Οι πρώτες 200 γραμμές.
"Aku menunggumu di dasar Abyss."
Kenapa kau mencuri surat ini?
Soalnya ibuku menulis surat ini untukku.
Ini punyaku.
Jadi, kau serius mau pergi?
Ya.
Makanya aku butuh bantuan kalian.
Ibuku sedang menungguku.
Bagaimana caramu melewati Kamp Penjelajah?
Aku mau ke dasar Abyss, tempat ibuku menunggu.
Rute menuju ke sana…
Ada apa, Nat?
Aku menentangnya! Dasar Abyss itu…
Kau bisa bilang begitu dengan mudahnya,
tapi sekali ke sana, kau tidak bisa pulang lagi!
Kenapa mengungkit itu lagi?
Aku bercita-cita menjadi Peluit Putih. Aku sudah siap dengan semua risiko.
Kau sama sekali tidak paham, Riko.
Kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan kami semua!
Aku juga tahu!
Kau tidak bisa main ke rumah Bibi dan belajar dari Ketua.
Kita tidak bisa main bersama lagi, tahu!
Aku juga tahu!
Aku sudah paham semua itu…
Kenapa…
Kenapa malah menangis?
Kau juga menangis, tahu!
Aduh! Aku tidak menangis!
Lebih baik malam ini kita istirahat saja.
Lagi pula, besok penjelajahan pertamamu, Reg.
Baik!
Aduh!
"Aku menunggumu di dasar Abyss."
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
Lapisan kelima, di area batu pasir sekitar Lautan Mayat,
aku bertemu kalajengking berekor tujuh.
Ukurannya lebih dari dua meter.
Aku menamainya Kepala Penyengat.
Lalu aku bertemu dengannya selagi berteduh di lapisan keenam.
Kadal yang tumbuh di dalam cangkang telur.
Berkat cangkangnya ini, sepertinya ia kebal terhadap hujan besi.
Aku menamainya Cangkang Kukuh.
Di dekat lapisan ketujuh, aku melihat bayangan seperti manusia.
Identitasnya tidak diketahui.
Dia terlihat seperti terus mengawasiku.
Bodoh! Aku juga mengawasimu, tahu!
Ukurannya seperti anak manusia.
Aura dia agak berbeda dari Narehate.
Apa jangan-jangan dia bukan manusia, ya?
Aku juga tidak tahu dia datang dari mana.
Namun, jawabannya sudah dekat.
Reg…
Reg!
Ada apa?
Kalau cuma menggali rumput, hanya ada serangga.
Kalau mau menggali, lebih baik di tempat datar sebelahmu.
Di sini?
Apa ini?
Apa ini, Nat? Bentuknya bulat dan empuk.
Oh, itu…
Itu juga artefak Abyss.
Tapi aku tidak tahu itu apa.
Kelenturannya luar biasa.
Mungkin saja ini artefak kelas spesial.
Mustahil.
Kita hanya bisa menemukan sampah di sini.
Kurasa ini tidak bisa dibilang sampah.
Tunggu.
Kalau ini sampah, berarti aku boleh menyimpannya, 'kan?
Nanti kau bisa digantung telanjang!
Sampah pun bisa dijual ke negara asing dengan harga tinggi.
Masa pelatihan memang berat, ya.
Ya.
Lihat! Di dalam sana juga ada lagi.
Nat, ini hebat!
Benda empuknya ada banyak!
Ya, 'kan? Serahkan saja padaku.
Masih ada lagi.
Itu benda apa?
Itu tengkorak berdoa.
Itu jasad 2.000 tahun lalu. Semuanya berpose begitu.
Kau itu robot, kenapa bisa ketakutan begitu?
Benar juga…
Pernah dengar rumor ini?
Anak-anak yang sedang menantikan hari ulang tahunnya…
Satu per satu anak-anak itu meninggal pada hari ulang tahun mereka.
Penyebab kematiannya berbeda-beda.
Tapi mereka pasti meninggal pada hari ulang tahunnya.
Di Distrik Barat saja sudah ada delapan orang.
Kalau kau becermin di pagi hari pada hari ulang tahunmu,
kau akan melihat lehermu patah di cermin.
Kalau kau melihat itu…
Aku tidak percaya hal seperti itu!
Robot ketakutan sampai berkeringat!
Namun, ada hal yang kupercayai.
Aku percaya bahwa ada jawaban di dasar Abyss.
Jati diri artefak ini, penyebab Kutukan Abyss,
tentang alasanku diciptakan, atau alasan aku datang ke sini.
Mungkin semua jawaban itu bisa kutemukan kalau aku bisa ke dasar Abyss.
Itulah yang kurasakan.
Kenapa?
Kau dan Riko juga…
Kalian tidak waras!
