Οι πρώτες 200 γραμμές.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
- Dia di mana? - Sial!
- Ujian mulai 30 detik lagi! - Tidak biasanya dia terlambat.
- Hai. Mereka semua ada di atas? - Ya.
- Keren! Nilaimu? - Kami dapat B!
Bagus! Permisi.
- Dia akan datang. - Bagaimana ini? Kita akan gagal.
- Benar sekali. - Kalian siap?
Dua menit lagi. Aku harus buang air besar.
Dua menit, atau kalian ujian lagi, ya?
Sial.
Hei.
- Ada apa, Simone? - Kita akan berhasil.
Waktu kita banyak.
Boleh kulihat?
Hanya aku ubah sedikit dan tandai bagian masing-masing. Tidak sulit.
- Kau bagian presentasi. - Kau gila.
Simone, kau keren.
Aku harus membahas apa? Aku tak paham.
Kau membahas airnya. Tidak sulit.
- Baca saja itu. - Simone, kami berutang budi.
Dan kencan.
Malam ini?
- Berarti kau harus lulus. - Sepakat.
- Kau siap? - Ya, ayo lakukan.
- Itu ayahmu. - Simone!
Simone!
Ayah!
Kemari. Kenapa tak jawab telepon ayah?
- Ayah, aku harus ujian. - Ini serius.
Pulang dan tetaplah di rumah.
Ayo.
- Namun, kami harus ujian kelompok. - Kami berikutnya.
Bagaimana aku bisa lulus?
Ibu dan Rasmus ada di mobil.
Ayah, ada apa?
Akan hujan, dan kita harus pergi sebelum itu.
- Hujan? - Ayah tak sempat menjelaskan.
- Sten, akan kulihat saat tiba di sana. - Ayah, ada apa sebenarnya?
- Sabar, Simone. Ayah sedang bicara. - Kenapa jemput seperti itu?
Hujan apa yang dia bicarakan? Cuacanya cerah.
- Kenapa tergesa-gesa? - Kami segera tiba.
- Kami akan tepat waktu. - Ayah gila!
- Tutup teleponmu. - Kutelepon setelah aman.
Kita mau ke mana?
- Jangan lakukan itu. - Aku mencari spidolku.
- Tutup teleponmu. - Tentu serius.
- Jangan lepaskan. - Entah sejauh apa sebarannya.
- Apa-apaan? - Perhatikan jalan.
- Jangan lepas sabuk pengamanmu, Rasmus. - Memang kenapa?
- Ibu lem kau ke kursi jika melepasnya. - Harus kucari spidolku.
Berita sela. Penduduk Vordingborg mengalami
reaksi alergi akut dan masalah pernapasan .
Saksi mata mengatakan gejalanya timbul setelah hujan lebat...
Jangan, Rasmus!
- Inikah yang kita hindari? - Bantu adikmu memasang sabuk pengaman.
- Cepat, Simone! - Dia tak mau!
- Duduklah. - Rasmus, pasang sabukmu sekarang.
Ayah, awas!
Kalian tak apa? Ada yang terluka?
- Kau tak apa? - Singkirkan mobilmu!
Ke mana?
Jika tak kau pindahkan, kita semua akan mati!
Apa maksudmu?
Hujannya berbahaya?
Lebih banyak korban dilaporkan tewas usai hujan di Vordingborg.
Semua orang diimbau berada di dalam ruang. Jika Anda di daerah Vordingborg...
Masuk. Mereka bilang hujannya berbahaya.
Masuklah!
Kita harus berlindung sekarang. Ayo pergi.
Turun dari mobil!
- Mengapa hujannya berbahaya? - Jangan menengok. Jalan!
Hei, apa yang terjadi?
Ayah!
- Kita harus pergi, Simone. - Lalu mereka?
Kita tak bisa membantu sebelum kita aman. Ayo!
Simone!
Sampai sejauh mana kita lari?
Cepat!
- Kita mau ke mana? - Lari! Hampir sampai.
- Aku menyerah. Berapa jauh lagi? - Ayo, Simone. Ayo, Sayang.
- Hentikan itu. Kita hampir sampai. - Ayo.
Di Apollon aman.
Tempat apa ini?
Ini tempat Ayah bekerja?
Masuklah.
Masuk ke dalam.
Cepat!
- Ayah, aku takut. - Jangan takut.
Ini tempat teraman saat ini. Diamlah saat kau disucihamakan.
Suci hama?
Penyakit tak akan bisa masuk.
Apollon buat bungker ini untuk katastrofe. Segalanya ada di sini.
