Die ersten 200 Zeilen.
SAAT ORANG TERKASIH MENINGGAL,
KITA HANYA INGIN
SEDIKIT WAKTU LAGI BERSAMANYA.
Bayangkan jika kita berkesempatan mendengar pesan dari seorang ikon budaya
setelah dia meninggal.
Kesempatan untuk membentuk peninggalannya
dan untuk didengar sekali lagi secara langsung.
Dr. Jane Goodall menghubungkan manusia dan alam
dengan cara yang dulu rasanya mustahil.
Dia adalah ilmuwan,
konservasionis,
dan pendidik.
Kita semua terhubung.
Kita bergantung pada sumber daya alam planet ini
yang tidak terbatas.
Ikatannya dengan alam naluriah sejak dia kecil.
Hewan sepertinya memercayainya,
dan dia menganggap mereka gurunya.
Pada usia 26, dia pergi ke Afrika Timur untuk meneliti simpanse liar
dan membuat penemuan penting
bahwa simpanse bisa menggunakan dan membuat alat,
hal yang kita kira hanya bisa dilakukan manusia.
Tapi bukan hanya meneliti,
Jane berteman dengan mereka,
memberi mereka nama, bukan angka,
dan mengikuti keluarga mereka selama beberapa generasi.
Pekerjaan itu membuatnya menjadi Utusan Perdamaian PBB
dan pemimpin yang telah teruji dalam perang untuk menyelamatkan alam.
Entah dia berbicara di hadapan CEO atau pemimpin dunia,
pesona dan sikap tenang Jane menyentuh hati dan mengubah pikiran,
termasuk di AS,
tempat dia membantu mengakhiri uji coba pemerintah pada simpanse.
Di lebih dari 70 negara,
Jane memberdayakan generasi muda melalui program Roots & Shoots-nya
guna melanjutkan pertarungan untuk masa depan yang berkelanjutan.
Dengan kepergiannya,
dunia telah kehilangan kompas moral dan pejuang gigih untuk kebaikan.
Sebelum dia meninggal, Jane Goodall melakukan percakapan mendalam,
mengetahui apa yang akan kita lihat baru ditayangkan setelah dia meninggal
meskipun berarti rekamannya disimpan bertahun-tahun.
Ini adalah Famous Last Words Jane Goodall.
- Pegang tanganku. - Bagaimana jalannya?
Kita akan berjalan lurus. Bergandengan.
- Kita berputar di sini. - Kau sigap.
Ya.
Kau akan duduk di kursi ini.
- Ya. - Sudah ada wiski untukmu.
- Untuk tenggorokanku, suaraku. - Ya.
- Sudah dituangkan untukmu. - Aku terlalu sering minum saat COVID.
Aku melakukan hingga empat Zoom sehari.
Wow. Kau suka minum wiski sebelum mulai bicara?
Kau mau meminumnya sekarang atau nanti?
Ya. Minum sedikit wiski di awal pembicaraan
terkadang sangat bagus.
Silakan.
Aku bukan alkoholik.
Tapi kubilang pada orang-orangku,
"Jika kalian memberiku lebih banyak kegiatan tiap hari,
dan suaraku makin serak,
kalian bisa mengubahku menjadi alkoholik,
lalu dunia akan menyalahkan kalian
karena menghentikan Jane menyampaikan pesannya.
- Bersulang. - Bersulang.
Aku ingin membicarakan dia.
- Mr. H. - Mr. H.
Dia selalu bersamamu?
Ya. Usianya 34 tahun.
Dia diberikan oleh pria bernama Gary Haun,
makanya dia Mr. H.
Gary Haun mengira memberiku boneka simpanse
untuk ultahku 34 tahun lalu.
Itu bukan simpanse.
Kutarik tangannya dan membuatnya menyentuh ekor boneka ini.
Kubilang, "Gary, simpanse tak berekor."
Gary kehilangan penglihatan pada usia 21 saat dia menjadi anggota Marinir AS.
Tapi 34 tahun masih bagus.
Dia bagus.
Tentu saja, Mr. H bukan sekadar mainan.
Dia simbol semangat yang gigih
karena pemberinya.
Dia sangat terkenal.
- Sangat. - Ya.
Selamat datang, Jane.
Selamat datang, Mr. H, ke set kami,
yang berbeda dari kebanyakan set wawancara.
Tak ada juru kamera di sini.
Ada lima kamera yang dioperasikan dari jauh.
Ada kereta kecil yang berputar.
Mereka bisa menggerakkan kameranya, tapi tak bisa mendengar kita.
Jadi, kita akan melakukan percakapan yang sangat personal dan intim
tanpa mencemaskan konsekuensi atas ucapanmu.
Kau bisa bicara jujur tentang dirimu dan orang-orang di hidupmu,
dan siapa pun yang ingin kau bicarakan, entah itu…
Karena aku sudah meninggal, aku takkan terkena dampaknya.
Benar. Ini baru ditayangkan setelah kau meninggal.
Jadi, orang yang menonton ini sedang berduka
sekaligus senang mendengar suaramu lagi, jadi…
Mungkin ada satu atau dua orang yang senang aku meninggal.
Kurasa hanya satu atau dua orang karena menurutku kau
salah satu orang yang paling dicintai di dunia.
Aku tak mengerti
bagaimana bisa seperti itu.
