Οι πρώτες 200 γραμμές.
ERA GORYEO
KETIKA KERUSUHAN AKAN TEH
DAN PEDANG MENDOMINASI
Hong-yi!
Hong-yi!
Aku berhasil!
Wah! Kamu melompatinya?
Kamu berhasil!
Aku mampu melakukannya!
Kamu mau pergi ke mana? Bagaimana dengan latihannya?
Kamu tidak sebanding denganku!
Kembalilah, Hong-yi!
Kembalilah, Hong-yi!
Bagaimana jika ibu tahu!
Jangan khawatir! Aku segera kembali!
Pencuri! Tangkap dia!
Lepaskan!
Lari!
Wah!
Itu dia!
Dia luar biasa.
Dua puluh empat!
Pemenang!
Dua puluh empat! Menang!
Berhenti! Siapa kamu?
Nomor berapa kamu?
Siapa peduli? Aku di sini untuk bertanding!
Bawa dia pergi!
Pertarungan!
Mulai!
Darah harus dibalas dengan darah.
Hong-yi akan membunuh kita.
Hong-yi mati.
Ingat kata-kataku!
Kita akan mati karena Hong-yi.
Tangkap anak itu!
Tangkap dia!
Jenderal Yu-baek memberi jabatan tinggi untuk pemenang pertempuran.
Mereka akan melakukan apapun untuk menang.
Sekarang, setiap petani yang bisa bertarung akan dapat jabatan.
Kekuatan jenderal Yu-baek tidak terkalahkan.
Jaga ucapanmu.
Jenderal apa!
Dia bahkan tidak tahu cara mengeja namanya!
Apa jadinya dunia ini?
Benar, Wol-so?
Tapi aku tidak bisa melihat dunia.
Jalanan sangat kacau! Jangan hanya minum teh!
Astaga, astaga!
Ada apa?
Yu-baek mengadakan pertandingan tempurnya hari ini.
Anak luar biasa muncul!
Tingginya sekitar 5 kaki.
Dengan tubuh sangat langsing dan wajah sangat lembut untuk pria...
Anak itu bahkan terlihat cantik!
Terlihat seperti gadis bagiku, tapi dia bertarung seperti pria!
Tidak, tidak mungkin.
Gam-cho?
Gam-cho!
Kembalilah, Hong-yi!
Kembalilah, Hong-yi!
Hong-yi...
Di mana dia?
PEMUKIMAN PEDAGANG ARAB
Halo!
Halo!
Siapa kamu?
Ekormu panjang.
Siapa kamu?
Kamu tidak tahu untuk siapa kamu bertarung?
Aku kagum dengan kemahiranmu.
Maafkan aku karena mengejarmu, tapi kamu tiba-tiba menghilang.
Kenapa tidak kamu selesaikan pertarungannya?
Aku bisa mengalahkannya.
Tapi tidak perlu ada pertumpahan darah.
Kan?
Aku ke sana untuk peregangan.
Tidak hanya ahli bertarung, tapi juga pandai.
Namamu?
Gam-cho.
Gam-cho.
Gam-cho?
Murid siapa kamu?
Aku tidak bisa mengatakan nama guruku.
Tapi tubuhmu tidak bisa mengikuti pikiranmu,
kamu mudah kehilangan fokus.
Kakimu cepat, tapi tanganmu lamban.
Apa?
Jika kamu membuka topengku dan bisa dalam 3 kali percobaan,
aku akan mengakuimu.
Satu!
Dua!
Tiga!
Kamu masih menganggap tanganku lamban?
Saatnya aku bilang padanya.
Mungkin terlalu cepat.
Yu-baek akan menemukan kita dan datang.
Bagaimana jika Hong-yi terluka?
Daun teh yang baru dipetik tidak berbau.
Tapi semakin kamu gumpal dan hancurkan...
akan mengeluarkan aroma yang kuat.
Ini mungkin teh terakhir yang aku buat untukmu.
Dari mana kamu?
Maafkan aku!
Hanya keluar...
Ini untukmu, bu.
Warna merah yang indah.
Siapa yang kamu temui?
Aku memenangkannya saat pertandingan.
Dia hanya seorang pria... Dia tampaknya golongan bangsawan.
Apa dia menanyakan namamu?
Tidak!
Dia bertanya siapa guruku, tapi aku tidak mengatakannya.
Hong-yi...
Aku benar-benar minta maaf!
Aku tidak akan melakukannya lagi.
Hong-yi!
Ya?
Kenapa kamu berlatih?
Untuk membunuh dua orang.
Mereka membunuh orang tuaku.
Darah harus dibalas dengan darah.
Ketika aku berumur 20, aku akan membunuh mereka.
Kamu punya dua musuh.
Satu melihatmu untuk pertama kalinya hari ini.
Yang lain...
sudah memperhatikanmu selama bertahun-tahun.
Siapa mereka?
Aku akan membunuh mereka tidak peduli apa yang terjadi!
Benarkah?
Ini...
Sekali kamu memegangnya...
tidak bisa kembali lagi.
Kamu yakin tidak akan menyesal?
Ini pedang Sul-rang...
dari Tiga Pedang Hebat.
Pedang Pung-chun menentukan tujuan.
Pedang Sul-rang bertarung melawan ketidakadilan.
Pedang Duk-gi melindungi untuk membantu mencapai tujuan.
Mereka dekat seperti saudara yang berjanji untuk mati bersama.
Dan Sul-rang dan Duk-gi adalah kekasih.
Duk-gi!
Kita sudah menangkap
putra gubernur Lee, Lee Jon-bok!
Aku Pung-chun dari Tiga Pedang Hebat!
Gubernur Lee!
Dengarkan masyarakat!
Pung-chun...
Ini Hong-yi!
Hong-yi...
Jika kamu ingin aku menghadapi ini,
aku akan bertarung.
Duk-gi!
Bagaimana...
Bagaimana!
Aku sudah memutuskan.
Mereka berjanji padaku.
Jika kamu berubah pikiran, kami semua...
- dan keluargamu akan selamat! - Diam!
Kita bertiga bisa melakukan hal yang lebih hebat!
Apa yang lebih hebat daripada bertarung untuk masyarakat!
Tidak!
Aku...
tidak akan memaafkanmu!
Pung-chun!
Pung-chun!
Berhenti!
Mati!
Banyak yang meninggal karena pengkhianatan Sul-rang dan Duk-gi.
Termasuk ayahmu...
dan ibumu.
Tidak...
Jangan...
Tidak...
Pedang itu menikam jantung ayahmu.
Kamu bohong.
Aku Sul-rang.
Duk-gi, pria yang memberimu topeng merah...
dan aku, Sul-rang, musuhmu.
Kamu berbohong!
Kamu gegabah dalam mempertunjukkan kemampuan berpedangmu.
Lihat bagaimana kamu diberi makan dan pakaian oleh musuhmu!
Masih berpikir bisa membunuhku dan dia?
Dan membalas darah ayahmu pada pedang itu?
Ibu...
Ibu...
Kekanak-kanakan!
Apa kamu masih menganggapku sebagai ibumu?
Ingat kata-kataku!
Aku bukan ibumu. Aku musuhmu, Sul-rang!
Tinggalkan rumah ini.
Saat kita bertemu lagi...
salah satu dari kita pasti mati.
Duk-gi!
Berhenti!
Bawakan aku teh.
Dia mau teh!
Hak-sun.
Ya, pak.
Rumah teh di pasar Arabian...
No comments yet. Be the first to leave one.