Οι πρώτες 200 γραμμές.
- Siapa orang itu? - Tidak kenal.
Aku mencintaimu, Riko.
Karena aku telah tidur denganmu 1 kali, bukan berarti kau bisa salah paham.
Tunggu! Nomor 8!
Apa yang kau lakukan!?
Lakukanlah yang benar! Bodoh!
Saat awal musim nanti dimulai, kuharap kau bisa datang.
Kalau kau datang menonton, kurasa aku akan main lebih baik.
Beritahu aku namamu.
Kamiya Naoki.
Sampai jumpa, Kamiya.
Da daa, Shirakawa.
Utsu ingin
menambah otot di paha dan quadricepnya.
Makanya dia melakukan latihan plyometric. [Plyometrics: latihan untuk meningkatkan kecepatan dan gerakkan]
Kali ini, kita harus meningkatkan latihan lari kita.
18 kali lagi!
- Hei, kau sadar tidak? - Ada apa?
Tampaknya kau lebih suram saja.
Kau sadar ya?
Ah, benar. Minggu depan,
mereka akan mengeluarkanku dari apartemen tempatku tinggal sekarang.
Benarkah?!
Memangnya kau lakukan apa? Parah sekali.
Bukan itu saja masalahnya.
Ruangan ini juga semakin gelap.
Benar juga, ada apa ya.
Lampu neonnya... Ada beberapa lampu neonnya yang mati!
Kalian pasti baru sadar, kan?
Manajer...
Kerja yang bagus.
Ini biasa disebut
'penekanan anggaran perusahaan'.
Lampu-lampu ini sengaja dimatikan untuk menekan biaya listriknya.
Ya ampun, aku masuk ke tim murahan.
Tunggu. Yoyogi
Tolong isi angket ini. Yoyogi. Yoyogi?
Orang itu menyebalkan sekali.
Sudah, sudah...
Tim kita banyak masalah sekali...
Kalau kita semakin suram, apa yang bisa kita lakukan?!
Sebaiknya kita fokus kepermainan basket kita,
dan sama-sama berjuang untuk tim kami?
Ayo kita berjuang dikejuaraan ini.
Baiklah...
Sebagai kapten, terkadang aku harus berbicara seperti itu.
Begitulah tugasmu, Utsu!
Ah. Dia benar juga.
Hanya itu yang bisa kita lakukan.
Benar. Ini juga untuk kepentingan Istri dan ke dua anakku.
- Kau serius, Moriguchi? - Ada yang ke dua?
Iya. Istriku sedang mengandung anak ke dua!
Terima kasih!
Selamat! Pasti butuh banyak biaya ya.
Senangnya. Anak, ya.
Mungkin itulah arti sesungguhnya kehidupan.
- Kerja yang bagus. - Kerja yang bagus!
- Utsu. Kau bisa keluar sekarang? - Iya.
- Semuanya terima kasih atas kerjanya. - Aku pergi duluan.
Begitu lagi ya?
Kalau dia pergi dengan pria terus, tidak mungkin dia akan punya anak.
Seseorang harus ada yang mengingatkannya.
Sayang, dia menyia-nyiakan ketenarannya ya?
Benar sekali.
Tapi kalau aku justru serius ingin segera menikah dan memiliki anak juga.
- Ah... - Kau mau memiliki anak?
Aku sangat menginginkannya.
Siapa itu?
Halo. Iya. Ini Shuji.
Aku ingin mengetahui beberapa hal tentang dirinya.
Kau mau tahu semua hal tentang Utsu, bukan?
Aku paham.
Terima kasih.
Kalau begitu, nanti aku akan mentraktirmu.
Benarkah?!
Baiklah!
Begitulah wanita, kalau sedang jatuh cinta jadi merepotkan.
Pria justru lebih merepotkan.
Contohnya sekarang, aku baru saja di usir dari tempat tinggalku.
Padahal aku sudah pergi dari Wakayama selama 1 tahun,
tampaknya mulai sekarang aku harus semakin berusaha.
Maafkan aku. Aku tidak tertarik dengan kisahmu sama sekali.
Kau kan orang yang teriak di latih tanding itu!
Kalau aku tidak salah, kau timnya Kawasaki ya.
Lebih dari itu...
Riko. Dengar.
Iya.
- Kita harus membereskannya! - Eh?
Lihat! Seharusnya rumah baru tidak sepenuh ini!
Kita bahkan belum tinggal 1 bulan disini! Semua ini kesalahanmu bukan?
Bukannya semua ini karena Mai punya banyak sekali kosmetik?
Lalu bagaimana dengan ini?
Itu mirip stokingku.
Bagaimana kau bisa membiarkan benda seperti ini berada disini?
Kawasaki mungkin saja bisa datang tiba-tiba bukan?
