Release Info

Bicycle-King-Uhm-Bok-Dong-2019-Semua-WEB-DL-WEBRip-HDRip-RARBG-YTS-MkvKing
Ein Kommentar von FuzzySpuffy
| Jangan lupa untuk rate dan sarannya. | Support saya dengan berdonasi ke: https://trakteer.id/fuzzyspuffy. Donasi kalian sangat berarti bagi saya untuk tetap berkarya. | Request Subtitle WA 081230668021 |

Tags

Web-DL
web-dl
hdrip
webrip
web
HDRip
WEB-DL
BRip
mkv
TS
YTS
HD
Veröffentlicht am: 2021-06-15
Downloads: 80
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

DITERJEMAHKAN OLEH FuzzySpuffy

Berapapun donasi dari kalian sangat berarti bagi saya untuk terus berkarya.

CELLTRION ENTERTAINMENT MEMPERSEMBAHKAN

DIPRODUKSI OLEH CELLTRION ENTERTAINMENT

Film ini adalah drama fiksi yang terinspirasi dari peristiwa nyata

Setelah Perjanjian Jepang-Korea tahun 1910,

Jepang mencoba membenarkan aneksasi paksa

dan menunjukkan kemajuan dan perkembangan di Korea

dengan menjadi tuan rumah 'Lomba Balap Sepeda Korea' di Yongsan.

Disponsori oleh Asosiasi Persepedaan Seoul dan Gubernur Jenderal,

selamat datang di balapan seru pembalap sepeda terkenal Jepang dan Korea!

Pembalap sepeda Jepang memiliki keunggulan yang kuat!

Pembalap sepeda Korea sedang berjuang keras!

Hei, bodoh!

Coba lebih cepat!

Lihat itu? Itu curang!

Sialan.

Ayolah!

Pergi ke samping!

Mereka hanya mengejar pantat orang Jepang!

Lebih cepat!

Itu dia! Ayo Korea!

Apa-apaan!

Morishita! Ayo!

Akankah ini menjadi kemenangan keenam Morishita?

Ketujuh, Pak.

Yang Mulia.

Kupikir kali ini,

orang Korea akhirnya akan menang.

Itu sangat disayangkan.

Morishita!

Korea kalah melawan Jepang lagi!

Betapa kasarnya, Pak.

Apa?

Orang Korea tidak akan pernah menang.

Ayo pergi minum.

Morishita! Morishita!

Dia menembus angin

Ibuku bilang orang Jepang itu jahat!

Tapi Morishita luar biasa! Dia memenangkan perlombaan sepeda lagi!

Morishita!

Morishita! Morishita! Dia menembus angin!

Sepeda ini cukup populer.

Sekarang, bahkan anak-anak

menyanyikan lagu orang Jepang tentang Morishita.

Bukan hanya anak-anak.

Ketika lomba balap sepeda diadakan,

bahkan Yang Mulia pergi menonton meskipun cuaca buruk.

Ayo kita panggil semua anggota tentara di seluruh kota ini ke Seoul!

Kita tidak bisa menghancurkan Jepang dengan tentara kita.

Jika kita bangkit, semua 20 juta orang Korea akan bergabung dengan kita!

Hentikan.

Orang-orang menyukai balapan sepeda, kenapa kau berkata seperti itu?

Jadi kita harus menyingkirkan perlombaan sepeda dulu!

Kita tidak bisa melakukan itu.

Kenapa tidak?

Apakah kau tidak melihat kekalahan di mata orang-orang kita di balapan tadi?

Tidak ada pertempuran yang bisa dimenangkan dengan tentara yang moralnya rendah.

Mengalahkan Jepang dalam balap sepeda akan...

Omong kosong!

Balap sepeda tidak ada artinya, ketika kita sudah kehilangan negara!

Balap sepeda hanya menguntungkan perusahaanmu!

Memenangkan perlombaan akan meningkatkan semangat juang rakyat kita?

Membunuh orang Jepang bukan itu yang penting sekarang,

tetapi membangunkan rakyat kita untuk mencari kemerdekaan!

Hwang Jae-Ho!

Cukup!

Kenapa kita berkelahi?

Aku harus pergi, Pak.

Beritahu Ketua Ahn,

menggunakan senjata dan pedang bukanlah satu-satunya cara untuk mengubah dunia.

UHM BOK-DONG

Penjual air! Penjual air!

Anak-anak!

Selamat pagi, Bu!

Bok-dong! Aku sudah dapat air.

Gwang-sik baru saja di sini.

Baiklah kalau begitu.

Aku taruh di sini.

Hei, Bok-dong!

Aku sudah dapat air hari ini.

Kenapa kau tidak datang lebih awal?

