Die ersten 200 Zeilen.
Inilah satu-satunya kejuaraan PBR Dunia!
Luke Collins masih muda, mudah dikenal, pengendara Banteng hebat.
Sekarang, dia akan menghadapi iblis besarnya.
Dia akan menunggangi banteng yang sudah tidak asing lagi.
Sudah 74 kali bertutut-turut menghempaskan para penunggangnya.
Las Vegas, kalian pasti tahu siapa.
Inilah Rango!
P rofessional B ull R iders
Dan dia sudah siap untuk beraksi!
Ayo!
...bentuk yang sempurna dari..., tunggu sebentar!
Luke Collins terjatuh. Keluarkanlah dia dari lapangan itu.
- PERJALANAN TERPANJANG - -- TUNGGANGAN TERLAMA --
Satu tahun kemudian...
Hei, kalian tahu di mana Sophia?/ Tidak, maaf.
Jaga kursi kami ya!
Kau lihat Sophia?/ Dia lagi belajar di kamarnya.
Tapi, kau takkan bisa mengajaknya pergi.
Hai, Marcia./ Makasih untuk tidak mengganggu.
Aku punya hadiah buatmu.
Tunggu. Kau serius?
Apa aku terlihat serius?/ Tidak, kau terlihat konyol.
Ayolah, Soph. Di sana begitu menyenangkan./ Aku tak bisa. Aku ada pekerjaan.
Ini tahun kedua semester senior. Kau bintang di kelas.
Kau sudah punya kerjaan yang ngantri di New York.
Magang. Bekerja dan tidak di upah.
Setengah rumah ini keluar./ Aku bukan cewek Rodeo.
Baik. Ini bukan Rodeo, ini pengendara banteng. Itu bedanya.
Kau melewatkan tujuannya./ Cowok keren, aku tahu.
Bukan, tapi cowok terkeren yang pernah kau lihat.
Kumohon.
Baiklah.
Tapi aku tak mau pakai itu.
Jadi ini dia?
Ya, ini dia. "Olahraga terberat di debu-debuan"!
Ya, aku butuh cowok koboi yang seksi.
Astaga!
Apa itu tadi?
Hadirin, sekarang kita akan lanjut ke pengendara Banteng terdukung, di mana kita...
punya pemain daerah, Luke Collins asal Walkertown, Carolina Utara!
Ayo, Luke!
Dia tiga kali pemenang PBR Dunia.
Selama lebih dari setahun, sebuah cidera membuatnya berhenti bermain.
Tapi dia kembali. Saat ini peringkat ke-52 di dunia.
Jalanya masih panjang.
Kau siap untuk ini?/ Kita lihat saja.
Dan hari ini, dia akan menunggangi Sweet Thang.
Ayo!
Hadirin sekalian, kita punya pemenang kita sendiri.
Yeah! Itu baru anakku!
Luke Collins sekarang pindah kedudukan ke-48 di dunia.
Simpanlah.
Berhasil, kawan.
Terlalu kebesaran di pakai kau./ Aku tahu.
Aksi hebat, koboi.
Tentu, nenekku bisa bertahan delapan detik di Sweet Thang.
Senang kau kembali, Luke. Terlalu mudah bagiku tanpamu.
Jared! Hei, bung. Aku nyusul.
Hei, Larry. Senang bertemu./ Senang bertemu denganmu di sini.
Luke, hei, bung. Bagaimana kabarmu? Selamat, bung.
Senang rasanya menang sabuk itu, bukan?
Tentu./ Yeah. Aku tanya.
Kau harus datang. Aku ingin memperkenalkanmu ke beberapa kerabat PBR yang hebat.
Orang penting. Ayo ambil minum./ Mengerti. Aku akan mendukungmu.
Ya. Oke.
Hei... malammu bagus.
Tapi jalanmu masih panjang untuk kembali ke posisi atas.
Aku punya topi persis seperti itu.
Yeah. Maaf.
Tidak, simpanlah. Bagus di pakai kau.
Seperti ini?
Bolehkah aku?
Tentu.
Cantik.
Luke./ Sophia.
Senang bertemu denganmu, Sophia.
Aku akan..., Bolehkan kuambilkan kau minum?
Kau si pemenang besar malam ini, 'kan?
Seharusnya aku yang neraktir kamu minum.
Oh, tidak. Di tempat asalku tidak seperti itu.
Kau yang beli.
Sophia!
Di sana kau.
Aku telah mencarimu kemana-mana.
Ini Marcia. Dia adalah.../ Kakak.
Kakak asrama.
Teman Sejati Selamanya (BFFs), jika kita bicara secara teknis.
Kau tampan./ Akan kucarikan kau taksi.
Apa? Tunggu sebentar.
Aku akan sakit.
Apa?/ Kurasa aku akan sakit.
Seberapa yakin?/ 90%.
Yeah. Kita menangkapnya.
Aku harus membawanya pulang.
Yeah. Mungkin itu ide bagus.
Tadinya aku mau menelponmu, tapi dari tempat asalmu...
...tidak seperti itu.
Benar. Aku yang akan menelponmu?
Dia sudah menelponmu, dan kau belum balas menelponya?
Aku pindah ke New York dua bulan lagi. Apa untungnya?
