Οι πρώτες 200 γραμμές.
Hai.
Anda menyaksikan sebuah momen bersejarah.
Saat ini, ada perburuan di seluruh dunia untuk melawan virus corona ini.
Ilmuwan mencoba segalanya,
dari obat yang ada hingga terapi baru.
Tapi kemungkinan besar kita akan akhiri pandemi ini
dengan vaksin.
VAKSIN UJI COVID-19 PERTAMA
Pada tanggal 16 Maret 2020,
vaksin pertama diuji.
Aku Jennifer Haller,
dan aku orang pertama yang menerima vaksin percobaan COVID-19.
Kami melakukan vaksin uji lain dengan cukup cepat.
Vaksin untuk SARS butuh 20 bulan,
vaksin untuk Ebola, tujuh bulan,
dan satu untuk Zika, sekitar enam bulan.
Tapi calon vaksin ini mengalahkan rekor itu.
Vaksin ini dibuat hanya dalam 65 hari.
Jika vaksin ini akan mengakhiri pandemi ini,
prosesnya masih sangat panjang.
Semua vaksin potensial harus melalui jalan yang sulit,
jalan panjang dan berkelok, yang penuh tantangan dan cobaan.
Di Amerika Serikat,
biasanya sebuah calon vaksin butuh waktu satu dekade
untuk membuatnya dari awal sampai akhir,
dan sekitar 90 persen gagal menyelesaikannya.
Kita tak punya waktu selama itu.
Setiap hari, orang-orang meninggal,
dan kerugian ekonomi semakin meningkat.
Para ahli berharap vaksin ini bisa tersedia secara luas pada tahun 2021.
Agar bisa seperti itu,
vaksin itu harus melewati semua proses ini dalam waktu singkat.
Ini adalah ujian tertinggi manusia dan mesin.
Banyak pebalap yang dipanggil masuk pit,
dan kurang dari setengahnya yang mampu selesaikan balapan melelahkan ini.
Untungnya, ada lebih dari 100 calon vaksin yang diuji-cobakan,
yang dibuat oleh ilmuwan di seluruh dunia, dari veteran di universitas...
Kami punya sekelompok ilmuwan hebat berdedikasi
yang bekerja di lab siang dan malam.
...hingga farmasi raksasa...
Kami punya tim untuk melakukan ini, dan semuanya semangat.
...dengan teknik teruji...
Dengan vaksin virus corona ini, kami punya keunggulan memulai lebih awal.
...dan pendekatan yang belum pernah diuji.
Semua orang saling bersaing,
tapi akhirnya, hanya yang terbaik yang bertahan.
Namun, membuat vaksin juga akan membutuhkan banyak uang...
Baik, inilah kita. Kita bisa dapat uang dengan cepat.
Kita bisa melakukan semuanya.
Sekarang kita semua berusaha maju dan mencari ide terbaik di seluruh dunia.
...dan kerja sama.
Semua komunitas ilmiah di dunia
telah bersatu dengan cara yang belum pernah terjadi.
...dan sukarelawan pemberani.
Kita semua merasa tak berdaya, dan ini sesuatu yang kulihat
yang bisa kulakukan untuk bisa membuat perbedaan.
Mereka berada di salah satu lomba ilmiah paling berisiko dalam sejarah.
Aku bandingkan ini dengan perlombaan antariksa.
Kita punya banyak pesaing untuk meraih sesuatu yang sebelumnya tak diketahui.
"Bagaimana aku ke Mars?"
"Bagaimana ke Venus?"
"Bagaimana kita membuat vaksin COVID-19 berikutnya,
Dan pertanyaan besar lainnya:
seberapa cepat kita bisa melakukannya?
Mengingat fakta bahwa sekarang kita memiliki virusnya,
kita akan mengembangkan vaksin.
Kita bisa bergerak sangat cepat dengan cara yang belum pernah dicapai.
Hanya setelah vaksin ini terbukti aman,
barulah dia dikeluarkan dari tempatnya.
