Die ersten 200 Zeilen.
Diterjemahkan oleh : Rizky Orama
Permisi. Ada yang bisa kubantu?
Astaga! Juhi Chawla?
Aku harus pergi syuting dan mobilku tiba-tiba mogok.
Bisa kau memberi aku tumpangan?
Aku? Apa... Aku... Maksudku, kenapa tidak?
Aku sangat beruntung bertemu denganmu.
Aku tidak akan pernah melupakan jasamu seumur hidupku.
Tidak ada jasa. Ini memamg kewajibanku.
Manisnya!
Saat ini, susah untuk mencari orang sepertimu.
Astaga!
Nona sudah datang. Cepat! / Bereskan semuanya.
Daah.
Terima kasih. / Tidak apa-apa.
Dengar...
Kau akan menemuiku lagi, 'kan?
Wah!
Kenapa kau memanggilku mendadak sekali, Nona Juhi?
Sebenarnya tidak ada apa-apa.
Aku hanya suka bertemu denganmu. / Oh.
Ini tempat yang romantis, bukan? / Ya.
Terkadang aku berpikir...
...jika saja aku punya pendamping yang tak selalu berada didekatku...
...apa yang akan terjadi padaku?
Berjanjilah padaku. Kau akan selalu bersamaku.
Anda bicara apa, Nona Juhi? / Jangan panggil 'Nona Juhi'.
Hanya 'Juhi'. / Ya Tuhan.
Juhi!
Hei, kemari. / Astaga! Govinda?
Astaga! Siapa kau? / Aku...
Govinda, ini Tn. Amar.
Yang pernah kuceritakan padamu. / Oh, ini dia.
Yang menolongmu kemarin?
Kau pria yang tampan. / Terima kasih.
Seleramu boleh juga, Juhi.
Permisi.
Dia malu-malu.
Kau cukup tampan, kenapa tidak coba main film?
Aku sudah menerima tawaran dari beberapa sutradara...
...tapi aku orangnya agak pemilih, jadi...
Ya Tuhan.
Pengambilan ke-21, mulai! / Kemarilah dalam pelukanku.
Tidak, Gopal. Tidak mungkin. / Kenapa tidak?
Hanya karena aku orang miskin kau orang kaya?
Tidak ada yang dapat memisahkan kita! Kemarilah.
Kemarilah dalam pelukanku.
Tapi, Gopal...
...cobalah pahami kelemahan wanita.
Apa itu?
Dunia yang kejam, serta orang-orang jahat ini...
...mereka tidak menginginkan kita hidup.
Dan itulah kebenarannya. / Kebenarannya bahwa kau cinta padaku.
Kebenarannya adalah, aku cinta padamu. Hanya itu yang benar, sisanya palsu.
Lupakanlah itu. Ingatlah aku. Kemarilah dan peluk aku.
Peluk dia erat-erat, Govinda!
J-J-Juhi.
Ada apa?
Kukira Shahrukh Khan yang datang. / Sial.
Shah Rukh, Govinda, Sunny Deol. Hanya mereka yang ada dalam hidupmu.
Kudengar kau banyak mengambil peran bersama Sunny, 'kan?
Ya. Orang-orang menyukai pasangan kami.
Dan kau? / Aku juga suka.
Dia sangat tampan.
Kenapa kau bertanya? Kau cemburu?
Aku takut nanti aku bunuh orang. / Amar, kau takut?
Aku hanya bercanda. Kaulah segalanya bagiku.
Kaulah cintaku.
Benar, Amar. Saat ini aku tak bisa hidup tanpamu.
Ayo kita menikah! / Oh, ya?
Aku akan berhenti main film demi kau.
Kau tidak perlu melakukan itu. Lanjutkan main film.
Akan kutangani semuanya, termasuk keuangan.
Tapi aku yang pilih lawan mainmu. Harus jaga jarak.
Oh, Amar! Sungguh manisnya!
Juhi! Sayangku!
Dengan Tuhan sebagai saksiku...
...aku menerimamu dengan seluruh jiwa ragaku.
Dengan Tuhan sebagai saksiku...
...aku juga menerimamu dengan seluruh jiwa, raga, dan juga harta.
Hei! / Apa yang terjadi?
Ayah! Kau merusak mimpi indahku!
Kenapa kau datang saat aku ingin menikahi wanita pujaanku?
Tak bisakah kau menunggu sebentar saja? / Diamlah dan pergilah.
Dia duduk di meja kasir lalu tidur.
Babulal, sudah kukatakan padamu...
...jangan biarkan dia duduk di kasir. / Aku...
Memangnya berapa banyak uang yang ada di kasir itu?
Pengemis di Bombay bahkan punya receh lebih banyak dari Ayah.
Hati-hati, Babulal.
Jangan potong telinganya seperti kemarin.
Hati-hati!
Bagaimana uang disini bisa lenyap?
Kau mengambil 100 rupee dan menghamburkannya.
Bukan menghamburkan, tapi menghabiskan.
Kugunakan untuk memotong rambut...
...di salon Taj Mahal kemarin.
Apa?
Aku mencukur 20 kepala untuk mendapat 100 rupee...
...dan kau memberikannya ke salon Taj itu? Rambutmu tidak kaupotong!
Mereka mencukur dengan gaya yang ayah tidak pernah tahu.