- Katastrofe? - Kita belum tahu seberapa parah ini.
- Aku tak mau di sini. - Jangan cemas, Sayang,
kita akan segera pulang.
Buku petunjuknya. Semua informasi soal tempat ini.
- Berapa lama kau akan pergi? - Entah.
Pergi?
Ibu? Tempat apa ini?
Ayah mau pergi ke mana? Mereka bicara apa?
Aku tak tahu.
- Ibu akan menjagamu. - Ayah mau ke mana?
- Ada yang harus ayah lakukan. - Untuk berapa lama?
- Ayah harus mengambil sesuatu. - Namun, bukankah Ayah bilang...
Ayah tak tahu berapa lama, tapi dia akan kembali secepat mungkin.
Ayah, jangan pergi.
Ayah...
Sayang, ayo lihat dapurnya.
Kau cukup besar untuk tahu.
Ada sesuatu di dalam hujannya. Virus pembunuh.
- Lebih buruk daripada bayanganmu. - Apa?
Hanya ayah yang bisa mengatasinya.
Ayah bisa mencegah korban jiwa.
- Lalu, bagaimana Ayah? - Tidak apa.
Kau harus tegar demi Rasmus.
Jangan sampai dia terluka.
Kau bertanggung jawab melindungi adikmu.
- Aku tak paham. - Jangan sampai ada yang temukan Rasmus.
Dia kunci semua ini.
Ada apa dengannya?
Lindungi dia.
Tidak ada yang tahu kalian di sini. Kalian aman.
Ayah akan kembali secepatnya. Ayah janji.
Ayah.
Kumohon tolong kami. Kami tak tahu apa yang terjadi.
Orang-orang sekarat di luar.
Tolong!
Tidak.
Lebih dari 100 kematian di Næstved. Ini juga terjadi di Vordingborg.
TETAP DI DALAM
Tidak.
Kami tak boleh ke luar atau bicara pada siapa pun yang dari luar...
TETAP DI DALAM AGAR TAK ADA YANG TERJADI
Ibu?
SIRINE BERBUNYI, INI BUKAN LATIHAN
Kenapa semua benda aneh di sini?
Ini tempat ayah bekerja.
Kenapa ada bungker bawah tanah?
Karena di bawah sini, kita aman dari hujan.
Mau minum cokelat, Sayang?
Kenapa Ibu tak gelisah?
Kenapa hujannya?
Jangan mencemaskannya.
Ibu menjagamu.
Hei, jangan pikirkan itu semua.
Aku benci di sini.
Kita nikmati saja.
Ibu membuat cokelat panas.
Kau tak perlu takut.
Apa seragam Ayah tahan hujan?
Apa itu Ayah?
Mustahil itu Ayah.
Ayah bisa masuk sendiri.
Siapa lagi selain Ayah?
- Kita harus buka pintu. - Mungkin dia tak bisa membukanya.
Di luar amat berbahaya.
- Namun... - Itu bukan Ayah.
Mustahil kembali secepat itu.
Ayah?
Tidak. Kembali!
Tidak!
Tolong!
- Ibu! - Tidak! Kembali!
Tidak, jangan!
Lepaskan dia!
Tidak, jangan!
Lepaskan aku!
Ibu!
Masuk ke dalam!
Ibu!
Ibu? Ibu, kembali ke dalam!
- Tunggu Ayah! - Ibu!
Kembalilah!
Tidak! Ibu!
Ibu!
Ibu...
Ayah, ayolah. Tolong angkat.
Kumohon!
Aku tak bisa...
Tak bisa kulakukan ini tanpa kalian. Kumohon.
Aku tak bisa lakukan ini tanpa kalian.
Kumohon kembalilah.
Semestinya aku tak membuka pintu.
Tolong!
Tolong!
Lakukan sekarang.
Kita belum siap.
Jika menunggumu siap, dia akan mati.
Lakukan sekarang, Frederik. Menurut perhitungan ini pasti berhasil.
Aku enggan menyuntikkannya pada putraku sebelum kuriset secara saksama.
Tentu, tapi kau sudah meninjau semua hal. Kau harus mencobanya.
- Entah apa ini memicu mutasi. - Apa kita takut itu akan membunuhnya?
Dia sekarat!
Perhitungan menunjukkan keberhasilannya. Kau sudah tunjukkan simulasinya.
- Itu hanya simulasi. - Yang berdasarkan kenyataan!
Lakukan sekarang, Frederik.
Kita harus hubungi Ayah,
dan dia akan kemari setelah semuanya selesai.
Bagaimana cara menghubunginya?
No comments yet. Be the first to leave one.