Die ersten 200 Zeilen.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Apa kau lihat seseorang, Rover?
Baik. Pantau terus.
Jika ada yang datang ke sini, kau beritahu aku, oke?
Rover?
Baik! Untuk yang terakhir kali. Botol bayi?
Jangan pernah di microwave.
Dan begitu susunya memanas?
Uji dengan meneteskan di bagian dalam pergelangan tangan.
Jika dia sakit telinga?
Tiga tetes ini di setiap telinga. / Jika dia tak mau makan?
Jangan memaksanya.
Ahh, apa kamu memaksanya?
Oh! Benar! Beri dia makan dari mangkuk kelinci favoritnya.
Tak pernah gagal.
Dia makan agar dia bisa melihat kelinci di dasarnya.
Psikologi sederhana.
Taksimu.
Felix! Ayo! / Sebentar.
Jika empengnya hilang... Bentuk yang sama, warna yang sama.
Dia takkan tahu bedanya.
Psikologi sederhana. Jika ada yang terjadi, siang atau malam, SMS aku.
Ampun, aku tak ingin pergi.
Pergi dengan kapal pesiar tropis adalah ide ibu.
Dengar, Marlene.
Kau telah mengurus sendiri keluargamu, selama dua tahun.
Kau butuh istirahat.
Sekarang, naik taksi itu, dan lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri.
Jangan khawatir. Semuanya akan baik saja.
Kau akan berperilaku baik, kan? Dan dengarkan orang tua Max
dan berhati-hatilah saat sampai Montreal?
Dan pastikan untuk melihat kanan kiri sebelum menyeberang jalan.
Ibu sayang kamu.
Dan aku juga menyayangimu, bu.
Taksi menunggumu, Marlene.
Oh! Dan jangan lupa kartu flashnya.
Tidak akan!
Jika Mia belum mengucapkan kata-kata pertamanya...
akhir musim panas, aku telpon psikolog.
Dan, jika ada telpon soal rumah,
pastikan mencatat nama, nomor telepon, alamat email,
media sosial... / Marlene! Keluar dari sini.
Ibu sayang kalian berdua!
Marlene! / Oke, oke, aku pergi.
Sampai jumpa lagi!
Semuanya akan baik-baik saja!
Daah!
Oh tidak, tidak, tidak, tidak!
Di mana kontrol volume pada anak ini?
Dan itu mengatasinya.
Terima kasih, Felix. / Aku akan ke rumah Max.
Kamu akan kembali untuk makan malam?
Sebenarnya, aku akan menginap.
Orang tuanya ingin berangkat lebih awal besok.
Selamat tinggal, adik kecil.
Jangan nakal dengan Annie.
Sampai ketemu besok.
Semoga minggumu menyenangkan, Annie.
Kamu juga. Jangan lupa mengabari.
RUMAH DIJUAL
Yazoo!
Aku dapat satu! Aku dapat satu!
FELIX DAN HARTA KARUN MORGAA
Tom?
Kau ingin bicara, naiklah!
Kau main bagus, Squat.
Tom!
Terburu-buru, seperti biasa.
Di usiaku, seseorang sangat bahagia saat waktu berlalu dengan lambat.
Itulah mengapa hobbiku adalah duduk dengan tenang...
dan bermain solitaire.
Kau harus mencobanya.
Kabar baik! Ibuku baru saja pergi.
Itu bagus. Aku yakin itu akan berdampak baik untuk dunianya.
Dan kau juga, kurasa.
Jadi, kapan kita berangkat?
Kau tahu, ini adalah permainan solitaire keseribuku tahun ini.
Ya?
Ya, tentu. Seribu.
Aku ingin game ini sempurna.
Hanya saja, jika kita akan pergi jauh ke sana,
dan kembali tanpa diketahui ibuku,
kita benar-benar harus pergi secepatnya.
Aku sudah memikirkannya. Dan aku telah memutuskan itu ide yang buruk.
Ide buruk?
Apa maksudmu?
Terlalu berbahaya. Angin di pulau selalu berubah.
Ombaknya tak bisa diprediksi.
Dan saat kau berjuang melawan angin, dan ombak,
ada terumbu karang, yang diselimuti kabut tebal.
Ini pertama kalinya dalam dua tahun ibuku meninggalkan rumah.
Kau berjanji, kita akan pergi ke pulau itu,
segera setelah kita punya kesempatan.
Seingatku, aku bilang, 'kita lihat nanti'.
Itu tak sama dengan berjanji.
Kapanpun ayahku biasa bilang 'kita lihat nanti',
yang dia maksud adalah ya.
