Οι πρώτες 200 γραμμές.
(Semua tokoh, organisasi, dan peristiwa dalam drama ini rekaan.)
(Syuting mematuhi pedoman untuk anak-anak, remaja, dan hewan.)
Halo.
Aku salah naik bus, jadi turun di jalan.
Aku sedang melamun.
Apa?
Ya, ini hari pertamaku. Kenapa?
Lupakan saja, kututup teleponnya.
Kenapa?
Baju seragam.
Apa?
Kalian berdua pasangan, 'kan?
Pasangan apa?
Kelihatannya begitu.
Cepat sekali.
Ta-da!
Luar biasa!
Kau hebat sekali!
Bisa ajari aku trik itu?
Aku juga!
- Aku juga! - Busnya sudah datang.
Sampai jumpa lagi.
Baju kita sama, 'kan?
Maaf?
GB TV Shopping, enam seharga 59,9 dolar.
Bahannya bagus dan harganya murah. Dicuci juga mudah!
Kau bekerja di perusahaan itu?
Tidak, aku hanya pembeli.
Warna hijau yang kau pakai cocok untukmu,
tapi ada warna ungu dalam paket isi enam.
Yang itu juga sangat cantik.
Tentu.
Kurasa kau sangat akrab dengan anak-anak tadi.
Umur mereka sebaya adik-adikku.
Ibu.
Apa dia tertidur?
Ibu, Anda baik-baik saja?
Pak, tolong buka pintunya.
Ibu, Anda tidak apa-apa?
Ibu!
Mulai sekarang Gyu Rim yang akan melatihmu.
Han Gyu Rim!
Di mana Han Gyu Rim?
Katanya dia akan sedikit terlambat hari ini.
Kenapa?
Ada nenek yang pingsan, jadi dia membawanya ke rumah sakit.
Dia salah memilih pekerjaan.
Dia harusnya bekerja untuk 911, bukan jadi pelayan restoran.
Dulu julukannya Inspektur Han.
Setiap ada yang kesulitan, dia pasti muncul. Inspektur Han.
Ibu, Anda baik-baik saja? Anda sudah sadar?
Siapa kau?
Aku yang ada di halte bus tadi.
Katanya Ibu pingsan karena sangat lemah.
Aku sudah menelepon putra Ibu. Dia akan segera datang.
Ibu! Park Sun A!
- Ibu tidak apa-apa? - Sakit, anak nakal.
Kalau tidak enak badan, harusnya Ibu ke dokter.
Kalau terjadi sesuatu padamu, aku bisa gila.
Aku harus pergi sekarang.
Kau yang menemukan ibuku dan meneleponku, 'kan?
- Ya. - Tunggu!
Mana bisa kubiarkan penyelamat nyawa ibuku pergi begitu saja?
Aku bukan penyelamat nyawa.
- Tidak apa-apa. - Jaga ibu Anda baik-baik,
- Ibu, lekas sembuh! Sampai jumpa! - Hei! Nona muda!
Heung Sik!
Ibu!
Ibu tidak apa-apa?
Apa masih ada gadis sebaik dia zaman sekarang?
Mungkin ada, tapi sudah langka.
Saat membuka mata tadi,
kukira aku melihat malaikat.
Benarkah?
Apa motto keluarga kita?
Balas dendam dua kali lipat, balas kebaikan seribu kali lipat.
Kau harus membalasnya.
Mengabaikan kebaikan membuatmu tak ubahnya binatang.
Paham, Bu. Jangan khawatir.
Berhentilah sakit-sakitan.
Siapa nama gadis itu?
Ibu harusnya tahu sebelum aku. Mana aku tahu?
Kau bahkan tidak menanyakan namanya?
Ibu tidak tahu?
Mana aku tahu? Aku baru sadar.
- Bagaimana ini? - Dasar bodoh.
Han Gyu Rim!
Manajer!
Kenapa kau tersenyum?
Senyuman tidak akan menyelamatkanmu dariku.
Bukankah kubilang kalau ingin sukarela, berhenti saja dan kejar mimpimu?
Maafkan aku.
Aku akan menutup bar dan lantai setiap hari selama sebulan tanpa rotasi.
Tolong beri aku satu kesempatan lagi.
Kalau kau sampai sejauh itu.
Kalau begitu Gyu Rim yang menutup lantai dan bar selama sebulan.
Ini Kim Mu Jin, mulai bekerja hari ini.
Gyu Rim, kau bisa melatih Mu Jin dengan baik, 'kan?
Ya, tentu saja.
Kita pernah bertemu, 'kan?
Ya. 59,9 dolar.
Mohon bimbingannya.
Ya, sama-sama.
Bu, bukankah Gyu Yeong-ku sangat manis?
