Οι πρώτες 200 γραμμές.
Kocok lagi.
Sebelas?
Sembilan./ Apa?
Empat tambah lima sembilan, bukan sebelas.
Bagus!
Empat tambah lima sembilan, bukan sebelas.
Lempar lagi dadunya./ Cukup.
Tsotsi, apa acara kita malam ini?
Ya, apa acara kita?
Preman cilik.
Kau sudah belajar mengemudi?
Penerjemah: Hail Hail IDFL.us SubsCrew
Aku muntah. Lalu kenapa?
Duduklah, Pak Guru./ Persetan! Aku bukan gurumu!
Kau kelewatan malam ini.
Siapa namamu, Tsotsi?
Nama aslimu?
Tsotsi? Thug? Itu bukan nama aslimu.
Boston, berhentilah bertanya./ Kenapa?
Aku telah bersamanya selama enam bulan. Aku ingin tahu namanya.
Setiap orang punya nama.
Nama asli dari orang tua.
Soekie. Lekaslah. Kami kehausan.
Sabar! Aku ke sana jika sudah selesai. Paham?
Tata krama, Tsotsi. Kau paham?
Tata krama?/ Soekie!
Aku muntah karena tata kramaku menguap.
Pria tua berdasi tadi begitu sopan dan murah senyum. Kini?
Dia mati./ Soekie!
Astaga, Butcher! Ambillah sendiri! Aku sedang berkata serius.
Duduklah. Tenangkan dirimu.
Ingat, aku tak mau ada keributan di sini.
Astaga!/ Apa?
Mau muntah lagi?
Astaga!
Malam ini, Tsotsi...
...saat kita tusuk pria tua tadi...
...seperti inilah rasanya.
Kau pernah merasakannya?
Seorang wanita, Tsotsi?
Andai kau punya pacar, dan dia mencampakkanmu...
...sakit rasanya.
Dan kau akan berdarah.
Ayahmu, Tsotsi. Ayahmu, di mana dia?
Ayah dan ibumu. Di mana mereka?
Astaga, Tsotsi! Kau punya anjing?
Bilang pada bajingan itu, jangan pernah kemari lagi.
John?
Buka gerbangnya!
Remote-nya tak berfungsi. Buka gerbangnya!
Berhenti!
Pumla!
Ya, itu nomor platnya.
Katakan mobilnya telah dilucuti. Tak ada bayi.
Sialan.
Astaga. Bau sekali.
Tenang, Sayang.
Diam.
Tsotsi!
Hei, Tsotsi!/ Ya, apa?
Ini kami.
Siapa?/ Aap dan Butcher.
Kita perlu bicara./ Soal apa?
Soal Boston.
Mana dia?/ Di tempat Soekie.
Dia tak mau kerja dengan kita lagi.
Kata siapa? Kau atau dia?
Apa itu?
Apa?/ Bau itu.
Itu bauku./ Ada apa?
Aku tak enak badan.
Sial. Kau butuh dokter.
Tak perlu. Aku tak apa-apa.
Hei, Nona! Susui dia!
Susui dia di dalam sini.
Jika kau tak punya susu, biar dia mengisap punyaku.
Jadi, apa acara kita nanti malam, Tsotsi?
Kita ketemu di Stasiun Park.
Bagus. Kita ketemu di sana.
Baik.
Kau cium bau itu? Baunya seperti tahi.
Kalian temukan sidik jari?
Pelakunya bisa siapa saja.
Tapi kau bilang dia menuju ke perkampungan?
Ada sejuta orang tinggal di sana.
Ini sangat kacau./ Pak, kita bahkan tak bisa melacak mobil curian...
Jangan katakan hal yang tak bisa kau lakukan!
Aku mau anakku ditemukan.
Saat istriku sadar, aku mau bayi kami ada di sisinya.
Jelas?
Kita Semua Terkena Dampak HIV dan AIDS Bersatu Kita Tentang Diskriminasi
Di mana Tsotsi?
Payah dia./ Ya, payah sekali.
