Die ersten 200 Zeilen.
Otak adalah organ trpenting di tubuh manusia.
Komponen paling fital di sistem tubuh manusia.
Otaklah yang mengendalikan setiap bagian tubuh.
Otak adalah raja dari seluruh bagian tubuh.
Nama pasien: Sanjay Singhania
Symptom: Anti retrograde Amnesia kehilangan ingatan jangka pendek
Hei, lihat yang ini.
Ini adalah salah satu proyek ku.
Tidak.
Pak, kenapa?
Lupakan kasus ini.
Tapi ini adalah kasus yang sangat menarik.
Memang menarik, tapi juga merupakan kasus polisi.
Tapi...
Sunita, kau mau ku telpon orang tua mu?
Baiklah, aku tidak akan mengambilnya.
Tapi sebagai mahasiswa kedokteran, kami ingin tahu.
Oke...
Itu adalah Sanjay Singhania.
Kepalanya dipukul dengan tongkat besi.
Setelah kejadian itu, dia kehilangan ingatannya.
Dia tak bisa mengingat apapun sekarang. Kami menyebutnya kehilangan ingatan jangka pendek.
Dia hanya mengingat kejadian selama 15 menit.
Setelah itu...
dia melupakan segalanya.
Contohnya, dia menanyakan namamu...
dan 15 menit kemudian dia akan melupakannya.
Dia hanya ingat samar-samar kejadian itu. Tapi kami tak bisa mengatakan seberapa banyak yang dia ingat.
Pekerjaan biasa seperti makan, minum, mengemudi, serta perasaannya...
tertanam di alam bawah sadarnya.
Bagaimana dia melaksanakan rutinitas sehari-harinya?
Bagiamana anak kecil melakukan tugas yang diperintahkan?
Dengan mengingatnya, dengan cara menghafal.
Atau, mengingat sesuatu dengan cara menuliskannya.
Seperti itulah, dia mengingat segala sesuatu dengan menuliskannya.
Kejadian apa sebenarnya yang menimpa dia? Siapa yang menyerangnya?
Masalah ini, tak ada yang tahu.
Sayangnya, dia bahkan tak mengenali wajah pelakunya.
Bagaimana seseorang bisa hidup seperti ini... Aku membayangkan, apa yg dilakukannya sekarang...
Ghajini
Dibunuh, sama seperti Mangesh.
Yang kedua, terjadi di minggu ini.
Meski aku telah melakukan pencarian sepanjang jalan, aku akan menemukannya dalam waktu 48 jam.
Menemukan siapa...
Aku harus menemukannya sebelum polisi yang menemukannya.
Kemana mencarinya?
Disana...
Orchard Avenue. Pin 400076. Jalanku
Kita sudah di Orchard Avenue.
Jalan berikutnya ambil kanan.
Odyssey. Gedung yang ada disamping kananmu. Aku ingin kesana.
Tempat tinggalku
73 Rupees.
Alama siapa ini, Tuan?
Alamatku.
Bununh dia temukan Ghajini
Temukan dia bunuh dia
Photo
Kunci rumah
Dompet
Ponsel
Kamera
Senjata
Lepaskan pakaian
Balas dendam
Kalpana sudah terbunuh Siapa Ghajini?
Balas dendam
Periksa catatan, Photo
Temukan Ghajini
Bunuh dia
Sehari sebelum kemaren. 10 am. Dari Hiranandani ke Stasiun Andheri.
Ya, aku menjual tiket itu.
Apa yang tertulis dibelakangnya?
Dia membayarku dengan 5 ratus catatan.
Aku tak punya kembalian. Jadi aku menuliskannya dibelakang situ.
Dia lupa mengambil kembalinnya... hei, ini pasti dia.
Siapa...?
Orang yang selalu lupa.
Kadang dia lupa membeli tiket, kadang lupa kembaliannya.
Tiap saat, dia akan membeli tiket.
Dia selalu menanyakan nama bus yang berhenti.
Apakah kau bisa mengenalinya? - Kenapa tidak... dia agak terlihat aneh,
tetap mebiarkan kepalanya tercukur, ada luka panjang di kepalanya.
Setiap jam sepuluh pagi, dia naik bus dari Hiranandani.
Saat ini jam sembilan.
Kita punya waktu sejam untuk menemukannya. Ayo.
Ambil kamera
Bus 392
Kesanalah dia pergi.
Hey...
Sialan.
Sampai ketemu di kantin setelah jam pelajaran.