Memang.
Di mana kau menemukan gadis cantik dan sopan seperti ini?
Dia mirip ibumu saat masih muda.
Sayang! Dia jauh lebih cantik dariku!
Kau lebih cantik.
Kukira kau hanya berparas cantik, tapi kau juga pandai bicara.
Kau kuliah di kedokteran?
Ya, benar.
Ayah, Gyu Yeong bukan cuma cantik. Dia juga pintar.
Sadarlah, bodoh.
Ini benar-benar kau, Han Gyu Yeong.
Sudah berapa bulan pria ini?
Maaf, Ibu.
Tunggu, siapa kau?
Kau pikir kau ini siapa...
Tampaknya kalian terperdaya siluman rubah seribu tahun,
jadi aku tidak bisa tinggal diam.
Kenapa kau begitu jahat?
Gadis ini? Dia sungguh mengerikan.
Sekilas, kalian bukan berasal dari keluarga biasa.
Makanya dia merayunya, aku yakin.
Bu!
Gyu Yeong!
- Kau kenal wanita ini? - Tentu saja. Dia kenal aku!
Aku sangat mengenalnya.
Hanya karena cantik dan kuliah di kedokteran bergengsi...
Dia berakting seolah sudah jadi dokter resmi,
memanfaatkan pria demi keuntungan,
lalu mencampakkannya setelah mendapatkan keinginannya.
Ada hal yang harus kuurus, permisi.
Lain kali aku ingin mentraktir Anda makan enak.
Kudengar hubungan terlamanya cuma bertahan delapan bulan.
Benarkah itu?
Bermimpilah terus, Bu.
Putraku masih berkonsultasi ke psikiater karenanya.
- Kalau tak ingin putra Anda hancur... - Bu!
Kurasa Anda harus tahu kebenarannya.
Aku memutuskan putra Anda,
karena dia terus tidur dengan wanita kelab saat bersama.
- Jadi aku mencampakkannya karena jijik. - Apa?
Putra Anda memohon agar aku mau balikan, bilang ini semua salahnya...
Aku tidak tahan padanya, jadi kubongkar semuanya,
dan ternyata dia bahkan pernah dituduh melakukan percobaan pemerkosaan.
Dia ke psikiater agar mendapat hukuman lebih ringan.
Berhubung Anda sudah membongkar masalah ini,
mau kuberitahu seberapa parah kebusukan putra Anda yang sebenarnya?
Gyu Yeong! Han Gyu Yeong! Kau tidak bisa pergi begitu saja!
Aku yang akan mengurus semuanya.
Jika Ibu dan Ayah menentangmu karena hari ini...
Aku bisa melepaskan mereka juga.
Aku cuma butuh kau. Jadi, Gyu Yeong, mari...
Lalu kenapa aku harus bersamamu?
Apa?
Jika kau melepaskan uang dan relasi orang tuamu,
kau hanya pecundang tanpa masa depan.
Jadi kenapa aku harus mengencanimu?
Kau bilang kau mencintaiku.
Kau bilang kau sangat menyukaiku!
Memang.
Aku suka uangmu, mobil bagusmu, pakaian bermerekmu,
dan masa depan yang sudah disiapkan untukmu.
Itu yang sangat kusukai.
Gyu Yeong.
Kalau mau balikan, yakinkan orang tuamu.
Katakan pada mereka pilih Han Gyu Yeong atau mati.
Mereka tak mungkin membunuh putra tunggalnya, 'kan?
Gyu Yeong!
- Hei, Han Gyu O. Kau mau ke mana? - Tempat les.
Kudengar kau bersiap masuk kuliah olahraga. Lancar?
Hanya melakukan sebisaku.
Hei, bertahanlah.
- Ya, aku bebas sampai jam 11. - Sampai jam 11?
Hei, kau bawa uang koin?
- Aku tidak punya. - Masa tidak punya.
Bocah ini. Dia berbohong.
Hei, Gyu O.
Pergi saja, yuk.
Tapi kudengar suara gemerincing di tasmu.
Ayo, Gyu O.
Pergilah duluan.
Kami jalan duluan.
Yeong Jun. Mari selesaikan ini dengan cara baik-baik.
Bocah ini mengabaikanku lagi.
Hei, kalau aku bicara, dengarkan.
Kenapa kau terus mempersulit keadaan?
Apa ini?
Gyu O.
Bangun.
Ya.
Apa yang kau lakukan?
Berhentilah pamer sebelum kau dipukuli, pergi saja.
Aku tidak mau.
Kau tidak mau?
Bocah ini!
Hei. Kau baik-baik saja?
Bocah nakal ini!
No comments yet. Be the first to leave one.