Tidak mungkin?!
Itu agak... terburu-buru...
Lagipula, aku ingin melihara anjing.
Orang tuaku memiliki anak anjing di rumah mereka.
Jenis cocker spaniel.
Lemari dinding ini, akan menjadi kandangnya Melody.
Tunggu... Apa-apaan ini? Kau sudah memberinya nama?
Iya. Menurutku lebih baik jika 2 wanita seperti kita memelihara anjing penjaga.
Memangnya jenis cocker bisa dijadikan anjing penjaga?
Beginikah seragam tim soraknya?
Seksi, kan?
Kurang seksi.
Natsuki.
Yoyogi telah membawa formulir asuransinya.
Terima kasih banyak.
- Sampai jumpa ya. - Iya, sampai jumpa.
Baiklah, ayo.
Hari ini dia tidak kesini?!
Masih hangat.
- Kelihatannya enak! - Benarkah?
- Iya. Terima kasih. - Tidak perlu.
- Hei, Naoki. - Hah?
Jika... kita tidak menikah?
Menurutku tidak apa-apa jika kita berdua tinggal disini bersama-sama.
Memang kecil tapi, walaupun tidak ada uang, selama aku bersamamu, kita pasti bisa menghadapinya.
Maafkan aku.
Saat ini memang masih tidak mungkin.
Aku juga sudah sangat mengharapkannya.
Tapi, aku belum memiliki keyakinan.
Mengenai uang
dan karirku sebagai pemain.
Jadi kumohon tunggulah aku
agar aku lebih kuat lagi dan,
dapat membuatmu bahagia.
Iya. Baiklah.
Tapi ini benar, kan?
Baiklah. Aku mengerti!
Ah, mau kukupasi apelnya?
Maaf.
Karena aku seperti ini.
Tidak. Tidak apa-apa.
Terima kasih.
Buzzer Beat ~Ujung sang pahlawan~
Episode 03
Terima kasih!
- Terima kasih. - Terima kasih!
Naoki.
Hari ini kau kelihatan memaksa tenagamu.
Benarkah?
Tapi,
jika kau melakukan plyometrics dengan berlebihan seperti ini, ini bisa menekan lututmu. Berhatilah-hatilah.
Iya. Maafkan aku.
- Jangan terlalu memaksakan. - Iya.
- Oi, Shuji. - Iya.
Kau sudah menemukan tempat tinggal?
Belum.
Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi sulit untuk menemukan yang sesuai dengan keuanganku.
Seandainya saja aku punya pacar yang lebih tua, dia pasti akan mengurusiku.
Hah? Kalau aku justru menentang itu.
Shuji, kau memang bodoh.
Seorang pria seharusnya yang membuat wanitanya bahagia.
- Aku juga dulu diajarkan seperti itu. - Benarkah?
Benarkah?
Utsu, bagaimana menurutmu?
- Aku? - Iya.
Saat ini aku hanya memikirkan mengenai musim mendatang, jadi aku tidak sempat memikirkan bagaimana perasaan wanita.
Sudah kuduga, Utsu. Baiklah!
Aku akan mencatatnya.
Apa yang kau catat?
- Aku pergi. - Hati-hati.
- Ngomong-ngomong. - Ya ampun.
Boleh tidak jika kita menyewakan kamar itu untuk Shuji?
Kamarnya Yukino?!
Selain kakak bercerai, dia tidak mungkin kesini kan.
Sampai Shuji bisa menemukan tempatnya sendiri, seharusnya tidak apa-apa.
Ya sudahlah.
Sebenarnya, Ibu kurang setuju untuk memasukkan pria lain sebab adikmu dalam masa pertumbuhan.
Terima kasih.
Shuji pasti akan senang.
Kalau begitu, aku pergi.
Hati-hati!
Baiklah. Aku harus berberes-beres.
Maafkan aku.
- Ah. - Ah.
Aku kaget bisa bertemu denganmu disini.
Hei.
- Dirumahmu sedang ada pesta? - Tidak.
Teman sekamarku malam ini tidak pulang.
Malam ini dia menginap di tempat latihan untuk menyiapkan konsernya nanti.
Ohh...
Tapi kau membeli banyak sekali.
- Kau ini pemabuk ya? - Tidak.
Ini hanya untuk persediaan kami saja.
Hari ini, aku cuma membeli ini.
Soalnya mulai hari ini, aku harus berberes-beres sendiri.
- Benarkah? - Iya.
- Aku... - Ah, tunggu.
Biar ku tebak.
Ini semua...
untuk kari, kan?
Salah.
Ini untuk Goya namuru dan keju parut hijau.
Dan ini untuk roti panggang untuk sarapan besok.
Tidak mungkin?! Aku juga suka roti panggang.
Kau bisa buat semua itu, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.