Gwang-sik sudah ada di sini.

Aku akan datang besok.

Halo!

- Itu sepeda! - Wow!

Aku bukan dealer biasa yang kau lihat setiap hari.

Perjalanan 10 hari bisa ditempuh hanya dalam 1 hari dengan sepeda!

Kau bisa pergi ke mana saja dengan sepeda!

Kau bisa dengan mudah membawa 2 karung beras dengan sepeda!

Nah, siapa yang berani mencoba naik sepeda?

Jangan takut. Siapapun bisa mencobanya.

Ada yang berani coba?

Jangan khawatir. Lihat ini?

Cukup injak pedal dengan kakimu.

Itu saja, Pak?

Ya!

Siap! Pergilah!

Kau sangat lihai!

Tunggu! Pelan-pelan! Rem!

Tidak! Tunggu!

Tuan!

Oh tidak!

Maafkan aku!

Tidak!

Hati-hati, Pak!

Nak! Kau baik-baik saja?

- Dia masih hidup? - Ya!

Lihat di sini, Ayah.

Universitas Umum Gyeongguk.

Dekan Fakultas Hukum.

Bagus sekali, nak.

Minumlah.

Ini akan menghilangkan rasa lelah dari perjalananmu ke sini.

Ayah? Dia tidak menginginkannya. Bisakah aku memilikinya?

Ada apa denganmu!

Jaga sikapmu.

Minumlah sebelum dingin.

Kau akan menjadi hakim! Kau butuh daging untuk belajar dengan baik.

Enak?

Gwi-dong. Untukmu.

Apa ini?

Ayah?

Apakah Ayah menjual tanah itu?

Kata Ayah itu untukku ketika aku menikah.

Pendaftaran tinggal beberapa bulan lagi, kenapa Ayah menjualnya?

Tidak apa. Aku harus membayarnya bagaimana pun juga.

Aku tidak ingin mendengarnya.

- Ya. - Aku pulang!

Kakak!

Gwi-dong! Kapan kau datang?

Barusan.

Bagaimana kehidupan di Seoul?

Tidak buruk.

Ada daging! Ayo makan.

Di mana kita mendapatkan daging?

Karena tanganmu juga kotor,

pergi bersihkan gandum di belakang, lalu makan.

Baik, Ayah!

Gwi-dong. Simpan ini.

Aku belum pernah melihat orang melakukan itu di bawah sinar bulan.

Kapan kau datang?

Melihat bulan mengingatkanmu pada Haeng-soon, ya?

Tidak mungkin.

Lalu apa yang kakak sulungku pikirkan?

Gwi-dong? Kau pernah melihat sepeda?

Sepeda?

Ya.

Aku mengendarainya di Seoul.

Mereka memiliki perlombaan balap sepeda di ibukota.

Orang-orang dari segala usia suka menonton mereka.

Mereka berlomba dengan sepeda?

Ya.

Sungguh?

Ada apa?

Baik...

Aku pikir akan lebih baik jika keluarga kita memilikinya.

Aku bisa mengirimkan air lebih cepat dengan itu, dan menghasilkan lebih banyak uang.

Itu benar.

Benar'kan?

Bong-sun!

- Astaga! - Apa?

Apa yang kalian berdua rencanakan?

Kami tidak merencanakan apa pun!

Berbicara tentang Haeng-soon yang sudah menikah, kan?

Bagaimana kau tahu?

Tidak ada apa-apa di antara kami!

- Tidak mungkin! - Ada apa denganmu!

Itu menyakitkan!

Gwi-dong? Kau sudah makan?

Aku barusan mau makan.

Di mana Ayah?

Dia tidur di dalam.

Bong-sun mencarimu di halaman belakang.

Sungguh?

Apa yang ingin kau keluhkan kali ini?

Bok-dong!

Kau suka?

Apa itu?

Gwi-dong menghabiskan banyak uang.

Kau menghabiskan uang kuliahmu?

Aku tidak mendaftar selama berbulan-bulan.

Bekerjalah dan bayar aku kembali.

- Ayo cobalah! - Ya! Coba!

Cepat!

Orang yang haus harus mencari sumur.

Kenapa kita memasang ini?

Karena aku orang yang haus!

Kenapa mencari pengendara sepeda di desa?

Ayo pergi saja.

Tidak bisakah kau memasangnya dengan benar?

Ini demi kebaikan negara kita.

Jangan malas dalam bekerja.

Halo!

Apa ada orang di sini?

Ya!

Apa yang kau cari?

Itu!

Aku beli itu!

Kau bisa membuatku tuli!

More Indonesian subtitles for Race to Freedom: Um Bok-dong

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left