Die ersten 200 Zeilen.
Ayo semua, berdiri! Sama-sama.
- Membungkuk. - Osu!
Oke, siap kawan, Pukulan Singel.
Satu! Dua!
Tiga!
Empat!
Lima!
Enam!
Tujuh!
Delapan!
Sembilan!
Lagi!
- Bersama-sama, sekarang, Osu! - Osu!
- Siswa! - Osu!
Bersiaplah untuk...
Wajah ke depan, lakukan bersama-sama. Membungkuk!
Pegang tongkatnya, bersiaplah. Pegang kuat.
Pukulan pertama. Satu!
Atas, bawah!
Sisi ke sisi!
Jatuhkan bebas!
Biarkan ke atas, pukulan besar. Lagi!
Bagus sekali.
Itu menakjubkan, kawan
Sabuk yang bagus, berlatihlah keras kau dapatkan sabuk birumu.
Mungkin mengambil alih pekerjaanku suatu hari nanti.
Oke, bersiaplah. Besama-sama.
- Membungkuk! - Osu!
Bagus, beri tepuk tangan untuk Michael!
Translated by WIO WOOD Kendari 31 Mei 2014
- Kau tahu, kita sudah siap dengan yang satu ini. - Ya, tentu.
Buka pintunya!
Buka pintu sialannya!
Michael, sembunyi. Sembunyi!
Buka, pintu sialannya! - Buka pintunya, hei!
Minggir. - Hei, dengar bung!
Kumohon, kumohon! jangan sakiti kami, oke? Aku punya uang, arloji...
Tidak!
Jangan!
Jangan, jangan!
Phil!
Apa yang kau lakukan?
- Apa-apan yang kaulakukan. - Uruslah!
Hei sekarang. Uruslah!
Persetan, aku tidak... - Menjauh dariku!
Kumohon, jangan bunuh aku!
Jangan melihatku. Jangan melihatku!
Kumohon, aku tidak mau mati! - Diamlah!
7 TAHUN KEMUDIAN
Michael!
Kejar dia.
Itu dia! Itu dia!
- Morris. - Len.
Ada panggilan keras masuk... aku baru saja dari pesta.
Kau menelponku, aku memberinya beberapa lambaian.
Beberapa anak mengatakan sumbernya dari dia.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa?
Berharap keberuntungan, aku tidak ingin ada patroli lainnya.
Morris, kulakukan apa yang kubisa. Aku tahu itu tidak mudah baginya.
Dia masuk ke lubang lagi, aku tidak seharusnya melewati aturan.
Kau sudah cukup melakukannya, Len. Dan aku menghargainya.
Kau punya malam yang indah.
Kau punya sesuatu sehabis pesta, sabtu nanti?
Apa kau tolol atau semacamnya, atau kau pengecut, kawan.
- Kau ingat, michael? - Tidak mungkin?
Dia punya barang bagus untuk teman-teman. dia membutuhkanmu di rumah.
- Aku tidak punya seperti... - Ya, Kau heran mengapa di setiap majalah bisa ditemukan.
- Lakukan semacam infestasi sekarang. - Ah, kau sakit, kawan.
Michael Shaw diharap ke kantor. Sial!
- Lagi? - Maaf, aku harus pergi.
Kepsek Vanhorne, siap bertemu denganmu sekarang.
Oh, Michael. Bergabunglah dengan kami!
Aku tidak memahami rasa frustrasimu.
Maksudku, pastilah sulit karena semua temanmu sudah ke Perguruan tinggi...
Dan kau masih di sini. Tapi itu semua kesalahanmu.
Kakekmu dan aku sangat prihatin dengan kegiatan ekstrakulikulermu.
- Mengapa harus demikian? - Aku sungguh-sungguh.
Ya?
Apa yang kau lakukan minggu ini?
Aku menyebut ini... kemarahan beruang, Michael...
Dan kau bahkan tidak menjalankan pelayanan masyarakatmu keluar.
Kau tidak boleh mengambil korban diluar sana, nak.
Aku dan kakekmu punya solusi tepat. - Teman lama ayahmu, Reggie. Dia punya Doji...
Dojo!
Dia setuju kau melakukan pelayanan masyarakat di sana...
Kau ke sana sepulang sekolah, dimulai besok...
Jaga ini hingga kelulusan nanti dan kau bisa keluar dari sini mendapat gelar Diploma.
Kau punya kesempatan, Michael. Dan kami akan membantumu.
Tapi cuma kau yang bisa membantu dirimu sendiri.
Kau bersihkan lantainya.
- Michael, iyakan? - Ya.
Kau mirip dengannya.
Ini artinya lantai dojo.
Lain kali jika sudah siap, maka bersihkanlah.
