Release Info

Heavy Sweetness Ash-like Frost/ Ashes of Love 30
Ein Kommentar von Gemini

Tags

other
Veröffentlicht am: 2018-09-01
Downloads: 12
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Penerjemah YE SUNG GYU

DILARANG KERAS MENG-HARDSUB SUBTITEL INI JIKA UNTUK UPLOAD

Unsullied by Mao Buyi

Heavy Sweetness Ash Like Frost

Episode 30

Kau tidak suka ini?

Kau juga tidak tertarik dengan ini?

Maka aku akan cari barang-barang lain.

Aku ambil dulu yang ini.

Tinggalkan.

Penakut dan pengecut

Seperti reaksi kura-kura yang memendek kepala ke cangkangnya.

Apa ini?

Yang Mulia, ini...

Ini sisik naga.

Sisik naga?

Itu hadiah dari seorang abadi yang memelihara rusa.

Abadi?

Apa dia abadi pria atau abadi wanita?

Abadi pria.

Tidak ada naga di dunia ini.

Aku pikir kau ditipu.

Itu tidak mungkin.

Aku telah beberapa kali melihatnya.

Itu benar sekali.

Kau telah melihatnya?

Sudah berapa kali kalian bertemu?

Kenapa kau sangat gugup mengenai itu?

Aku tidak gugup.

Yang Mulia, jika kau tidak mempercayainya

Aku bisa memanggil dia.

Tidak boleh.

Di masa depan kau tidak di izinkan melakukan itu.

Aku sudah memutuskan...

untuk mengusir para ahli kimia dari negara.

Jangan melanggar hukum negara.

Tentu.

Menurut buku

sisik terbalik naga yang berbentuk bulan sabit hanya tumbuh di bawah tenggorokannya.

Tapi

mengenai sisik terbalik naga

Siapapun yang menyentuhnya akan terkena amarah naga, siapapun yang mencabutnya akan mati.

Tidak ada naga yang mengizinkan orang menyentuhnya

Tidak ada yang cukup berani untuk mencabutnya.

Penipu ini bahkan tidak tahu malu dengan membuat sisik naga ini.

Hanya kau yang akan mempercayainya.

Baiklah, baiklah, baiklah.

Dalam hal ini

tolong kembalikan padaku, Yang Mulia.

Karena kau bilang ini sisik naga

Aku akan menganggapnya sebagai asli.

Aku pikir ini sangat cocok denganku.

Bagaimana kalau kau berikan padaku?

Tidak boleh!

Temanku ini adalah dewa.

Ini karunia atas kebaikan dia

Tidak pantas jika aku memberikannya padamu, Yang Mulia

Aku kembalikan padamu.

Kura-kura kecil?

Kau tidak memberiku sisik naga, tapi aku tidak seegois dirimu.

Ini untukmu.

Terima kasih, Yang Mulia.

Menurutmu dia

mirip denganmu?

Ya, benar.

Mirip denganku?

Miripkan?

- Mirip. - Kesopanan menuntut timbal balik.

Kau tidak memberiku sisik naga

tapi aku memberimu seekor kura-kura kecil.

Maka kau harus memberiku sesuatu yang lain.

Apa yang kau inginkan, Yang Mulia?

Kenyataannya, tidak ada yang lain.

Hanya ada satu hal...

yang aku inginkan.

Apa itu?

Pikirkanlah.

Dia ingin aku memikirkannya?

Kecuali untuk kulit tempat tumbuh sisik terbalik.

Ini adalah luka dan rasa sakit sepanjang hidupku.

Tolong jangan katakan lagi! Hentikan. Kau bukan anakku!

Pergilah!

Pergi!

Cepat!

Kau tidak harus menahan diri, Yang Mulia.

Jika kau butuh ditemani,

aku akan tinggal.

Jika kau ingin sendirian,

aku akan pergi.

Aku baik-baik saja.

Aku baru saja ingat tentang sesuatu di masa kecilku.

Kau sudah ingat semuanya, Yang Mulia?

Hanya sebagian saja.

Semua itu mimpi buruk yang bertahan lama.

Aku ingat waktu kecil

Aku tinggal di Danau Tai bersama ibuku.

Aku pernah berpikir aku ikan naga yang aneh.

Aku selalu diganggu oleh anak-anak suku air lainnya.

- Cepat pergi. - Monster dengan tanduk di kepalanya!

- Pergi! - Pergi! Bajingan!

Tinggalkan Danau Li!

- Ayah seekor naga - Pergi!

