Die ersten 200 Zeilen.
AGUSTUS 2017
Aku hanya dapat 30.000 won?
Aku bayar lebih dari 300.000 won untuk semuanya.
Harusnya bukan "Kami beli buku",
tapi "Kami ambil bukumu secara gratis".
- Ini jelek. - Berita selanjutnya.
- Tidak berguna. - Sidang
- Ini seperti sampah. - untuk Seo,
mantan kepala jaksa.
- Masalahnya - Tidak.
- jika pembebasan ditunda. - Kau tak tahu?
- Wartawan Choi di balai sidang. - Lihat.
- Ini sering dipakai. - Choi?
- Diamlah dulu. - Saya di sini
menghadiri sidang Seo Byung-ju
- Pembeli buku ini beruntung. - di Mahkamah Agung Seoul.
- Ini. - Putusan sudah keluar?
- Lalu ini. Catatannya sempurna. - Belum.
- Apa hasilnya akan beda? - Cukup belajar pakai ini.
- Siapa saja bisa lulus. - Kita tak tahu.
Yang Jong-hoon, si jaksa,
beralih dari seorang jaksa menjadi saksi mata…
Tolong naikkan ke 50.000 won.
- Kau lolos masuk Fakultas Hukum Hankuk? - Apa?
Jangan omong besar jika tidak.
Tentu saja, aku lolos.
Jadi, 50.000 won. Sepakat?
Tawaran terbaikku 30.000 won,
tapi kutambah 5.000
untuk murid Fakultas Hukum Hankuk, jadi, 35.000 won.
- Tidak, 50.000 won. - Kuberi
50.000 won, biarkan aku menonton beritanya.
Tapi ini untuk fakultas hukum…
Aku akan ke sana.
Putusan atas banding final
dalam kasus mantan kepala jaksa Seo Byung-ju sudah keluar.
- Ini akan membuatmu lulus. - Para hakim mengubah putusan
- pada sidang awal - Kau pasti bisa.
dan menyatakannya bersalah terkait kasus suap.
Banyak yang menduga jika Seo akan ajukan banding ke Mahkamah Agung
- dan menanti putusannya. - Boleh bayar sekarang?
Kau yakin aku akan lulus dalam sekali coba, Nn. Senior?
"Nn. Senior"?
Aku akan masuk Fakultas Hukum Hankuk juga.
Aku bisa lolos tanpa ini,
tapi tampaknya, kau butuh uangnya.
Hei, kakakku tidak akan jual buku itu kepada…
Sampai jumpa.
Hei, tunggu.
994.350 WON
Sebentar lagi. Akhirnya.
Akan ada enam angka nol di rekeningku!
Kau bahagia
karena uang hasil penipuan?
Penipuan?
Soal Fakultas Hukum Hankuk?
Kau masih kecil, tak paham penipuan.
"Tindak kriminal saat seseorang menipu orang lain
dan merampas hak orang tersebut."
Pasal 347 Hukum Pidana.
Maksudku, aku tak bermaksud membodohinya…
Kau diam saja padahal kau tahu dia ditipu
untuk mengambil uangnya.
Lalu? Aku penipu sekarang?
Jika bukan, seharusnya kau masuk.
Masuk? Ke mana?
Fakultas Hukum Hankuk.
Aku?
Hei, Byeol.
Kau kira fakultas hukum itu pusat kebudayaan?
Fakultas Hukum Hankuk?
Itu khusus murid pilihan.
- Bahasa Inggrismu bagus. - Hanya sebatas bisa.
Ada yang lebih baik dariku.
Tapi nilai sekolahmu bagus.
Itu karena Dan membantuku dalam setiap hal…
Kenapa kau begini padaku?
Ambillah kembali buku Dan untuk belajar.
Katamu kau bisa lolos dalam sekali coba.
Sekali coba? Kau gila.
Aku berbohong agar dia membayarku lebih.
Kalau begitu, kau pasti merasa bersalah padanya.
Apa dia buat aku merasa bersalah?
Dia berlagak hebat.
Katanya dia bisa lolos tanpa buku itu.
Tapi tetap saja.
Dia yang menawariku uang.
Seharusnya kubuat dia bayar dua kali lipat.
Kau butuh berapa banyak?
Bukan berlagak. Aku memang hebat.
Berapa yang harus kubayar agar kau malu
telah mempermainkan mahasiswa hukum?
Kau tak bisa membuatnya malu.
Dia akan masuk Fakultas Hukum Hankuk.
Aku pergi dulu.
Byeol. Hei, Byeol!
PANDUAN LEET
JUMAT PUKUL 19.40, UBAH WAKTU PENERBANGAN KE KORBAN…
Kau bahkan berhenti agar dia dihukum. Bagaimana perasaanmu?
