Die ersten 200 Zeilen.
SUKU HUOTU
ZHU YAN, TUAN PUTRI KLAN CHI
Dewa Api di langit, kami mengadakan perjamuan besar.
RAJA KE'ERKE, SUKU HUOTU
Semoga hidup harmonis selamanya.
- Semoga hidup harmonis selamanya. - Semoga hidup harmonis selamanya.
Kabarnya putri Klan Chi tidak ingin menikah dengan suku kita.
Putri itu sudah mencintai seseorang.
Hanya saja, pernikahan ini dijodohkan oleh Kaisar.
Kalau dia tidak menikah dan membuat Kaisar marah,
maka seluruh Klan Chi akan terlibat masalah.
Nona, masih sempat kalau membatalkannya sekarang.
Nona,
begitu keluar dari tenda ini,
Anda tidak bisa pulang lagi.
Adipati dan Nyonya sudah tua.
Anda putri tunggal mereka.
Anda tega meninggalkan mereka?
Meski aku tinggal di sini, seumur hidup ini,
aku juga tidak bisa melihat mereka lagi.
Apa bedanya dengan mati?
Pemberian mas kawin.
Diterima.
Aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak kucintai.
Namun, Nona, orang yang kau sukai tidak mungkin menikahimu.
- Nona… - Diam.
Tuan Putri, silakan terima mas kawinnya.
Persembahan pertama.
Persembahan kedua.
Persembahan ketiga.
- Semoga hidup harmonis selamanya. - Semoga hidup harmonis selamanya.
Meminum arak pernikahan!
Iblis Pasir! Cepat lari!
- Cepat lari! - Ayo! Cepat lari!
Lari!
Akhirnya, tidak ada orang yang bisa memaksaku
untuk menikah lagi.
Siapa?
SHI YING, GURU MUDA GUNUNG JIUYI
Guru!
Kau memperlakukan barang pemberianku seperti ini?
Guru.
Kenapa kau tiba-tiba kemari?
Aku…
Aku kira tidak bisa bertemu lagi denganmu.
Bukankah kau yang mengundangku untuk menghadiri acara pernikahanmu?
DIADAPTASI DARI ZHU YAN OLEH CANG YUE
Di antara langit dan Bumi,
ada negeri keramat bernama Yunhuang.
Klan Kongsang,
Manusia Duyung,
dan Klan Es tinggal di sini.
Tujuh ribu tahun lalu,
Lang Gan dari Kongsang memimpin Yunhuang,
tapi dewa penghancur, Xu Yao,
mahir memprovokasi pikiran jahat untuk kepentingan sendiri.
Karena dihasut oleh Dewa Penghancur, ada enam raja bertarung dalam Kongsang.
Di luar ada konfrontasi angkatan laut Manusia Duyung
dan sepuluh penyihir Klan Es.
Yunhuang akan mulai berperang lagi.
Namun, jika dewa senang melihat makhluk hidup menderita,
mana mungkin dia layak disembah dan dikagumi oleh manusia?
Selama ini, belum pernah ada manusia yang membunuh dewa.
Aku, Shi Ying, yang akan melakukannya.
SHI YING, PANGERAN KONGSANG
Suara angin bagaikan lonceng.
Bunga berjatuhan bagaikan salju.
Bunga Salju di Istana Jialan sangat cantik.
Bunga ini paling cantik.
Paling cocok untuk Pangeran.
Tuan Muda, kau yang membantuku?
Kau bilang ingin memberikan bunga kepada Pangeran.
Apa kau mengenalnya?
Setelah memberikan bunga ini kepadanya, aku akan mengenalnya.
Kau ingin bertemu dengannya? Kenapa?
Sebagai putri Klan Chi, tentunya aku harus belajar beberapa sihir hebat
untuk melindungi Gurun Barat, 'kan?
Namun, ayahku tidak mengizinkannya.
Katanya aku adalah seorang gadis,
seharusnya aku minum teh dan mengerjakan kerajinan tangan
bersama tuan putri lainnya.
Cukup belajar beberapa sihir untuk melindungi diri saja.
Jadi, aku ingin mencari Pangeran, minta dia mengizinkanku belajar sihir.
Dengan begitu, ayahku tidak akan berani melarangku lagi.
Kenapa tidak meminta persetujuan dari Kaisar?
Kaisar pasti sama seperti ayahku.
Pasti menurutnya ada hal-hal
yang harus dan tidak boleh dilakukan anak perempuan.
Namun, Pangeran berbeda.
Semua orang bilang dia seperti reinkarnasi dewa.
Hangat bagaikan matahari dan bunga pada musim semi.
Dia pasti memahami pikiranku.
Permaisuri tiba.
Tuan Muda, aku pergi dulu.
Sampai jumpa jika berjodoh.
Hangat bagaikan matahari dan bunga pada musim semi.
BAI YAN, PERMAISURI KONGSANG
SELIR QIUSHUI, MANUSIA DUYUNG, SELIR KAISAR
Selir Qiu Shui sedang hamil.
