Οι πρώτες 200 γραμμές.
Kau tahu siapa temanmu?
Apa?
Itu permainan.
Permainan pertemanan. Kau memainkannya bersama teman-teman sejatimu.
Apa artinya teman sejati?
Alat itu akan mengatakan kepadamu, menguji persahabatanmu.
Jika persahabatanmu tak bertahan, kau juga tak bertahan.
Itu apa?
Permainan.
Duduk mengitarinya, taruh jari di atasnya, katakan dengan jujur.
Keinginan terdalam kalian.
Jika persahabatan kalian bertahan, kalian akan berteman di mana saja selamanya.
Berputar, Robbie.
Kau tak apa-apa?
Ya, aku rasa ini musim panas terakhir yang menjengkelkan.
Musim panas terbaik.
Kita akan lihat.
Apa yang kau lakukan?
Oke yang harus kita lakukan...
letakkan jari di atasnya dan ungkapkan keinginan terdalam.
Burukkah kalau perasaan terdalam kita tak mau melakukannya?
Jadi ini permainan. Bagaimana cara menang?
Kita menang kalau kita tetap berteman.
Kita tetap saling menyukai setelah mendengarkan keinginan terdalam kita.
Persis. Jadi katakan sejujurnya atau ini takkan berhasil.
Waktu kita tinggal beberapa pekan sampai kita berpencar.
Kau tahu?
Tahu apa?
Kita memainkannya dan kita tahu.
Kita tahu akan berteman selamanya apa pun yang terjadi.
Teman sampai akhir.
Sejak memakai popok sampai memakai popok lagi.
Oke, tidak ada jawaban konyol
Katakan yang sebenarnya. Apa ini?
Keinginan terdalammu?
Baik, siapa duluan?
Bukan aku.
Juga bukan giliranku.
Kalian memang menggelikan.
- Harus ada yang mengawali. - Tidak.
Bagaimana kalau kau, Cotton? Kau pasti sudah memikirkannya.
Jangan mengacau lagi.
Bagaimana denganmu, Cotton? Kau pasti sudah memikirkannya.
Hari kanak-kanak sudah berlalu.
Kita terisap ke dalam sesuatu yang harus kita lakukan atau wujudkan.
SMA, perguruan tinggi, pekerjaan, keluarga.
Lalu suatu hari kita bangun tidur dan menjadi orang tua.
Aku hanya berharap bisa menyempal dari realitas itu.
Aku hanya berharap bisa menyempal dari realitas itu.
Gunga Din.
Courtney?
Ya Tuhan, Cotton!
Mana Robbie dan Z?
Kau punya pemantik?
Di mana mereka?
Aku tak tahu.
Ada apa, Cotton?
Kau tak menyimak.
Terjadi sesuatu.
Mereka tak mungkin pergi sendiri-sendiri.
Kita harus temukan mereka.
Apa maksudmu?
Tak terjadi apa-apa!
Tahukah kau? Aku punya sesuatu buatmu. Ini pil yang kau inginkan.
- Tidak. - Isap ganja...
menari bersamaku. Nikmati. Ini pesta.
- Ini, ambil. - Tidak.
- Ambil. - Tidak.
Tidak.
Ada apa, Cotton?
Aku kira kita berteman.
Tidak, aku harus temukan mereka.
Tunggu! Kau bisa cari pemantik?
Sialan.
Kita tahu akan jadi teman selamanya apa pun yang terjadi.
Apa pun yang terjadi.
Kita menang kalau kita tetap berteman.
Teman.
Cotton.
Pertemanan kalian bertahan?
Pecundang!
Ben menelepon aku.
Ben dari kamp siang hari.
Kata dia, kau sudah tak masuk selama seminggu.
Kau tak ingin ikut?
Lalu apa yang kau lakukan sepanjang hari?
Cuma berputar-putar nain sepeda?
Kau mendapat teman baru?
Aku hanya ingin tahu...
aku takkan ditelepon karena kau mendapat masalah.
Katakan sebenarnya. Apa ini?
Keinginan dari hati yang paling dalam?
Bagaimana denganmu, Zooza?
Apa? Ini kantong.
Apa? dia keluarkan ususnya...
mencari pemantik manusia.
Ususnya?
Rahimnya.
Pemantik manusia.
Kau menontonnya bersama Cotton, kan?
Cotton! Di mana dia?