Jangan begitu sekarang.
Apa? / Itu.
Saat ayahmu hilang,
Penjaga pantai mengerahkan semua kemampuan untuk menemukannya.
Aku harus tahu, akupun di sana untuk membantu.
Dua tahun berlalu sejak itu.
Dua tahun berlayar, mengarungi perairan ini.
Jelas bagiku, jika ada kemungkinan ayahmu masih...
Jika dia ada di luar sana,
tidakkah menurutmu seseorang akan menemukannya sekarang?
Jadi, kita tidak pergi?
Jika tidak keberatan, aku ingin menyelesaikan permainan solitaireku.
Jadi, itulah rencananya.
Aku berangkat dari sini, saat fajar besok,
aku tiba di sana, dua hari kemudian.
Baik.
Oww! / Dengarkan, Max!
Tidak! / Lupakan gamenya sebentar.
Yang cepat, para mutan mendekat.
Max, ini penting.
Begitu aku di pulau, aku punya waktu tiga hari untuk menemukan ayahku.
Uh huh.
Kemudian, perlu tiga hari lagi untuk kembali.
Karena arus akan melawanku.
Itu membuat semuanya jadi delapan hari.
Ibuku pergi selama sepuluh hari.
Waktunya cuma cukup untuk melakukan perjalanan pulang pergi.
Bagus. Bisa kudapatkan pengontrolnya kembali sekarang?
Tunggu. Lalu ada cerita sandiwara kita.
Cerita sandiwara?
Ibuku dan bibiku...
mengira aku akan berada di Montreal bersamamu dan orang tuamu.
Ya, ya... aku ingat itu, Felix.
Saat aku pergi,
Kau benar-benar harus memastikan bibiku tidak melihatmu. Benar?
Benar. Apa pun katamu.
Max!
Itu artinya kau benar-benar tidak boleh keluar rumah.
Tentu.
Dengar, jika ibuku tahu aku tidak di Montreal,
tapi sebenarnya pergi naik boat untuk mencari ayahku...
Maka game over buatmu. Aku mengerti.
Sekarang bisa kuminta pengontrolnya?
Lompat, Rover.
Jangan khawatir, Rover.
Oh, bagus! Mesinnya mati.
Bertahanlah, Rover!
Awas!
Rover!
Rover!
Rover! Tetap di tempatmu.
Kita sudah selesai.
Hah?
Hei!
Kita selamat!
Kini kita takkan pernah menemukannya.
Adik perempuanku takkan pernah bertemu ayahnya.
Dan ayahku takkan pernah tahu kalau dia memiliki seorang putri.
Dan mari berharap ibumu tak pernah tahu...
kalau putranya cukup bodoh...
untuk menjelajah di lautan terbuka...
dengan perahu kecil yang tak lebih besar dari bak mandi!
Apa yang salah dengan anak muda sekarang ini?
Mengapa kau tak bisa memahaminya dengan kepalamu.
Kalau tidak ya artinya tidak.
Tidak terlalu sulit untuk dipahami.
Saat orang dewasa bilang tidak,
selesai! Akhir cerita!
Baiklah. Dengarkan, bocah.
Besok, kita akan naik ke perahuku,
dan berlayar ke pulau yang membingungkan itu.
Sungguh?
Dengan dua syarat. / Ya?
Pertama, setelah kita memeriksa tempat itu,
itu akan menjadi akhirnya.
Kau tak akan mengungkit masalah ini lagi.
Aku janji.
Dan kedua,
Kau hentikan itu sekarang.
Waktu pasti telah berubah.
Ketika aku seusiamu, anak muda takkan pernah...
membiarkan dirinya terlihat dengan air mata berlinang.
Kau dengar apa yang kukatakan, Nak?
Tom!
Aku siap.
Tak ada barang tidak berguna di ransel itu?
Tidak!
Bertahanlah ayah. Aku datang!
Tenanglah, Squark.
Hei! Apa yang merasukimu?
Itu hanya tong tua.
Apa yang dia lakukan di sini?
Rover?
Dia pasti mengikutiku.
Oh, tentu. Dia pasti mengikutimu.
Biar kuberitahu sesuatu.
Seekor kucing tidak berguna di atas perahu layar.
Jadi, jika teman kucingmu jatuh ke air,
jangan mengandalkan aku untuk memancingnya keluar.
Tidak setiap hal dalam hidup harus berguna, tahu.
Kurasa itu menjelaskan semua sampah yang kau bawa.
Hidup di laut tidak sama dengan hidup di pantai, Felix.
No comments yet. Be the first to leave one.