Phantom Lawyer

Phantom Lawyer (신이랑 법률사무소)

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Σεζόν 1

Πληροφορίες έκδοσης

Phantom Lawyer S01 KOREAN NF WEB H264-SYLiX
Ένα Σχόλιο από tedi
Retail NF (16 eps)

Ετικέτες

webdl
Δημοσιεύτηκε στις: 2026-05-03
Λήψεις: 156
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, ORGANISASI, DAN LAIN-LAIN ADALAH FIKSI

AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM KONDISI AMAN

PUSAT MEDIS DARURAT

Di mana Pasien Shin I-rang?

- Kau kontak darurat Tuan Shin I-rang? - Ya.

Maafkan aku.

Dia sudah tak sadarkan diri saat tiba di sini.

Jangan.

Aku seharusnya ikut ke sana.

Aku seharusnya bersamanya.

Apa…

Apakah aku…

Aku sudah mati?

Apakah aku…

benar-benar sudah mati?

Om.

Siapa kau?

Tunggu.

Siapa aku?

Om.

Om harus pergi ke situ.

Maksudmu, ke mana?

Ibu, dia di sini!

I-rang.

I-rang, Ibu datang.

Dokter, apa yang terjadi pada putraku?

Jangan pergi ke luar sana!

Om, jangan pergi.

Apa yang terjadi pada putraku, Dokter?

Kumohon, tolong dia, Dokter.

Kami sudah melakukan CPR beberapa kali.

- Dokter. - Kumohon kepadamu.

Ibuku…

Om berjanji akan menemukannya untukku.

Pasien Shin I-rang dinyatakan meninggal pada pukul 20.43 tanggal 16 Agustus…

Apa… Kalian mendengar itu?

- Ambilkan defibrilator. - Ya, Dokter.

- Apa yang terjadi… - Tolong, menyingkirlah.

- Tidak. - Kalian, mundurlah.

- Tapi… - Kemarilah.

I-rang.

Aman!

Isi daya 200 joule.

EKG sudah normal!

- I-rang, kau bisa melihat Ibu? - I-rang.

I-rang, kau bisa dengar Ibu?

Pengacara Shin…

…Reporter Park Seong-chan.

Kami akan bawakan kabar terbaru tentang Cho seiring perkembangannya.

Berikutnya, mari kita menemui pahlawan penyelamat Kwon, anak yang diculik.

- Reporter Kim Bo-ra? - Ini tayangannya.

Saya berada di rumah sakit tempat Tuan Shin I-rang dirawat.

Tuan Shin tertembak saat menyelamatkan anak tersebut,

- tapi pemulihannya baik… - Dia keluar.

- Tuan Shin sedang keluar. - Tuan Shin!

Mohon komentarnya!

Kekuatan…

petir!

Menyala!

- Menyala! - Menyala!

- Menyala! - Menyala!

Kekuatan…

Petir!

Paman.

Paman sangat keren. Paman yang terbaik!

Menurutmu begitu?

Jika menurutmu begitu, berarti Paman memang keren.

Leganya.

- Aduh! - Gawat.

- Kau baik-baik saja? - Hati-hati.

- Si bodoh itu. - Beristirahatlah, ya?

- Makasih, kalian. - Sampai jumpa.

Bong-su, menyala!

I-rang, menyala!

- Ayo pergi. - Ya ampun, pengalamanmu banyak, ya.

Menyendirilah. Kami kembali nanti.

Pengacara Han menangis?

Dia menangis tersedu-sedu. Katanya, dia seharusnya bersama Om.

Benarkah?

Dia menangis tersedu-sedu?

Apa yang lucu?

Wah, Pengacara Han.

Kau baik-baik saja?

Tak bisakah kau berhati-hati? Kau baru tertembak!

Aku tak apa-apa. Sungguh.

Om, bolehkah aku pergi ke rumah Om?

Ya, pergilah. Pasti membosankan di sini. Bermainlah dengan Da-bong dan neneknya.

Baiklah!

Hore!

Si-ho sudah pergi.

Kau pasti terguncang gara-gara aku.

Aku terguncang dan khawatir.

Kau seharusnya mengajak Bong-su atau aku untuk menangani hal seperti itu.

Pergi ke sana sendirian itu berbahaya.

Kau benar.

Aku terburu-buru saat itu.

Aku ingin menemukan jati diri Si-ho secepat mungkin.

