Οι πρώτες 200 γραμμές.
Waktu masih muda, aku bekerja di kapal penangkap tiram.
Aku biasa memandang ke atas ke arah rumah besar di atas bukit
dan bertanya-tanya bagaimana rasanya tinggal di rumah seperti itu.
Aku dulu berpikir, "Mereka orang berengsek kaya.
Mereka tidak perlu bekerja sehari pun dalam hidup mereka."
Rumah itu milikku sekarang.
Itu belum selesai.
Aku pun demikian.
Terima kasih. Selamat malam untukmu, Kota New York!
Hal paling orisinal yang pernah kulakukan di hidupku adalah mengacau.
Tapi itu belum tentu hal yang buruk.
Aku pernah bertanya pada seorang koki hebat bagaimana dia bisa sehebat itu.
Ujarnya, "Kuncinya adalah pemulihan, caramu memperbaiki kesalahanmu."
Menurutku, ada banyak hikmah yang didapat dengan susah payah dari itu.
Semua yang telah kulakukan dan kujalani dalam hidup
entah bagaimana menemukan jalannya ke dalam musikku.
Kamera sudah merekam. Oke, suara siap?
Tidak ada bintang rock yang berasal dari tempat bernama Hicksville.
Satu hal mengarah ke lainnya dan itu menjadi "Billy Joel".
Aku lelah dinilai secara stereotip, dikategorikan.
Saatnya melakukan hal berbeda.
Jangan terima omong kosong dari siapa pun.
Aku tidak ingin hidup!
Halo.
- Kau yang menyanyikan Uptown Girl ? - Benar.
Jika kau melupakan asalmu
kau tidak tahu lagi siapa dirimu.
Cinta bisa membuatmu menulis musik, tapi patah hati pun demikian.
Ini bisa menjadi urusan yang cukup buruk.
Ini bukan Pramuka.
Ini adalah bisnis musik.
Salah satu artis rekaman paling sukses sepanjang masa.
Satu-satunya, Billy Joel yang hebat.
Tn. Billy Joel!
- Billy Joel. - Billy Joel.
Billy Joel!
Aku tidak pernah nyaman disorot kamera.
Saat kau tahu kau disorot kamera, seperti sekarang
ada sedikit perasaan tegang.
Seolah, aku tidak bisa kabur.
Aku tidak bisa bersembunyi di balik piano.
Aku tidak menganggap diriku sebagai bintang rock.
Aku seorang musisi
dan aku cenderung ingin bersembunyi di dalam band.
Aku nyaman dengan mereka.
- Aku dapat bobotmu yang hilang. - Ke sanalah itu pergi.
Mereka mengenalku, dan sebaliknya.
Ini lebih berat dari yang kuingat.
Kau mau membawanya pulang?
Orang yang bukan anggota geng kami, kami sebut sebagai warga sipil.
Kau warga sipil jika tidak termasuk geng kami.
Seseorang harus merekam atau memvideokan
betapa banyak omong kosong yang kumainkan.
Aku senang bekerja dengan musisi. Aku senang bermusik untuk penonton.
Untuk menciptakan musik berkualitas secara konsisten
kau harus benar-benar berdedikasi
hingga mengabaikan hampir semua hal lainnya.
Dua, tiga, empat.
- Seseorang harus bernyanyi. - Itu tumpang tindih.
Kau harus mengorbankan sebagian dari hidupmu.
Coba kudengar seperti apa hasilnya.
Tapi jika kau menikmatinya
kau tidak sadar betapa cepatnya waktu berlalu.
Aku mulai bermain di band sejak masih kecil.
Yang ingin kulakukan adalah mencari nafkah
bukan menjadi jutawan atau berkeliling dunia.
Aku hanya ingin bisa membayar tagihan.
Bagiku, itu adalah kesuksesan.
Namun dengan kesuksesanku, aku tidak selalu merasa nyaman.
Terkadang itu terasa asing bagiku. Pria ini, Billy Joel.
Aku tidak tahu siapa atau apa itu.
Aku teringat padanya ketika aku berjalan di jalanan.
"Billy Joel". Benar juga. Aku pria itu.
Entah bagaimana, aku berhasil. Aku menciptakan lagu-lagu ini.
Tapi sejak aku masih kecil, musik adalah tujuanku.
Orang-orang menganggapku sebagai pria urban dari Kota New York.
Bukan. Aku pria dari kota kecil di Long Island.
Dan di masa lalu, di pertengahan tahun 1960-an
sepertinya semua orang di lingkunganku ikut band.
Band pertama yang kuikuti bernama, "Jiwa-Jiwa Hilang dari Long Island".
Lagu-lagu pertama yang kutulis adalah lagu-lagu Beatles yang buruk.
Itulah yang terkeren saat itu. Kami semua ingin menjadi The Beatles.
Ini sekitar saat aku masih SMP
dan aku menghasilkan uang
bermain piano dan bersenang-senang.
Aku berkata, "Tunggu, inilah yang akan kulakukan."
Jadi, aku memulai lebih awal.
Aku tahu apa yang ingin kulakukan sejak berusia 14 tahun.
Seberapa sukses band pertamamu?
Jelas, mereka sekarang sudah terkenal, bukan?
Di era 1960-an
kancah musik rock Long Island sangat luar biasa.
Aku anggota band bernama The Hassles
dan kami baru saja kehilangan pemain kibor kami.
Billy datang dengan teman-temannya
dan aku melihatnya tampil.
Dan itu sangat norak, benar-benar menggelikan.
Itu karena cara dia berpakaian
dan dia berlutut menyanyikan sebuah lagu.
Tapi menurutku itu sangat sukses.
Aku berkata, "Lihat, pria ini hebat."