Sangat tidak enak.
Katamu Seo ajukan permintaan saat kau masih menjabat.
Pernyataan diterima dan bandingnya dibatalkan.
Tapi kita tetap harus menunggu putusan Mahkamah Agung.
Apa menurutmu putusan bisa berubah di Mahkamah Agung?
Ya, jika kesaksianku tak cukup kuat.
Kudengar kau dan Seo dekat sebagai rekan kerja.
Apa yang terjadi?
KEBENARAN DAN KEADILAN HANYA OLEH HUKUM
Tahanan 2023, ini hari sidangmu.
RUANG TUNGGU PUSAT PENAHANAN DONGBU
Berdasarkan itu, polisi menjadikan Yang Jong-hoon tersangka utama.
Inspeksi langsung yang diminta Yang
akan dilaksanakan hari ini.
Permohonan diajukan mendadak oleh Yang, tersangka,
tepat sebelum dakwaan dijatuhkan.
Yang menolak jalani penyelidikan sampai detik ini.
Perubahan sikapnya…
Hei, Kim.
Menunda pendakwaan?
Katanya dia akan mengaku jika kita adakan inspeksi langsung.
Mantan jaksa membunuh mantan kepala jaksa.
Benar-benar mencoreng kejaksaan.
Arahan formal? Tidak ada.
Itu bukan hanya untuk Choi.
Aku biasa bilang saat makan siang.
Jika kau tak percaya, ayo makan bersama.
Kau membocorkan kasus tersangka?
Kita bicara lagi nanti.
Katamu aku membunuhnya atas kesepakatannya dengan Lee Man-ho
demi menutupi kasus tabrak lari.
Itu bukan cerita yang buruk, 'kan?
Makin ricuh media,
makin banyak yang membenci Seo Byung-ju.
Dengan begitu,
hukumanmu akan diringankan.
Meski sekarang kau begini, kau tetaplah seniorku.
Sudah kuatur segalanya untukmu.
Pasal 126 Hukum Pidana.
Mempublikasikan tersangka?
Hukum itu tak berguna.
HUKUM PUBLIKASI TERSANGKA
Tidak pernah ada jaksa yang didakwa untuk itu.
Media terus berbicara tentang seorang mantan jaksa
yang bekerja sama dengan seorang pemerkosa keji.
Masyarakat bilang
mereka lebih membenci korban daripada pembunuhnya.
Kita tunjukkan pada masyarakat bahwa siapa pun bisa marah
dan punya hasrat membunuh
dalam proses inspeksi langsung.
Bisa lepaskan borgolnya sampai kita tiba di sana?
Bagaimanapun, dia tetap seniorku.
Dengan hasrat membunuh Seo pada saat itu,
Yang menuangkan sisa sabu-sabu ke kopi.
Itu gula, bukan sabu-sabu.
Berhenti mengarang cerita.
Tidak, hentikan!
Setelah kubuang sabu-sabunya ke dalam wastafel,
dia mengalami serangan hipoglisemia.
Kutemukan kemasan gula sekali pakai di sini,
bukan kemasan biasa.
Kau tak katakan itu.
Dia menolak bersaksi.
Dia akan jelaskan sekarang.
Anggap saja ada gulanya.
Permisi.
Pakai ini.
Ini kolagen yang diminum, untuk kulit.
Baiklah.
Dia pingsan akibat hipoglisemia,
maka kuberi kopi dan gula.
Tapi benda itu tak ada di TKP.
Kemasan gulanya.
Tidak ada kemasan gula,
bahkan tak ada di daftar barang bukti.
Berhenti mencoba menipu kami. Itu tak akan…
Itu tak pernah ada…
Bendanya bahkan tak ada.
Hentikan omong kosongmu.
Kenapa kau menggertaknya?
Astaga.
Suruh dia mendengarkan klienmu.
Tolong dengarkan klienku…
Maka katakanlah sesuatu yang masuk akal.
Jika itu ada di sini, ke mana perginya?
Kami telah menyisir seisi ruangan.
Itu terjatuh dari kacamatanya?
Dia terguling dari tangga?
Detektif Oh, periksa kacamata Seo.
Baik, Pak.
Kau pelakunya?
Bunuh saja aku!
Serahkan dirimu sekarang!
Han Joon-hwi.
PUKUL 11.10, 5 OKTOBER 2020, HARI TERJADINYA INSIDEN
ANDA MENERIMA SUREL BARU
DARI SEO BYUNG-JU, KASUS TABRAK LARI JURAE-DONG
07P 4295
07P 4295
07P 4295
07P 4295
No comments yet. Be the first to leave one.