Οι πρώτες 200 γραμμές.
Diterjemahkan Bersama Oleh : Dehar Tan -- Joseph a.k.a josephermlase L e a v e s t -- mupi
Sebelum menjadi dokter kami harus mengambil sebuah janji.
Itulah yang disebut Sumpah Hippokrates.
Beberapa sumpah, diantaranya "kami akan selalu mengambil sisi kebenaran".
"Kami akan menghormati setiap nyawa bagaikan sesuatu yang berharga".
"Kami akan lebih mementingkan pasien daripada diri kami sendiri".
Sangat mudah untuk berjanji.
Tapi sangat sulit untuk memenuhinya.
Dan kisah kami berawal di perempatan yang sama.
Dr. Asthana terkenal seorang ahli bedah umum negara.
Orang-orang menyebutnya "Dewa Bedah".
Dan Aku menganggapnya mentorku.
Dan untuk mempelajari ilmu bedah dari dia, ...
... Aku melakukan magang di Rumah Sakit Umum Shekhavat.
Pak, siapa pasien ini?
- Seluruh media berbondong-bondong untuk mendapatkan beritanya. - Dia Tn. Laxman Gagal.
Gagal? Salah satu taipan bisnis terbaik?
Ya.
Tapi apa yang terjadi?
Kecelakaan.
Apa yang terjadi di sini?
Ini bukan arena sirkus sialan.
Siapkan ruang operasinya. Dr. Riya.
Ya, Pak.
Kau bawa pasiennya. Dr. Romesh.
Pak.
Hai, Dokter. Namaku Amit Gagal. Itu ayahku.
“Raja Gagal 3".
Jauhkan keluargamu dariku.
Jangan tanya-tanya lagi tentang kondisi pasien.
Aku akan merasa kesal.
Dan akhirnya, tak seorang pun selain Aku yang bisa menyelamatkan ayahmu.
Jelas? Awas.
Pak.
- Pak, denyut jantung akan turun. - Pak, turun menjadi 60.
- Tingkat BP? - Pak, 90 istolic.
Suster, berikan Aku Dopamin Drip. Cepat.
Dokter, dia tenggelam.
5 menit. Lagi. Aku hampir selesai.
Pak, Head Beat turun menjadi 40.
Inter Cardinal Adrenaline. Dr. Romesh.
Ya, Pak.
Perawat. Cepat.
Tusukkan di antara rusuk ketiga dan keempat.
Pak, langsung di jantung?
Tusuk sekarang. Kita kehilangan dia. Ayo!
Apa yang kau pikirkan? Tusuk sekarang. Ayo!
Tusuk! Siapa yang mengizinkanmu di ruang operasi?
Berikan padaku. Awas!
Oh Tuhan. BP-nya turun menjadi 55.
Atropine 1 Ampule.
BP-nya akan turun, Dokter.
- Atropine 1 Ampule, Perawat. - Ayo, cepat suster.
Denyut jantung turun menjadi 20, Pak.
Denyut Nadi turun. Dokter, Bradycardia.
Perawat, Defibrillator.
Isi 200.
Isi.
Selesai.
Pak. Pak.
Tunggu.
Tn. Gagal mengalami beberapa patah tulang rusuk dan limpa pecah.
Operasi berhasil. Dia ada di ICU sekarang.
Di bawah observasi.
Dia akan segera pulih. Terima kasih.
Tapi kapan dia mampu memimpin seperti biasa ...
Pak. Aku sangat menyesal untuk apa pun yang terjadi hari ini di OT.
Jaga Tn. Gagal di ICU.
Jika ada darurat tekan kode tombol biru.
Ya, Pak.
Kau tidak bisa memberi suntikan.
Aku harap kau bisa menekan tombol.
Pak, Aku ...
Hei, kau ...
Kau belum tidur juga?
Ini sudah jam 06.30 pagi.
Ini jam 11.00 di Sydney. Ini pertandingan langsung.
Bagaimana Aku bisa tidur?
Bagaimana kau tiba-tiba bisa tertarik dengan kriket?
Ada pemain kriket baru yang cute?
Hanya kau.
Ya ... sudahlah.
Aku tahu kau kesal karena Aku membuncah tapi ...
Tapi apa yang dikatakan Asthana itu benar.
Aku ketakutan.
Apa yang terjadi padaku?
Sshh ... Tidak apa-apa.
Ini operasi pertamamu.
Dan ...
Dalam situasi seperti itu rasa gemetaran hal yang biasa.
Itu sebabnya kita magang ...
... agar kita bisa menghadapi situasi tersebut.
Lagian, tidak mudah untuk menyuntikkan di paru-paru seseorang ...
... terutama jika dia seperti selebriti besar.
Itu berarti Aku orang baik dan dokter yang buruk.
Hanya orang baik yang bisa menjadi dokter yang baik.
Omong-omong, orang yang baik, dokter yang baik ...
... menjadi kekasih yang baik juga.
Perlahan dan perlahan-lahan ...
... biarkan hati ini merindu.
Perlahan dan perlahan-lahan ...
