

Apa aku alkoholik? Sialan.

Mereka akan berpikiran aneh tentangku.

- Rin-i, makan barbeku, ya. - Ya.

Kau pasti kesal karena pencuri kamera itu.

Akan kutuangkan segelas.

Hei. Jangan minum miras itu.

Belum boleh.

Sampai kau bisa melupakan pencuri itu.

Setetes pun jangan.

Taruh gelasnya.

Kalau begitu, ayo bersulang,

- kecuali si alkoholik. - Setidaknya beri dia air.

Minumlah ini.

Maafkan aku.

Baiklah.

SS!

- Sahabat Selamanya! - Sahabat Selamanya!

AMS!

- Akrab! Makmur! Sukses! - Akrab! Makmur! Sukses!

BEK!

- Berharap! Energik! Kaya! - Berharap! Energik! Kaya!

Lakukanlah.

MMITN!

- Masa Muda Itu Turun Naik! - Masa Muda Itu Turun Naik!

- Hei! - Bersulang!

"Hei"?

Jae-won, apa maksudmu tadi? Kapan cincin itu kau buang?

Apa perlu bertanya?

Pasti dibuang setelah dia membawa pencuri itu ke kantor polisi.

"Kau sudah mati bagiku. Aku membuangmu bersama cincin ini."

Baguslah.

Jae-won.

Sejujurnya, aku tak paham perasaanmu.

- Jadi, beri dia miras. - Kubilang jangan.

Kau mau menjemputnya di kantor polisi?

Tak boleh.

Jangan begitu lagi.

Nona Lee, bagaimana pendapatmu?

Sepertinya kau suka menceritakan kisah percintaanmu kepada banyak orang.

Sepertinya kau suka pacaran secara diam-diam.

Ya. Sebisa mungkin aku pacaran diam-diam agar tak ada yang tahu.

Begitu. Maka, aku yang salah.

Seharusnya aku mati saja sendirian tanpa tahu apa-apa.

Namun, aku malah membuat keributan di mana-mana tentang itu.

Maafkan aku.

Aku…

Aku memang salah.

Ada apa denganmu?

Sepertinya dia tak bisa mengendalikan emosinya.

- Aku… - Bukan begitu.

Dia sakit. Maklumi saja.

Eun-o, dia masih terpukul karena pencuri kamera itu.

Maklumilah dia.

Jae-won, pasti ada wanita baik yang akan datang untukmu.

Benar juga. Kalungmu itu.

- Benar. - Apa?

- Kudengar kau punya kalung? - Itu cincin pasangan?

- Kau punya pacar? - Kenapa tak beri tahu kami?

Cepat perlihatkan kepada kami.

Urus urusan kalian sendiri.

Aku tak akan bilang kepada kalian meski punya pacar.

Aku…

tak suka menceritakan kisah percintaanku kepada banyak orang.

- Mau ke mana? - Toilet.

Hei. Kami temanmu. Kenapa tak cerita?

- Dia suka menyimpan rahasia. - Bahkan orang asing saja cerita.

- Ya. - Ada apa dengannya?

Bagaimana dia bisa tahu aku tinggal di sini?

Dia tak terkejut saat melihatku. Dia pasti tahu segalanya.

Apa saja yang dia ketahui?

Benar.

Kami mau suruh Eun-o ikut tender. Jadi, aku bawa proposalnya.

Harus kuberikan sebelum lupa.

Biar aku yang berikan. Aku juga mau ke toilet.

- Benarkah? - Ya.

Apa itu?

- Berapa nomor sandinya? - Tekan 0660 dan tanda bintang.

Ingat proposal Eun-o yang kau berikan?

Semua suka.

Kyeong-jun pikir aku ke sini karena ini.

Rupanya kau akrab dengan sepupuku.

Aku tak tahu.

Konyol sekali.

Aku datang ke sini

untuk memberikan proposal kepada O3.

Rupanya Nona Lee Eun-o seorang agen pemasaran.

Aku tak bisa kerja denganmu.

Tentu saja. Aku juga begitu.

Lantas, kenapa datang?

Memastikan Lee Eun-o yang tertulis di sini benar orang yang kutemui di pos polisi.

Pergilah jika sudah tahu.

Omong-omong…

hanya itu yang mau kau katakan?