Permisi... permisi, pak...
Hai pak! Aku Sunita.
Sunita. Semester akhir mahasiswi kedokteran.
Kau tak kenal aku. Tapi aku kenal kamu.
Bisakah aku bicara denganmu hanya dua menit... yah?
Sebagai mahasiswi kedokteran, Aku ingin tahu bagaimana...
Kamera berbunyi
Apa itu?
Kamera ku.
Kenapa dia berbunyi?
Dia berbunyi setiap 15 menit.
Jadi aku bisa mengambil gambar... sesuatu yang penting, orang...
untuk menuliskan mereka, biar ingat.
Di photo?
Ya.
Apa yang kau lakukan?
Membuat catatan...
Robek, lemparkan. Lakukan.
Boleh kulihat photonya?
Pengawasku
Dokter ku
Manajer ku
Tempat tinggalku
Hiranandani? Apa kau tinggal disana?
Ya.
Boleh aku bertanya... bagaimana kau bisa dapat luka dikepalamu.
Profesor ku mengatakan tentang sebuah kecelakaan.
Apakah kau ingat sesuatu tentang kecelakaan itu?
Ya
Apa yang terjadi? Siapa yang memukulmu?
Kita bukan teman cukup sudah aku bercerita padamu.
Maaf pak... maaf.
Aku ingin ketemu kamu lagi.
Ambilah photo ku...
Aku akan menggunakannya untuk mengingatmu bila kita bertemu lagi.
Sekali lagi... satu untukmu dan satu untukku.
Kuharap aku jadi teman sekarang? Bisakan kau tuliskan diatasnya "Temanku".
Trims.
Lain kali kita ketemu, Aku akan menunjukkannya padamu.
Kau pikir polisi tak punya wewenang?
Namaku Sanjay.
Sanjay Singhania.
Bisnis adalah gairahku, juga merupakan pekerjaanku.
Ayahku bermimpi untuk merubah perusahaan jadi perusahaan ponsel terbesar di India.
Impiannya sekarang jadi tujuanku.
Sebagai rasa hormat, aku akan menyelesaikannya.
Aku tinggal di Mumbai. Ibuku lahir di kota ini.
Aku punya ikatan denga kota ini.
Ini dia, perusahaan Air Voice.
Kantorku.
Dan mereka adalah karyawanku.
Ayahku bilang, curahkan seluruh perasaanmu dalam pekerjaan,
tapi jangan jadi emosional karnanya.
Diseluruh India,
kita menargetkan 500 juta basis pelanggan.
Apakah kalian terkejut?
Aku bisa menerimanya.
Dan aku tak akan menyombongkannya, tapi aku merasa yakin.
Ada garis yang nyata antara keangkuhan dan keyakinan.
Itu yang bisa ku terima, bicara masalah keyakinan.
Hanya aku yang bisa menerima, kemauan bicara tentang keangkuhanku.
Kita perlu kepercayaan, mari kita membangunnya.
Lebih baik membuang keangkuhan keluar dari kantor kita.
Terimakasih.
Swing in the rhythm "Jhoom jhamak jhoom"
Tap out the beat "Tum tamaak tum"
Hey kiddo!
Hey kiddo, you better hear
Right from my heart, here's the order
Just live it up,
there are no limits,
no borders
There's a heady cocktail,
in wines of merriness
If you got a taste for life,
toe the line of happiness
Listen, here's the secret
There's no life in EMls, take a deep breath
Don't you hold back, just give it away
Why hide in hearts, what you can say
Sing and smile,
it's what life teaches
Swing it, beat it,
we aren't hostages
Swing in the rhythm of "Jhoom jhamak jhoom"
Tap out the beat "Tum tamaak tum"
Ride the rhythm of waves,
abreast all tides and ebbs
Swing it, give it a shake
BIGPictures
Kalpana!
Seharusnya kita mengambil gambar jam 9.
Kau datang jam sepuluh tiga puluh!
Semua orang menunggumu.
Hari ini lalu lintas macet...
Jangan membuat alasan. Pergi ganti pakaianmu.
Baik, pak
Hai... apakah aku terlambat?
Hidup apa ini... jadi tambalan ditengah...
dan dia... bergaya seperti superstar.
Bisa ku hidupkan lampunya? - Dan mulai?
Cahaya.
Kamera siap. - Siap.
Action.
Rub and scrub...
sampai tangan ku capek
warna kuningnya, tak akan bisa dipakai
Kamera bergerak.
No comments yet. Be the first to leave one.