Hei! Lihat-lihat kalau jalan!
Anjing!
Apa? Kau ingin aku minta maaf?
Awas kakimu. Minggir!
Edisi terbaru. Koran Sun.
Apa kabar, Bheki?
Apa kabar?
Katakan, siapa yang menang?
Irish Fancy.
Berdasar panjang kicauan. Tujuh banding dua.
Sialan./ Bagaimana?
Kau menang?/ Tidak. Brengsek.
Bertaruhlah 100 rand untuk Red Bullet besok.
Red Bullet tak punya kaki.
Silver Lightning.
Jangan banyak-banyak!
Di mana dia?
Hei, punya SIM tidak?
Mengemudilah yang benar?
Apa maumu, Bocah?
Kau ingin uangku?
Berdiri./ Apa?
Berdiri dan jalan.
Memangnya kau siapa? Yesus Kristus?
Aku cacat./ Bohong. Berdiri.
Enyahlah kau.
Baik. Ini semua uang yang kumiliki.
Apa maumu?
Ambil uangnya dan tinggalkan aku.
Brengsek. Sialan kau!
Sialan kau!
Brengsek. Sialan. Dasar brengsek!
Sialan kau!
Brengsek!
Kau puas sekarang?
Membuat orang tua ketakutan.
Kenapa kau mengikuti aku?
Kenapa?
Aku pernah melihat seekor anjing.
Dia ditendang dua kali...
...lalu punggungnya patah.
Anjing itu merangkak seperti dirimu.
Orang macam apa yang tega menendang anjing?
Kenapa kakimu?
Aku bekerja di pertambangan...
...menggali emas.
Sebuah balok menimpaku...
...dan membuatku lumpuh.
Kenapa kau tak menyerah saja bila hidup cuma seperti anjing?
Aku...
Aku ingin merasakan sinar mentari di jalanan.
Walau cuma dengan tanganku, aku masih bisa merasakannya.
Pungut kembali uangmu.
Sudah, Pak. Selamat memasak.
Hati-hati./ Terima kasih.
Apa maumu?
Letakkan pisaumu!
Duduk.
Duduk!
Kumohon, jangan sakiti bayiku.
Aku takkan menyakitinya. Letakkan bayimu.
Di dalam tas./ Apa?
Tengoklah ke dalam tas.
Tengoklah ke dalam tas!
Susui dia.
Aku takkan pergi sampai kau susui dia.
Susui!
Baik.
Kau yang membuatnya?
Ya.
Kenapa berkarat?
Hatiku sedang sedih.
Dan yang ini?
Hatimu sedang gembira?
Ya.
Bagaimana?
Kini kau punya gambaran, 'kan?
Kau bisa lakukan sesuatu?
Ya, gambar itu akan membantu.
Temukan orang itu.
Dan katakan padanya...
...bila dia menyakiti anakku...
...aku akan bunuh dia.
Dia sudah kenyang.
Kembalikan ke dalam tas.
Di mana ibunya?
Dia bersamaku.
Kembalikan ke dalam tas.
Boleh kumandikan dulu?
Tenang, Sayang.
Mandi dulu, ya?
Segar, 'kan?
Kau bocorkan hal ini, kubunuh kau.
Ayolah, Bung!
Tujuh!
Yang benar saja. Tujuh apanya? Tiga tambah lima delapan, tolol.
Terpaut sedikit saja! Pinjami aku 50 rand, Fela!
Lima puluh rand. Sial! Tapi aku kasihan padamu.
Kau orang kaya.
Apa artinya 50 rand buatmu?/ Artinya bagiku?
Bisa untuk mentraktir bir bagi pecundang sepertimu.
Tentu, maka menanglah./ Persetan kau.
Lempar lagi.
Kira-kira mirip siapa ini?
Tsotsi, 'kan?/ Astaga.
Apa isi beritanya?/ Dia menembak seorang wanita.
Mencuri mobilnya bersama bayi di dalamnya.
No comments yet. Be the first to leave one.