Die ersten 200 Zeilen.
Maaf.
Lagi-lagi, ada apa denganmu akhir2 ini?
Lalu lintasnya benar2 kacau.
Bohong.
Aku baru saja telepon penjaga di tempatmu.
Dia bilang kau sudah pergi dari jam 12.30
Masa?
Aku tak tahu, kau sangat peduli padaku.
Aku hanya lakukan tugasku.
Kalau begitu, mari kita mulai.
Ulang tahun ayahmu akan tiba, kau mau kasih apa padanya?
Tak tahu, bantu aku pilihkan sesuatu.
Dia itu ayahmu.
Kau tahu, seberapa banyak dia menyukaimu..
Dia akan senang dengan apa saja yang kau kasih.
Oh, ya. Kau berikan apa padanya tahun lalu?
Banyak berbau porno.
Benar. Kau punya selera yang hebat.
Yah, sudah beberapa kali, sejak ibuku meninggal.
Jangan salahkan ayahku yang punya kebutuhan.
Lakukan hal yang sama, tahun ini. Tapi...
Buat aku salinannya, kali ini.
Kau bisa berperilaku diri?
Apa yang kulakukan salah?
Baiklah.
Aku punya berita baik.
Apa itu?
Aku bertemu seseorang.
Maaf, semuanya baik2 saja?
Maaf.
Pacarku menumpahkan anggurnya.
- Bisa kau tolong bersihkan? - Tentu saja.
Kenapa dia berpikir, kau akan bahagia untuknya?
Dia orang tolol. Dia bilang, aku dulu bertanya padanya...
...kenapa dia lama menjomblo?
Dia pikir, aku senang mendengar kabar ini.
Apa kau dulu melakukan itu?
Tentu saja tidak.
Masa?
Mengapa kau tak punya pacar?
Hei!
Mengapa kau tidak menemui seseorang?
Mengapa kau tak punya pacar?
Kalau begitu, kau tak bisa menyalahkannya.
Aku sudah lakukan semua yang kubisa.
Aku seorang gadis.
Aku hanya tak bisa katakan padanya...
"Hei, kau suka padaku"?
Aku memanggilmu kemari untuk buat perasaan dia lebih baik.
Maaf.
Aku masih mabuk.
Baiklah, biar aku luruskan ini.
Hei.
Kau bilang, pacarnya selingkuh...
...dengan wanita pelacur dari Taiwan, benarkan?
Tapi dia tak pernah benar2 jalan dengannya
Jadi, dia sebenarnya tidak selingkuh.
Dia mengkhianati kepercayaanku.
Ketika kami kuliah, dia bilang padaku tak mau mengencani siapapun.
Keluarganya tidak kaya dan ayahnya semakin tua.
Aku mau dia punya hidup yang lebih baik.
Aku ingin berkarir dulu dan buat hidup yang baik.
Dan.... / Kapan kau menjadi begitu...
...Sampai kemudian..
Aku tak mau kencan.
Kau bisa punya pacar kapan saja kau mau.
Eh?
Jadi, kau selama ini sudah tahu.
Apa?
Kau tak bisa menyalahkannya, iya kan?
Aku menunggunya.
Dia berada di pihak mana?
Pergi sana, pergi.
Apa kau tanya padanya, bagaimana dia bertemu wanita itu?
Tidak perlu.
Dia bilang padaku,
Ingat perjalanan bisnisku ke Taiwan bulan lalu?
Permisi, boleh aku duduk disini?
Tentu.
- Tetapi... - Aku tidak tidur berhari2
Bisa kau bangunkan aku, ketika kita tiba di Terminal 2?
Terima kasih.
Baiklah.
Dia tidur seperti anak kucing.
Aku merasakan dorongan untuk melindunginya.
Kurasa laki2 yang berhasil di tempat senam
...suatu hari bisa berikan pada gadis2 seperti dia bahu untuk bersandar.
Kita sudah sampai
Oops! Aku ngiler.
Ini sangat memalukan.
Semua salahmu.
Huh?
Terasa enak tidur di bahumu.
Sehingga aku ngiler.
Ini bukan salahku.
Hei, Nona.
Kameramu ketinggalan.
Kau baik sekali. Sampai jumpa.
Hei.
Nona!
Dia profesional.
Ada harapan untukku?
Tidak ada.
Astaga! Lihatlah ini.
Cintaku..
