Q.E.D : Shômei shûryô

Q.E.D : Shômei shûryô

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Πληροφορίες έκδοσης

Q E D Shoumei Shuuryou 2009 Episode 02
Ένα Σχόλιο από xtalplanet
Manual Translate by xtalplanet

Ετικέτες

other
Δημοσιεύτηκε στις: 2010-12-03
Λήψεις: 27
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: Yes

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

Kana Mizuhara, berusia 17 tahun.

Gadis yang enerjik dan penuh vitalitas.

So Toma, berusia 17 tahun.

Si jenius aneh, lulusan dari universitas MIT pada usia 17 tahun.

Pindah atas kemauan sendiri ke sekolah SMU biasa di Jepang.

Toma bersama dengan Kana membantu menyelesaikan berbagai kasus dan misteri,

Pasangan yang serasi?

Penerjemah: xtalplanet

Batu harum, mengubah daun musim panas menjadi merah, menghangatkan embun

Aku tak mau lagi...

Mizuhara, tafsirkan penggalan puisi ini.

Ya.

Batu harum, mengubah daun musim panas menjadi merah...

Tsuju Atsushi.

Ini bukan bait lagu.

Dengar,

ini puisi yang dibacakan oleh Matsuo Bashoo ketika ia mengunjungi Sesshouseki di Nasu.

Sesshouseki?

Ada seekor rubah yang dinamakan Kyuubi di zaman Heian.

Seekor rubah dengan sembilan ekor.

Banyak sekali.

Rubah ini mengubah dirinya menjadi seorang gadis cantik bernama Tamamo no Mae,

dia diterima di istana kaisar, namun,

ia ketahuan kedoknya dan berubah jadi batu.

Pelakunya marah kepada korban?

Eh?

Dia kaisar, kan?

Dia membodohi dirinya sendiri,

namun ia marah kepada rubah dan mengubahnya menjadi batu.

Kasihan sekali si rubah itu.

Lalu kemudian,

rubah yang malang itu mengubah dirinya menjadi racun di dalam batu itu,

dan siapa yang menyentuh batu itu akan tewas.

Lalu orang bernama Bashoo itu,

kenapa dia dengan acuhnya pergi ke tempat berbahaya itu lalu membaca puisi?

Kana!

Ayah! Kau sudah pulang?

Maaf merepotkanmu.

Toma! Analisamu pada kasus sebelumnya luar biasa.

Jangan lagi.

Ayah, ada seorang laki-laki yang masuk ke kamar puterimu,

bisakah kau lebih memperhatikan itu?

Tapi aku dipaksa kemari...

Jangan membuatku kelihatan seperti orang jahat.

Dupa di altar kita sudah hampir habis.

Iyakah? Baiklah, akan kubeli lagi.

Sebenarnya,

ada surat buatmu.

Terimakasih.

Dari Suzuko!

Ibuku berteman baik dengan ibunya, dia seperti saudari kandungku sendiri.

Dia sahabat yang paling penting buatku.

Apa ini?

Tanda sushi ini...

Itu tanda ucapan selamat.

Suzuko, selamat atas pernikahanmu.

Terimakasih, Kana.

Selamat.

Maaf, aku ikut campur urusan kalian.

Kau harus bertemu ibuku.

Aku akan memanggilnya.

Jangan bicara seperti itu!

Bagi Suzuko kalimat itu kasar.

Tapi aku memang mau pulang.

Sudah kubilang Suzuko itu temanku.

Kau juga temanku.

Jadi wajar seorang teman memberi selamat pada teman lainnya.

Teman?

Apa?

Tak ada.

Apakah ibu Suzuko bernama Nanasawa Katsumi?

Kenapa memanggil bibi dengan namanya?

Dia pembuat boneka terkenal yang terpilih sebagai calon aset budaya, kan?

Aku tak tahu masalah itu.

Dulu dia pernah ingin membuatkan boneka untukku, waktu aku masih anak-anak.

Kau tak mau?

Itu karena ayahku membelikan aku perlengkapan kendo, sehingga minatku pada boneka jadi hilang.

Sayang sekali,

padahal boneka buatannya bisa dihargai dua juta.

Dua juta!

Bibi, halo!

Kana, sudah lama tak bertemu.

Dia pacarmu?

Bukan, dia teman sekolahku.

Senang bertemu, namaku Toma.

Suatu kehormatan bagiku bisa melihat boneka Ny. Nanasawa Katsumi dari dekat.

Terimakasih.

Bibi,

Aku selalu menantikan saat pernikahan Suzuko!

Aku juga.

Jika aku sudah bisa melihat Suzuko mengenakan gaun pengantinnya,

maka aku bisa mati dengan tenang.

