Die ersten 200 Zeilen.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Davie!
Turun.
Satu per satu.
Ayo. / Penjara sialan.
Jangan bicara, kataku!
Kau harus mulai memompa. / Aku sudah angkat 20 pak.
Lindsay! Lindsay! / Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Pagi, nona-nona.
Aku ingin kalian menyapa teman sekamar baru kalian, Callum.
Pilih tempat tidur. Yang manapun, nak.
Dan kau jangan macam-macam.
Kau bocah ceking, bung. / Ya, benar-benar bocah nakal.
Tidak disitu.
Atau disitu.
Sepertinya kau di lantai, sobat.
Sangat nyaman di sana, bung.
Tepat sasaran.
Yo, orang baru.
Bagaimana menurutmu, anak-anak? Giliran Lindsay sekarang?
Tidak, Steve, tidak. / Ya, menurutku setengah jam, bung.
Oh, kumohon, jangan ganggu aku.
Lewis? / Aku sudah melakukannya kemarin.
Aku tak mau malakukannya lagi. / Bicaralah padanya.
Ayolah. / Tidak, tidak. Tidak hari ini, tidak.
Bangun!
Tolong aku!
Diam!
Masuk ke sana, dasar homo.
Komunikasi adalah kuncinya.
Yang ku maksud bukan berkomunikasi antar satu sama lain.
Maksudku berkomunikasi dengan batinmu.
Di ruangan ini kalian dapat mengekspresikan diri...
di lingkungan yang aman.
Jadi, Lewis. Ini kesempatanmu.
Eksternalisasikan kemarahanmu.
Memahaminya dan kau kendalikan.
Aku tidak marah.
Lewis, apa kau yakin?
Lewis?
Astaga.
Callum, apa kau ingin berbagi kemarahanmu?
Aku tahu ini bisa sedikit mengintimidasi pada awalnya,
tetapi begitu kau melewati rintangan pertama, kau akan menyadari...
Kemarahan.
Diamlah, bung.
Hei, Lindsay, mencari Davie si pria homo?
Bocah homo.
Dia tolol, ya?
Tidak! Menjauhlah!
Davie, ini aku, kawan! Biarkan aku masuk. Steve akan datang!
Hai!
Dimana mereka? / Siapa, Steve?
Kau tahu siapa! / Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Steve, biarkan dia. Kita akan dapat masalah jika kau buat masalah.
Bicara!
Sempurna.
Dua bajingan celurut penghisap titit bersama.
Seberapa lucunya sekarang? / Tak lucu sama sekali, Steve.
Steve, jangan. Kumohon. Jangan ganggu kami.
Entah denganmu, Lewis,...
tapi rasanya aku ingin kencing.
Kukira kita akan...
Oh, ya. Benar, aku benar-benar sudah kebelet.
Tidak, jangan! / Tidak.
Mengapa kau tak bisa seperti laki-laki, Davie?
Terima apa yang menimpamu!
Dasar homo cilik.
Aku yakin kau membaginya untuk teman kecilmu di sini, benar?
Sekarang, anak-anak...
Sekarang...
tenggaklah.
Sipir!
Mereka akan salahkan kita untuk ini. Masalah selalu datang.
Percayalah, mereka mendatangi kita, Kau tahu. Hangat dan ngebul.
Siapa yang mau memperhatikanmu, Jethro?
Apa-apaan yang kau katakan, Steve?
Kau harus belajar menerima lelucon, sobat.
Kau sensitif sekali.
Aku akan menghajarmu, bangsat!
Ayo. / Woii! Ke tempat tidur masing-masing.
Gubernur disini.
Jethro, letakkan itu. Kau tak boleh membaca!
Pak!
Ini asramanya.
Yang mana tempat tidurnya? / Yang itu, Pak.
Kau. Kau kenal Davie?
Maka pergi dari tempat tidurnya.
Sekarang!
Adakah di antara kalian yang mengenalnya?
Mengapa kalian tak mencoba menolongnya, atau menghentikannya?
Kami sedang tidur. Kami tidak tahu.
Tidak tahu?
Kalau dia sedang sekarat di samping kalian semua?
Siapa namamu?
Lindsay, Pak.
Aku tahu yang kalian semua perbuat.
Kalian seharusnya malu.
Dan begitupun kau!
Keluarkan mereka dari sini.
Bawa mereka ke pulau, dan beri mereka pelajaran keras.
Ya, pak.
Brilian sekali.
HUTAN BELANTARA
Apa tukang pizza bisa kirim ke sini? / Berikan teleponnya.
Baik, semuanya, bawa perlengkapannya. Kita bergerak.
Tragis, bung. Tragis.
Jalan terus, Callum. / Ayo, Callum.
Mengapa kita tak bisa berkemah di sini? / Lihat ukuran bukit itu?
