Die ersten 200 Zeilen.
Bayangkan jika kau baru menonton, itu hal pertama yang kau dengar.
Jangan cemas, tak ada yang "baru menonton"
karena ini siniar, bukan acara radio.
Ya.
Patience, itu bisa dipotong, 'kan? Tidak apa-apa, 'kan?
Karena ini berjalan lancar.
Benar, bukan? Seorang tamu membuat perbedaan.
Banyak hal bagus. Kita akan melewati satu jam, kurasa.
Sudah berapa lama kita bicara?
Dua belas menit.
Baiklah.
Ya. Kau tahu? Mungkin tak perlu dipotong, 'kan?
Karena kesalahan menyenangkan, 'kan? Ini sangat menyenangkan.
Ini siniar, ini seharusnya ceroboh dan tak profesional.
Itulah pesonanya.
Kau mau membukanya?
Hari ini di Cherish the Time
tamuku adalah Tommy Tomlin yang menyenangkan
penata rambut paruh waktu di I'm It!
Dan akan bekerja purnawaktu di acara baruku, How's That?
Benar, dia menyeretku keluar dari masa pensiun pada usia 85 tahun.
Kenapa tidak? Usia tidak berkaitan dengan kualitas.
Seorang wanita berusia 30 tahun menata rambutku di Mrs. Hatt
dan dia tak bagus.
- Harus kulakukan sendiri. - Dia harus dicambuk.
Aku serius. Tugasmu hanya satu. Lakukan dengan baik.
- Untung aku memakai topi. - Tetap saja, persetan dengannya.
- Baiklah, Jane di sini. - Maaf, aku terjebak di Trader Joe's.
Sudah kuduga.
Emas siniar di sini.
- Selalu bicara lugas. - Apa peduliku? Usiaku 85 tahun.
Pengiriman alpukat terlambat
lalu kru siang harus tinggal dan menumpuknya.
Tidak akan terjadi lagi mulai besok, aku beralih ke malam hari.
Aku libur hari Selasa untuk syuting acara, jadi...
Itu dia.
- Dia bekerja di Trader Joe's? - Ya.
- Katamu dia memenangi Academy Award. - Benar.
Jika dapat Oscar, kurasa aku tak akan bekerja di Trader Joe's.
Baiklah, Mickey, jangan...
- Tommy! - Tommy.
Aku ingin kau tahu
- aku mencintaimu, Beth Benedict. - Baiklah, sampai jumpa.
- Entah berapa lama waktu kita... - Pemilihan pemeran.
- Itu yang menentukan sebuah acara. - Aku mencintaimu.
Aktor rentan mempertaruhkan diri.
- Entah berapa lama waktu kita... - Bukan yang ini. Aku mau yang bagus.
Aku pulang!
Baiklah.
Kubilang kau sudah pulang.
- Hai, Jane. - Hai.
Sorotan lebar untuk mencakup Mark.
Kau dengar itu? Andai ada Jane
di acaraku mengatakan hal seperti, "Sorotan lebar untuk mencakup Mark."
Itu akan keren.
Apa Val memberitahumu aku melakukan sesuatu berjudul Finance Dudes?
Ya, benar. Apa-apaan, Mark?
Kenapa hanya aku yang tidak tampil di acara realitas?
Benar. Kita punya Mauricio di sini.
Ya. Marky Mark, bisa bantu aku?
Aku tak bisa membuat situs audisi ini maju.
Aku hanya dapat pria ini, dan aku tak mau melihatnya.
Jadi, Mark, kau berhenti dari pekerjaan keuanganmu
untuk melakukan ini?
Kenapa?
Ya, untuk memulai bab baru. Sudah waktunya.
Aku tak tahu cara kerjanya.
Baik, aku akan mencari tahu.
- Ada tinta di kursimu, Val. - Benar.
- Kursi suede yang harus kau miliki. - Ya, aku melihatnya.
Tidak, jangan digosok!
- Kau butuh OxyClean. - Baiklah.
Kita bisa memperbaikinya.
Kita bisa perbaiki nanti.
- Maaf. - Kita bisa lakukan nanti.
Kenapa Mark marah?
Ini tak berhasil. Situs ini tak berfungsi.
Kenapa aku tidak bisa punya kertas saja?
Dengan daftar nama dan foto di atasnya.
Kenapa aku tak punya itu di mana pun?
Aku punya. Ini dia.
Penyelamat.
Beth Benedict.
Tidak ada catatan.
Langsung latihan.
Kau percaya, Jane? Tidak ada catatan.
Tidak ada catatan dari NuNet.
No, No, Nanette.
Itu pertunjukan, ya.
Aku tak pernah menontonnya, tapi aku tahu judulnya.
Hei. Topi yang bagus.
Penggemar Mrs. Hatt.
Lihat ini.
Panggung 24.
Rumah baru kita jauh dari rumah selama enam tahun ke depan, ya?
Semoga saja.
Lihat semua film yang syuting di sini.
