Die ersten 200 Zeilen.
Mungkin ada lingkungan kerja yang lebih cocok untukmu dari pada rumah sakit universitas, Chizuru.
Aku memintanya apakah dia mau bekerjasama denganku.
Maukah kau berpisah denganku? - Kupikir kita akan membesarkan anak itu.
Mari pikirkan masa depan sang anak saja dengan sepenuh hati.
Tolong jangan bilang siapa-siapa yang barusan Anda saksikan.
Anda menerima cek bank, kan?
Saya tidak menerima uang. Saya mengembalikannya.
Saya minta Anda mengundurkan diri.
Tunggu dulu. Saya yang akan berhenti daripada dr. Morita.
Kerja bagus. - Kerja bagus.
dr. Kondo terima kasih sudah bertugas jaga malam. - Oke.
Aku pergi dulu.
Kerja bagus.
Oh, kerja bagus.
Emm...dr. Kondo, tentang tadi siang...
Tidak usah cemas. Saat yang tepat bagiku.
dr. Morita, jangan lepaskan cita-citamu gara-gara ini.
Eh?
Suatu hari nanti, kau ingin melakukan transplantasi hati pada Ibumu, kan?
Kau mempertajam keahlianmu di sini karena alasan itu, kan?
Itu...
Dalam hidup, ada persimpangan yang tak bisa kita elakkan.
Tidak usah cemas.
Baik.
Nih, mari bekerja.
Pada saat-saat itu,
orang-orang harus memutuskan jalan mana yang dituju.
Pembengkakannya sudah agak berkurang.
Sekalipun terkadang kau berada di jalan yang asik dan menyenangkan
atau kadang kala jalan yang sedih dan menyakitkan,
jalan yang kau pilih adalah jalan hidupmu.
Apa yang terjadi? Apakah Anda baik-baik saja?
CEO!
Tolong ambilkan brankar! - Ya!
Hubungi ruang perawatan. - Mengerti.
Cepat!
Doctors' Affairs Episode 10
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Operation Doki Doki Team @Viki
Permisi.
CEO! dr. Morita. dr. Morita. dr. Morita...
Selamat pagi. Bagaimana perasaan Anda?
Anda ditemukan di atas lantai lorong kemarin, CEO Watanabe.
Itu sebabnya... dr. Morita di sini.
Ya.
Dokter berada di sini sejak tadi malam karena merasa khawatir.
Saya akan menjadi dokter yang merawat Anda.
Apa? - Jadi...
Saya melakukan beberapa tes, tapi...
Ada apa?
Anda didiagnosa menderita kanker hati.
Kanker hati?
Stadium akhir?
Kita harus melakukan tes lagi, tapi mungkin saja stadium 3 atau...
Aku tahu.
Eh?
dr. Ohne, kau tahu soal ini?
Tidak, kebetulan saja tahu.
Aku melihat CEO Watanabe merasa sakit beberapa waktu lalu.
Andai saja kita melakukan sesuatu waktu itu, kita bisa mengobatinya, kan?
Tak bisa dicegah. Dia menyuruhku tutup mulut.
Tapi, fakta bahwa dia menyuruh dr. Ohne merahasiakannya
artinya samar-samar dia pasti menyadari kondisinya.
Kau benar.
Secara mental saya siap.
Ayah saya menderita penyakit yang sama. Saya mengetahuinya, berdasarkan gejala-gejalanya.
Kenapa Anda tidak berbuat apa-apa sampai berkembang sejauh ini?
Andai saja Anda dites sedikit lebih awal..
saya bisa mengobatinya sebelum terlambat.
Saya sangat sibuk, Anda tahu.
Selain itu, saya tidak mau mengkonfirmasinya
dengan mengecek diri.
Saya dengar sudah terlambat jika saya menderita gejala-gejala subjektif (gejala-gejala yang belum pasti kebenarannya, yang hanya diamati oleh pasien) .
Saya tak mau menggunakan waktu yang tersisa untuk hal-hal tak berguna.
Hal-hal tak berguna? Ini mengenai hidup Anda.
dr. Morita. Tolong atur agar saya dilkeluarkan sekarang.
Eh? - Saya tak perlu pengobatan lagi.
Anda juga tidak perlu mengoperasi saya.
Ini hanyalah pasien yang tak bisa disembuhkan yang memenuh-menuhi tempat tidur, tanpa tujuan.
CEO, tapi-- - Nah...
Saya sudah putuskan melakukannya jika saya diberitahukan mengidap kanker stadium akhir.
Tapi-- - Biar saya dipindahkan
ke rumah sakit yang memiliki bangsal perawatan paliatif, secepat mungkin.
Saya mengerti keinginan Anda, CEO,
tapi sampai Anda bisa makan dengan baik,
saya ingin Anda tetap di sini.
Saya mohon.
Dia ingin dipindahkan karena berpikir sia-sia memakai tempat tidur (pasien) untuk dirinya.
Tapi, kita tak bisa langsung mengeluarkannya. Kan?
Tapi, ini mungkin lebih baik bagi CEO sendiri.
Hei.
CEO Watanabe sudah menjadikan Bagian Bedah 1 sebagai musuhnya.
Laba, laba.