Jika dia tak ke sini 10 menit lagi, aku minum bagiannya.
Aku pikir kau sudah meminum bagiannya saat ini.
Vodka!
Vodka!
Court!
- Kosong. - Tidak.
Tidak!
Tidak!
- Minumlah. - Ya Tuhan, parah sekali.
Tak enak sama sekali.
Panas sekali di sini.
Ya.
Pikirmu ini ada akhirnya?
Akhir apa?
Luar angkasa. Jagat raya.
Ini musim panas, Robbie. Aku tak ingin memikirkannya.
Ulurkan jemarimu.
Genggam.
Omong-omong, saya Rob.
Apa?
Robbie nama kanakku, sekarang aku dewasa.
Sejak kapan?
- Kita mulai. - Baik.
Aku serius.
Kau percaya itu, tentang semua tak terhingga?
Tentu, Bob.
Pikirkan, Z. Dunia tak terhingga artinya...
realitas berjumlah tak terhingga.
Kau tak terhingga, aku tak terhingga. Semua orang.
Kedengarannya ini caramu dapatkan yang kau mau.
Ya? Apa yang kau inginkan Zooza?
Aku ingin musim panas ini tak berakhir.
Sebulan dari sekarang...
kau akan di Colorado, dan Cotton akan di ibu kota negara bagian.
Tapi Court masih di sini.
Kelihatannya begitu.
Cotton hanya berjarak satu jam dari sini.
Kalian akan berkumpul setiap akhir pekan. Sedang aku kadang-kadang. Tak apa, Z. Aku janji.
Oke.
Dengar, versi dari dunia ini sekarang
kita bersama.
Dalam ruang tak terhingga, atau waktu, atau apa pun... kita bersama.
Bergembiralah kita begitu mujur. Kita semua.
Mungkin yang satu ini, Z.
Satu yang mana?
Versi realtas di mana kita tetap berteman.
Selamanya.
Terakhir kita berciuman, kita bilang takkan mengulanginya.
Masih ada dunia-dunia di mana kita tak di dalamnya.
Robbie!
Apa kondomnya bocor?
Apa?
- Robbie, menyingkir. - Apa?
Sialan.
Apakah pertemananmu bertahan?
Susan? Sayang?
Ada apa, Bu? Aku harus pergi.
Ini Detektif Mondari.
Dia ingin ajukan beberapa pertanyaan.
Tentang temanmu Cotton.
Maaf, aku datang di saat seperti ini. Kami sudah mewawancara semua teman sekelas Cotton.
Termasuk aku.
Karena itu aku ke sini, untuk menindak lanjuti beberapa detail.
Semua bilang mereka melihat Cotton di pesta di Trash House.
Beberapa melihat dia pergi. Ia marah atau takut. Itu terakhir ia terlihat.
Kau ikut dalam pesta itu, kan?
Ya, semua ikut.
Tapi kau tak melihatnya?
Tidak.
Kalian di pesta yang sama, bersahabat, dan kalian sama sekali tak berpapasan?
Aku mabuk.
Apa?
Aku harap kau tak menyetir.
Memang.
Tahun lalu kau ditangkap karena kepemilikan obat terlarang.
- Kenapa kau tak pernah menyebutnya sebelumnya? - Bukankah polisi punya komputer?
Apa hubungannya dengan temannya?
Kau memakai obat terlarang sekarang?
Saat ini?
Obat rasa sakit beberapa tahun lalu.
Ketika ayahku meninggalkan kami.
Tak begitu lama.
Itu bukan salah dia.
Terjadi sesuatu di antara kalian sebelum pesta? Sesuatu yang menguji persahabatan kalian...
yang membuat kalian berselisih?
Yang membuat dia pergi?
Seorang detektif mampir dan bertanya tentang Cotton.
Kau tak tahu di mana dia.
Ya kan?
Tentu aku akan bercerita padamu.
Ya.
Kau harus menyebarnya jika kau ingin orang-orang melihatnya.
Dengan begini lebih mudah orang melihatnya.
Entahlah, Z, terkadang aku merasa...
merasa dia tak cuma menghilang dari kota ini, tapi...
menghilang dari dunia ini.
Dia sudah ingin pergi sejak bertahun lalu. Kau tahu itu. Maka ia pergi.
Dia takkan pergi tanpa pesan pada kita. dia teman kita.
Ya, saat seseorang pergi, dia tak kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.