Die ersten 138 Zeilen.
Tembak.
Tembak.
Berhenti.
Kau, panjat.
Tik-tok.
Tik-tok.
Tik-tok.
Ayo semuanya, bajingan.
Oi.
Hook!
Smee!
Kau mungkin mengenakan seragam mewah, tapi tetap saja kau bajingan.
Kau bajak laut kotor.
Kusarankan kau menurunkan senjatamu.
Apa yang akan kau lakukan sekarang, Hook?
Kami tidak akan pernah menyerah, pengkhianat.
Kau akan menemukannya.
Tembak mereka.
Cukup.
Bajingan.
Tembak.
Kau membuat sedikit kekacauan.
Benar kan, Hook?
Mereka temanmu.
Tidak bisa sombong lagi kau kan, Hook?
Sekarang, apa yang akan kami lakukan padamu?
Tangkap orang ini dan kurung dia.
Tembak.
Tembak.
Tembak.
Tembak.
Minggir, petani.
Tembak dia.
Tembak dia.
Dia makin menjauh.
Dia lolos, sialan.
Masuk.
Yang Mulia.
Di mana dia?
Tidak, biar kutebak.
Bajak laut sialan itu berhasil lolos, kan?
Permohonan maafku yang sebesar-besarnya, Yang Mulia.
Tak ada gunanya mencari alasan, Smee,
dan tak ada gunanya datang ke sini dengan tangan kosong.
Lebih baik tangkap bajingan itu
karena kalau sampah bajak laut itu menginjakkan kaki di kapal mana pun,
kepalamu akan ditancapkan di paku.
Tidak.
Aku akan mengirimmu kembali ke tempat asalmu, kembali ke kawan-kawanmu,
yang pasti akan sangat senang melihatmu lagi.
Terutama setelah apa yang kau lakukan pada mereka.
Aku sudah memobilisasi garnisun baru untuk menangkap Hook
dan menyerahkannya padamu, Yang Mulia.
Pegang kata-kataku, kata-kataku adalah jaminanku.
Kuharap kau melakukannya.
Baiklah.
Apa kau melihat tembakan itu?
Oh, sudah kubilang kan.
Jika kau menyentuhnya, kau tidak akan punya tangan lagi.
Siapa kau?
Aku tak akan menyakitimu.
Apa yang terjadi dengan tanganmu?
Bisa dibilang, semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
Dan ada orang yang ingin mendapatkan lebih dari sekadar tanganku.
Aku hanya butuh makanan.
Kau boleh mengambil makanan, tapi kau harus pergi setelah itu.
Aku tidak mau ada masalah.
Aku hanya butuh makanan.
Kau mau memberitahu namamu?
James.
James Hook.
Kapten?
Ya.
Kapalku hancur.
Kru-ku terbunuh.
Maaf, tapi kau harus pergi.
Mereka sedang mencarimu.
Jika mereka menemukanmu di sini,
aku mungkin akan berakhir mati juga.
Tunggu.
Duduk saja.
Aku akan melihatnya.
Siapa kau?
Namaku Silas.
Kita perlu memperbaikinya.
Apa yang kau sarankan?
Bajingan.
Kail (Hook)?
Itu namamu, kan?
Ada tembakan.
Di mana dia?
Kau tahu di mana dia, bocah bajak laut?
Aku tidak tahu.
Di mana Hook?
Aku tidak tahu.
Apa maksudmu kau tidak tahu?
Kau bohong.
Bajingan kecil pembohong.
Kenapa kau setia pada sampah kotor itu?
Aku akan bertanya sekali lagi, Nak.
Jika kau tidak memberitahuku, aku akan membunuhmu.
Di mana Hook?
Aku tidak tahu.
Smee, dia datang.
Kau harus pergi dari sini.
Kau mau memberitahuku bagaimana kau kenal Smee?
Eldritch Landing dulu dikenal sebagai Nókheenah
sebelum Inggris datang dan mengklaim sebagai miliknya.
Mereka tidak hanya merampas tanah kami,
tapi mereka juga merampas saudara perempuanku.
Akila.
Akila.
Akila.
Akila.
Akila.
Akila.
Di sinilah aku bersembunyi setelah itu,
tempat yang ditemukan saudariku tempat ini menyelamatkan hidupku.
Smee dan anak buahnya kemudian meninggalkan pulau.
Tapi dendamku tetap ada.
Kuharap tempat ini juga memberimu keselamatan.
Yang Mulia, aku mau memberitahumu. aku yakin Hook tinggal di pulau Eldritch Landing.
Aku meminta izinmu minta sumber daya tak terbatas untuk menangkap James Hook.
Dia tidak bisa jauh karena cedera,
tapi aku mau memastikan aku punya semuanya untuk mengembalikan kepalanya padamu.
Selamat pagi, Nona.
Di mana dia?
Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.
Di mana kapten?
Aku tidak tahu siapa yang kau bicarakan.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Di mana dia?
Mencariku?
Kau bajingan.
No comments yet. Be the first to leave one.