Οι πρώτες 200 γραμμές.
Keluar!
Tenang, Nona.
Tolong minggir. Beri jalan.
Wendy?
Jangan takut.
Semua akan baik saja. Semua akan kembali normal.
Sial.
Kita harus bangun. Kita sudah terlambat lagi.
Kenapa kau lakukan itu?
Ibu, Ayah, kita terlambat!
Ketuk pintu dulu.
Kemarin di tempat kerja, ada seorang pria yang sangat besar.
Dia ingin menukar penyuara kupingnya, tapi tak bawa tanda terima.
- Apes. - Ya. Jadi...
dia menjadi sangat marah.
PENGINGAT AKHIR
- Ada selada. - Ya, karena selada baik untukmu.
Tampaknya tidak.
Kita harus bayar ini. Segera.
- Aku benci selada. - Sudahlah, hanya dua lembar selada.
Ayah kerja keras agar kau bisa membawa bekal sehat ke sekolah.
Jadi...
Aduh!
Apa ini?
- Batman. - Kenapa Batman ada di lantai dapur?
- Kau juga bisa merapikan barangmu. - Ayolah, Manis. Sudahlah.
Aku akan tanya promosiku. Hari ini.
Ya...
Hari ini?
Karl, masuk.
Ayah...
Ya ampun, sini.
KEAMANAN
Hei...
Maaf soal yang tadi.
Aku bodoh, oke?
Kau pasti dapat promosi, aku yakin.
- Aku mencintaimu. Dah. - Ciao.
Ciao.
- Dah, Ibu. - Dah, Sayang.
Chop Heaven mengucapkan selamat makan.
Terima kasih.
- Hei, Bos. - Ada apa?
- Apa aku... - Kau tak boleh cuti besok.
Sebenarnya aku ingin tanya soal promosiku.
BUGAR BERSAMA ARNOLD SCHWARZENEGGER
Kau tahu siapa ini?
Rambo?
Lupakan.
Aku sudah kerja di sini selama tiga tahun dan sangat butuh uang.
"Langkah pertama menuju kesuksesan adalah kemauan untuk berubah."
Tunjukkan kau mampu melampaui dirimu.
Dorongan untuk menjual lebih banyak dari yang bisa dimakan.
Dan senyum yang layak.
Mari mulai dengan hal mudah.
Isi ulang keran bir malam ini.
Kau tahu letak tong bir.
PATIO CHOP HEAVEN
Kau tak boleh parkir di sini.
Ini khusus...
Sialan!
Sial.
- Ada ayam? - Apa?
Apa ada ayam?
- Entahlah, mungkin. - Aku senang hati bertukar.
Hei! Pergi sana, Tikus Gembel! Atau kupanggil pengendali hama!
Jika kau beri makan salah satunya, seluruh kerabatnya berikutnya datang.
Hei. Tunggu.
Ini ada ayam.
Tidak, ini gratis.
Hei.
Kau bagian dari kami.
Apa?
Hai!
Hei, Sayang! Apa kabar?
Ayolah, tunggu!
Hei!
Berhenti!
Maaf!
Kau baik-baik saja?
Kau menakutiku, Bung.
Maaf. Aku tak bermaksud begitu.
Marek.
Dan?
Pilnya, sudah berapa lama kau minum?
Sepuluh tahun, 20 tahun?
- Entah apa maksudmu. - Pil biru yang kecil itu.
Yang harus kita minum agar sama seperti orang lain.
Tanpa rasa takut itu.
Kesedihan.
Tanpa amarah.
Pil itu menekan jauh lebih banyak, diri sejati kita.
"Diri kita"? Dirimu dan diriku?
Buang pilnya.
Jangan minum pil itu lagi.
Kau akan tahu sosok aslimu.
Akan muncul sendiri...
Kekuatan supermu.
Apa kekuatan supermu? Mengumpulkan botol?
Kau mau lihat?
Tentu saja.
Hei!
Hei! Jangan, maksudku bukan itu!
Tak perlu, aku percaya.
Kau bagian dari kami.
Kau hanya belum tahu.
Halo... Ada kecelakaan.
Di jembatan jalan tol...
Ada yang baru jatuh dari jembatan...
Hei.
Bagaimana?
Kau baik-baik saja?
Hei.
Ada apa?
Kemarilah.
Aku di sini.
Apa kau ke bioskop belakangan?
Mereka selalu menayangkan film pahlawan super.
Tinggal menunggu sampai orang bodoh berpikir
mereka pahlawan super juga, 'kan?
Ya, ada orang yang berpikir begitu.
Mereka pikir bisa terbang
dan akhirnya melompat dari pencakar langit atau jembatan.
Dari mana pemikiranmu itu?
Itu hanya mimpi konyol.
Mau ceritakan kejadian di mimpi itu?
Jujur, aku tak terlalu ingat.
Kau bisa cerita apa pun padaku, Wendy.
Ya, aku tahu. Terima kasih. Aku...
Semua baik saja. Ini bukan apa-apa.
Aku ingin meningkatkan dosis obatmu.
Hanya sementara.
Kau tahu hasil dari terapi ini.
Keluargamu, pekerjaanmu, rumahmu.
Kau bisa bangga pada dirimu.
Sial.
PEMBERITAHUAN PENGOSONGAN RUMAH
PEMBERITAHUAN PROSEDUR PELAKSANAAN
Ada sisa ayam?
Kau sudah mati.
Aku melihatmu lompat dari jembatan. Kau dilindas truk.
Kini kau penasaran dengan kekuatan supermu.
Aku tahu ini agak berlebihan.
Sedang apa dia di sini?
- Kau bisa melihatnya juga? - Baunya tercium.
- Selalu ikuti putri duyung. - Enyahlah, Kutu!
Ini tak bagus untuk promosimu, Wendy.
Kau tak bisa menangani gelandangan? Di mana ketegasanmu?
Kau ini lemah!
Jika kau ingin mengubah sesuatu,
mulailah dengan dirimu sendiri.
Karl!
Kenapa kau tak di rumah?
- Kenapa Ibu pulang larut? - Ibu...
Di mana sepatumu?
- Hei. - Kami bermain jujur dan adil.
- Tapi hanya sekali main! - Kau tak bilang begitu.
Ya, 'kan?
Ya.
- Kembalikan sepatunya. - Kalau kami tak mau? Mau apa?
Kau akan memukulku atau apa?
Ayo. Kita akan pulang.
Sudah kuduga.
Wanita itu pengecut.
Sudah nyaman?
Selamat malam, Sayang.
Sial!
Sial!
Sial.
Sial.
Wendy!
Sial.
- Dah, Wendy. - Dah.
Apa kau baik-baik saja?
Ya, kenapa?
Karena kau sangat...
Menarik, omong-omong.
Maaf, maksudku itu, bukan kau.
Kau bukannya tidak...
Mau kuajak minum bir mungkin?
Aku harus pulang.
Ciao.
Hei, Sayang! Masih tak mau bercinta?
Kami punya yang kau butuhkan. Tunggu!
Kau pasti tak pernah lihat yang sebesar ini. Janji.
Ayo, tunjukkan.
Apa? Sekarang? Di sini?
Ya, ayo. Keluarkan.
Berhenti tertawa! Enyah sana!
Jalang keparat.
Baiklah, kau mau main kasar, Jalang Kecil.
Mau yang kasar, ya?
Ya, 'kan?
Tak masalah.
Di sini.
Hei!
Sayuran tak enak.
Hei.
Hei, Manis. Bagaimana harimu?
Baik, seperti biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.