Kurasa saat orang lain melihat apa yang bisa dicapai,
melihat seseorang bisa menjadi seperti apa,
memiliki orang yang berkomitmen pada kebaikan
dan dengan gigih berusaha mewujudkannya sungguh menginspirasi.
Aku melakukan ini
karena orang-orang menjadi terinspirasi memperbaiki diri.
Aku akan membacakan biografimu.
Ini cukup panjang untukmu,
jadi akan kubacakan.
Dr. Valerie Jane Morris-Goodall.
Kau lahir pada 3 April 1934 di London, Inggris.
Ibumu, Margaret "Mavenwy"…
Myfanwe.
- Myfanwe. - Wales.
Wales.
Ibumu, Margaret Myfanwe…
Benar.
…adalah penulis yang menulis dengan nama Vanne Morris-Goodall.
Ayahmu, Mortimer Herbert Morris-Goodall,
adalah insinyur yang menjadi pembalap mobil untuk Aston Martin.
Kau punya adik perempuan, Judy,
yang ulang tahunnya sama denganmu, beda empat tahun.
Kau menikah dua kali.
Pertama, dengan Baron Hugo van Lawick, fotografer dan sutradara
yang mengabadikan risetmu di alam liar selama sepuluh tahun.
Kalian punya satu putra, Hugo, tapi dipanggil Grub,
ahli pembuat kapal dan rumah,
yang tinggal di Tanzania dengan cucu-cucumu,
Angel, Merlin, dan Nick.
Di Tanzania, kau juga bertemu mendiang suamimu, Derek Bryceson.
Bersama, kalian mendirikan Taman Nasional Gombe,
tempat kelahiran penemuan ilmiahmu.
Kalian menikah selama lima tahun sebelum dia meninggal.
Studimu pada simpanse di Tanzania
adalah penelitian satwa liar terlama dalam sejarah
dan basis data ilmiah terbesar di dunia tentang kerabat DNA terdekat manusia.
Kau mengubah arti manusia
dengan menunjukkan bahwa simpanse bisa membuat dan menggunakan alat
dan memiliki kepribadian, pikiran, dan emosi yang khas.
Saat ini ditayangkan, semua penelitianmu sudah selesai.
Bagaimana rasanya mendengar semua itu?
Itu menguatkan keyakinanku bahwa aku dilahirkan di planet ini
untuk melakukan perjalanan ini karena berbagai peristiwa membawaku…
Misalnya,
aku ingin pergi ke Afrika.
Itu dimulai saat aku sepuluh tahun
dan membaca Tarzan of the Apes.
Sebelum itu, aku hanya peduli pada hewan,
tapi setelah baca Tarzan of the Apes, aku jatuh cinta dengan Tarzan
dan marah saat dia menikahi Jane yang salah.
Jane-nya benar-benar pengecut,
dan semua orang mentertawakanku.
"Bagaimana kau bisa ke Afrika?" Keluargaku tidak kaya.
"Afrika jauh. Berbahaya."
Dulu, kami tahu itu disebut Benua Gelap.
Kami tak tahu banyak soal itu.
"Itu dipenuhi hewan buas yang ganas." Tentu saja, itu yang kumau.
"Dan kau cuma gadis kecil."
Gadis kecil saat itu tak memimpikan hal seperti itu.
Tapi Ibu bilang, "Jika kau sungguh ingin melakukan itu,
kau harus berusaha sangat keras,
manfaatkan semua kesempatan,
dan jika kau tak menyerah, pasti ada jalan."
Jadi, itulah nasihat ibuku.
Ibuku yang suportif dan hebat,
yang menjadikanku seperti sekarang.
Dia mendukung cintaku pada hewan ini.
Saat aku berusia 18 bulan, aku tak ingat, tapi dia bilang
aku membawa banyak cacing tanah ke kasurku,
tentu saja dengan tanahnya,
dan bukannya marah, dia malah berkata,
"Jane, kau serius sekali.
Kau pasti penasaran bagaimana mereka berjalan tanpa kaki."
Saat aku empat tahun, aku diberi tugas membantu mengambil telur ayam.
Ayam itu masuk ke kotak
dan bertelur di jerami.
Kubuka tutupnya, ambil telurnya, dan masukkan ke keranjang.
Jadi, aku mulai bertanya kepada semua orang,
"Di mana lubangnya? Dari mana telurnya keluar?"
Aku tak melihat lubang seperti itu, tapi tak ada yang menjawabku.
Aku ingat dengan jelas seekor ayam berwarna cokelat
masuk ke salah satu kandang ayam.
Aku merangkak mengikutinya dan menunggu.
Ibuku hendak menelepon polisi.
Tak ada yang tahu aku di mana. Aku pergi selama empat jam.
Tapi saat dia melihat gadis kecil ini sangat senang,
bukannya bilang, "Beraninya kau lakukan itu
tanpa memberi tahu kami. Jangan diulangi."
Itu akan merusak kesenangan.
Dia malah duduk untuk mendengarkan ceritaku.
Aku suka cerita itu karena bukankah itu tanda lahirnya ilmuwan kecil?
Bertanya, tak mendapat jawaban yang benar,
memutuskan mencari tahu sendiri, membuat kesalahan,
tidak menyerah, dan belajar sabar.
Ibu lain mungkin sudah menghancurkan rasa ingin tahu ilmiah awal itu,
dan aku mungkin takkan bicara denganmu sekarang.
Aku beruntung.
Kau bilang ke temanmu kau bisa bicara dengan hewan.
No comments yet. Be the first to leave one.