Die ersten 151 Zeilen.
Jangan menahan diri.
Senya.
Bukan, putraku. Muridku.
Tunjukkan yang kau pelajari
dalam delapan tahun ini.
Gawat. Itu pasti menakuti beberapa Katawara.
Lumayan. Kita pukul lagi dia dengan tangan besar itu?
Pakai pedang! Pedang!
Kecemasanku sia-sia.
Ayo bertarung, Semua!
Jinun cukup cekatan meski baru saja terbangun.
Senya...
Serangannya kuat, keras, dan tajam.
Aku tak bisa melawannya dari dekat.
Kekuatan dan tekniknya melebihi aku.
Aku akan lelah jika terus bertahan begini.
Akan kuakhiri ini segera dengan mengerahkan semua kemampuan!
Sen...
Ki...
Ya...
Senya!
Pria besar itu punya langkah yang ringan.
Dia sungguh hebat.
Dia baru saja bebas setelah delapan tahun,
tapi masih begitu gesit dan berkekuatan besar.
Dia pastinya manusia terkuat yang pernah kutemui.
Bukan pertarungan bagus bagi Senya saat ini.
Dia membendung Senkiyakou-ku?
Ada apa, Senya?
Berhenti main-main.
Senya.
Senya tak akan kalah.
Senya tak akan kalah!
Nau...
Baiklah!
Kekuatan penuh!
Gou...
Shin...
Gun!
Tadi itu lumayan.
Pertahanannya terlalu kuat!
Kita mampu memukul Mudo, tapi bukan dia!
Ini teknik ayahku, Hagunshou.
Ayah memakai energi gaib di telapaknya untuk bertahan.
Namun, bagaimana cara dia mengadang serangan segala sisi dengan satu tangan?
Teknik yang dahsyat.
Ada apa? Kehabisan siasat?
- Apa rencanamu? - Senya!
Senkiyakou.
Apa?
Itu jurus oleh kita semua yang pernah mengalahkan naga.
Serangan berikutnya akan kena dan kita akan mengungguli ayahku!
Mari akhir ini.
Ayah maklum kau tinggalkan Dangaishuu dan sudah jarang bertarung,
tapi rupanya kau bermalas-malasan dalam delapan tahun ini.
Sangat disayangkan.
Dia menyerang!
Jurus Hagunshou!
Ini dariku...
Bukan, seribu panah dari kami!
Coba hentikan ini dengan satu tangan!
Senkiyakou!
Hagun Soushou!
Senkiyakou?
Beruntun?
Magairyuujinkyaku!
Dua serangan beruntun sebesar itu?
Percobaan bagus, tapi dia habiskan terlalu banyak energi.
Energinya telah habis...
Senkiyakou!
Tombak ketiga!
Energi apa ini?
Kecepatan apa ini?
Jadi, ini yang kau dapatkan dalam delapan tahun.
Ini hanyalah bonus!
Tinju Putramu!
Senya!
Hebat.
Senkiyakou, ya?
Dia mampu tembakkan tiga anak panah secara beruntun?
Hanatora pasti melatihnya dengan sangat keras.
Dia disuruh tembakkan Senkiyakou dua kali ke langit setiap tiga hari
agar energinya habis sebelum mulai pelatihannya.
Dia hampir tewas, nau.
Oh?
Ayah paham. Kau menjadi makin kuat.
Ayah mengakui kau tak bermalas-malasan, tapi serangan pemungkasmu lemah.
Maksudnya?
Serangan tadi kena, bukan?
Itu akan menjatuhkan Mudo.
Serangan melebar tidak cocok untuk pertarungan jarak dekat.
Penghalang diagonal biasa cukup untuk menyebar energi itu.
- Penghalang? - Serius?
Mustahil itu pertahanan sempurna.
Aku yakin itu mengenainya.
Kita terus serang dia!
Kau masih bisa bertarung?
Stamina yang luar biasa.
Baik.
Siapa ini?
Suku Kehampaan mengirim Ayah ke dunia gaib?
Hentikan mereka, Senya!
Aku tahu!
Yuukaikanshou!
Tempat apa ini?
Ayah.
Ayah aman.
Senya
Kenapa kau begitu kecil.
Jangan cemas. Ini dunia gaib.
Dunia gaib?
Nona!
Aku tiba tepat waktu.
Kulihat kau dibawa kemari.
Oleh mereka berdua.
Kita hendak hanya membawa Taizan. Dia dewi yang cukup kuno.
Apa tindakan kita?
Target kita adalah Taizan.
Kita mundur jika ini mustahil.
Tujuan kita sebenarnya alam lain.
Itu Suku Kehampaan.
Mereka bertarung di dunia gaib
untuk mengambil alih alam bawah sadarmu dan membuatmu gila.
Suku Kehampaan?
Seorang anak?
Berambut perak dan bermata peri?
Bukan satu dari keduanya...
Mereka musuhmu?
Ya.
Namun...
kami tak terkalahkan di dunia gaib.
Mungkinkah itu...
Nadare?
Nadare?
Siapa yang membangunkan aku dari tidurku?
Yazen. Kokugetsusai. Di mana mereka?
Tak diragukan lagi.
Itu Nadare, naga yang tertidur di dalam diriku.
Kudengar Pendeta Agung Yazen dan temannya Kokugetsusai
bekerja sama untuk mengurung dia.
Itu mungkin hanya ilusi yang ditampakkan Suku Kehampaan.
Sebuah ilusi?
Menaruh monster seperti itu di tubuhmu memang pekerjaan manusia bejat.
Berkatnya, Permata Seribu Keajaiban lahir.
"Seribu Keajaiban." Maksudnya Katawara di dalam dirimu?
Ya. Itu yang mereka incar.
Namamu Jinun, bukan?
Sebagai ayahnya, apa alasan kau menaruh seribu monster
di dalam tubuh putramu yang masih kecil?
Apa yang kau rasakan, Senya?
Dipenuhi berbagai macam iblis...
No comments yet. Be the first to leave one.