Die ersten 200 Zeilen.
Alih bahasa oleh Faisal Teweh
DISUATU TEMPAT DITENGAH GURUN NAMIBIA.
Pemikir, Penjahit, Prajurit, Pelaut.
Orang kaya, si miskin, pencuri!
Aku jadi pencuri! Aku pencuri!
Aku kalah. Ah.. baiklah.. Tolong senjatanya, PatriCia?
Silahkan, Yang Mulia. - Terima kasih..
Wow!
Wow. Kena kau!
Dasar bodoh, pencuri bodoh! Kau ketangkap!
Boleh aku yang jadi pencurinya lagi, nek?
Tentu sayang, tapi setelah kau potong kue.
Kue! Kue! Kue! - Ayo lari, ayo lari.
Tutup tirainya.
Dengan segala hormat Yang Mulia, kita ada ditengah gurun.
Tak ada yang bisa melihatnya dari luar.
Jika aku bisa melihat langit dari sini, maka artinya bisa dilihat dari langit.
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun, Harry sayang!
Jadi, maksudku.. Mahkotanya! Apa kau pernah memegangnya?
Tak ada yang bisa menyentuhnya.
Kau tak bisa menangkapku. - Aku akan menangkap mu.
Aku akan menangkapmu. Aku akan menangkapmu.
Nenek akan menangkapmu. Oh, dasar bocah-bocah!
Apa mereka lewat sini?
Tapi, Yang Mulia. Kau baru saja disini.
"Heboh."
"Buat kehebohan dan lari baersamaku.."
"..di lintasan rollercoaster."
"Buat kehebohan dan lihat mimpi liarmu.."
"..perlahan menjadi nyata."
"Buat kehebohan kita latidakr aturan.."
"..dan pesta setiap saat."
"Buat kehebohan kita ambil pertunjukan."
"Kau tahu ini bukan tindakan kriminal."
"Jadi, ambil yang kau bisa.."
"..sihirmu dimulai."
"Bergerak, pecahkan."
"Datanglah lagi, dengar ini.."
"..Dhoom machale (Buat kehebohan)!"
"Sekali lagi! Ayo semuanya!"
"Dhoom machale, dhoom machale, dhoom machale, dhoom (Buat kehebohan)."
"Lepaskan. Lepaskan."
"Buat kehebohan dan rasakan goncangan irama."
"Irama malam hari."
"Buat kehebohan dan dengarkan suara panggilan."
"Panggilan malam hari."
"Buat kehebohan dan lihat bayangan yang menari.."
"..dibawah sinar rembulan."
"Buat kehebohan dan rasakan detak jantungmu."
"Ini aadalah waktu yang tepat."
"Marilah, keluar dari pintu."
"Turunlah, turun kelantai."
"Bergerak, pecahkan."
"Marilah, sekali lagi, dengarkan ini!"
"Dhoom machale (Buat kehebohan)!"
"Dhoom machale, dhoom machale, dhoom machale, dhoom (Buat kehebohan)."
"Sekali lagi!"
"Dhoom machale, dhoom machale, dhoom machale, dhoom (Buat kehebohan)."
"Marilah. Sekali lagi!"
"Dhoom machale (Buat Kehebohan)!"
Baik, boss. Semuanya baik-baik saja?
Ali? - Sama, baik.
Mana barangnya? - Uangnya.
Ku dengar kau kerja sama Polisi.
Ali dan polisi tidak mungkin bersama.
Ku harap kau mengerti.
Asli! - Asli.
Baiklah, bro. Aku pergi sekarang.
Ali! Barang mu jatuh.
Ini bukan punya ku. Teman ku..
..dia yang kerjadengan Polisi. Namanya Ali.
Bubuk ini palsu.
Kau bilang bubuk. Jadi ini tepung.
Ada pemancarnya juga.
Itu bukan punyaku juga. Sampai ketemu. - Ali.
Maaf. Aku sungguh minta maaf Tolong maafin aku
Aku cuman seperti kalian. Seorang pengedar. Aku sumpah.
Aku dijebak oleh Jai Dixit. Dia udah gila.
Dia menipu aku kemari untuk jadi polisi.
Aku sudah bilang padanya, Aku ga pengen nipu kalian.
Hei! Kita kan udah seperti sodaraan, iya kan? Baiklah, aku pergi dulu.
Sebentar. Aku bakal ikut kalian mulai hari ini. Bagaimana?
Dan bersama kita akan sukses kawan!
Setiap bagian tubuhku ini ilegal. Jadi jangan salah mengira aku polisi.
Jangan ikat tanganku. Aku seorang pencuri, bukan polisi.
Bro, kita kan sodaraan. Bro. Tidak!
Dengar bro, aku punya satu permintaan sebelum mati.
Janji ya, setelah membunuhku..
..kau akan menembak Jai Dixit sialan itu di kepalanya!
Sejak aku ketemu dengannya, hidup ku jadi berantakan!
Habisi dia! - Duduk.
Sebentar. Aku ga tahan ngeliat kematian. Biar ku tutup mata dulu.
Aku akan pergi. Selamat titidakl semua. Mama! Siapa aja tolong aku!
Sekarang kau akan bilang, aku yang menyelamatkan kamu. Benar, aku bisa mati, kawan.
Kau ga bisa menyelesaikan satupun dengan benar.
Setiap kali aku harus melupakan preman-preman itu dan menyelamatkan.
Hei! Hei santai! Aku sudah ngatasin mereka.
Maaf, aku cuman becanda.
Aku bukan siapa-siapa tanpa kamu.
seperti mesin tanpa bensin.
Kaya monyet tanpa ekor.
