Lust Stories

Lust Stories

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Lust Stories WEBRip Netflix id
Ein Kommentar von equertez
02:00:52 | Retail Netflix

Tags

webrip
web
BRip
Veröffentlicht am: 2023-07-09
Downloads: 65
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

- Tak ada orang? - Hanya ada Nenek. Dia agak tuli.

Jangan! Itu kamar Nenek. Kamarku di sini!

Selamat malam!

Tunggu sebentar!

Chetan Bhagat!

Apa ini?

The Perks of Being a Wallflower! Sudah baca?

Baca dan tonton. Aku salah satunya!

Yang mana? Pemalu atau periang?

Kau pemalu, bukan? Seorang introver.

Pengamat dan pendengar yang baik, tetapi tanpa inisiatif?

Berarti aku harus berinisiatif.

Kau membaca Sophie Kinsella?

- Kucoba, tetapi tidak bisa. - Kenapa?

Bahasanya terlalu berat.

Natasha yang sarankan, jadi kucoba.

Kinsella tidak bisa, Wallflower bisa?

Itu bacaan ringan.

Wallflower mudah dimengerti.

Kau pintar juga.

Kenapa? Belum pernah?

Sama sekali?

Aku akan membantumu.

Kopi?

Teh?

Hei, tadi malam…

- Baik-baik saja, bukan? - Ya.

Menyenangkan, bukan?

Tak ada paksaan?

Tak usah dibahas.

Jangan tanyakan.

Ya. Seharusnya tidak kutanya!

Tolong jangan jatuh cinta.

Jangan terlalu dipikirkan.

Jangan dibesar-besarkan.

Kuharap dia tidak terbawa perasaan,

karena Mihir bilang itulah masalah laki-laki.

Terbawa perasaan setelah bercinta,

lalu jatuh cinta.

Mereka terobsesi dan mulai menguntit kita.

Mereka tanya, "Kenapa bicara dengannya?"

atau "Kencan dengannya?", "Kenapa tak jawab teleponku?"

Entah kenapa mereka tak bisa memisahkan keduanya.

Sampai jumpa di kampus.

- Dah. - Dah.

Halo. Maaf.

- Maaf. Selamat siang. - Selamat siang.

Baik, mari kita lanjutkan yang kemarin.

Kenapa?

Ada yang lucu?

Kita punya rahasia? Tidak?

Buka halaman 93.

Saat Mihir dan aku menikah…

usiaku 26 tahun.

Mihir 12 tahun lebih tua.

Dia pacar pertamaku.

Sebelumnya, aku tak pernah pacaran.

Namun, pacar, teman kencan, dan selingkuhan Mihir banyak!

Bagiku, ini petualangan.

Menikah dengan orang yang 12 tahun lebih tua.

Orang tuaku menentangnya.

Namun, cerita dia menyenangkan!

Contoh, dia pergi ke suatu tempat,

bertemu seorang gadis, lalu mengobrol.

Itu seperti cerita dalam film!

Seperti buku! Sedangkan aku sebaliknya.

Dia menjelaskan kepadaku bahwa kelak…

akan ada kebencian. Aku akan membenci dia!

Jika aku tak menjalani hidupku dengan baik.

"Ayo! Cobalah. Lakukankah. Rasakanlah! Jalani hidupmu!"

Contohnya Amrita Pritam.

Dia punya kekasih, Imroze, yang lebih muda darinya.

Mereka hidup bahagia bersama.

Namun, cinta sejatinya…

Sahir Ludhianvi.

Drupadi bersama lima Pandawa dan cinta mereka.

Mereka pun sebaliknya. Mahabharata bukan perang antara mereka!

Mereka membela Drupadi.

Aku bagai hewan, tetapi hewan tak tahu dosa.

Aku bersuami, jadi tak bisa bersama orang lain.

Aku boleh membayangkan meniduri pria lain? Tidak!

Bagaimana bisa berharap ke satu orang?

Anggap mereka teman.

Muda, tetapi sikapnya dewasa, seolah-olah…

ada yang lain di diri Tejas!

Juga di diri Mihir.

Apa mereka bisa saling menggantikan? Tidak!

Aku harus bagaimana?

Ada satu lagi aktris yang mengaku dilecehkan oleh produser itu.

Bagus. Akhirnya ada yang bicara

setelah bertahun-tahun diam.

Mana buktinya?

Siapa pun bisa mengaku korban demi publisitas.

Sudah baca ini?

"Guru SMA di AS dipenjara karena bercinta dengan murid."

