Οι πρώτες 200 γραμμές.
Peringatan: seri ini menampilkan minor melakukan kegiatan
ilegal dan/atau tak aman. Pemirsa perlu hati-hati.
Seri ini diilhami kejadian nyata. Tokoh,
penguraian, insiden, lokasi, dialognya fiktif,
agar dramatis.
Penceritaan ini fiksi.
Kemiripan atas nama,
kehidupan, riwayat orang hidup atau mati,
produk, entitas asli, agar dramatis,
bukan mewakili orang, riwayat, produk, entitas asli.
KONFERENSI INGGRIS 2020 PEMBICARA SEBASTIAN MARROQUIN
Yayasan Sastra Uruguay
Ayahku karya Juan Pablo Escobar
Perlu waktu sangat lama sebelum aku bisa menyebutkan lagi dengan lantang,
"Namaku Juan Pablo Escobar."
Hidup dengan identitas lain bukan semata-mata pilihan
karena itu upaya bertahan hidup. Aku putra Pablo Escobar Gaviria,
pengedar narkotika paling berbahaya di dunia.
Pemimpin Kartel Medellín.
Penyebab gelombang kekerasan dan teror yang mengubah dunia.
Begitu banyak tulisan dan ucapan tentang ayahku…
mungkin lebih dari orang lain.
Hingga saat ini, tak ada yang ungkapkan kehidupan sesungguhnya
dari sudut pandang keluarga,
kepedihan mereka, rasa takut,
kebohongan, rahasia mereka.
DICARI
Aku penerusnya saat dia tewas.
Bukan pewaris kekayaan atau kerajaannya, sebagaimana anggapan orang.
Aku mewarisi perangnya.
Setelah dia tewas, musuhnya menyerangku.
Mereka mengejar uangnya. Mereka yakin aku akan runtuh.
Aku menyintas agar bisa menyampaikan ini. Ini kisah tak dikenal tentang keluargaku.
Sampai saat ini.
Saat kecil, aku yakin aku pemimpin dunia ajaib
tempat semuanya boleh dilakukan.
Aku pemberani, tetapi lugu.
Aku menikmati serunya bahaya
tanpa memahami ancaman nyata di sekitarku.
Namun, ada hal khusus yang perlu dipertimbangkan,
orang-orang yang mendukungku.
Kalian mau menenggelamkanku, Bajingan?
Tidak. Ini permainan persaudaraan,
agar kau bisa tahu cara kerjanya.
Lagi pula, kau tangguh atau tidak? Ya.
Awas, ibumu tak suka kau mengumpat, Begundal.
Ya. Dia tak akan suka
saat kuberi tahu kalian mau membunuhku.
Cukup, Nak, cukup!
Bos, kami cuma mengujimu, Cuchito.
Kami melihat kemampuanmu. Coba tebak. Kau lulus!
- Kau lulus! - Kau lulus!
Ya, dia lulus. Hei, Tina!
- Ke nomor tujuh. - Ayah, dengan Jalan Sedih. Juampi!
- Lakukanlah. Lihat. - Mari lihat.
Tidak, aku yang menyetir. Kau tak bisa.
Lakukan sesukamu, Bos!
Hei, Tina! Apa itu?
Itu membuatku takut. Astaga, ikan jelek apa itu?
- Apa? - Ya, lihat baik-baik.
Kini kau melihatnya!
Hei! Guapi.
- Ya ampun! - Ayo!
Tekan tombol ini.
Kukira itu anjing laut!
Kurasa ini sudah cukup untuk membuat film kecil.
Berikan kameranya kepada anak itu, ayo!
Berikan kameranya.
Agar jelas, nanti aku ingin…
Kebanyakan orang berpendapat, membiarkan anak diurus sekumpulan penjahat
tak cerdas.
Mungkin mereka benar.
Namun, mereka teman bermainku, pembimbing hidupku,
teman-temanku, pengasuhku yang tersayang.
Dengan tampang itu, kau bisa membuat film horor!
Hei! Akan kuberi tahu.
Begini, kau kuberi sepuluh ribu jika tak membiarkan mereka lewat.
Akan kuberi sepuluh ribu.
Dia sudah katakan, Nak! Ayo, Pak Tua! Bertindaklah!
Kebanyakan mereka putra petani yang,
setelah menerima kebaikan ayahku, mendapat kehidupan lebih baik,
untuk berterima kasih, mereka membahayakan nyawa mereka untuknya dan untukku,
sesering apa pun yang diperlukan.
Sialan!
Serius.
Kau bepergian jauh-jauh ke sini hanya untuk menjadi daging cincang.
Astaga, aku berbuat salah! Itu bahkan tak bisa dimakan, Lagaña!
Tenang, semua enak dengan nasi, Huevón.
Dia masih bernapas? Kita perlu menghubungi dokter hewan.
Nak, tenang saja.
Dunia ini tak kekurangan hewan, Cucho.
Baik, Juampi-ku.
Di sinilah akhir dokumenter National Geographic, Nak.
Ayahmu memberi banyak uang untuk hewan buas ini, Huevón.
Jadi, hari ini, kau harus merampungkan tugas.
- Lakukanlah. Ambil pistolnya. - Benar, Nak.
Kau akan membuktikan kau Escobar sejati hari ini, Juampi.
Bagus. Lakukan dengan percaya diri. Tembak dengan benar.
- Ayolah. - Begitu. Ayo, Nak.
