Οι πρώτες 139 γραμμές.
Yang namanya kena apes itu kadang terjadi tiba-tiba.
Ada waktu ketika orang tuamu tiba-tiba meninggal.
Tiba-tiba kamu dihajar oleh saudaramu sendiri.
Tiba-tiba sebuah truk menabrakmu.
Tiba-tiba terlahir kembali di dunia lain.
Setelah tiba-tiba dihajar oleh ayahmu,
dijadikan guru les privat untuk seorang tuan putri,
dan terlempar ke benua lain.
Kemudian, adakalanya tiba-tiba mengembuskan napas terakhir.
Hei!
Rudeus!
Cepat, dong!
Iya, iya.
Begitu, deh, lalu...
Lihat! Itu Naga Merah, 'kan?
Aku ingin coba memburu seekor.
Eris.
Terima kasih.
Ini buat Ruijerd.
Iya.
Eris.
Ada apa?
Mulai hari ini, kamu boleh menyebut dirimu seorang pejuang.
Maksudmu...
Aku sudah mengakuimu.
Ta-Tapi aku belum pernah menang melawanmu.
Bukan masalah.
Kamu sudah memiliki kekuatan yang bisa dikategorikan sebagai pejuang.
Eris, selamat, ya.
Rudeus...
Ini bukan mimpi, 'kan?
Tolong cubit aku, dong!
Tidak akan main pukul setelah aku cubit, 'kan?
Tidak, kok!
Bagian mana yang kamu cubit, hah?!
Maaf.
Tapi bukan mimpi, kok. Mimpi tidak akan sesakit ini.
Oh.
Pejuang.
Jangan besar kepala.
Artinya, kamu tidak aku anggap sebagai bocah lagi.
Paham, 'kan?
Iya!
Sini!
Lihat!
Daripada lewat jalur memutar, lebih baik ambil jalur atas!
Aku mau cepat-cepat melawan naga!
Jangan gegabah.
Kamu bisa, 'kan?
Mustahil bisa mengalahkan mereka.
Aku dengar Naga Merah punya kekuatan yang begitu dahsyat.
Mereka dikenal sebagai makhluk yang sering bergerak dalam kelompok.
Ya, 'kan, Ruijerd?
Betul.
Apa iya?
Mungkin Tujuh Kuasa Agung tingkat bawah juga akan putar balik saat melihat mereka.
Eh? Tujuh Kuasa Agung itu yang tertulis di batu Jalan Raya Pedang Suci, 'kan?
Ternyata orang-orang sekuat mereka pun kesulitan melawan Naga Merah.
Seekor masih mungkin dilawan, tapi ketika mereka berkelompok,
mungkin hanya tiga tingkat teratas Tujuh Kuasa Agung yang mampu.
Oh, begitu, ya.
Kalau tidak salah dari urutan sekarang,
pertama Dewa Teknik, kedua Dewa Naga, ya?
Di dunia ini benar-benar ada orang kuat.
Kalian berdua kenapa?
Rudeus, jangan sampai bergerak!
Eris juga jangan.
Suara itu... Ruijerd Superdia, ya?
Di sebelahmu adalah Eris Boreas Greyrat.
Aku tidak mengenalimu, Bocah.
Siapa kau? Kenapa tahu namaku?
Kenapa tahu namaku juga?
Bertemu di tempat yang tak terduga, tapi ya sudahlah.
Yakin?
Tidak ada yang bisa dilakukan kalau bertemu mereka sekarang.
Maaf mengganggu.
Tunggu dulu.
Kamu mau apa?
Perkenalkan. Nama saya Rudeus Greyrat.
Anggota keluarga Greyrat, ya?
I-Iya betul.
Maaf. Apa boleh tahu nama Anda?
Aku Orsted.
Orsted?
Maaf. Apa Anda kenal dengan dua orang temanku ini?
Tidak, seharusnya belum kenal.
Belum kenal? Apa maksudnya?
Kamu tidak perlu tahu.
Omong-omong, kamu dari keluarga Greyrat mana?
Siapa nama orang tuamu?
Nama ayahku Paul Greyrat.
Harusnya Paul hanya memiliki dua putri dan tidak punya putra.
Aduh, enggak sopan banget.
Ada, kok, Bos. Ini putra yang sangat mirip ayahnya.
Tapi kenapa dia bisa tahu ayahku punya dua putri?
Jangan dekati kami lebih dari situ!
Kamu...
tidak mengalihkan pandangan, ya?
Tatapan Anda sangat menyeramkan sampai saya ingin mengalihkan pandangan.
Ya sudah. Lalu, apa yang mau kamu tanyakan?
Ah, maaf.
Saya ingin bertanya perihal Bencana Daya Sihir kepada Anda.
Tidak tahu.
Oh, begitu, ya. Maaf sudah lancang memanggil Anda.
Apa kamu pernah mendengar kata Dewa Manusia?
Iya tahu! Terkadang dia muncul di mimpi sa—
- Begitukah? - Rudeus!
Kamu utusan Dewa Manusia, ya?
Lari, Rudeus!
Kemampuannya meningkat pesat.
Aku kira dia cocok, ternyata masih mentah.
Sebelum mati, sampaikan ini pada Dewa Manusia.
Orsted sang Dewa Naga pasti akan membunuhmu.
Naungan bara agung akan selalu datang bagi mereka yang membutuhkan.
Berikanlah kobaran perkasa di tempat ini.
Fireball!
Sihir tanpa rapal, ya.
Apa itu kekuatan pemberian Dewa Manusia?
Sudah cukup.
Distrub Magic.
Rupanya kamu jago.
Terbukalah, Gerbang Naga Mula.
Daya sihir yang sangat dahsyat.
Sebesar daya sihir milik Laplace.
Kenapa tidak menyembuhkan paru-parumu dengan sihir penyembuh tanpa rapal?
Ya sudah. Matilah.
Rudeus... Rudeus!
Gawat. Aku tidak ingin mati.
Rudeus! Rudeus!
Aku belum memenuhi janjiku pada Eris.
Rudeus! Rudeus!
Setidaknya tunggu dua tahun.
Beri aku waktu dua tahun lagi.
Dengan begitu, aku tidak ada penyesalan untuk mati.
Tidak apa-apa. Aku pasti bisa.
Kumpulkan daya sihir dengan perlahan.
Aku tidak boleh mati.
Perlahan...
Tidak apa. Perlahan...
No comments yet. Be the first to leave one.