Mohon Permaisuri menepi dulu.
Maafkan saya, Permaisuri.
Salah saya sedang hamil.
Tabib telah memberi peringatan bahwa kondisi janin tidak stabil,
tidak boleh sering naik turun.
Mohon Permaisuri memaklumi saya tidak bisa menepi.
Menepi.
Kita jalan di sebelah sini.
Dia hanya Manusia Duyung, budak bagi orang Kongsang.
Hanya karena agak disayang Kaisar, dia langsung melupakan identitasnya.
Diam.
Manusia Duyung dan kita adalah rakyat Yunhuang.
Mulai sekarang, tidak boleh ada prasangka seperti ini.
Kalau tidak, akan menimbulkan masalah.
Ada pembunuh!
Bukan!
Aku bukan pembunuh.
Aku tidak sengaja menabrak Nyonya Selir.
- Benar-benar… - Nyonya Selir sedang hamil.
Jika terjadi sesuatu karenamu, bisakah kau bertanggung jawab?
Kau berpakaian merah tua.
Kau putri dari Klan Chi?
Apakah ayahmu tidak suka melihatku mengandung anak Kaisar,
sehingga dia sengaja menyuruhmu untuk menabrakku?
Tidak! Nyonya Selir.
Ayahku tidak tahu sama sekali.
Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri.
Mohon Nyonya Selir hukum aku saja.
Beraninya kau membantah!
Bungaku!
Kembalikan kepadaku!
Bunga ini adalah bukti bahwa Klan Chi ingin mencelakaiku.
Lepaskan aku!
Bungaku! Kembalikan kepadaku!
Bungaku!
Kau…
Kau…
Kenapa kau memfitnah ayahku?
Kau sangat cantik, tapi hatimu sangat kejam.
Kau…
- Katakan sekali lagi! - Hentikan!
- Hormat kepada Pangeran. - Hormat kepada Pangeran.
Untuk apa Nyonya Selir bertindak heboh seperti ini?
Tentu saja aku punya alasanku sendiri.
Apakah Pangeran ingin ikut campur dalam urusan harem?
Pangeran?
Ternyata dia Pangeran?
Aku malah mengatakan banyak perkataan yang menyinggung.
Aku tidak akan ikut campur.
Hanya saja, berdasarkan aturan Kongsang, pangeran harus mendidik semua saudara.
Ternyata rumor itu memang benar.
Apakah Pangeran datang untuk membantuku?
Karena Nyonya Selir sedang hamil anak Kaisar,
aku harus menjalankan kewajibanku untuk mendidik adik
di dalam kandungan.
Kaisar berbudi luhur.
Tiap hari besar, pasti akan mengampuni kesalahan seluruh dunia.
Semua penjahat akan terbebaskan dari hukuman.
Apalagi seorang anak kecil.
Apakah Adik mengerti perkataanku?
Baik.
Karena Pangeran sudah mendamaikan, gadis ini akan kulepas.
- Ayo kita pergi. - Baik.
Tunggu.
Ada hal lain, Pangeran?
Ajaran leluhur Kongsang mengatakan, setiap ulang tahun kaisar,
para pangeran harus menyalin sepuluh halaman
kata bijak Kaisar Xingzun sebagai hadiah ulang tahun.
Sekarang Adik masih berada dalam kandungan,
jadi, terpaksa meminta Nyonya Selir untuk membantunya.
Silakan kembali ke Paviliun Qiu Shui untuk menyalinnya.
Kau…
Pangeran pasti sengaja menghinaku karena aku Manusia Duyung.
Sengaja mempersulitku.
Orang Kongsang dan Manusia Duyung sama-sama rakyat Yunhuang.
Tidak berbeda.
Sebaliknya, Nyonya Selir, hanya karena masalah kecil,
kau ingin memukul putri bangsawan Kongsang,
juga ingin melibatkan adipati Kongsang.
Aku hanya menampar gadis itu.
Pangeran malah bicara panjang lebar seperti ini.
Baik. Sudahlah.
Akan kulihat
sampai kapan Pangeran masih bisa berlagak.
Pangeran reinkarnasi dewa itu sedang berdiri di sini.
Aku sembarang berbicara tadi.
Mohon ampun, Pangeran.
Apakah wajahmu baik-baik saja?
Tidak masalah.
Hanya ditampar sekali.
Terima kasih, Pangeran.
Hanya saja,
Bunga Salju ini sayang sekali.
Awalnya ingin kuberikan kepada Pangeran.
Sihir apa ini?
Hebat sekali.
Ini Sihir Pemulihan.
Jika kau berlatih sihir dengan baik, suatu hari kau juga bisa melakukannya.
Bunga Salju ini adalah izin yang kuberikan padamu.
Kau bisa membawanya ke ayahmu.
Anak perempuan juga boleh?
No comments yet. Be the first to leave one.