Love 101

Love 101 (Aşk 101)

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Σεζόν 1

Πληροφορίες έκδοσης

Love 101 AKA Ask 101 S01 NF WEB-DL Complete
Ένα Σχόλιο από Putra14
Netflix Retail.

Ετικέτες

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Δημοσιεύτηκε στις: 2020-06-15
Λήψεις: 24
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

DILARANG MASUK

AWAS! BAHAYA

Apa kabar?

Bagaimana kehidupanmu?

Apakah kau bahagia?

Dengan dirimu? Dengan segalanya?

Sudah berapa tahun?

Cinta dan perang yang kita lalui.

Kelahiran, pernikahan, pemakaman... Semua yang kita lalui sendiri.

Namun, kita adalah awal dari segalanya. Kita sendiri.

Apa kau masih suka melanggar batas?

Apa kau masih melanggar aturan? Atau seperti orang lain yang patuh?

Apa hubungan kita? Semua yang kita lalui?

Masih terasa tidak nyata.

Geng kita. Yang terburuk.

Itu julukan kita.

"Yang terburuk."

Pagi. Ada informasi?

- Ada apa? - Kita dalam masalah.

- Apa? - Necdet Sial tahu.

Osman... Osman sialan...

Kau mengumpulkan kutu buku.

Kau tak malu menjual PR? Dasar bodoh!

Tidak, Pak. Ini bukan masalah besar.

Demi kebaikan komunitas. Semuanya senang.

Enyahlah!

Itu bukan pelanggaran?

Lanjutkan.

Dia dorong!

Lanjutkan.

Kau ini bandit atau apa?

Ini pertama kalinya dicurangi?

Persetan jika kau pemain bintang! Kau dikeluarkan dari tim.

Kau sangat manis.

Hentikan. Nanti ketahuan.

Tak akan, semua orang di luar.

Menurutmu begitu?

Pak!

Pak, kami...

Apa, Tn. Tarik?

Apa?

Bisa kujelaskan...

Jelaskan apa, Berengsek?

Keluar dari sekolahku!

Memalukan.

Pria malang.

Apa katamu?

Dia menulis surat perpisahan untukku. Di kertas merah muda!

Apa kegiatan kita seusai sekolah?

Dalam filosofi, entitas intelektual ideal...

Aku berharap kau tak datang. Mati atau semacamnya.

Sayangnya, belum.

Tutup pintunya.

Belum banyak, tetapi kucatat. Nanti kuberikan.

Aku dan orang tuaku menonton film semalam. Romantis. Ingin kuceritakan.

Jangan.

Ada Kevin Costner. Sangat manis.

Dia pensiunan atlet.

Tentu, bukan seperti film di festival.

Rumah dan barangnya sangat bagus.

Aku tahu kita semua senang soal hari ini.

Kita mendukung tim debat kita sepenuh hati.

Tak ada kelas pada dua jam pelajaran pertama.

Kalian akan menonton kompetisi debat

di ruang konferensi.

Menyenangkan sekali.

Tentu, mereka membawa pendukung, yaitu siswa mereka.

Kita wajib menyambut mereka sebaik mungkin.

Menang atau kalah, kita harus sportif.

Aku yakin kita akan menang secara terhormat.

Halo, Semua! Selamat datang di sekolah kami.

Aku punya tawaran menarik, yang menguntungkan semua orang.

Peluangnya dua banding satu.

Kami menang, jadi tiga. Kalian menang, jadi 3,5.

Namun, uangnya dahulu.

- Ini. - Ambil ini juga.

- Di mana Sinan? - Kami tak tahu, Bu.

Kenapa anak nakal itu masuk ke tim?

Dia pintar, tetapi hanya berguna jika dia datang.

Dia akan datang. Semoga.

- Yavuz, cari dia. - Ya, Bu.

Si berengsek itu!

Hei, letakkan ini di mana?

Mana aku tahu? Aku sibuk!

Katakan di mana.

Sesukamu saja. Tak peduli. Minggir.

Baiklah. Di sini saja.

Tolong!

- Ada apa? - Kepalaku!

Silakan duduk, debat akan dimulai.

LOMBA DEBAT SMA KE-13 BERHADIAH

- Debat dimulai, taruhan ditutup. - Sistem audio kami rusak,

kita akan lanjutkan tanpa mikrofon. Maaf.

Nikmati acaranya.

Cepat, Nona-nona.

Eda, sedang apa di sini? Cepat ke ruang konferensi.

