Οι πρώτες 200 γραμμές.
Perpecahan perlu terjadi
agar kami bisa temukan jati diri sebagai pribadi,
agar kami bisa kembali dan melakukan ini lebih baik.
Dulu kami sebuah grup.
Kami melupakan diri kami sebagai seseorang.
Jadi, sampai kami temukan itu, kami tak bisa kembali sebagai sebuah band.
Saat kami bersatu kembali, ini tentang masuk
dan membuka luka-luka lama itu untuk memulihkannya dengan benar.
Karena kau tak bisa sekadar menutupnya lagi dengan plester.
Kau harus masuk dan melihatnya dengan benar.
Kami sudah pulih.
Kami juga sudah memperbaiki hubungan yang rusak.
Kini kami lebih baik dari sebelumnya.
Ini adalah keluarga.
Kurasa setiap hari adalah untuk memilih kebahagiaan.
Kami terus mengejarnya.
Untuk memilihnya dan merasa ini momen terbaik dari hidup kami.
PENAMPILAN PERTAMA TUR AMERICAN AIRLINES ARENA, MIAMI
KELUARGA JONAS
AKU LEMAH UNTUKMU
Yang paling kurindukan dari tur bersama saudara
adalah bisa berkumpul bersama para sahabatku.
Bahkan tantangan yang ada dari masing-masing.
Serta kini lebih mamahami
bagaimana versi dewasa kami saling bekerja sama.
Kau gugup soal hari ini?
Kurasa aku tidak gugup. Aku cuma agak bersemangat.
Satu setengah bulan lalu kami libur, setelah album keluar...
Ambil waktu luang, menjauh dari yang lain adalah hal bagus.
APARTEMEN JOE, NEW YORK CITY PRA-TUR
Saat kembali, terinspirasi, bersemangat, dan siap.
Kita tak mau saling bunuh.
- Menurutmu ada yang akan datang? - Ya?
Baiklah, mau masuk ke mobil?
PERTAMA KALI MELIHAT PANGGUNG NYCB LIVE'S NASSAU COLISEUM
- Wow. - Indahnya.
Menakjubkan.
Hei, Eric! Bisakah kau nyalakan Mozarts? Agar terang.
Ini bagus sekali.
BAZ HALPIN SUTRADARA TUR
Ini kesukaanku, Bung.
Di sinilah aku ingin menonton tur siapa pun.
Entah kenapa kami putuskan untuk bangun Death Star di sana.
Semuanya melengkung.
Semuanya berbelok. Semuanya tanjakan.
Kurasa perlu seperti Vegas, semacam momen pertunjukan yang...
Kurasa benar-benar seperti...
Aku tak tahan untuk masuk ke penonton saat di panggung.
Biasanya aku melompat turun. Aku ingin jadi bagian dari itu.
Aku ingin bersama orang-orang.
Kami bangun panggung yang memenuhi kesukaan kami.
Itu permukaan ajaibnya. Bisa turun.
Tangganya turun lalu naik.
Bisa lakukan sekali? Aku ingin melakukannya.
Ini sungguh kuat, tetapi bagiku sekaligus agak...
ini seperti boy band sungguhan... sial.
Dia cuma bisa melihat dari satu mata. Penglihatannya cuma 50 persen.
- Tetapi dia teknisi api yang bagus. - Senang tahu itu.
Jadi, ini "Rollercoaster," "SOS," "Cool," "Only Human," "Strangers," "Way We Roll."
Kurasa kau masukkan lagu baru lagi.
"Every Single Time" atau yang lain. Atau bisa...
"Still In Love With Me" di situ.
"Still In Love With You" di situ.
Lalu selanjutnya "Kecemburuan," "Cake By The Ocean."
Jika dilihat dari perspektif ini, kau bisa merasakan skala utuhnya.
Ini membuat takjub.
Ini luar biasa.
Aku ingin ke sini. Aku ingin masuk ke tempatnya.
Kau sudah di tempatnya.
Aku tersesat begitu lama, tak mengetahui identitasku.
Tetapi kini aku duduk di sini lagi.
Berkata kepada diriku sendiri untuk bernapas, santai, dan nikmati.
Itu saran yang bagus.
Aku hampir tak melakukan apa pun.
Persiapan prakonserku sebenarnya adalah...
Persiapanku adalah berusaha untuk tetap diam
dan fokus untuk mengumpulkan energiku sebanyak-banyaknya.
Manis sekali.
- Tahu yang kami tonton hari ini? - Apa yang kalian tonton?
Kami menonton hit Bollywood.
Tentu saja kalian menonton hit Bollywood.
- Luar biasa. - Itu musik bersemangat.
Membuatnya membara.
Aku tak lakukan itu. Itu diminta.
Aku berusaha tenangkan pikiranku.
Aku sungguh berusaha melupakan hal-hal yang bisa menghambat.
Pada dasarnya aku berusaha...
mencapai kondisi meditasi.
Tidak, seperti model berbeda dari rangka belakang
yang bisa menurunkan TV tanpa harus merobohkan dindingnya.
Alena, kemari. Alena, jangan pergi.
Aku melakukan banyak hal.
Sedikit ritual prakonser.
Aku melakukan push-up 20 kali.
Aku meregangkan tanganku seperti ini.