Dari sini hingga ke bawah, setiap malam.
- Kau tidak bersuara rupanya. - Apa?
Di sini. Itu Master.
Dan ini semua tempatnya.
Gudang pelurumu.
Apa kau berharap, memukul-memotong?
Anak kecil cukup kesulitan di sini.
Kemungkinan, kau habiskan banyak waktu di sini.
Hei, mau kemana? - Pulang.
Jadi aku seorang pembersihmu.
Dengar, nak. Lakukaan kesukaanmu.
Oh ya... aku hampir lupa.
Jika tidak keberatan, Kunci semua pintu.
Kau sungguh mempercayaiku?
Apa yang bisa dicuri...cermin? Dia mengawasimu.
Ini omong kosong.
Jadi, bagaimana? - Bagus!
Oh, bung!
Aku harap kalian baca, baca halaman 62 sampai 65, Karena hasil tesmu sangat rendah...
Jadi kita akan mengulas informasi ini. Ayolah semuanya ada di papan?
Ayolah semuanya ada di papan!
- Michael? - Hasilnya delapan?
Ya.
Bagus.
Hee! Letakkan tinjumu seperti ini, oke?
Karena aku tidak mau kau patah
- Kau ingin patah? - Tidak.
Itu benar.
- Hai! - Hai! Bagaimana kabarmu?
Baik.
Senang melihatmu. Bagaimana sekolahnya?
Kerja bagus.
Selamat tinggal!
Selamat tinggal!
Selamat tinggal!
Kau buat berhasil pada anak itu.
Itu hal yang bisa diingat, untuk dilakukan.
Itu sudah lama sekali. - Begini saja...
Luangkan waktumu antara mengurus tempat ini, dan bantu aku dengan anak-anak...
Dan coba lihat, jika kau bisa melakukannya lagi?
Aku masih lelah menyelesaikan ini, oke?
Ya aku bisa melihatnya.
Ini... ini sudah tidak berarti apa-apa.
Lalu siapakah kau sebenarnya?
Ku temui kau di tempat latihan.
Oh? Jangan pernah coba memikirkannya.
Dia keponakanku.
Kau gantian.
Ambil milikmu.
- kau terlihat baik, bagaimana perasaanmu? - Cukup baik.
Coba lihat kuda-kudamu.
Masih berfungsi. Lagi!
Lebih baik.
Baiklah, pundak ke belakang, dada keluar, tahan.
Oke, mari lihat pukulan pertamamu.
Oke, ini... tangan direndahkan. Selalu sejajar dengan sabuk, baik?
Lagi!
Bagus. Bernafas!
Kau tidak bernafas, bernafas, lakukan!
Lebih keras!
Dari dalam perutmu. Ingat seperti rumah, itu akan melindungimu, oke?
Lagi!
Sekarang mulai lagi. Lagi!
Bagus. Teruslah melakukannya.
Tidak buruk.
Aku tak berpikir kau melihatnya.
Kau hanya berpura-pura.
Kau dalam masalah.
- Aku Jen. - Michael.
- Kau ponakan Reggie kan? - Ya, apa dia ada?
Tidak, dia baru saja pergi.
Ada sesuatu yang bisa kubantu?
Ku pikir tidak.
Tunggu, kau datang ke mari, tanpa sesuatu?
Bagaimana kau tahu sedikit sopan santun?
Gadis seperti dirimu?
Oh, sopan sekali. Sebab aku cuma berjalan.
Jadi kau berharap ingin mengubah namanya?
Maksudmu, berdiri di depan cermin sudah mempermalukan diriku sendiri?
Ya, kurang lebih.
Berubah.
Aku mau menunjukkan sesuatu.
Bisa membantuku? Jangan beritahu pamanku aku ke sini.
Dia kuno.
Baiklah.
Cewek! Ini Michael. - Hai?
Dia seorang laki-laki.
Ayo!
Jesust!
- Tempat apa ini? - Kau akan mengetahuinya.
Sepertinya kita ambil dua?
- Perkelahian? - Ya. Mengagumkan, bukan?
Hei!
Oh tuhan, ini sudah berlangsung lama.
- Oh... - Ini gila!
Hei, seberapa gilakah pertandingannya?
Baiklah!
Hei, yo! Hei yo! Dengarkan ini...
Yo, pertandingan berikutnya. Adalah dorongan untuk mengalahkan
Tidak ada pentas lainnya.
Ini, ini yo! Ini adalah maksud tujuan kalian kemari.
- Apa? - Dia Gila!
Pertama, kita punya... Nick Manon!
Siapa orang itu?
Dan ini saatnya... Dominic Gray!
Yeah!
No comments yet. Be the first to leave one.