Πληροφορίες έκδοσης

Detective Conan One-Eyed Flashback 2025 JAPANESE BluRay x264-WiKi
Ένα Σχόλιο από tedi
Retail CATCHPLAY | 1h 49m Resync for BluRay

Ετικέτες

bluray
Δημοσιεύτηκε στις: 2026-01-26
Λήψεις: 146
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

SEPULUH BULAN YANG LALU

Berhenti!

Siapa itu?

Hei! Sedang apa di sana?

Pergilah!

SEPULUH BULAN KEMUDIAN OBSERVATORIUM RADIO NOBEYAMA

Siapa di sana?

Namaku Uehara dari Kepolisian Nagano.

Siapa yang melapor?

Saya.

Profesor Ochi yang menyuruhku.

- Aku mendengar dia berteriak, jadi... - Yutaka Ochi, Madoka Tsuburai

Saat aku diserang di ruang kontrol,

Pak Ochi segera datang dan menemukanku.

Apa kau melihat wajah pelakunya?

Tidak, dia memakai tudung.

Itu adalah teleskop radio 45 meter.

Kami sedang melakukan observasi.

Inspektur Yamato!

Kan-chan.

Ada apa? Kau baik-baik saja?

Kan-chan!

Gemuruh guntur di langit biru,

berikanlah kekuatanmu ke dalam bilah hatiku!

Terima ini!

Jurus mematikan, Yaiba Tinju Dewa Pe...

- "TIDAK ADA SINYAL, MOHON PERIKSA ANTENA" - Wah!

Apa yang terjadi?

Padahal lagi seru-serunya! Kenapa malah mati?

Hari ini diperkirakan akan cerah...

Padahal saluran udara baik-baik saja.

- Percuma saja. - Profesor! Apa kau bisa mendengarku, Profesor?

Hmm, percuma saja.

Sepertinya memang karena antena parabola.

Itu bagian terbaiknya!

Duh, menyebalkan! Kenapa yang kena cuma TV satelit?

Itu karena...

Biar kujelaskan.

Sinyal TV satelit diterima menggunakan antena parabola.

Dari mana sinyal itu berasal?

Dari luar angkasa, benar, 'kan, Profesor?

Benar, dari luar angkasa!

Wah, keren.

Oh, hampir saja lupa.

Ta-da! Tebak tiket apa ini?

Observatorium Radio Nobeyama?

Itu observatorium yang ada di Nagano.

Teman kuliahku sekarang menjadi peneliti di sana.

Dia mengundangku untuk berkunjung ke sana.

Memang mendadak, bagaimana kalau Senin depan?

Sebentar lagi kalian libur musim dingin, 'kan?

Di sana ada tur melihat bintang untuk kelompok lima orang atau lebih.

Maaf, aku tak bisa ikut.

- Hah? - Eh, kenapa tidak?

Ada pertandingan sepak bola di hari yang sama, dan aku sudah membeli tiketnya.

Oh. Kau pergi bersama siapa?

Bersama... Kak... Ran...

Apa boleh buat.

Tapi kita butuh minimal lima orang.

Tenang saja.

Aku akan menjadi pendamping, jadi kita pas lima orang.

- Hore! - Hore!

Melihat bintang!

- Bintang yang cantik! - Aku mau makan kue bulan!

Sekelompok warga akan mengajukan dakwaan ke Kejaksaan...

Ayah, makan malam akan segera...

Sebagai tanggapan, pihak oposisi...

Duh! Harus berapa kali kubilang jangan minum alkohol sebelum makan malam?

TV-nya juga dibiarkan menyala.

Eh? Di mana remote-nya?

Aku pulang!

Hei, Conan.

Apa kau tahu di mana remote TV-nya?

Periuknya! Maaf, tolong temukan remote-nya.

Baiklah.

Seiring meluasnya cakupan kesepakatan pembelaan,

program pelindungan saksi pun akan diluncurkan.

Wah, aku kenyang!

Teknologi sudah jauh berkembang, ya.

Ponsel pintar juga bisa berfungsi sebagai remote TV sekarang!

Kalau begitu,...

Cukup pakai ponsel pintar saja.

Memangnya siapa yang butuh remote?

Tidak boleh begitu. Itu cuma aplikasi...

Kita tetap harus menemukan remote yang asli.

Halo, kediaman Mori.

Kak Ran sangat marah, lo.

- Ya, tolong tunggu sebentar. - Biarkan saja.

Ayah, untukmu.

Dari seseorang bernama Sametani.

Sametani?

Aku tidak kenal?

Dia bilang kalian pernah sama-sama bekerja sebagai detektif di TMPD.

Cepat terima.

Baiklah.

Halo, ini aku Mori.

Oh! Kau Wani (Buaya), ya!

- Bagaimana kabarmu, Wani? - "Wani"?

Apa kau masih kerja di lapangan?

Tidak, sekarang aku kerja di kantor.

Aku bekerja di Kantor Persiapan Pembaharuan.

- Aku meninjau kembali berkas kasus - "Koji Sametani"

- terdahulu untuk mencari data yang bisa - "Koji Sametani"

- kami gunakan dalam program pembaharuan kepolisian. - "Koji Sametani"

Lalu aku menulis laporan yang hanya akan mereka tolak.

Wah, ternyata kau menjadi polisi buangan, ya?