Apa ada yang tinggal di sini? / Tidak, tidak lagi.
Ini dulunya stasiun pelatihan untuk tentara,
sebelum diserahkan ke Dinas Penjara untuk orang-orang seperti kalian.
Kehilangan jalan beton semen, bro?
Kau tahu aku, ini semua tentang lampu jalan, polusi,
makanan cepat saji dan Dixie Fried Chicken, paham?
- Jujur saja, Blue. - Pizza di atas wajan.
- Oh, ya, KFC. - Diam, bung. Jalan saja.
Sedang apa kita disini sebenarnya?
Membangun karakter, anak-anak.
Karakter?
Tak berpenghuni? Benar?
Ada pohon. Yang lainnya.
- Apa mahkluk ini menggigit? - Kurasa tidak.
Lihat, bung, pohon lainnya.
Nah, ini dia, anak-anak.
Rumahku Surgaku.
Ini lelucon, bukan?
Kita harus tinggal di sini? Ini parah, bung.
Empat tenda. Satu untukku, satu untuk perlengkapan,
dan kalian silahkan berebut sendiri tenda satunya.
Callum.
Ada beberapa di situ. / Dimana?
Disitu. / Aku tak bisa lihat kemana kau menunjuk.
Itu!
Oh, kau sangat tidak berguna, sobat.
Bajingan terbang kecil! Lihat. Sekujur tubuhku digigiti.
Kupikir kau akan suka hidup di hutan, Jethro.
Membuatmu merasa seperti di rumah sendiri.
Kau seorang pelawak pemarah, Steve. Badut brengsek!
Cukup.
Siapa ingin secangkir teh pagi nikmat nan mengepul?
Ya, ide bagus, Jed. / Ya?
Callum, pergi dan isi ini. Sungainya 200 meter di bawah sana, Nak.
Jangan lama-lama.
Seseorang bangunkan Lindsay.
Dimana airku?
Jed, dia di sini.
Kau akan hidup. Ada apa?
Aku dipukul. / Dipukul?
Seseorang memukulmu? / Tidak, dia hanya terjatuh.
Aku dipukul! Seseorang memukulku dari belakang.
Apa itu kau? / Kamilah yang menemukanmu.
Tenanglah, pembunuh. Di mana rasa semangat tim-mu?
Apa kita aman dia di sini?
Kurasa kau akan baik saja dengan yayangmu Lewis yang melindungimu.
Aku tak begitu suka air, bung.
- Diam, bung. Anjrit! - Ayolah.
- Itu dia. - Tidak jauh.
- Lindsay saja bisa. - Ayolah.
Ya begitu, Blue.
Aku tak bisa berenang.
Sumpah, cuma aku yang digigit.
Teman-teman. Teman-teman!
Tunggu sebentar. Cuma mau kencing. Tunggu aku.
Wah.
Apa-apaan itu?
Apa itu tempat perkemahan? / Teman-teman.
Halo.
- Kau bilang tak ada orang di sini. - Seharusnya memang tak ada.
Kalian duduk, diam dan jangan sentuh apa pun.
Lihat ini. Mereka mengadakan perkemahan yang layak.
Jed, lihat apa ada uang.
Hai. Kau siapa?
Pulau ini milik pribadi. Dilarang bagi masyarakat umum.
Ya, aku bukan masyarakat umum, jadi aku tanya lagi, siapa kau?
Jed Wyler, Sipir Narapidana Muda Moorgates. Siapa kau?
Louise Dow, Temple Park.
Kukira pulaunya untuk kami miliki sendiri.
- Ya, aku juga. - Menemukan penguntit kita.
Jo? / Apa? / Bajingan kecil ini yang kau lihat? / Lepaskan aku.
Dan siapa mereka ini?
Blue, duduklah! Aku serius. / Ya.
Kalian memata-matai kami? / Tak ada yang memata-matai. / Bajingan mesum!
Boleh aku bicara?
Ya.
Aku tak mau anak buahmu dekat-dekat gadisku. Mereka sudah bermasalah.
Aku sendiri tak terlalu senang dengan situasinya, Louise.
Aku punya pengedar narkoba, sosiopat kejam,
perampok bersenjata, pembunuh dan pelaku kejahatan seks berantai.
Aku tak mau gadismu menarik perhatian mereka. Mengerti?
Baik. Kita akan pisahkan mereka sepenuhnya.
Bagus. Lalu mengapa kau...
tak mengemasi tendamu yang mengkilap dan kembali ke daratan?
Itu tak akan terjadi.
Benar, aku akan ambil sisi utara sungai, kau ambil sisi selatan.
Baik. Tapi kurasa maksudmu timur dan barat.
Utara sebelah sana.
Baik. Berdiri, anak-anak, Kita pergi.
- Ayo, cepat. - Sampai jumpa, Sayang, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.