Mau dengar apa lagi?

Apa yang harus kudengar agar aku tak marah?

Meski perkataan apa pun tak akan menenangkanku,

setidaknya coba katakan sesuatu.

Jelaskan kenapa kau

tak bisa menceritakan kejadian di Yangyang kepada temanmu,

kenapa memutuskanku begitu,

dan kenapa bersembunyi, padahal kau dengar cerita Kyeong-jun…

bahwa aku mencarimu. Jelaskanlah.

Hal ini membuatku gila.

Ternyata beginilah Lee Eun-o.

Yoon Seon-a tidak begini.

Ternyata kau…

Semuanya palsu.

Jika kau Seon-a,

kau pasti sudah menjelaskannya kepadaku.

Seon-a pasti sudah berkata jujur kepadaku.

Aku menyukainya karena itu.

Jadi, aku tak bisa memahami cara Eun-o memutuskanku.

Seon-a tak akan hilang begitu saja.

Dia tak akan meninggalkan pesan tak masuk akal soal mencuri kamera.

Jika Seon-a memang berniat putus dariku,

setidaknya dia pasti mengatakan itu

secara langsung.

Dia bukan pecundang sepertimu.

Semua tentangmu palsu sejak awal.

Kau pembohong.

- Bagaimana? - Aku sudah berikan proposalnya.

Kau saja yang jelaskan detailnya. Aku pamit.

- Dah. - Sudah mau pulang?

- Sampai bertemu. - Ya.

Dah.

- Akan kutelepon. - Hati-hati.

Dia keren sekali.

Aku suka gayanya.

Rin-i, ayo pulang.

- Bertemu Eun-o besok saja. - Baiklah.

Tunggu. Kalian menyuruhku membereskan ini sendiri?

Baiklah. Ayo kita bersuten. Batu, gunting, kertas!

Ayo pulang! Cepatlah!

Bersihkanlah, dan selamat malam.

Selamat tidur, Murahan.

Kenapa kau mengeluarkan itu?

- Hei. - Dia selalu mengeluarkan batu.

Ya. Dia selalu mengeluarkan batu saat bersuten.

Hei, yang lain sudah pulang.

Kau yang berikan proposalku kepada Kyeong-jun, bukan?

Kyeong-jun punya banyak relasi. Dia yang paling sukses di sini.

Kuminta dia memperkenalkan beberapa perusahaan.

Aku begitu karena percaya kepadamu.

Mustahil aku begitu jika kau tak kompeten.

Lihat. Jae-won sampai datang menemuimu.

Aku bisa menang tender jika cukup kompeten.

Sudahlah. Aku merasa payah sekali.

Kenapa payah? Kau tak begitu.

Kau baru minum senilai 1.000.000 won.

Pergilah jika sudah tahu. Mau dengar apa lagi?

- Rasakan! - Hentikan.

Banyak sekali yang harus dibereskan.

Eun-o, ayo cuci piring.

Jika didiamkan seperti ini…

Eun-o!

Kau tahu berapa harganya ini?

Kenapa kau habiskan…

Ke mana dia?

Jangan.

Ayolah.

Lama tak bertemu, Eun-o.

Halo.

- Kau mau ke mana? - Menemui Geon.

- Mau apa menemuinya? - Aku diusir dari rumah.

Kenapa?

Coba bayangkan jika kau ayahku.

Apa mau punya anak sepertiku?

Kerjaku hanya minum miras setiap hari.

Kau diusir dari rumah, tetapi kenapa mencari Geon?

Karena hanya ada tempat tujuan lain.

Geon tinggal di rumahku.

Aku tahu. Maka itu aku mau ke sana.

Sampai jumpa.

Hei.

Kau pasti berpikir aku wanita gila, bukan?

Apa?

Tidak sama sekali.

Aku selalu berpikir kau wanita yang sangat keren.

Semuanya pasti berpikir aku wanita gila.

Namun, kau pikir aku keren?

Baiklah.

Namun…

wanita keren ini belum bisa melupakan Geon.

Tahu alasannya?

Geon pernah berkata kepadaku

bahwa meski kami putus,

aku bisa pergi menemuinya

jika aku sangat merindukan ibuku.

Geon sangat keren, bukan?

Ya. Geon memang lumayan.

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left