Ibu!

Jangan bicara seperti itu.

Dia benar, kau tak perlu bicara begitu.

Kalian benar, maaf sudah bicara yang bukan-bukan.

Tunangannya sediri bukanlah seseorang yang bisa diandalkan.

Yasuoka, kau kan sudah menerima Yoshino.

Apa kau ingin merubah rumah ini menjadi museum boneka?

Ya.

Aku mau menyumbangkan boneka-bonekaku

dan menempatkannya dibawah kepemilikan museum boneka.

Kenapa?

Akutsu, jangan!

Suzuko tak ada hubungannya dengan ini! Kumohon!

Diam!

Yoshino?

Kau rupanya,

puteri dari Nanasawa,

ternyata kau memang cantik.

Kau juga tak bisa menasehati orang ini?

Tunanganmu ini,

tak mau membayar hutangnya,

ini bisa membuat masalah.

Kumohon pergi.

Tempat ini bukan untuk orang sepertimu.

Aku tak mau pergi, Nanasawa.

Perusahaanku bermasalah,

karena ulah menantumu ini.

Jika kau mau memberikan salah satu bonekamu untukku,

maka aku bisa memperpanjang tempo pembayaran hutangnya.

Walaupun kau mau membeli bonekaku, aku tak akan pernah mau menjualnya padamu.

Benar,

kau mau boneka itu sekarang,

sebab kau tahu suatu saat harganya akan melambung,

jika Nanasawa dikreditkan di bawah aset budaya tak berwujud, kan?

Aku tak memikirkan sejauh itu, tahu.

Lebih mudah jika menunggu Nanasawa meninggal, kemudian menunggu saat itu.

Hei! Beraninya kau bilang begitu!

Pergi dari sini!

Kami tak akan memberimu boneka, tak perduli kau mau apa!

Boneka-boneka ini milik meuseum.

Aku menguasai mayoritas perusahaan yang mendukungmu.

Apa katamu?

Nama perwakilannya berbeda-beda,

jadi pasti kau tak menyadarinya.

Dasar pengecut!

Apa maksud dia?

Investasi palsu.

Itu artinya mayoritas dana yang dikeluarkan untuk museum berasal dari dia.

Mungkin dia akan menjual keseluruhan museum itu nantinya.

Pergi dari sini!

Sekarang juga!

Suzuko, waspadalah, kau punya senjata penyengat, kan?

Ya.

Ibu?

Nyonya!

Bibi.

Aku tak apa-apa.

Aku tak bisa memaafkannya.

Jika sesuatu terjadi padamu, aku...

Aku tak akan memaafkan orang itu!

Suzuko...

Kau tak perlu kuatir.

Aku selalu berdoa,

demi kebahagiaanmu.

Ibu

Kau berbaring begitu bisa mengalihkan perhatianku.

Apa pedulinya,

tempat ini bukan milikmu.

Kau akan menghadiri peringatan tujuh harinya?

Iya.

Apa mereka akan menunda pesta pernikahannya?

Tidak,

mereka tetap mengadakannya sesuai rencana.

Katanya itu kehendak mendiang bibi.

Sejak hari itu,

bibi memaksakan mengerjakan sendiri museumnya,

walau seharusnya dia

beristirahat.

Kemudian itu terjadi...

Semua itu demi Suzuko, kan?

Ini...

mungkin sedikit konyol,

aku sedikit cemburu pada Suzuko.

Dia sangat dilindungi oleh ibunya...

Sedangkan ayahku,

sama sekali tidak mengkuatirkan aku,

bahkan ketika aku terkilir atau gegar otak.

Lain kali akan kubuatkan bento.

Tak usah repot-repot.

Huh?

Korban bernama Akutsu Kakuzo, berusia 69 tahun.

Dia menjalankan perusahaan finansial.

Penyebab kematian adalah serangan jantung.

Dia menggunakan alat pacu jantung.

Ada kemungkinan alat pacu jantungnya mengalami kerusakan.

Pakaiannya berantakan.

Mungkin dia sendiri yang menyebabkannya, karena kesakitan.

Aku sendiri jika sedang mabuk atau merasa tak enak, akan menanggalkan dasi.

Kurasa kasusnya tak sama.

Lagipula, coba lihat di belakangmu.

Hah?

Ya ampun, benar-benar membuatku takut.

Boneka ini kelihatannya seperti...

Maksudku bukan ini,

aku mau bilang ada satu boneka yang hilang.

Jadi, mana senjatanya?

Eh?

Kau pasti menemukan alat yang merusak pacu jantungnya, kan?

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left