Seperti yang kubilang kemarin, aku menentangnya, ya!
Kalian itu masih Peluit Merah. Masih umur dua belas tahun juga!
Nat, kau…
Pokoknya, aku menentangnya!
Di sana.
Setelah melakukan penjelajahan pertamaku pun,
ingatanku masih belum kembali.
Berarti petunjuknya hanya…
Reg, tunggu…
- Nat? - Reg.
Ada apa?
Ini Kutukan Abyss.
Kau sungguh kebal, ya?
Jalanmu juga cepat.
Maaf. Aku sedang melamun, jadi, tidak menyadarinya.
Mau panggil bantuan?
Tidak usah. Aku sudah lebih baik. Aku masih kuat jalan.
Aku merasa baik-baik saja.
Ternyata aku ini benar-benar robot, ya?
Kalau begitu, bayangan itu juga…
Shiggy juga bilang bahwa aku ini Aubade.
Apa aku juga artefak, ya?
Kenapa aku datang ke sini?
Kenapa bayangan itu tidak datang ke sini?
Apa aku datang dari dasar Abyss?
Ada apa di bawah sana?
Aku ingin tahu.
Aku ini…
Sebenarnya apa?
Jadi,
apa kau sudah menentukan mau berangkat kapan?
Aku akan berangkat besok sebelum fajar.
Apa?
Aku sudah mengemas barang bawaanku.
Cepat juga.
Namun, bagaimana caranya kau menyelinap ke Abyss?
Di sana ada penjaganya, 'kan?
Kalau itu…
Aku yang akan menggendongnya.
- Apa? - Apa?
Riko, aku akan ikut denganmu pergi ke dasar Abyss.
Apa?
Reg!
Aku kira kau akan menentangnya.
Pasti Riko yang memaksanya untuk ikut, 'kan?
Apa…
Riko sama sekali tidak menyuruhku ikut.
Ini keputusanku.
Aku ingin mencari tahu jati diriku.
Reg…
Terima kasih!
Aku tidak berani bilang padamu.
Padahal aku mau bertemu ibuku.
Aku merasa bersalah karena ingin memilikimu seorang diri.
Bukannya kau yang menemukanku?
Aku pernah memanjat Abyss sekali, 'kan?
Meski ingatanku tidak kembali, setidaknya aku punya tubuh kuat ini.
Aku akan melindungimu sampai ke dasar Abyss.
Apa boleh buat.
Maaf. Berpisah dengan kalian memang membuatku sedih,
tapi aku tidak bisa meredam rasa penasaran ini.
Tidak apa-apa.
Meski kau larang pun, Riko akan tetap pergi sendirian.
Omong-omong, Reg.
Apa kau paham apa yang menantimu dalam perjalanan menuju dasar Abyss?
Aku tahu ada banyak makhluk berbahaya.
Ada artefak juga.
Jangan-jangan…
Kau mengira bisa sampai ke dasar
dengan memanjangkan lenganmu sedikit demi sedikit?
Itu tidak benar, 'kan?
Memang akan ada rintangan, dan aku juga terpikirkan itu.
Naif! Saking naifnya sampai susah diberi tahu!
Abyss itu tempat yang dipenuhi bahaya di luar perkiraanmu.
Itu apa?
Ini peta kasar Abyss terbaru.
Kau hebat, Shiggy! Kenapa bisa punya barang seperti ini?
Ini karena kau serius mau menantang Abyss.
Menyelinap ke ruangan Bu Kepala itu mudah.
Ini adalah kondisi Abyss saat ini.
Sejauh 1.350 meter ke bawah itu kedalaman lapisan pertama, Tepi Abyss.
Makhluk dan lingkungan di sini tidak berbeda jauh,
tapi terkadang ada binatang dari lapisan kedua yang naik cari makan,
berhati-hatilah.
Mulai dari sini ada lapisan kedua, Hutan Penggoda.
Tekanan di kedalaman ini makin berat.
Kalau Peluit Merah turun sampai sini, tidak akan ada yang menolong.
Karena sangat sulit untuk keluar masuk dari sana.
Itu dianggap tindakan bunuh diri.
Hutannya berbentuk menggantung dan kalian akan memasuki Hutan Terbalik.
Aliran udaranya sangat tidak stabil dan ada banyak predator ganas di langit,
jadi, berhati-hatilah.
Lapisan ketiga, Tebing Besar.
Di tempat ini ada tebing vertikal setinggi lebih 4.000 meter.
Lapisan keempat, yang bisa ke sana hanyalah Peluit Hitam ke atas.
Kedalamannya sekitar 7.000 meter.
Tempat ini disebut Cawan Raksasa.
No comments yet. Be the first to leave one.