Die ersten 200 Zeilen.
Akhir tahun 2007, perang Irak sudah mereda.
Presiden Bush telah menyatakan kemenangan.
Operasi pembangunan ulang mulai dilaksanakan.
Tidak ada.
Serang lalu pergi.
Siapapun itu, mereka telah pergi.
Perang sudah usai. Mereka sudah dapat surat pernyataannya.
Ize.
Allen?
Ize.
Apa?
Tidak ada pergerakan. Tidak ada tanda-tanda bayangan.
Sudah berapa lama kita di sini, Bung? 18 lebih?
- 20. - Ya ampun.
Tak ada seorangpun di sana, Bung.
- Kecuali dia profesional. - Seorang Haji?
Aku cuma bilang mungkin.
Enam pria konstruksi di saluran pipa itu.
Oke? Dan dua pria pengawal keamanan.
Ya.
Lihat mereka.
Apa?
Dan tak ada satu tubuhpun yang dekat dengan apapun yang menyerupai pelindung?
- Itu aneh bagiku. - Tidak berarti apapun, Bung.
Artinya dia cukup cepat membunuh mereka.
Aku rasa kepala mereka ditembak juga.
Oh, persetan. Lihat, hei.
Periksa orang kita dengan radio. Dia yang memegang penyeranta.
- Ya. - Itu bukan tembakan di kepala, Ize.
Oke, baiklah. Jadi, satu tanpa tembakan di kepala.
Maksudku, 8 pria, dalam 30 detik?
Maksudmu seorang Haji masuk ke sana dengan senapan semi-otomatis?
- Aku bilang mungkin dia profesional. - Oh, benar.
Kita berhadapan dengan orang Juba sekarang?
Mungkin.
Aku hanya bilang dinding itu terkutuk.
Itu adalah tembok, Bung. Kau takut dengan tembok?
Bukan, aku takut dengan apa yang ada di belakangnya.
Bisa saja ada dua Haji di belakang tembok itu.
Hei.
Apa yang ada di sana ada di sana.
Tenangkan pikiran yang ada di kepalamu, mengerti?
Ize.
Sekarang kau pilih yang mana? Mengeluarkan mereka dari sana?
Bukan. Maksudku, aku yakin 60 persen...
Sekarang aku yakin 80 persen.
Aku rasa tidak.
Atau...
- Ya, dia seorang profesional. - Oh, persetan.
Mungkin sama seperti yang biasa.
Empat, lima Haji masuk dan menyiksa mereka.
Ya, masuk akal.
Mungkin.
Atau dia seorang profesional.
Aku kepanasan. Aku berhenti.
Brengsek kau. Aku tahu ini yang ingin kau lakukan.
Aku sedang bercanda denganmu, Bung.
Kau lapar lagi?
Kau sudah makan empat, lima "MRE", dasar.
Aku takkan duduk di sini mendengarkan teorimu...
...bahwa ada seorang penembak runduk di sana, Bung.
Tidak mungkin ada seorang Haji bertahan selama itu.
Kau sedang bercanda denganku?
Aku kepanasan sekali.
Bola kemaluanku sudah meleleh jadi satu.
Saat kau bertugas nanti, kau akan memisahkan ini kan?
Oh ya?
- Kalau saja aku bisa temukan mereka. - Kau akan menyukainya juga.
Seharusnya aku gabung Angkatan Udara.
Tidak, kau terlalu besar untuk Angkatan Udara. Kau akan jatuhkan semuanya.
Hei, aku serius, Bung...
- Tiaraplah. - Aku juga serius. Aku akan ke sana...
...mengambil radio pria itu...
- ...kembali ke sini, dan kita akan pergi. - Ya, baiklah.
- Komunikasi, cek. - Ya, ya.
Cek, cek.
Kau ke mana?
Oh, ya.
Pergerakan?
Kau terlihat kaku sekali.
Bagaimana dengan bola kemaluanmu?