Baru ingat.

Pada hari kau mencari Si-ho,

ayahnya datang ke kantor untuk konsultasi perceraian.

Perceraian?

Mereka hidup terpisah sejak Si-ho hilang.

Keduanya bergumul dengan penyesalan dan rasa bersalah.

Mereka bahkan tak tahu apakah dia hidup. Kurasa mereka yang lebih sengsara.

Kau benar.

Peluang yang tipis

terkadang bisa lebih menyakitkan.

Omong-omong, bagaimana penyidikannya?

Itu dilakukan dalam penahanan

berkat Ye-jun yang kau selamatkan dari TKP.

Tapi Cho Chi-yeong menggunakan haknya untuk bungkam tentang Si-ho

yang hilang lebih dari setahun silam.

Ye-jun dan Si-ho kira-kira sebaya,

dan sama-sama bersepatu bot hujan kuning.

Meski begitu, tak ada bukti bahwa dia menculik Si-ho.

Kau sedang apa?

Hukuman untuk penculikan, bujukan, dan pengurungan anak

hanya maksimal sepuluh tahun penjara.

Dalam kenyataannya, bisa jauh lebih ringan.

Aku tak bisa membiarkannya.

RUMAH SAKIT SEOIN

Mari kubantu seperti ini.

- Ya ampun. - I-rang baru saja tertembak!

Maaf. Kesalahanku.

Setidaknya samakan langkah.

Kiri, kiri.

Untuk apa? Kita bukan tentara.

Ya ampun!

Ayolah!

Kau baik-baik saja?

"Aku tidur nyenyak."

"Nyenyak, ya?"

Andai aku bisa ikut bermain.

"Sayang, apakah malammu tenang?"

"Tentu saja."

"Kita harus makan pagi."

"Mari kita makan dan…"

"Sayang, kau punya pekerjaan akting hari ini?"

"Ya, aku menjadi dokter hari ini."

"Astaga, itu hebat."

Ayah, bisakah Ayah tak pergi bekerja?

Aku ingin bersama Ayah.

"Mau pergi ke taman hiburan bersama Da-bong akhir pekan ini?"

"Ide bagus. Itulah Sa-rang istriku."

Aku ingin pergi berkemah.

"Semoga syutingnya sukses."

"Baiklah, makasih."

Permisi.

Aku ingin menanyakan anak bernama Yoon Si-ho.

Begitu rupanya.

Apakah kau ayah Si-ho?

Apa kau mengenal putraku?

Cuma dengar dari polisi,

bahwa dia menghilang setahun silam.

Kau menyelamatkan anak bernama Ye-jun.

Apakah kau

kebetulan tahu di mana Si-ho?

Tidak.

Maafkan aku.

Begitu rupanya.

Halo?

Dia tidak tahu.

Sayangku? Kau tak apa-apa?

Kau mau aku ke sana sekarang?

Baiklah, maafkan aku. Aku hanya…

Si-ho akan baik-baik saja.

Mari kita tunggu lagi, ya?

Dia berkata mau mengizinkanmu naik mobil polisi?

Ya.

Dia adalah orang tak dikenal. Apa kau tidak takut padanya?

Dia bukan orang tak dikenal.

Detektif itu memberikan pelajaran keselamatan di sekolah.

Jika begitu, pasti lebih mudah untuk memercayainya.

Dia juga sangat baik terhadapku.

Dia menunjukkan pistolnya kepadaku dan bermain denganku.

Tapi pada malam harinya, saat aku ingin pulang,

dia mencegahku dan berkata akan mengajakku ke tempat yang menyenangkan esoknya.

Aku tetap berkata akan pulang.

Lalu, dia marah.

Sebenarnya,

kepalaku sakit sejak pagi itu.

Makin parah saat dia memarahiku.

Apakah sangat sakit?

Ya.

Jadi,

aku minum obat dan terus tidur.

Saat membuka mata,

aku sudah berada di kantor Om.

Begitu rupanya.

Aku merindukan orang tuaku.

Tak bisakah aku menemui mereka?

Si-ho.

Sayangnya, kau tak bisa menemui ibu dan ayahmu sekarang.

Kenapa?

Orang tuamu…

agak sakit.

Sungguh? Sakit apa?

Mereka sakit hati.

Kenapa?

Misalnya,

Phantom Lawyer subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Phantom Lawyer

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left