Apa untungnya? Apa kau tidak lihat dia?
Bahu dan matanya. Itu untungnya.
Dengar. Kumulai lembaran baru hidupku.
Aku tak ingin diganggu.
Sophia, Kau satu-satunya cewek yang kukenal yang tak ingin dengan koboi.
Langsung ke pesan suara.
Hello? / Hei, Luke. Ini Sophia.
Aku hanya ingin tahu jika mungkin kau ingin keluar kapan-kapan
Atau minum kopi atau semacamnya. / Tidak. Aku tak apa.
Kurasa aku harus membiarkanmu.
Aku hanya bercanda, Sophia.
Bagaimana kalau makan malam?
Maksudmu, seperti kencan?
Ya, seperti kencan.
Kebanyakan orang bilang. "Nanti kau ngapain?"
Atau kirim pesan saat larut malam. "Hei, datanglah."
Ya, kau tahu... Kau bisa memangilku kuno.
Haruskah kutemuimu di suatu tempat? / Tidak. Aku akan menjemputmu.
Apakah pukul 6:00 tak apa buatmu?
Nona-nona.
Universitas Wake Forest
Aku kenal kau./ Marcia, 'kan?
Terakhir kali kulihat kau, kau sedikit buram.
Ya./ Masuklah.
Terima kasih./ Dia lagi di atas bersiap-siap.
Terima kasih. Manis sekali.
Bolehkah kita?/ Ya.
Selamat malam, nona-nona./ Selamat malam, kalian.
Astaga!/ Aku mau koboi.
Dia sangat seksi.
Kau belum pernah bilang kalau kau tinggal di rumah asrama.
Ya, begitulah. Itu tempat tinggal termurah di kampus.
Apakah seperti yang aku bayangkan?
Apa yang kau bayangkan?
Perang bantal guling dengan celana dalam kalian.
Tidak. Ayolah!
Kami tidak memakai celana dalam.
Aku berhasil mengerjaimu, sedikit./ Kau berhasil.
Jadi kita mau ke mana?
Itu kejutan.
Pemandangannya mempesona.
Bukankah kau orangnya penuh dengan kejutan?
Aku tak percaya kau membuatkanku makan malam./ Amy yang buat.
Siapa itu Amy?/ Amy. Smokin' Amy's.
Barbecue terbaik di Carolina Utara.
Bagaimana bisa gadis dari Rutherford, New Jersey berada di tengah-tengah Carolina Utara?
Ya, semacam itulah.
Aku dapat beasiswa di sini. Jadi, aku tak ingin melewatkannya.
Beasiswa? Keren.
Aku tahu, ayahku memberi nasehat saat makan malam dan aku tak ingin membantahnya.
Kau tahu, aku hanya. Aku suka seni. Aku suka.
Segalanya tentang seni. Aku suka mempelajari seni. Aku suka budaya yang seni bawa.
Dan seluruh pengalaman manusia. Semuanya terbungkus jadi satu, kau tahu.
Amarah, kesedihan, cinta, gairah, penerimaan, sejarah.
Sudahlah, bagaimana denganmu? Ceritakan kisahmu, apa kisahmu?
Tidak, kisahku cukup sederhana.
Harus terus memenangkan acara.
Ya. Bertahan sampai peringkat 35.
Pergi ke Vegas. Sampai ke final.
Aku harus berbuat sesuatu. Aku terluka tahun lalu.
Apa maksudmu, kau terluka?/ Semua pengendara Banteng pasti terluka.
Jika tidak "Seandainya."
"Kapan."
Dan seberapa parah.
Seberapa parah punyamu? Apakah serius?
Aku masih punya beberapa tahun lagi untuk menunggang sebelum....
...jadi tukang memandikan Banteng.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Semua hanya tentang kemenangan?/ Bukan, bukan hanya itu.
Tidak sepenuhnya.
Aku punya peternakan keluarga. Dan..
Beberapa tahun ini berat sekali. Ibuku mengurus semuanya sendiri.
Aku harus terus bisa menghasilkan uang.
Apa kau kedinginan? Kau kedinginan.
Sedikit. Mau ke mana kau?
Mereka sebut warna apa penggosok kuku ini?
Ini pasti bersih./ Bersih.
Benar. "Bersih", itu masuk akal.
Bagus.
Kau cukup santai untuk anak desa.
Aku?/ Ya, kau.
Ayolah, kulihat cara cewek-cewek itu menatapmu.
Dan menurutmu aku tipe orang yang seperti itu?
Tidak.
Tak seorangpun yang pernah melakukan sesuatu seperti ini kepadaku sebelumnya.
Jadi, apa kau suka Carolina Utara?
Ya, aku suka.
Keindahannya.
Sebenarnya aku akan pindah ke New York pada akhir bulan depan.
Aku dapat pekerjaan ini.
Sebenarya ini magang, tapi...
Ini kesempatan besar. Ada galeri di Manhattan.
Itulah mengapa aku lama sekali tak menelponmu balik.
Aku cuma berpikir kalau ini bukanlah ide bagus.
Aku senang kau menelponku balik.
Waktunya hanya kurang pas.
Ya.
Mungkin aku harus mengantarkanmu pulang.
Akan hujan.
Kau lihat itu?/ Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.