Kasusnya ditindaklanjuti dan dia diceraikan suaminya.

- Itu sudah biasa di sana. - Lantas? Itu tetap salah.

Karena lazim, lalu bisa dibenarkan?

Berapa usia murid itu?

- Delapan belas. - Lalu apa masalahnya?

Tetap saja salah! Kalau usianya 18, tak apa-apa?

Berapa pun usianya, tak pantas berhubungan dengan murid!

- Termasuk fisik! - Dia sudah dewasa!

Ada hubungan guru dan murid. Apa itu konsensual?

Jika dia diam saja…

Tidak! Jika tanpa persetujuan, berarti non-konsensual!

Permisi.

Tejas Bhave? Kita perlu bicara.

Teman-teman, dia terlihat agak aneh.

Sangat aneh.

Dengar. Berapa usiamu?

- Kenapa? - Jawab saja!

- Dua puluh satu. - Yakin?

- Kau jujur saat mengisi formulir, 'kan? - Ya.

Kadang tidak, makanya kutanya.

- Entahlah. - Kau tidak tahu?

Punya akta lahir?

- Ya. - Ambillah!

Ambil saja di kantor. Sudah kuserahkan.

Aku harus masuk dan meminta aktamu?

Untuk apa?

Ya, untuk apa?

Dengar.

Malam itu…

Itu konsensual, 'kan? Tak ada paksaan?

Apa maksudmu?

Apa aku memaksamu berhubungan seks?

Tidak, tapi…

Tapi apa?

Kau yang mulai duluan!

Kau juga diam saja!

- Benar. - Nah.

Artinya kita berdua ingin bercinta?

Tunggu. Kita rekam.

- Bilang itu konsensual. - Bilang apa?

- Bahwa kejadian kemarin konsensual. - Kon… Apa?

Konsensual!

- Konsensual! - Konsensual.

"Kejadian kemarin konsensual."

Kejadian kemarin…

- Konsensual! - …konsensual.

Lagi. Yang lengkap.

- Dari awal? - Ya.

Tunggu! Begini,

"Kejadian kemarin, Bu Kalindi, itu konsensual."

- Kejadian… - "Bu, Kalindi, ini Tejas.

Kejadian kemarin konsensual."

Ini Tejas, Bu Kalindi. Kejadian kemarin…

- Itu… - Itu konsensual!

Ulangi dengan benar!

Bu Kalindi, kejadian kemarin konsensual.

Ini Tejas.

Itu salahku!

Jika aku pulang larut, dia pasti memukulku!

Jika merasa benar, dia pemberani!

Gadis pemberani bukanlah yang teriak "masturbasi".

Sekarang pulanglah. Tutup pintunya.

Putar musik seksi.

Bersihkan dua jarimu karena kebersihan itu penting.

Bayangkan pria tampan, lalu mulailah!

Lihat? Tak satu pun dari mereka terlihat bersalah.

Tapi di sebelah sini… Dan gadis itu!

Kubilang "masturbasi", mereka menunduk!

Bu Kalindi.

- Aku ingin minta maaf. - Untuk apa?

Kau pasti takut karena rekaman itu.

Tidak. Aku sendiri bingung.

Apa itu? Konsen apalah.

Lupakan.

Sekarang kita berteman, ya?

Hanya teman.

Yang saling berbagi cerita.

Baiklah.

- Namun, tanpa kemesraan. - Maksudmu?

Kini aku punya pacar.

- Pak Neeraj? - Ya.

- Dia guru matematika! - Ya.

- Kau lihat rambutnya? - Keren, 'kan?

Dia tak seperti pria lainnya,

yang gonta-ganti pasangan.

Tahu dia bilang apa?

Kau tahu?

Penguin itu monogami.

Itu cara mereka bertahan di kondisi ekstrem.

Aku ingin kita seperti penguin.

Dia percaya monogami.

Dia ingin menguasaiku!

Dia tak menganggapku aneh.

Tak seperti Natasha-mu.

- Natasha-ku? - Ya, Natasha-mu.

Aku tahu semuanya!

Sudahlah.

Jangan sakiti pasanganmu.

Kubilang, "Setuju." Apa lagi dengan sengaja.

Merekalah yang selalu kita sakiti.

Bukan yang kita benci.

Jika aku mencintai Mihir, lalu aku juga mencintai Tejas,

apa itu salah? Nanti kita bahas.

Usianya lebih muda. Nanti kita bahas.

Jika aku mencintai Tejas dan Neeraj…

More Indonesian subtitles for Lust Stories

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left