Ini potongan ala Prancis.
Le coupe francaise de hair.
Sok bahasa Inggris. Dasar bodoh!
Dengan uang dari kasir inilah aku bisa menyekolahkanmu...
...hingga kau bisa menggertak dan mengancamku...
...dan aku berusaha untuk menguliahkanmu.
Tapi mereka justru menendangmu keluar.
Aku tidak dikeluarkan. Aku yang keluar sendiri.
Nyatanya, Dosen tidak mengerti apa yang aku bicarakan.
Aku punya banyak ide dikepalaku, keluar dan keluar begitu saja.
Mereka sangat penting bagi bangsa ini, bagi begenerasi ini.
Khususnya bagi para ayah.
Karena, selama para ayah masih keras kepala...
...bangsa ini takkan berubah.
Anak pak Dosen bisa memahami ini...
...namun ayahnya tidak. Sedangkan Ayah...
Akan kucukur rambutmu sampai gundul!
Ayolah, Yah. Jika aku menggunduli rambutku...
...orang-orang akan mengira bahwa ayah telah... / Diam, monyet!
Tenang, Ayah. Tenang. Aku punya ide baru.
Kenapa tidak kita jual saja toko ini? Kita akan dapat banyak uang.
Maksudku kita bisa buka toko perhiasan dengan uang itu.
Toko perhiasan? / Ya. Toko perhiasan.
Bayangkan saja.
Kita akan dikelilingi wajah-wajah cantik setiap harinya.
Aku akan mendekati anaknya untuk mencobakan perhiasan...
...sementara ayah sibuk melayani ibunya.
Terdengar suara tawa, tatapan mata yang beradu...
Rambutnya yang terurai muncul dibalik kerudung mereka.
Tangan mereka yang indah akan bersentuhan dengan tangan Ayah yang gemuk...
Ayah akan senang melihat mereka memakai pehiasan.
Mereka akan mengeluh dengan nada manja.
Sementara Ayah menjawab dengan suara yang nakal.
Babulal! Kubilang hati-hati dengan telinganya.
Semua itu gara-gara kau! / Aku?
Kau mengganggu pekerjaannya. Pergilah! Pergi!
Hati-hati, Ayah.
Aku tidak bisa bilang apa-apa, aku punya kehormatan disini.
Kehormatan kepalamu! Kau mencuri uangku di kasir!
Dasar pengemis! / Lihat apa kau?
Coba-coba sok pahlawan.
KAu marah sekali, Ayah. Akan kujelaskan nanti malam.
Kau mau datang malam ini? Dasar tak tahu malu!
Semoga tidak ada ayah yang punya anak tak terpakai sepertimu.
Pasti ada. Bagaimana anaknya, begitu pula ayahnya.
Astaga! Mata kiriku selalu berkedut hari ini.
Biasanya itu ada pertanda baik.
Kau akan pendapat kabar baik dari mana saja.
Berita baik kepalamu!
Kabar baik terakhir bagiku adalah saat aku menjadi seorang ayah.
Sejak saat itu hingga sekarang...
...anakku Prem tidak pernah membuatku bahagia.
Aku mencari uang, dia yang menghamburkannya.
Pak? / Ya?
Siapa yang kau bicarakan?
Anakku. Ada apa kau kemari?
Kau lupa? Kau meminjam uang 500 rupee.
Omong kosong!
Oh, ya! Uangnya harus dilunasi.
Harus dibayar itu!
Ini lima ikat uang 100 rupee...
Prem telah melarikan uangku!
Buat apa kau beralasan?
Anak malang itu duduk di Waah Waah Studio.
Waah Waah Studio? / Ya.
Si Johnny sialan itu sudah kelewatan.
Dia menipu anakku.
Johnny telah mengirim ayahku ke Bombay...
...untuk bermain film. Sampai sekarang dia tidak kembali.
Kau bisa melihatnya berdiri seperti ini...
...di beberapa judul film.
Sekarang Johnny menipu anakku! Mana tongkatku?
Wah!
Wajahnya! Wajah yang lugu.
Ini cuma ada satu.
Apa itu? / Ludahan untuk membuang sial.
Oh ya, guru. Aku akan jadi bintang, 'kan?
'Menjadi' bintang? Kau sudah jadi bintang, kawan!
Matikan lampunya.
Kita rencanakan produksinya sekarang!
Sudah dimulai. Aku sudah bicara pada Amitabh.
Bagaimana denganku? / Kau akan main peran utama.
Dia hanya berperan sebagai ayahmu.
Apa dia mau? / Mau!
Itu sudah disepakati. Sudah disepakati!
Amitabh dan aku, ayah dan anak,...
...satu sama lain akan bertengkar?
Adegan yang hebat!
Masih panas. Teh ala Waah Waah Production.
Ini dia, Tuan.
Beri dia minuman dingin. / Tentu.
Ada kabar baru dari Subash Ghai?
Oh, ada. Tunggu sebentar.
Aku mengirimkan fotomu pada Subash.
Dia memerlukan wajah sepertimu untuk film yang dia buat.
Judulnya Drakula Jatuh Cinta .
Drakula Ja...
Halo! Ya, ini Johnny dari Waah Waah Production!
Halo, Pak. Jangan lupakan peranku.
No comments yet. Be the first to leave one.