Kekasihku..
Kau mau hentikan terapi itu?
Sejak menonton film "Ghost" ketika aku kecil..
Aku mau pelajari ini.
Aku membayangkan...
..selagi aku memainkan tanah liat ini..
Pria seperti di film itu, memelukku dari belakang.
Dan kami berkerja bersama-sama.
Mereka buat tembikar di film "Ghost"
Ini patung, tidak di putar.
Siapa peduli.
Intinya adalah..
Ini akan menjadi pria tanpa penutup dada
...memelukku dari belakang.
Jangan katakan padaku, kau tak pernah mengutus pria kemari sebelumnya!
Maaf.
Perlakukanku.
Dengar.
Cari pria yang baru. Ini sudah lama.
Mengapa kau begitu sama dia?
Jujur, dia punya hidung yang besar.
Jadi, "Bawah" nya pasti...
Yah, aku tahu, kau tidak peduli.
Kau membuat orang2 gila.
Kau tak pernah tahu, bagaimana perasaanku.
Dia ingin berkarir dulu.
Aku coba dapatkan dia promosi.
Itulah kenapa, aku mengirimnya ke Taiwan
Tapi dia tidak mengerti sama sekali.
Dia terpikat gadis disana.
Bagaimana aku bisa melepaskannya?
Kau benar.
Aku mengerti.
Ini bukan tentang dia lagi.
Ini tentang kebanggan kita sebagai gadis2 Shanghai.
Bantu aku untuk buat dia kembali.
Pria besar pernah berkata...
"Dengan kekuatan besar akan datang tanggung jawab besar"
Kedengarannya tidak asing. Siapa yang bilang itu?
Spiderman
Kau beruntung punya aku disini.
Aku pembicara terbaik di kota ini.
Ini satu yang sulit.
Tapi aku akan menolongmu.
- Terima kasih. - Jangan begitu cepat.
Kasusmu...
Benar2 rumit.
Musuhku terlalu tangguh.
Aku tidak pikirkan kompetisi yang tangguh.
Tapi aku pikirkan rasa pertemanan.
Waktunya untuk menelepon gadis-gadis.
Mereka cewek2 Taiwan itu berpikir mereka bisa menggoda.
Mari kita tunjukkan mereka.
Bagaimana ini benar2 di selesaikan, bersiaplah...
..untuk dapatkan priamu kembali.
Nama dari misi kita?
Kita dengan bangga menyebutnya...
"Wanita yang menggoda"
Menurut penilaian kita, pelayan itu memerlukan waktu 2 menit 16 menit
...untuk memperhatikan anggur yang tumpah.
Siapa namanya?
Aku akan memecatnya.
Tuan Qiu, penampilan dari pegawaimu bukanlah masalah disini.
Terdapat ke tidak seimbangan serius di antara pegawaimu dan pelanggan2
Pelanggan menghabiskan rata2 lebih 500 RMB.
Di China itu artinya pelanggan kelas tinggi.
Pada restoran serupa di luar negeri, rasio pelanggan dan pegawai menjadi 1.57
Jadi pada dasarnya, kau kekurangan pegawai.
Itu mempengaruhi kualitas dari pelayananmu
Tapi terakhir kali aku periksa, terdapat cukup pegawai.
Benar, Tuan Qiu
Itu benar.
Kami memeriksa restoran yang ada 2 jam kerja per harinya.
7 sampai 8 orang bekerja masing2 jam kerja.
Tapi akhirnya 3 dari mereka terkait pada manajer.
Sepupunya.
Paman mertuanya.
Keponakan mantan istrinya.
Keponakan mantan istri teman sekolahnya.
Sebagian besar waktu..
Orang2 ini membelot.
Bagaimana itu mungkin?
Banyak pemilik bisnis sulit percaya temukan itu.
Tapi hal2 ini terjadi.
Itulah kenapa kita disini.
Jika aku membiarkanmu memeriksa semua restoran2ku...
Aku dapat diskon, iya kan?
Iya, aku akan berikan padamu penawaran spesial.
- Marco! - Iya?
Kau mau kemana?
Hailey ketinggalan kuncinya di rumah, aku mau pulang.
Apa kau bercanda? Michael mau bicara.
Kau bisa menanganinya, angsa bodoh.
Beritahu dia, aku berkunjung ke lokasi.
Ayolah
No comments yet. Be the first to leave one.