Oh, bagus sekali. Pintar sekali.
Kau akan selalu jadi nomor satu bagiku, Temanku.
- Kau mengawasi tembok itu? - Aku mengawasi pantatmu.
Oh, goyangkan pantat itu.
Ya, benar sekali.
Oh, mulai. Mulai.
Kurasa tamponmu baru saja jatuh.
Benar sekali. Biasanya harganya $25.
Aku akan bercinta denganmu, seakan-akan kau...
Kau sudah aman 360.
Tetap waspada.
Perhatikan posisi jam enam-ku.
Baiklah.
Ya, kita sendirian di luar sini.
Benar-benar sendirian.
Sial.
Aku sudah semakin dekat. Kau mengawasi tembok itu?
Baiklah.
Sial.
Apa?
Ini...
Sial, teropongnya buram, Bung.
Kau harus membuangnya.
Ini milik Dean.
Persetan dengan Dean. Dean itu brengsek.
Ya, persetan dengan Dean.
Dean memang brengsek.
Kesialan datang jika membawa teropong orang mati.
Ada sesuatu yang tidak benar.
Apa?
Katakan padaku, Bung. Ada apa di bawah sana?
Ize.
Semuanya tembakan di kepala, Bung.
Apa kau bisa tahu itu berasal dari mana?
Begini saja.
Pergi dari situ, Bung.
Hei, Ize.
Periksa...
Ya Tuhan! Aku tertembak!
Sial! Sial! Brengsek!
Sial!
Brengsek!
Bertahanlah, Teman, aku ke situ.
Sial!
Mereka melihatku.
Mereka melihatku dari luar sana.
- Mereka melihatku. - Apa yang sedang kau lakukan, Bung?
Pergi! Pergi sana!
Pergi! Pergi sana!
Pergi!
Pergi sana!
Brengsek!
Berlindung!
Tiarap!
Brengsek!
Sial!
Brengsek! Sial!
Sial!
Brengsek!
Ah, brengsek!
Tidak!
Sersan! Sersan Matthews!
Sial, sial, sial, sial!
Sial!
Sial, maafkan aku!
...saudaraku. Beritahu RJ. Kau harus memberitahu dia, oke?
- Ada apa dengan RJ? - RJ.
Beritahu RJ bahwa...
Aku punya 22 ribu, Bung. 22 ribu.
Berhenti, berhenti bicara, Bung.
Aku tidak tahu harus melakukan apa.
Turniket.
Gunakan turniketmu.
Turniket!
Gunakan turniketmu!
Ize.
Ize, aku butuh bantuanmu, Bung.
Aku tidak bisa! Kau tahu itu!
Bukan, bukan, bukan! Radionya! Radionya!
Sial! Sial!
Bisa?
Brengsek! Bisa?
Sebentar!
Ya Tuhan!
Breaker, breaker...
Oh, sial.
Break, break, break. Spartan 33...
...meminta ekstraksi!
Sial.
Apa-apaan ini! Sial!
Sial!
Tidak, tidak!
Tidak. Sial.
Brengsek!
Sial!
Brengsek!
Break, break, break. Spartan 33 meminta ekstraksi!
Break, break, break. Spartan 33...
- ...meminta ekstraksi! - Radio komunikasi?
Dia menembak antenaku!
Dia menembak antenanya, Bung!
Sial.
Kau melihatnya?
Kurasa aku punya kesempatan.
Apa?
Aku akan melakukannya. Kau bisa melihatnya?
Sial! Sersan Matthews!
Sersan Matthews!
Sersan!
Jangan, jangan!
Dia akan menembakmu sebelum kau bahkan...
Sial!
Sersan Matthews! Kau mendengarku?
Aku di sini.
Bertahanlah di sana. Tolong bertahanlah di sana.
Kau sudah melihatnya?
Ayo, Bung. Dari mana asalnya?
Aku tidak tahu!
Aku tidak tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.