Kataku padanya, "Kami ingin kau bergabung dengan The Hassles."
Dia berkata, "Aku tidak bisa. Mereka sahabatku.
Aku sayang mereka. Aku tidak akan pergi ke mana pun."
Aku menyadari aku akan kalah.
Jadi ujarku, "Kami akan memberimu organ Hammond B3 ini
jika kau bergabung."
Band-band besar mana pun di Island
biasanya akan mendapatkan Hammond B3.
Aku belum pernah berpeluang memainkan Hammond B3.
Itu adalah organ impianku.
Tapi harganya beberapa ribu dolar, dan aku tidak mampu membelinya.
Aku berkata pada Billy, "Jika kau ikut band kami
aku akan memberimu organ Hammond B3 itu."
Lalu katanya, "Persetan dengan mereka. Aku ikut."
Tidak satu pun dari anggota band itu punya uang
tapi Billy sungguh tidak punya.
Ada orang miskin, dan ada orang miskin seperti Billy Joel.
Dia beruntung jika punya cukup uang
untuk membeli sebungkus rokok.
Aku tidak punya mobil. Aku tak bisa berkendara ke mana pun.
Jadi, aku bergantung pada Jon
untuk menjemputku dan mengantarku ke mana pun kami akan pergi
ketika tiba waktunya untuk berlatih atau tampil.
Aku ingat saat kali pertama aku bertemu ibunya, Roz
Billy berkata padanya, "Aku ingin terlihat seperti itu."
Dulu rambutku panjang sampai sini, dan ibunya bilang, "Bagus".
Tapi menurutku, dia ibu panggung terbaik yang bisa kau miliki.
Yang dia lakukan hanyalah mendukung putranya.
Dia tahu sejak awal bahwa putranya berbakat.
Jadi, kami langsung cocok. Kami seperti babi dibungkus selimut.
Dia babinya, dan aku selimutnya.
Kami melakukan semuanya bersama.
Jadi, Jon dan aku menjadi sangat dekat.
Dan menjadi sangat akrab dengan istrinya, Elizabeth.
Aku menikah dengan Elizabeth Weber.
Aku masih sangat muda ketika menikah.
Dia bekerja di band dan aku mahasiswi.
Aku mengandung.
Aku memberi tahu Jon Small bahwa kami akan menikah.
Begitulah, aku bertemu Bill untuk kali pertama pada tahun 1967.
Dia berusia 17 tahun saat itu.
Dia pemalu. Dia agak pendiam.
Tapi bahkan saat masih remaja
dia pekerja keras dan tahu bahwa itulah yang dibutuhkan.
Aku melihat bukti dari hal itu sejak hampir dari awal sekali.
Saat itu, seluruh hidupnya adalah band itu.
Aku musisi sejati yang fanatik.
Kami memiliki penyanyi utama
tapi Billy bisa bernyanyi lebih baik daripada pria itu.
Akhirnya, Billy menyanyikan sebagian besar lagu
yang membuat orang datang menonton kami.
The Hassles pada dasarnya adalah band cover, semacam band jukebox.
Kami memainkan lagu-lagu hit saat itu.
Tapi kami ingin beberapa lagu yang bisa dianggap lagu Hassles.
Kami telah belajar bahwa jika ingin menjadi grup rekaman yang sukses
harus ada materi orisinal.
Tidak bisa terus bawakan lagu orang lain. Aku mulai giat menulis lagu.
Every Step I Take . Itu singel untuk The Hassles.
Setiap langkah yang kuambil, setiap gerakan yang kulakukan
Aku mencoba melarikan diri dari hidupku tanpamu
Itu lagu pertama yang dia tulis dengan The Hassles
yang menjadi hit nomor satu di stasiun-stasiun Long Island.
Itu adalah pertama kalinya sebuah singel diputar di radio.
Semua orang di kotaku mengetahuinya.
Mereka semua saling memanggil.
Mereka berkendara di jalanan dengan jendela terbuka
dan berkata, "Nyalakan radio!"
Kami biasa memenuhi semua tempat-tempat ini.
Jadi, kami seperti bintang rock kecil saat itu.
Lucu sekali, kau tahu? Semua orang tahu siapa dirimu.
THE HASSLES AKAN TIBA?
The Hassles, aku melihat mereka di tahun 1967.
Yang kusukai dari Billy adalah
dia pemain organ yang hebat.
Organ Hammond B3.
Dia bisa meriahkan suasana hanya dengan itu.
Dan suaranya saja sudah luar biasa.
The Hassles dikontrak oleh label rekaman, United Artists.
Membuat sedikit gebrakan di tingkat lokal, dan kami sampai ke New Jersey.
Kami melakukan tur di New Jersey.
Kami melintasi jembatan, wow!
Kau menjadi lebih baik saat bermain di depan penonton
karena mereka mencemoohmu jika tidak menyukaimu.
Terutama di Long Island dan New York, mereka tidak menahan diri.
Jadi, itu sekolah kami.
Aku banyak belajar di band itu.
Inilah Billy Joel dari The Hassles.
Kami ingin membawakan salah satu lagu favorit kami.
Kami harap itu juga akan menjadi salah satu favoritmu.
Di semua band
kau selalu berdebat tentang cara kreatif yang kau tempuh.
Di antara The Hassles, hanya Billy dan aku yang seserius itu.
Aku dan Billy, kami sejalan, dan yang lain tidak.
Lalu kami menyadari kami tidak membutuhkan mereka.
Jadi, kami meninggalkan The Hassles.
Jon dan Bill, mereka sangat serius.
Mereka ingin memajukan karier musik mereka.
Kami punya ide hebat ini.
Sewa tempat latihan sangat mahal.
No comments yet. Be the first to leave one.