Lihat, Private Benjamin.
Bagaimana... Kau percaya?
Jane! Now, Voyager, 1942.
Bette Davis.
Itu film favorit Mickey.
Syutingnya di panggung ini.
Mickey selalu bilang...
Tiap kali ada yang mengecewakan.
Seperti ruang ganti atau pesanan makan siang, dia akan bilang
"Jangan meminta bulan saat kita punya bintang-bintang."
Dia manis, bukan?
Karena mengatakan itu.
Lihat semua film legendaris ini.
Kau tahu? Dan sekarang How's That?
Bisa menjadi acara TV sukses untuk Panggung 24, bukan?
Ayo masuk.
Tapi kita harus masuk.
Bukankah itu bagus, Jane?
Lihat teras itu.
- Indah. - Kau ingin minum teh di sana, 'kan?
Permisi.
Jimmy?
- Tidak ada catatan. - Hai, Val. Ya, aku tahu.
- Naskahnya masih butuh perbaikan. - Begini...
Apa studio takut mengatakan itu kepada The Matrix?
- Jimmy. - Kapan R2-D2 akan datang ke sini
dan mengambil jiwa kita?
Aku tak boleh membicarakan itu.
Jangan khawatir, Val. Aku tahu harus bagaimana.
Aku di sini untuk lihat cara kerjanya dan membuat orang kesal.
- Aku akan istirahat merokok. - Bev.
Telepon dan cari tahu kapan para penulis akan datang.
Permisi. Mereka tak datang hari ini.
Tapi mereka bilang jika ada catatan, aku bisa mengirimkannya untukmu.
Siapa kau, Sayang?
Marco, asisten penulis.
Kurasa yang kita butuhkan...
Kurasa yang kita butuhkan adalah adegan manis baru.
- Sesuatu dengan emosi. - Aku juga berpikir begitu.
Mungkin antara Beth dan keponakannya, 'kan?
Karena hanya mereka keluarga yang tersisa sekarang.
Benar. Kita bsia selipkan di akhir adegan tembikar
untuk potong komedi fisiknya.
Bagus sekali. Ya, bagus.
Terkirim.
- Sudah? - Ya.
Rasanya seperti manusia.
Baik, Anak-anak, kita akan mulai dalam 15 menit
dengan adegan inti awal saat dia menemukan kakaknya tewas.
Dan itu komedi!
- Kakaknya tewas. - Maaf, perutku kembung.
Aku harus pulang dan memakai celana yang lebih longgar.
Ada jamur di pembacaan naskah.
Kurasa di sini juga ada jamur.
Benarkah? Baik, senang mengetahuinya.
Kalian semua sangat hebat di pembacaan naskah itu.
Aku tahu kalian juga akan begitu.
Ini kru dokumenterku, jadi, bersikap alami saja.
- Ya? - Baiklah.
- Akan kututup, kamera menyala. - Baiklah.
Kau sangat tampan dan berbakat.
Terima kasih.
Lalu kau...
Kau benar-benar jalang.
Kau yang jalang.
Maksudku di acara itu.
Aku tak bermaksud...
- Kukira kita melakukan improvisasi. - Baiklah.
Bukankah itu menyenangkan? Baiklah.
Halo, "kekasih lama tak berbalasku".
- Hai, Valerie. - Hai.
- Frank Flynn. Kita pernah bertemu. - Hai.
Di lokasi syuting acara Tom Peterman, Nicky Nicky Knack Knack.
Aku Gary, si cacing.
Aku tak mengenalimu, karena...
Aku hanya lihat wajahmu di lubang itu dengan kostum cacing, 'kan?
Dia di lubang cacing?
Itu lucu.
Lucu sekali.
Walter, aku sangat senang kau tampil di acara ini.
Sungguh, karena aku sudah melihatmu dalam segala hal.
- Terima kasih. - Terima kasih. Ya.
- Valerie, hai. - Hai.
Peter David Prince. Semua memanggilku PDP, lebih mudah.
Baiklah, PDP, lucu sekali. Seperti kembar tiga gila itu.
Kau tahu?
Pergi, lalu kembali sebagai yang lainnya?
- Sangat seru. - Terima kasih.
Aku merasa sudah mengenalmu.
Kau bekerja dengan saudara kembarku, Ivan. Ivan Prince?
- Apa dia juga aktor? - Tidak, dia di USC.
Kau rekrut sebagai kru dalam sesuatu yang kau buat sepuluh tahun lalu?
Bukti konsep pilotku untuk Andy Cohen.
Dunia memang sempit.
Karena ternyata aku pernah bekerja dengan PRP.
- PDP. - Saudaranya kembarnya
- lvan. - Ya, aku tahu. Ivan.
- Ya. Bagaimana kabar lvan? - Ya.
Dia sudah meninggal.
Meninggal delapan tahun lalu.
- Benarkah? - Overdosis narkoba, ya.
Itu tak disengaja.
Meninggal seperti Heath Ledger.
No comments yet. Be the first to leave one.