Lalu aku menjerit.
Aku biasanya berlari cepat pendek bolak-balik.
Aku minta ditampar seseorang.
Pada beberapa konser terakhir, oleh Kevin atau Nick.
Tetapi mereka amat lemah. Aku butuh tamparan keras.
- Ayo! - Siapa yang mau?
- Energi tinggi! - Ini dia.
Tuhan, terima kasih telah menjaga semua orang di perjalanan ini.
Semoga kami aman di panggung itu.
Semoga suaranya lantang, alat musik bermain baik.
Mari kita bersenang-senang. Amin.
- Amin! - Amin!
Baiklah! Kebahagiaan dimulai...
Sekarang!
Satu, dua, tiga!
Amat senang mengetahui lagu-lagu ini
menjadi lagu pengiring kenangan favorit banyak orang dalam hidup mereka.
Dulu terasa aneh mengatakan itu, tetapi lalu aku bicara kepada banyak fan
dan mereka bilang, "Itu lagu ciuman pertamaku,"
lagu kelulusanku, ulang tahun kesepuluh, seperti kejadian sungguhan.
Saat membahas untuk adakan konser,
yang pertama keluar dari mulutku adalah...
"Apa orang-orang akan peduli?"
Kami mencintaimu!
Para fan.
Maksudku, mereka tak bisa, tak boleh terlupakan dalam semua ini.
Mereka cukup heboh di internet dan di tempat lain
hingga kami tahu, bahwa ada permintaan untuk ini.
Jonas favoritku adalah Nick.
Jonas favoritku adalah Joe.
Favoritku adalah Kevin. Kevin, aku menonton acaramu.
Kau tahu apa yang keren semalam?
Keluar tempat acara setelah latihan
lalu mencatat semuanya pukul 01.00 dan melihat para fan di sana.
Ya.
Tak ada satu pun dari mereka di sana yang meminta berfoto.
Sebenarnya, tak ada yang minta foto. Kami hanya mengobrol hangat.
Mereka bilang, "Kalian harus istirahat. Besok hari besar kalian."
- Ada perbedaan nyata dari fan. - Mereka mendukungnya.
Mereka seperti ada untuk kami. Seperti, apa pun... itu...
Aku menjadi emosional lagi. Ini gila.
- Nick. - Joe.
Aku juga.
- Joe. - Nick.
Kau tahu itu Nick. Itu Nick!
- Itu Nick. - Tapi semua tampan.
- Nick. - Aku pencinta Joe.
- Kevin. - Joe.
Aku juga harus meminta maaf karena aku mengikutinya ke restoran
di Lima, Peru.
Kau sedang bersama Sophie dan aku mengikutimu ke toilet.
- Kau tak bisa pilih favorit. - Kevin!
- Joe. - Kevin.
Kevin. Selamanya Kevin.
- Nick. - Nick.
Nick juga. Tetapi Kevin.
- Joe. - Nick.
Jonas favorit? Kevin.
Kevin, ya? Kevin!
Aku suka Bonus Jonas, jadi, aku cuma mau bilang Frankie.
Siapa Jonas favoritmu?
Diriku sendiri.
Ya. Kebenaran telah muncul.
- Joe. Raja di Utara. Aku mencintaimu. - Nick.
Nick!
Jelas kami merasa jika kami lakukan ini,
setidaknya ada beberapa orang yang akan peduli.
Para fan.
- Ayo... - Sapa mereka?
- Apa kabar? - Siapa yang bersemangat?
- Kau berhasil. - Benar!
Apa kabar, Semuanya?
Nicole? Senang menjumpaimu.
Akan menjadi emosional bagi fan yang di sana
saat kami bermain di lahan parkir
di depan Dick's Sporting Goods di New York ini.
Jonas favorit? Jelas, Joe.
Tetapi kadang Kevin.
APA ITU CINTA
APA ITU MANUSIA
Apa yang tidak berjalan?
Kami tidak saling mengerti satu sama lain lagi
dan kami bukan teman.
Jika kami ingin menjadi band, kami semua harus berkontribusi pada proses kreatif.
Atau tidak, dan itu peraturan, boleh begitu.
Kami tak anggap kami setara.
Nick yang memimpin.
Saat itu terjadi, maka aku cenderung tidak peduli.
Harus ada semacam struktur, dan itulah aku.
Harus ada.
Aku bertanya kepada Joe dan Nick alasan tak sertakan aku di konser.
Beberapa konser.
Kevin punya kemampuan hebat di sisi ini untuk menghubungkan.
Dia hubungkan titik di antara kami bertiga.
Itu hal sulit untuk dipermasalahkan kepada seseorang
saat hal itu sudah bertahun-tahun bergejolak di bawah permukaan.
Harus ada semacam elemen yang longgar,
lepas, dan menarik, dan itulah Joe.
Kadang rasanya aku yang terakhir tahu sesuatu.
Kami mulai memprioritaskan band di atas hubungan saudara.
Bagi Joe, berarti banyak hal.
Aku tak mengendalikan prosesnya, Kevin hadir.
Kami mulai sebagai tiga anak dari New Jersey
yang senang bermain musik bersama.
Lalu kami menjadi bosan, kesal, jenuh.
No comments yet. Be the first to leave one.