Baik, Bu.

Cepat!

Eda?

Apa kabar?

Baik. Sedang apa kau di sini?

Ambilkan kopi.

- Ruangannya... - Kutunggu di sini. Tak apa.

Ambil kopi, lalu kita bisa mengobrol.

Aku akan segera kembali. Lagi pula, kau di sini.

Ya, jangan khawatir.

Baiklah...

Sekali lagi, selamat datang!

Topik kita "individu vs masyarakat". Tim biru dahulu.

SMA ULUCINAR ISTANBUL

Individu jelas lebih penting.

Meski tak bisa disangkal bahwa kita butuh masyarakat saat membesarkan anak...

Lanjutkan.

Kita tak bisa menyangkal kita butuh masyarakat...

Elemen utama masyarakat...

- Ini curang. Ini diatur. - Apa? Itu hanya kecelakaan.

Sabotase! Batalkan taruhannya.

Mereka tak bisa berargumen.

Anak-anak!

Eda!

Eda setan!

Kau punya kesepakatan dengan Setan?

Aku muak denganmu!

- Pak, jangan marah. Ini lelucon. - Cukup!

Keluar dan duduklah di bawah!

Akan kuurus kau nanti.

Bisakah kau berhenti membuat masalah?

- Pergilah. - Eda?

Kau! Jangan tinggalkan tempatmu lagi!

Cepat!

Kesejahteraan umum di masyarakat akan mendukung individu.

Dari perspektif ini, masyarakat bisa dianggap lebih penting.

Individu adalah bagian dari keseluruhan.

Maka, tanpa seluruh masyarakat, individu kehilangan fungsi.

Sebagai contoh,

pikirkan individu yang mengisolasi dirinya sendiri.

Saat individu ini memisahkan diri dari masyarakat, kualitas uniknya hilang.

Saat giliranmu, lampunya benar. Ada apa?

Mustahil! Kau kira kami atur ini?

Ini konyol. Aku tidak curang.

Ayolah!

Kenapa mereka berkelahi?

Kami bertaruh dan mereka menyabotase.

Benar. Sudah pasti ada rencana.

Bagaimana bisa?

Kudengar. Mereka mencoba menipumu.

Apa? Itu dia!

Diam!

...makin dekat kita dengan masyarakat, makin besar pengaruhnya bagi kita.

Kita serap budaya dan doktrinnya, bukan? Bukankah ini yang membentuk kita?

Ini memberikan gambaran jelas.

Masyarakat membentuk individu dan memberinya tujuan.

Siapa pelemparnya?

Kau kenapa?

Apa-apaan? Kau kira kau siapa?

Pikirmu ini di mana?

Anak-anak, hentikan!

Anak-anak... Kebakaran!

Kebakaran!

Ini keterlaluan.

Kau benar, Inspektur.

Namun...

Aku belum pernah melihat hal ini sepanjang karierku.

Ini sangat gila.

Sekolahmu didiskualifikasi.

Dilarang mengikuti turnamen debat ini dan berikutnya.

- Paham, Tn. Necdet? Sekolahmu gugur! - Sesuai perintahmu, Inspektur.

Sampai jumpa, Pak.

Kenapa lama? Kita tinggal dipanggil saja.

Rapat dewan!

Kau menatapku?

Tidak, cuma melamun.

Kau merusak amplifier?

Ya. Apa yang kau lakukan?

Hanya hal biasa.

Aku menang besar jika kau tak merusak lampu.

Aku tak peduli.

Apa yang dia lakukan?

Dia membakar gorden.

Wakil siswa kami juga hadir.

Apa kabar, Işık?

Terima kasih, Pak.

Maaf, aku terjebak macet.

Profesor Burcu sudah datang, kita bisa mulai sekarang.

Mereka bisa masuk satu per satu.

Pertunjukan lampu itu memeriahkan suasana.

Kami bersenang-senang.

Keluarlah.

Jadi, Kerem... Mulai dari kau rusak amplifier.

Atau kau menghantamkan amplifier ke kepala temanmu.

Tak sengaja. Siapa pun bisa mengalaminya.

Amplifier itu?

Sudah tua. Langsung hancur. Sekadar informasi.

Akan kupatahkan lehermu.

Dasar binatang!

Silakan.

Hadirin,

dalam kekacauan, aku menyimpan uang mukanya.

Jika mau, bisa kubelikan amplifier baru dan tutup kasus ini.

More Indonesian subtitles for Love 101

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left