... biarkan aroma tinggal dalam napas.
Ungkapkan semua perasaan hati hari ini.
Biarkan mimpi-mimpi kita terbang bersama angin.
Mari kita nikmati hidup yang singkat ini.
Mengorbankan dunia ini untuk cinta.
Nikmatilah saat ini.
Mengorbankan dunia ini untuk cinta.
- Ya, Aku sudah makan. - Bagaimana studinya?
Riya, dimana pakaianku?
- Riya ... itu ... - Beritahu Aku.
Ayah, Aku akan meneleponmu kembali. Aku tidak bisa mendengarmu.
Apa yang kau lakukan? Ayah sedang menelepon.
Dia tidak tahu kita tinggal bersama.
Aku dari sebuah kota kecil, bukan orang asing.
Baik, tapi dimana kau menyembunyikan pakaianku.
Ada di sini.
Saat kita bertatap muka ...
... mata kita terkunci.
Sama seperti Aku ...
... matamu juga mencariku.
Aku gelisah karenamu.
Doamu adalah untukku.
Mari kita nikmati hidup yang singkat ini.
Mengorbankan dunia ini untuk cinta.
Nikmatilah saat ini.
Mengorbankan dunia ini untuk cinta.
Pria ini tak perlu diperkenalkan.
Dia orang yang penting untuk kita seperti Sachin untuk Cricket.
Kalau bukan karena Dr. Asthana, ...
... kita takkan mendapatkan dana untuk bangsal anak-anak kita.
Sekarang Aku ingin Dr. Asthana menyampaikan beberapa kata.
Apa yang bisa Aku katakan? Dia menjadikanku Tendulkar.
Dia juga sama pentingnya untuk rumah sakit kami.
Seperti BCCI untuk Tim kriket India kita.
Entah kita bisa tinggal bersama mereka ...
... atau tanpa mereka.
Ya.
Hallo.
Hai, dokter. Dokter, ini anakku, Ankur.
Dia sakit perut parah sejak semalam. Tidak tahu, apa itu?
Kemarilah, Nak. Ayo.
Duduk.
Apa dia muntah?
Tidak. Memang dia bilang dia merasa seperti mau muntah.
Tapi dia tidak muntah.
Aku sudah memberinya Pain Killer, tapi itu tidak ada gunanya.
Baik.
- Nyonya ... - Nandita. Kau bisa memanggilku Nandita.
Nandita, Aku tidak bisa memastikan sekarang.
Tapi bisa saja ini radang usus buntu.
Aku rasa mungkin lebih baik jika kau ...
... biarkan dia tinggal di sini untuk malam ini.
- Bagaimana bisa tiba-tiba dia kena usus buntu? Maksudku ... - Tidak, tidak, tidak.
Ini bukan kondisi yang serius. Ini masalah yang sangat umum.
Sebenarnya usus buntu adalah bagian dari tubuh kita ...
... dimana tanpa itu pun kau bisa dengan mudah beraktivitas.
Sama seperti amandel. Kami menyebutnya organ vestigial.
Seperti ekor.
Ya, seperti ekor.
Masalahnya adalah untuk mengkonfirmasi ...
... perlu kita lakukan Sonografi.
- Dan itu bisa dilakukan hanya besok pagi. - Jadi Aku rasa ...
... akan lebih baik jika kau biarkan dia di sini malam ini karena ...
... kalau dia kesakitan malam ini di rumah, ...
... itu akan merepotkan. - Yeah.
Baik. Aku akan menjaganya.
Baik, sangat bagus. Jangan takut.
- Ya, Pak. - Dimana kamar Ankur Arora?
- Di lantai 2. Kamar nomor 201. - Terima kasih.
Sama-sama.
Apa yang kau lakukan di sini?
Pertanyaannya adalah apa yang yang kau lakukan disini?
Apa yang terjadi?
Dan apa yang terjadi pada Ankur tiba-tiba?
Perkiraan Dokter, itu radang usus buntu.
Dokter bilang dia harus dirawat agar ...
... tidak terjadi komplikasi apapun.
Jadi. Aku menjaganya.
Kau berbuat baik. Tapi kau harus meneleponku.
Aku akan datang denganmu.
Kelamaan.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Sekarang kau bersikap terlalu formal.
Kau bukan hanya pegawaiku, tapi temanku juga.
Kau harus meneleponku. Kau tahu Aku selalu ada untukmu.
Duduk.
Sandwich.
Aku lagi tak selera makan.
Dengar, makanlah.
Atau kau akan terkena asam lambung dan semua omong kosong itu.
Bahkan ibu harus dirawat beserta anaknya.
Dia bilang sejak pagi kalau dia sakit perut.
Aku pikir dia cuma beralasan untuk tidak pergi ke sekolah.
Aku begitu bodoh.
Ankur.
Aku pikir kau berbohong.
Aku sangat menyesal.
Kau terus mengatakan padaku sepanjang hari tapi Aku tak peduli.
Ini pasti sangat menyakitkan.
No comments yet. Be the first to leave one.