Sweetie! - Sweetie udah mati!
Sweetie aku lagi kerja. Bisa nanti saja bicaranya?
Nanti? Nanti kau bakal ngelihat mayatku. Paham?
Kau tidak ngerti masalahnya. Bagaimana aku harus mengatakannya?
Ingat Jai, kau harus menjagaku dalam keadaan ini.
Semua karna kamu.
Aku sendiran dirumah dan kau sedikitpun tak peduli.
Apa yang kau bicarakan? Apa yang udah kulakuin?
Sweetie, jika aku masih bicara lagi..
Pomfret.. pomfret. - Apa?
Cari dimana saja.
Aku tidak mau tau. Aku pengen ikan sekarang.
Hallo, ya. Makasih.
Baik. Bentar ya.
Bro. Nona Alka Mathur dari Standard Bank.
Dia pengen ngasih kita kartu kredit. Kau mau kuminta buat kita berdua?
Hallo. Malam ini kau punya rencana?
Kenapa tidak ketemu aja. Minta nomor kamu deh.
Wow! Jet Ski yang keren! Boleh ku pakai?
tidak boleh!
Lantas bagaimana aku pulang?
Bro, tolong aku! Airnya dingin banget!
Jai! Aku tidak bisa berenang!
Jika kau begitu lama masak..
..entah berapa lama kau masang popok ntar.
Sweetie, tidak ada gunanya dibicarakan.
Lantas kau mo apa bila aku bicara seperti gini?
Selingkuh! Bukan aku yg bilang. Kata tanteku 90 persen cowok yang istrinya hamil..
..punya selingkuhan saat isterinya lagi hamil.
Tante Usha tau segalanya.
Dia yang ngebantu persalinan bayi sepanjang Nagpada.
Katakan padaku Jai, apa kau punya selingkuhan?
Kau pikir aku mau?
Siapa yang mau kau ajak selingkuh?
Kasian Sweetie. Dia terkurung denganmu.. - Apa maksudmu?
Maksudku, cewek itu pasti sinting kalo sampe selingkuh denganmu.
Dia benar Jai. Cuman aku satu-satunya buat kamu!
Aku tidak taku sama yang namanya Seeta atau Geeta.
tidak ada cewek yang sudi kencandengan kamu.
Tn. Grumpy, kau tidak tau caranya ngelayanin cewek.
Dan kebanyakan mereka suka penyair, seperti aku.
Benarkan?
Kamu ? Penyair!
Ya, aku seorang penyair! Cinta ga pandang usia, seperti itu biasanya.
Cinta ga pandang usia, seperti itu biasanya.
Lima belas, enam belas, tujuh belas, delapan belas tahun.
Jangan paksakan kawan. Aku orang yang jujur, jadi aku ga akan macam-macam.
Tapi aku bisa pergi jika aku pengen, oke?
Baiklah. Silahkan, selingkuh aja.
Tapi..
Dimana kamu bisa nyari cewek nya?
"Don't you want to know me? Loνe me like a lady."
"Don't you want to show me? Come on. Come. Baby."
"Love to love you, baby."
"That's my love."
"Come on, come on, baby."
ACP Shonali Bose melapor, pak! - Selamat datang di Mumbai!
Tunggu disini, aku akan menyuruh petugas yang bertanggung jawab atas kasus ini.
Dia petugas terbaik kami. - Baik Pak.
Hallo, apa kabarmu? - Siapa kau?
Bergaya banget!
Kau yang make borgol dan kau nanyain aku?
Sekarang katakan apa masalahmu?
Tenang saja. Aku orang yang sabar. Setiap orang bisa buat salah.
Tapi bila kau bekerjasama denganku, maka semua akan baik-baik saja.
Polisi dan penjahat harusnya seperti pasangan..
..kau tau, seperti suami dan isteri.
Saat itu terjadi, maka dunia akan jadi tempat yang indah dan..
..semua kejahatan akan hilang. Seperti itulah!
Diam! Aku bukan penjahat!
Dengar, kau sebaiknya bicara sayang, karna kalo Ali melakukan 'entrygates..'
Interogasi.
Ya, maksudnya itu. Saat aku melakukan yang kau katakan tadi..
..penjahat paling tangguh pun akan mengakui segalanya.
Paham! Sekarang bicaralah, kau mengerti?
Kau polisi?
Yaah, aku tau aku seperti pemain film.
Tapi sebenarnya aku polisi. Ali Akbbar. Wakil inspektur.
Lepaskan borgol ku. Ini suatu kesalah pahaman.
Jangan coba-coba menipu aku sayang!
Borgol bukan sesuatu..
..yang dipakai karna salah paham. Katakan yang sebenarnya.
Semua karna kamu. Sebenarnya, aku sedang memegangnya.
aku sedang menggerakannya kesamping saat kau masuk dengan tiba-tiba.
Dan benda ini..
tidak mungkin seperti gitu, sayang.
Kau sedang menggerakannya kesampaing, kan? Dan..
Oh, aku sedang 'entrygate'.
Dia ngelakuin kejahatan tapi tidak mau ngakuin.
Namanya adalah.. - Shonali Bose
Jai Dixit? Aku tidak percaya!
Shonali Bose. Daftar nama nomor 23. - Jai Dixit, Tn. berkaki panjang.
Cowok yang tidak berani terjun..
..ke dalam kolam renang karna kakinya yang panjang.
Aku tidak pengen bersaing..
..karna semua orang bakal ngeliat kamu.
Kau tukang pamer. - Tukang pamer dan aku?
Dan masalah asrama cewek? Kamar Pooja Mehta.
No comments yet. Be the first to leave one.