Itu benar, tapi--
dr. Morita. Apa pendapatmu sebagai dokter yang merawatnya?
Kupikir...penyembuhan tuntas yang mesti kita tuju. Termasuk operasi.
Tapi sudah terjadi di seluruh hati, benar?
Sekalipun kita singkirkan semua tumor-tumornya, bagian yang sehat terlalu kecil.
Kupikir, jika ada kemungkinan, kita harus cari solusinya.
Tapi, dia sendiri ingin dikeluarkan dari rumah sakit, kan?
Jika kita bisa mengusulkan operasi yang hanya bisa kita tawarkan, mungkin pikirannya berubah.
Wow, ini berita besar, berita besar!
Tolong jangan berisik di rumah sakit, dr. Ohne.
Profesor Shiraishi mungkin pergi ke universitas luar negeri.
Mana mungkin!
Benarkah?
Kukira dia diundang universitas kedokteran di Amerika.
Mereka sangat menghargai penelitian yang telah dikerjakan Prof. Shiraishi.
Itu artinya, sekali lagi, dr. Nishi menjadi calon profesor?
Mungkin saja.
Antagonis-nya, CEO Watanabe sedang tidak di sini,
malah mungkin membantunya.
dr. Ohne, tak boleh bicara begitu.
Aku tahu.
Mari lihat apa yang terjadi dengan memakai vankomisin.
Baik. - Terima kasih.
Terima kasih atas kerja bagusnya.
dr. Nishi, sampai ketemu di hari operasi.
Baik. Sampai ketemu kalau begitu.
Kerja keras? - Ya.
Jangan bekerja terlalu keras.
Mungkin kau menjadi profesor?
Kurasa gosip cepat menyebar.
Kudengar, Profesor Shiraishi telah diundang oleh universitas luar negeri.
Ya, kurasa begitu.
Jadi-- - Meskipun begitu,
aku tak akan menjadi profesor.
Eh?
Aku kan sudah bilang. Jika ada yang harus keluar, aku yang akan keluar.
Tapi itu akan...
Ini yang terbaik.
Tidak usah mengkhawatirkan diriku. Saat ini,
yang terpenting adalah tubuhmu dan sang bayi.
Kerja bagus. - Kau juga.
Bagaimana keadaan Yuma?
Dia pulih dengan baik sekarang.
Bagus. Syukurlah.
Ya.
Bagaimana kabarmu, dr. Takahashi?
Apa?
Bagaimana keadaanmu?
Aku betul-betul merasa sehat.
Selamat.
Ya.
Terima kasih.
Aku sangat menghargaimu dr. Nana.
Bagaimana kabar Masato?
Baik... Kenapa?
Nah, aku ingin bermain lempar-lemparan bola lagi dengannya.
Aku berjanji padanya.
Terima kasih.
Tapi... Kau tak perlu
terlalu mencemaskan Masato.
Kau tahu, tak baik bagi Masato
kalau dia terlalu dekat denganmu.
Jadi sungguh, semuanya baik-baik saja.
Ibu.
Maaf mengajak kalian keluar saat libur.
Tidak sama sekali. Tidak apa-apa.
Toh, aku tak melakukan apa-apa di rumah.
Ya, mungkin saja akhirnya kau bekerja, Chizuru.
Benar kan? - Kau benar.
Terima kasih.
Kenapa kita tidak bersulang.
Ini, bersulang!
Buat apa kita bersulang?
Untuk situasi kita saat ini yang bikin frustasi.
Apakah itu perlu dirayakan?
Ada apa?
Aku heran kenapa menyukai pria seperti itu.
Pria?
Maksudmu dr. Takahashi?
Aku sangat menyukainya,
tapi, ada masalahnya sendiri yang harus dia hadapi.
Benar.
Jadi kupikir aku harus berhenti mencintainya.
Aku punya Masato, jadi tidak akan kesepian.
Nana.
Waktu muda, cinta bisa membuatku candu.
Karena sudah tua, keadaannya berubah.
Terikat dengan aturan-aturan sosial dan
martabat terkait pekerjaan.
Kurasa kau benar.
dr. Nishi berhenti dari rumah sakit universitas.
Tapi, mungkin saja dia menjadi profesor selanjutnya.
Aku tak boleh membiarkannya berhenti.
Aku tak boleh membuatnya menanggung kesalahan atas yang terjadi.
Aku tak ingin dia melepaskan cita-citanya menjadi profesor, gara-gara diriku.
Aku akan berhenti dari rumah sakit ini, dan
bercerai dengan suamiku.
Aku ingin membesarkan anak ini sendiri.
Tomoko, kau serius?
Akhir-akhir ini, beberapa kali aku mengalami 'morning sickness' yang buruk.
Tiap kali itu terjadi, aku berpikir begini,
itu adalah sang bayi yang menangis, "Aku di sini!"
Tak lama lagi, itu akan berubah jadi tendangan bukan teriakan.
Kalau itu masalahnya,
aku akan menjalani hidupku dengan anak ini.
Siapkan dirimu.
Ini akan baik-baik saja. Demi kebahagiaan anakku,
aku bisa melakukan apa saja.
No comments yet. Be the first to leave one.