Yang mereka butuhkan adalah vaksin,
dan perjuangan tak pernah berhenti sampai itu ditemukan.
Masih ada virus lain yang akan diisolasi, dan vaksin lain akan ditemukan,
itu pasti.
PERLOMBAAN UNTUK SEBUAH VAKSIN, TERJABARKAN
Virus corona ini dan semua virus lain, sangat sulit dilawan,
sebagian karena mereka sangat sederhana.
Mereka sebenarnya hanya kendaraan kecil
yang membawa instruksi cara membuat lebih banyak diri mereka.
Untuk memperbanyak diri, mereka selundupkan instruksi ke sel kita
dan memaksa mesin sel kita untuk membuat lebih banyak virus.
Mereka menyebar ke seluruh tubuh dan membajak lebih banyak sel,
merusak mereka dalam prosesnya,
yang membuat kita merasa sakit.
Tapi kita bukan tak berdaya.
Sel dalam sistem imun kita bisa menemukan penyusup dan mengidentifikasi penanda,
ciri khas yang kita sebut antigen.
Lalu mereka bergerak untuk mencari dan hancurkan apa pun dengan antigen itu.
Sistem imun kita juga menghasilkan molekul kecil yang disebut antibodi
yang menempel pada antigen itu, menandai dan menundukkan virus.
Tapi sejak kita terinfeksi,
butuh hampir dua minggu agar respons ini meningkat,
cukup waktu bagi virus corona ini berkerumun di tubuh kita,
membuat kekacauan.
Terkadang sistem imun kita terlalu berlebihan
dan menyebabkan bahaya yang lain.
Pada beberapa orang, semua kerusakan ini menjadi parah,
dan mereka wafat.
Dalam satu sif, aku menyatakan enam orang wafat.
Di sinilah perawatan sangat membantu.
Ada yang menyuntikkan antibodi, molekul yang menaklukkan virus,
entah itu antibodi buatan hasil laboratorium,
ataupun dari darah orang yang sembuh.
Yang lain mengekang sistem imun kita jika mereka tak terkendali.
Dan yang lain, seperti Remdesivir,
masuk sel kita untuk memblokir virus agar tak mereplikasi diri.
Hasil awal menunjukkan Remdesivir bisa membuat virus kurang mematikan.
Ini bukti konsep yang sangat penting,
karena dia telah membuktikan bahwa sebuah obat bisa memblokir virus ini.
Namun, sejak Mei, tidak satu pun dari pengobatan ini bisa mencegah orang sakit,
atau menularkan virus corona ini ke orang lain.
Vaksin bisa melakukannya
dengan memanfaatkan sesuatu dari tubuh kita
yang telah berevolusi selama jutaan tahun:
memori.
Setelah berurusan dengan virus, sistem imun kita mengingat antigen,
Terkadang selamanya,
terkadang hanya untuk sesaat.
Kita tahu tubuh kita bisa mengingat virus corona ini selama beberapa tahun.
Jadi, jika virus corona ini mirip
dan muncul di tubuh kita lagi saat itu,
sistem imun kita bisa meningkat lebih cepat dengan kekuatan hebat,
membasmi virus itu sebelum membuat kita sakit
atau menyebar ke orang lain.
Inilah yang disebut imun terhadap virus.
Vaksin membuat tubuh kita imun
dengan menunjukkan tubuh dengan aman seperti apa virus itu,
memalsukan infeksi pertama ini untuk mengajari tubuh cara merespons,
jadi saat bertemu virus sebenarnya, tubuh kita sudah siap.
Tak ada vaksin yang 100 persen efektif,
artinya tak semua yang menerimanya akan imun sempurna,
tapi vaksin tak perlu sempurna untuk mengakhiri epidemi.
Cacar dahulu penyebab kematian utama,
dan campak membunuh jutaan orang per tahun, mayoritas anak-anak.
Namun, berkat vaksin yang sekitar 95 persen efektif,
kita berhasil membasmi cacar
dan membuat kemajuan besar terhadap campak.
