Tarung Sarung

Tarung Sarung

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Πληροφορίες έκδοσης

Tarung Sarung 2020 WEB-DL
Ένα Σχόλιο από Aurora Patandean

Ετικέτες

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Δημοσιεύτηκε στις: 2021-01-31
Λήψεις: 91
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 194 γραμμές.

Dulu, nenek moyang kita menyelesaikan masalah

dengan pertarungan satu lawan satu

menggunakan badik.

"Sigajang Laleng Lipa".

Cara kesatria.

Beda jauh, ya, dengan anak zaman sekarang

yang cuma bisa tawuran atau keroyokan.

Sekarang, Sigajang Laleng Lipa

tidak lagi menggunakan badik.

Untuk melestarikan tradisi ini,

maka dibuatlah olahraga "Tarung Sarung",

pertarungan dalam sarung menggunakan tangan kosong.

Tidak di atas ring,

tidak juga di dalam oktagon.

Tapi dua orang bertarung dalam satu sarung.

Inilah wujud sifat gagah berani.

Ayo, ajarkan anak-anak kita jiwa kesatria.

Saksikan Kejuaraan Nasional Tarung Sarung 2020 di Makassar.

- Eh, Ansos! -

Eh, iya. Kau sudah lihat atau belum yang lagi viral?

Di Makassar, ada pertandingan orang berkelahi dalam sarung.

Tidak penting itu.

Lihat si Panjul.

Dapat perempuan.

Celaka!

Hei!

- - Kaca spion aku bagaimana?

Maaf, aku lagi buru-buru.

Ini.

Ambil saja mobil aku untuk kamu.

Ha? Maksudnya?

Hei! Maksudnya apa?

- - Itu Gwen Christy!

Pacarnya Deni Ruso yang punya Jakarta!

Deni Ruso yang punya Ruso Corp?

Iya, salah satu orang terkaya di Indonesia.

Ini untuk aku?

- Kau mau unggah ke YouTube? -

- Apa? - Kau mau unggah ke YouTube?

- Jul! - Bung!

Perkenalkan.

Ini Gwen. Dia Youtuber.

Hai.

Jul, ayo pergi.

- Apa? - Ayo pergi!

Kau kenapa? Seperti melihat setan saja.

Terlambat, Bung.

Setannya sudah datang.

Den, maaf. Teman aku tidak tahu.

Sayang!

Ini pacarku.

Kamu tahu, 'kan?

Dia baru datang dari Surabaya.

Kenapa tidak beri tahu dia?

Maaf.

Iya, aku yang salah.

Jadi, ini salahmu?

Apa ini? Ha?

Dia tidak sengaja!

- Pergi saja! Ayo! - Tidak!

- Kita selesai, ya, Bos? - Hei!

Tidak ada yang selesai!

Jelas-jelas perempuan itu dulu yang mengajak aku berkenalan!

Bagus.

Aku juga berharap ini belum selesai.

Kalau kau berani, jangan keroyokan.

Ini Jakarta, Bung.

Jul, sudah!

Jul, hentikan!

Hei!

- -

Sini, kau!

- -

- -

Semuanya.

Aku mau memperlihatkan pacar aku yang suka melindungi aku

kalau misalnya aku lagi diganggu orang.

Sayang, bilang, "Hai."

Hai.

AMBULANS

Sayang, ini Patek Philippe?

Aku sayang kamu!

Aku tahu.

Aku tahu.

Kamu selama di Swiss ingat aku atau tidak?

Ingat.

- Masa? - Iya.

Benar?

Demi Tuhan.

Tidak usah bawa-bawa Tuhan.

Aku tahu kamu tidak percaya dengan Tuhan.

Deni.

Bagaimana, Om?

Tanganmu aman?

Mau ke rumah sakit juga?

Tidak usah.

- Betul? - Iya. Aman, Om.

Tadi, anak-anak bagaimana?

Ah, kau tenang saja.

Ada Om Abdul.

Sudah beres semuanya.

Mas Deni.

Saya manajer klub ini.

Saya mau ucapkan terima kasih.

Bagaimana?

Cukup?

Lebih dari cukup, Mas

Malah,

kami bisa sekalian merenovasi tempat ini.

Mama, sudah pulang?

Selamat malam, Tante Dina.

Gwen.

Sebaiknya kamu pulang.

Biar Abdul yang antar.

Gwen?

Untung dia tidak mati, Den.

Mama tahu dari mana?

Sayang, bilang, "Hai."

Hai!

Hai.

Senyum?

Bodoh sekali.

Seperti ini saja dijadikan konten.

Dia anak pejabat di Surabaya.

Ini bisa jadi barang bukti.

Polisi juga akan berpikir dua kali untuk menangkap aku, Ma.

Pulang dari Swiss, malah membuat masalah.

Kamu tidak mau kuliah?

Atau melakukan hal yang berguna untuk masa depan kamu?

Manja, tahu?

Papa kamu pasti malu lihat kamu seperti ini.

Aku bukan anak manja, Ma.

Besok, kamu pulang kampung.

New York?

Makassar.

Yang benar, Ma.

"Yang benar, Ma?"

Mama ada darah Bugis.

Jadi, otomatis kamu juga ada darah Bugis.

Jadi, Makassar kampung halaman kamu.

Kamu bisa belajar bertanggung jawab.

Sekalian kamu urus taman hiburan kita yang baru.

Kamu tidak boleh naik jet pribadi.

Kamu naik penerbangan komersil dari Soekarno-Hatta.

Oke.

Dan tak boleh di kelas bisnis!

Kamu naik ekonomi.

Agar merasakan jadi orang biasa.

Ma, apa lagi?

Tidak ada lagi hak istimewa untukmu!

Kamu juga tak boleh ajak Om Abdul.

Tak ada pengawal.

Tak ada siapa-siapa.

Cuma kamu.

Oke.

Dan akan aku buktikan kepada Mama.

Aku bukan anak manja.

Bagus.

Urusan taman hiburan…

Itu gampang.

Sehari juga selesai.

Kita lihat nanti.

Di.

- Mobil Mas Deni sudah siap? -

Om.

Berikan ini ke Gwen.

Kartu kredit diberikan ke Gwen?

Iya.

Dia mau pinjam, katanya. Selama aku di Makassar.

Ini.

Nanti kalau di sana ada yang pakai kata "kita",

itu artinya "kamu", ya?

Bukan "kita".

Oke?

Ini dibawa?

Justru itu yang paling penting.

- Bawa. - Masih susah tidur, Den?

Biasa.

Anak muda, Om.

Hei, itu tidak biasa.

Anak muda seharusnya gampang tidur.

Nanti kalau sudah tua, sudah stres.

Nah, baru susah tidur.

- Kaus kaki. -

Di lemari biasa.

Kamu tidak pakai ini?

Sudah tidak percaya, Om.

Eh, kenapa?

Aku lebih sering membuat orang bahagia daripada Tuhan.

- Astagfirullahaladzim. - Mau bukti?

Ini semua untuk Om.

- Ini bukan Tuhan yang memberikan. -

Aku.

- - Bereskan barang-barangku.

Tarung Sarung subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Tarung Sarung

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left