Sementara ibu ikan naga

Mana mungkin aku ikan mas?

Akhirnya, sampai pada suatu hari

ketika aku sudah tidak tahan lagi.

Aku tidak pernah meyangka

perlawananku

membawa akibat buruk padaku.

Tidak, ibu.

Ibu.

Tidak, ibu.

Jangan, ibu.

Jangan, ibu.

Jangan lakukan ini, ibu!

Tidak.

- Jadilah anak baik, Li Er. - Tidak.

Patuhlah, Li Er. Hanya sebentar.

Hanya sebentar. Jadilah anak baik.

- Tidak, tidak boleh! - Patuhlah.

- Jangan, ibu. - Hanya sebentar.

Jangan! Jangan!

Semua pakaianku...

bercelup merah oleh darahku sendiri.

Mengotori pakaianku, selapis demi selapis.

Sejak aku lahir

Ibuku telah menyembunyikanku

di bagian terdalam dan tergelap di dasar danau.

Aku hidup dalam kegelapan total.

Kau tahu saat itu apa ketakutan terbesarku?

Pencabutan sisik naga

dan memotong tanduk naga?

Kegelapan?

Kesendirian?

Dingin.

Rasa dingin yang luar biasa setelah kehilangan darah

menembus ke organ dan sumsumku

sedikit demi sedikit.

Kau tahu bagaimana rasanya ketika kedinginan yang luar biasa?

Organku serasa terbakar.

Seluruh tubuh

dan tulangku

sepertinya mendidih dan terbakar.

Tidak sabar untuk membakar sisa suhu tubuhku

dan mengambil energi terakhirku.

Penerjemah YE SUNG GYU

Aku masih menggigil kedinginan ketika aku mengingatnya sekarang.

Jangan dipikirkan lagi, Yang Mulia.

Lebih baik melupakan

tragedi masa lalu yang seperti itu.

Kuang Lu.

Meskipun kau pelayanku

Kau putri berharga Dewa Taisi.

Kau dihujani cinta sejak kecil.

Dan aku

Aku bajingan

yang ditinggalkan oleh ibu kandungku.

Kenapa kau membawa dia ke sini?

Ibu angkat

Semua salahku.

Aku hanya khawatir kau akan melakukan sesuatu

yang akan kau sesali di masa depan.

Katakan padaku.

Apa kita ada di perahu yang sama?

Katakan padaku!

Katakan padaku!

Katakan padaku!

Katakan padaku!

Kau telah menyelamatkan hidupku, ibu angkat.

Kau juga mengajariku mantra.

Kau telah membesarkanku.

Kau tidak perlu lagi khawatir akan sendirian.

Tolong izinkan aku berbagi bebanmu.

Karena kau merindukan Pangeran siang dan malam

kenapa kau tidak bersatu kembali dengan dia?

Ini sudah tak tertahankan.

Sudah tak tertahankan.

Aku putri dari suku ikan naga.

Meskipun suku kami milik Alam Langit

kami sudah tinggal di Danau Tai selama beberapa generasi.

Kami hidup mewah

kehidupan yang damai dan terhormat.

Aku dimanjakan oleh ayah dan saudaraku sejak dari kecil.

Aku bertunangan dengan pangeran dari Qian Tangjun.

Suatu hari, pada hari ulang tahun Permaisuri Langit

Aku pergi ke Alam Langit bersama ayahku untuk mengucapkan selamat ulang tahun

dan menyerahkan Mutiara Malam.

Pada waktu itu aku masih muda dan malas bersosialisasi.

Selain itu, aku tertarik dengan pemandangan luar biasa Alam Langit.

Ketika aku berjalan berkeliling,

aku tersesat dan masuk ke Istana Sheng Jing.

Aku bertemu dengan seorang abadi.

Dia menyatakan dirinya sebagai Dewa Malam

dengan nama alias Dewa Bintang Utara.

Dia ditugasi Kaisar Langit untuk mengawasi Istana Sheng Jing.

Dia pria yang anggun dengan penampilan terpelajar.

Kami berdua langsung saling suka.

Setelah itu, kami berkencan setiap senja.

Setiap saat yang kuhabiskan bersama dia

selalu agung tapi singkat.

Heavy Sweetness, Ash like Frost (Ashes of Love / Xiang Mi Chen Chen Jin Ru Shuang / 香蜜沉沉烬如霜) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Heavy Sweetness, Ash like Frost (Ashes of Love / Xiang Mi Chen Chen Jin Ru Shuang / 香蜜沉沉烬如霜)

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left