1. AKHIR KELUGUAN
Ayo, Pak Tua. Bawa ke bengkel dan perbaiki.
Jika ada masalah, katakan saja kita menabrak pohon atau sesuatu.
Teman-Teman? Bagaimana tadi?
Hacienda itu tempat berlindung kami.
Dalam lahan seluas itu, tiap hari adalah petualangan.
Baik, kenapa para wanita lama sekali?
Hingga saat itu, situasi tampak lancar.
Sebelum lama, semua akan berubah.
Aku ingin menemui ayahku.
Tak sekarang, Nak, dia sibuk.
Papi, kenapa cemberut? Ayo masuk, ada kolam renang kecil.
Kalian mau minuman dingin, mungkin alkohol?
Atau, kita bisa bekerja,
turunkan lukisan Bu Victoria dari sana. Ayo.
Astaga! Akhirnya kau datang. Dari mana kau, Sayang?
Kita pergi ke Medellín besok,
dan kau belum mulai tugas PR satu pun, Juan Pablo.
Bos, maaf, mobil kami mogok.
Kau apakan dahimu?
Bukan apa-apa, Bu, aku ada di danau dan terbentur kayu.
Tentu saja. Mereka sungguh tak bertanggung jawab, ya?
Jadi, anak bisa terbunuh di depan kalian,
tak ada yang bertindak.
- Tak sengaja, Bos. - Biar kuperiksa.
Angie, bantu dia dengan PR-nya,
kau urus lebih baik.
- Ya, Bu. - Matikan itu.
Ibuku.
Dia paham kelompok yang dipilih ayahku
untuk mengasuhku bukan yang terbaik.
- Sampai jumpa! - Ya, Tina!
Namun, rasa takut menang.
Pada skalanya, keselamatanku mulai melampaui pendidikanku.
ESCOBAR DIPENJARA PADA 1976
Walau saat itu, kami tak tahu
seharusnya kami aman dari apa.
Kini situasi sungguh memburuk, ya?
Bu.
Apa Ayah juga tak makan dengan kita hari ini?
Sayang, kau tahu ayahmu sangat sibuk.
Dia bekerja, mengurus masalah kecil di suatu tempat.
Masalah apa?
Cuma situasi yang kacau. Makanlah, agar bisa tumbuh dengan tampan, ya?
Bu.
Apa Ayah marah karena dia dipanggil Robin Hood?
Kenapa dia marah soal itu, Sayang? Tidak. Itu cuma julukan.
Mereka yang mengasuhmu juga punya julukan.
Kau kira itu nama asli mereka?
El Dorado, Kiss, Tina. Sama saja dengan ayahmu, Sayang.
Orang yang sangat menyayanginya memberinya julukan yang cocok untuknya.
Kenapa menatap seperti itu?
- Aku mencari julukan untuk Ibu. - Sungguh?
Pipi Manis!
Kau cerdas soal itu,
tetapi tidak jika soal membuat PR?
Para begundal yang mengasuhmu membuat imajinasimu melayang.
Dengan para pengasuhku.
Mereka yang bisa bicara dengan roh. Bagaimana mereka tahu, mereka tak mati?
Dimensi paralel, Nak. Ada orang yang bisa begitu, ya?
Bicara dengan orang mati?
Ibuku biasa melakukannya, dia selalu bicara.
Aku tak percaya ada yang bisa begitu.
Astaga.
Saat orang mati dengan sengsara, mereka tak cuma diam saja, tidak.
Mereka melayang sedih, seperti roh tersesat. Tahu sebabnya?
Karena negeri ini lebih mati dibanding aku, Sayang.
- Benar. - Mau tahu, Kiss?
Biarkan orang mati menidurimu,
jika terasa sakit, berarti kau masih hidup, Bodoh.
- Apa kabar? - Hei, Bos Kecil.
Tunggu, Allegra. Anak itu di sini.
Kejuaraan!
- Giliranmu, Kiss. - Tidak, Nak. Sudah larut, tidurlah.
Kau mau bermain atau kau takut?
Baik, ayo.
- Akhirnya, ayam datang bermain. - Ayam? Kau akan kalah.
- Orang lain akan kalah. - Kita lihat saja.
- Curang, ada apa denganmu? - Hei, hormatlah!
Hei.
Hei. Hati-hati memercayai pesawat antariksa, Nak.
Sebab kau akan minta kepada ayahmu.
Lalu habislah kami, karena Bos, sesuai sifatnya,
akan minta kami mencarinya ke mana-mana. Itu tak ada!
Itu belum ada, tetapi akan ada pada masa depan.
Masa depan.
"Masa depan" itu kata yang tak ada bagi orang seperti kami, Nak.
Kami cuma mengandalkan di sini dan sekarang.
Bos Kecil, saatnya tidur, sudah larut.
Jangan cemberut. Tidak boleh. Ayo, Nak, sudah larut.
- Gosok gigi yang bersih. Ayo. - Tamatlah riwayat kita.
Ya.
Dia ada di mana-mana, penyayang, asyik, misterius.
Dia selalu bekerja. Dia ada di koran dan di TV.
Aku mendambakan menjadi dirinya,
tetapi hanya waktu yang selalu kurang baginya.
Ayahku memasuki kancah politik.
Dia perwakilan Kongres Kolombia.
Itu membuatnya menjadi sorotan publik, tetapi menjauhkannya dari rumah…
Aku mulai bertanya-tanya,
"Siapa ayahku? Siapa Pablo Escobar?"
No comments yet. Be the first to leave one.