Jangan blak-blakan begitu.

Siapa sangka seorang detektif secakap dirimu

akan berakhir terjebak di belakang meja.

"Cakap", ya?

Lagi pula aku tak akan pernah bisa menembak sejago dirimu.

Rasanya sudah lama sekali sejak kita menjadi rekan lapangan.

Yah, aku jadi merindukannya.

Siapa pun yang memecahkan kasus duluan akan ditraktir minum, apa kau ingat?

- Tunjukkanlah lagi bidikanmu itu padaku. - Ayo kita membereskan meja.

Haruskah aku mampir sambil membawa pistol?

Dasar bodoh. Itu mustahil.

Omong-omong, Kogoro.

Apa kau kenal Inspektur Kansuke Yamato dari Kepolisian Nagano?

Kansuke Yamato?

Ya, kami pernah memecahkan kasus bersama.

Sudah kuduga...

Apa kau tahu tentang peristiwa salju longsor

di Gunung Mitakara di Nagano sekitar sepuluh bulan lalu?

Peristiwa yang menyebabkan Inspektur Yamato terluka?

Aku memang pernah mendengarnya.

Dia sedang mengejar seseorang, tapi malah tertimbun longsoran salju, 'kan?

Kogoro, apa kita bisa bertemu sekarang juga?

- Aduh! Sialan! - Hei, kau tak apa?

Tenangkan dirimu.

Malam-malam begini?

Maaf...

Bagaimana kalau besok? Tidak, besok tidak bisa.

Aku harus pergi ke Nagano.

Bagaimana kalau Senin? Apa kau bisa?

Tentu saja, tapi memangnya ada apa?

Mari bertemu pukul 9 pagi di Polda...

Tidak, kita harus menjauh dari markas kepolisian...

Bagaimana kalau di Taman Hibiya yang dekat?

Oke. Baiklah.

Terima kasih, Kogoro. Aku berhutang padamu.

Tak perlu sungkan begitu, Wani.

Tapi kalau ini memang masalah besar,

mungkin kau bisa mentraktirku minum, seperti dahulu?

- Dasar Ayah... - Jadi, Wani, apa kau sudah menikah?

Belum? Sudah kuduga!

Kenapa kalian berdua ikut bersamaku?

Karena aku ingin bertemu dengannya!

Teman detektif ayahku.

Bukankah kalian mau menonton sepak bola?

Pasti akan sangat membosankan pergi kencan dengan seorang bocah.

Tidak apa-apa, kok.

Sebenarnya aku mengundang Shinichi,

tapi dia bilang harus pergi ke suatu tempat.

Dasar maniak misteri bodoh.

Si maniak misteri bodoh itu sedang ada di sini.

Suara apa itu tadi?

Suara tembakan!

Tunggu, Conan!

Jangan sentuh dia!

- Berhenti! - Hei! Apa yang terjadi, Wani?!

Dia adalah Wani?

Akan kutangkap kau!

Berengsek!

Tidak salah lagi, dia pasti pelakunya.

Dia mau kabur ke mana?

Terima ini!

Sial!

STASIUN KASUMIGASEKI

Itu sepeda motor yang tadi.

Dia kabur...

karya asli: GOSHO AOYAMA Detective Conan diserialkan dalam

karya asli: GOSHO AOYAMA Shonen Sunday, Shogakukan

Detective Conan The Movie: One-eyed Flashback

Namaku Shinichi Kudo, seorang detektif SMA.

Saat berada di taman bermain bersama teman masa kecilku, Ran Mori,

aku menyaksikan transaksi mencurigakan yang melibatkan pria berjubah hitam.

Karena terlalu fokus menyaksikan transaksi itu,

aku tidak menyadari salah satu dari mereka menyelinap di belakangku.

Pria itu meminumkan racun padaku, lalu saat aku tersadar...

tubuhku sudah mengecil!

Kalau mereka tahu bahwa Shinichi Kudo masih hidup,

mereka akan mengejarku lagi, dan membahayakan orang-orang di sekitarku.

Atas saran Profesor Agasa, aku menyembunyikan identitasku.

Lalu saat Ran menanyakan namaku, spontan kujawab...

Conan Edogawa.

Demi mengumpulkan informasi tentang mereka,

aku tinggal di rumah Ran, tempat ayahnya, Kogoro Mori, bekerja sebagai detektif swasta.

Toru Amuro bekerja Café Poirot yang ada di bawah Kantor Detektif Mori.

Nama aslinya adalah Rei Furuya, seorang anggota agen rahasia Zero,

yang mengawasi polisi keamanan.

Yuya Kazami bekerja di bawah Furuya sebagai agen Biro Keamanan Publik.

Selain itu, ada Hiromitsu Morofushi.

Rekan Furuya, yang diduga adalah seorang detektif Biro Keamanan Publik.,

meski tampaknya dia tewas saat menjalankan tugas.

Kakak laki-laki Hiromitsu

adalah Takaaki Morofushi, alias Komei.

Dia, Kansuke Yamato, dan Yui Uehara

adalah para detektif di Divisi 1 Kepolisian Nagano.

Mereka semua berkelindan dalam sesuatu yang tampak seperti kasus besar.

Detective Conan: One-Eyed Flashback subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Detective Conan: One-Eyed Flashback

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left