Pembuat vaksin berharap membuat vaksin seefektif itu.
Jika kita bisa membuat vaksin dengan tingkat efektivitas sekitar 50 persen,
jadi itu mencegah sekitar setengah infeksi,
jika itu berarti menghentikan setengah kematian, itu sungguh kabar baik.
Faktanya, vaksin adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah manusia.
Tidak seluruh dunia setuju,
tapi lebih dari 90 persen orang percaya vaksinasi anak itu penting,
dan itu penting, karena untuk membasmi penyakit menular,
kau butuh mayoritas manusia di dunia untuk imun.
Ini disebut imunitas kawanan.
Idenya adalah individu menjadi imun entah karena terinfeksi dan sembuh,
ataupun dengan divaksinasi.
Saat cukup banyak orang yang imun,
virusnya akan sulit menyebar dan melambat.
Dengan vaksinasi diri kau melindungi
bukan hanya dirimu, tapi juga anggota masyarakat yang lemah
yang mungkin tak bisa dapatkan vaksin itu.
Seperti bayi, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
Jadi, itu adalah tindakan melindungi diri sendiri sekaligus juga altruisme.
Jadi, mengalahkan penyakit menular membutuhkan keterlibatan seluruh dunia,
dan dalam melawan COVID-19, dunia belum pernah sebersatu ini.
Dari 100 pembuatan calon vaksin pada bulan Mei,
hampir separuhnya di Amerika Utara, dan 17 di Tiongkok.
Mereka didanai secara berbeda,
mayoritas oleh industri swasta.
Tapi perbedaan utamanya adalah platform vaksin mereka,
bagaimana mereka menunjukkan tubuh seperti apa virus itu.
Beberapa vaksin menyuntikkan virus versi lemah ke dalam tubuh.
Virus itu tak bisa mereplikasi diri atau merusak, tapi masih punya antigen,
jadi sistem imun kita bisa belajar apa yang harus diwaspadai.
Begitulah vaksinasi kita melawan polio,
campak, gondok, dan rubella,
cacar air, rotavirus,
dan untuk flu.
Sejauh ini, metode inilah yang paling teruji dan ampuh,
tapi proses pelaksanaannya lambat.
Kita harus tumbuhkan virus berbulan-bulan di sel hidup lain, seperti telur ayam,
metode yang kita gunakan puluhan tahun ini.
Kita sebut ini vaksin generasi pertama,
ada sembilan yang diuji-cobakan pada awal Mei.
Ilmuwan lain mencoba pendekatan baru.
Alih-alih seluruh virus corona,
mereka memberi tubuh hanya antigen saja,
bagian yang mereka pikir akan aktifkan respons imun.
Antigen itu juga harus ditumbuhkan, terkadang di sel ragi,
atau menempel pada virus lain yang tak berbahaya.
Beginilah cara kerja vaksin untuk virus Hepatitis B,
batuk rejan, dan meningitis B.
Kita akan sebut ini vaksin generasi kedua,
dan mereka jenis yang paling populer di percobaan COVID-19, dengan 72 calon.
Akhirnya, ada vaksin jenis baru
yang tak menggunakan bagian virus apa pun.
Namun, vaksin itu hanya memberi tubuh kita instruksi virus,
kepingan kode genetik yang memerintahkan sel kita untuk produksi antigen,
yang kemudian mengaktifkan respons imun.
Tak ada vaksin dengan pendekatan ini yang disetujui digunakan pada manusia.
Kita sebut ini vaksin generasi ketiga,
dan ada 27 dalam tahap uji coba.
Karena mereka tak menumbuhkan bagian apa pun dari virus apa pun,
mereka bisa dibuat dengan sangat cepat.
Vaksin pemecah rekor ini adalah calon generasi ketiga
dari perusahaan Amerika, Moderna.
Tapi membuat calon vaksin bukan bagian sulitnya.
Yang sulit adalah tahap berikutnya.
No comments yet. Be the first to leave one.