Οι πρώτες 187 γραμμές.
(MELALUI RADIO) Ini adalah
kapal pengungsi Statesman.
Kami sedang diserang.
Aku ulangi, kami sedang diserang.
Mesin mati, penyokong hidup gagal.
Meminta bantuan dari kapal di jangkauan.
Kami 22 titik lompat dari Asgard.
Awak kami terdiri dari keluarga Asgard.
Kami punya sedikit tentara di sini.
Ini bukan kapal perang.
Aku ulangi, ini bukan kapal perang.
Dengarkan aku dan bersukacita.
Kau mendapat kehormatan
untuk diselamatkan oleh Titan Agung.
Kau pikir ini penderitaan.
Tidak.
Ini adalah keselamatan.
Timbangan semesta condong ke arah seimbang
karena pengorbananmu.
Tersenyumlah.
Karena dalam kematian sekalipun,
kau telah menjadi Anak-anak Thanos.
Aku tahu rasanya kalah.
Merasa sangat yakin kau benar...
Namun tetap saja gagal.
Itu menakutkan.
Membuat kaki gemetar.
Tapi aku tanya, untuk apa?
Takuti itu, lari darinya...
Takdir tetap datang juga.
Dan kini, ia tiba.
Atau harus kukatakan...
Akulah takdir itu.
Kau terlalu banyak bicara.
Tesseract-nya.
Atau kepala saudaramu.
Kurasa kau punya pilihan.
Oh, tentu.
Bunuh saja dia.
- (BERDERAK) - (MERINTIH)
Baik, hentikan!
Kami tak punya Tesseract itu.
Sudah hancur di Asgard.
Kau benar-benar saudara terburuk.
Aku janji padamu, saudara...
Matahari akan bersinar lagi bagi kita.
Optimismu salah tempat, Asgardian.
Yah, pertama, aku bukan Asgardian.
Dan kedua...
Kami punya Hulk.
- (THANOS MERINTIH) - Biarkan dia bersenang-senang.
Para leluhur...
biarkan sihir gelap mengaliriku sekali...
Lagi.
Itu sebuah kesalahan.
Tidak!
Kau akan mati karena itu.
Sst.
Sosokku yang rendah hati...
Bersujud di hadapan keagunganmu.
Tak ada makhluk lain yang punya kekuatan...
Bahkan, kemuliaan...
Untuk memegang dua Batu Keabadian.
Semesta ada dalam genggamanmu.
Ada dua batu lagi di Bumi.
Temukan, anak-anakku, dan bawa padaku di Titan.
Ayah, kami takkan mengecewakanmu.
Jika boleh aku menyela.
Jika kau ke Bumi, kau butuh pemandu.
Aku punya sedikit pengalaman di sana.
Jika kau anggap kegagalan itu pengalaman.
Aku menganggap pengalaman itu pengalaman.
Thanos yang perkasa...
Aku, Loki, pangeran Asgard...
Odinson...
Raja sah Jotunheim...
Dewa kenakalan...
Dengan ini berjanji padamu...
Kesetiaanku yang abadi.
Abadi?
Kau harus memilih kata-katamu dengan hati-hati.
- (LOKI MENGGERUTU) - (PEDANG JATUH)
Kau...
Takkan pernah...
Menjadi dewa.
Tidak!
Kali ini tidak ada kebangkitan.
Tidak. Loki.
Serius, kau tak punya uang?
Terikat pada materi berarti lepas dari spiritual.
Akan kusampaikan pada orang di toko.
Mungkin mereka buatkan ham metafisika.
Oh. Tunggu, tunggu. Sepertinya aku punya 200.
Dolar?
- Rupee. - Berapa itu?
- Uh, satu setengah dolar. - (MENGHELA NAPAS)
Apa yang kau inginkan?
Aku mau tuna melt kalau ada.
Thanos akan datang.
Dia datang.
Siapa?
Pelan-pelan, aku jelaskan padamu.
Kau benar-benar meracau.
Tidak, aku tidak. Aku bingung.
Begini, tahu tidak saat kau bermimpi,
lalu di mimpi kau harus buang air kecil.
- Ya. - Oke.
Lalu kau berpikir, "Ya Tuhan.
"Tak ada kamar mandi. Harus bagaimana?
- "Oh, ada yang melihat." - Benar.
"Oh, aku akan mengompol."
Lalu kau terbangun dan di dunia nyata
kau benar-benar ingin buang air.
- Ya. - Iya.
- Oke. - Semua orang pernah begitu.
Benar, itu poin yang ingin kusampaikan.
Ngomong-ngomong, semalam aku mimpi kita punya anak.
Sangat nyata.
Kita namai dia seperti paman eksentrikmu.
Uh, siapa namanya tadi?
- Benar. - Morgan! Morgan.
- Jadi kau bangun... - Tentu saja.
...dan berpikir kita sedang...
- Menunggu kelahiran. - Iya.
- Ya? - Tidak.
Aku memimpikannya. Sangat nyata.
Jika kau ingin punya anak...
Kau takkan melakukan itu.
Aku senang kau bahas ini, karena ini bukan apa-apa.
Ini hanya unit penyimpanan untuk nanopartikel.
Kau tak membantu posisimu, oke?
Tidak, ini bisa dilepas. Ini bukan...
Kau tak butuh itu.
Aku tahu, aku sudah jalani operasinya.
Aku hanya mencoba melindungi kita...
Dan masa depan kita, itu saja.
Jaga-jaga kalau ada monster di lemari.
- Daripada, kau tahu... - Kemeja.
Kau sangat mengenalku.
- (MENGHELA NAPAS) Tuhan. - Kau selesaikan semua kalimatku.
Seharusnya ada kemeja di lemarimu.
Ya.
Tahu apa yang seharusnya ada? Tak ada kejutan lagi.
Kita akan makan malam yang indah nanti.
- Memamerkan Harry Winston ini. - (TERTAWA KECIL)
Benar? Dan tak boleh ada kejutan lagi. Selamanya.
Aku harus berjanji padamu.
- Ya. - Akan kulakukan.
Terima kasih.
Tony Stark.
Aku Dokter Stephen Strange. Kau harus ikut denganku.
Oh, uh, selamat atas pernikahannya.
Maaf, kau bagi-bagi tiket sesuatu?
Kami butuh bantuanmu.
Bukan melebih-lebihkan untuk mengatakan
nasib semesta sedang dipertaruhkan.
Dan siapa "kami"?
Hai, Tony.
Bruce.
Pepper. - Hai.
Oh. - Kau baik-baik saja?
Saat awal semesta,
tak ada apa-apa. Lalu...
Boom.
Ledakan Dahsyat mengirim enam kristal elemental...
Meluncur ke seluruh semesta.
Batu-batu Keabadian ini
masing-masing mengendalikan aspek kehidupan.
Ruang.
Realitas.
Kekuatan.
Jiwa.
Pikiran.
Dan Waktu.
Katakan lagi namanya padaku.
Thanos.
Dia adalah wabah, Tony.
Dia menyerang planet. Dia mengambil apa yang dia mau.
Dia memusnahkan separuh populasi.
Dia mengirim Loki.
Serangan di New York, itu ulahnya.
Ini dia.
Bagaimana garis waktunya?
Entahlah. Dia punya Batu Kekuatan dan Ruang.
Hal itu sudah menjadikannya
makhluk terkuat di seluruh alam semesta.
Jika dia mendapatkan keenam batu itu, Tony...
No comments yet. Be the first to leave one.