The Protector

The Protector

Λήψη Indonesian Υπότιτλων

Σεζόν 4

Πληροφορίες έκδοσης

The Protector S04 NF WEB-DL Complete
Ένα Σχόλιο από Putra14
Netflix Retail.

Ετικέτες

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Δημοσιεύτηκε στις: 2020-07-09
Λήψεις: 37
Για Άτομα με Προβλήματα Ακοής: No

Προεπισκόπηση υποτίτλων Indonesian

Οι πρώτες 200 γραμμές.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SIARAN LANGSUNG

- Kau sedang merekam? - Ya.

Hal teraneh terjadi di sekitar kami.

Ke mana pun kami pergi, orang saling menyerang.

Lihat tempat ini. Lihat.

Yang bisa kabur, kabur. Hanya psikopat yang menetap.

Mereka tak mati, tak bisa terluka.

Tolong, jika ada yang dengar ini, tolong bantu kami.

Kami tak tahan lagi.

- Tolga. - Apa?

Tolga, lihat di sana.

Di sebelah sana.

Kurasa dia akan lompat.

Kau baik-baik saja?

Kurasa dia mati. Apa-apaan?

Tolga...

Tolga, lari!

- Tolga. - Lari!

Tolga!

- Tolga, lari! - Berhenti! Kembali!

Tolga, ayo!

Tolga! Ayo.

- Lari. - Tolga!

Tolga! Sialan!

- Tenang. - Kita harus bagaimana?

Sialan!

Tunggu.

Kita akan aman.

Sialan.

Ayo.

Ayo, Sayang.

- Lari. Ayo. - Baiklah.

- Lari. - Lari. Ayo. Lari.

- Tolga... - Lari. Ayo!

- Tunggu di sini. - Ada orang di sana.

- Lihat. - Di mana?

Jangan!

- Sakit? - Kau lihat itu?

Apa yang kau lakukan?

- Kuberi tahu caranya. - Hentikan!

- Jangan sampai terlihat. - Kalian!

- Kemari! - Dia lihat kita! Lari!

- Lari! - Mereka datang!

- Pergi! Hati-hati! - Lari!

Jangan lihat, lari saja!

Tolga!

Sialan!

Tolga!

Lepaskan aku!

Lepaskan, kumohon!

Lepaskan aku.

Kumohon lepaskan aku!

Lihat yang kita dapatkan.

Lepaskan aku!

Selamat datang di Istanbul baru, Kawan-kawan.

Aku Faysal Erdem.

Pebisnis terkenal yang sukses,

buronan misterius untuk beberapa hari ini,

dan Kaum Abadi.

Lepaskan aku.

Seperti kalian semua.

Jangan pernah lupa bantuan yang kami berikan

dan bersiaplah membebaskan bagian liar dari diri kalian

dan tinggalkan jadi penurut.

Karena sudah tak ada lagi masalah eksistensial!

Lepaskan aku, kumohon! Lepaskan aku!

Menutup jalan dan mengisolasi kami takkan merubah apa pun.

Dasar bodoh.

Karena kota ini sekarang milik kami!

Tapi tentu saja...

- Kumohon! - ...akan ada manusia...

- Lepaskan aku! - ...yang tersisa.

- Sialan kalian! - Bagi mereka...

- Tolong lepaskan. - ...aku punya pengumuman.

Selalu ada tempat untuk kalian bersama kami.

Bagaimana?

Takkan pernah!

- Baiklah, bawa dia. - Lepaskan

Lepaskan aku. Jangan lakukan ini.

- Jadi... - Lepaskan aku.

- Jangan! - Ini peringatan terakhir.

Bergabunglah atau bersiap untuk akhir yang tak bisa dihindari.

Saatnya memilih.

Istanbul kacau. Pemerintah diam.

ISTANBUL MENCEKAM

Istanbul kota hantu.

Kerusuhan berjaya di jalanan Istanbul...

...surat dikirim ke Ketua Parlemen...

...guna menghindari orang...

Korban luka dan tewas sangat tinggi.

...dengan kekerasan lain yang merugikan warga...

Kekacauan Istanbul di berbagai distrik bertambah pesat.

Pak Faysal...

INSTABUL KACAU!

Oh, jiwaku.

Di mana kita?

Kau bercanda?

Kita di tanah yang Mehmed kuasai.

Di Konstantinopel.

Berbaliklah.

Masuklah.

Hati-hati.

Perlahan.

- Angkat sedikit. - Hati-hati.

- Hati-hati. - Awas kepalanya.

Letakkan perlahan.

Pelan-pelan.

Katakan sesuatu.

Dia tak apa, 'kan?

Tak berubah.

Lihat. Dia gerakkan matanya.

Kurasa dia di masa lalu.

Ada yang aneh saat kau temukan dia?

Banyak.

Dia hanyut seperti ini di Bosporus,

memegang erat kunci.

Mungkin kunci itu melukainya? Itu milik mereka, 'kan?

Mungkin bisa dapat sesuatu di arsip.

Obat Nisan menguras badannya. Kunci itu bisa melukainya juga.

Jangan pernah bicarakan dia lagi, ya?

Katakan saja rencananya.

Jika itu menyakitinya, ambil. Kenapa dibiarkan?

Sialan!

Kau tak apa?

Apa yang terjadi?

- Akan kucoba lagi. - Jangan konyol!

Kau bisa melukainya.

- Tunggu sampai dia bangun. - Kapan?

Nisan tahu tempat ini.

Kita tak punya pilihan selain tinggal dan bersiap untuk yang terburuk.

Ayolah.

Ayolah.

Kembalilah.

Harun, kita berpisah di sini.

Harun!

Kau agak linglung.

Ya...

Harun.

Jangan bergerak. Musuhmu sangat kejam.

Jangan bergerak.

Ayolah, Ayah!

Apa?

Bagaimana kau bisa tak ketahuan begitu?

Kau akan jadi kesatria, Şirin.

Itu rahasia. Ayah tak boleh tahu. Dia bisa marah.

Maaf.

- Aku harus pergi. - Jangan dulu. Ikutlah kami.

Wanita tak boleh di garnisun.

Kenapa mereka izinkan aku, Paman Azim?

Itu rumahmu, ini rumahku.

Tapi kau boleh kemari kapan pun.

Sampai jumpa.

Mereka menunggu di garnisun. Jangan terlambat. Ayo.

Ayo.

- Putriku... - "Putriku?"

Ayah panggil begitu saat marah padaku.

Apa Ayah marah?

Yah...

Kau anak pintar.

Ayah panggil apa saat tak marah?

"Şirinku."

Şirinku...

Şirinku...

Ayah punya...

belati seperti ini,

dan baju.

- Pernah lihat? - Tidak, belum pernah.

Mungkin ada saat ibu masih hidup.

Aku tak tahu. Apa itu penting?

Ya.

Sangat penting.

Bawalah.

Ayo.

Sial.

Jimatnya hilang.

Dan aku tak tahu cara kembali.

Sialan.

Hei, kau.

- Paman Azim! - Ya?

- Ayah ingin bicara. - Azim...

Ya?

Bisa kita ke Gerbang Emas?

- Gerbang Emas? - Ya.

Tentu. Ayo. Tapi kita harus tinggalkan Şirin.

Baik. Kemarilah.

Nah, Şirinku.

Aku teman baikmu. Kenapa kau tak bilang?

Kau terus bicara tentang Gerbang Emas dan jam surya.

Pasti kau tak tahu Kubah Burung Bangkai.

Aku tahu! Itu perpustakaan waktu.

Tak ada yang percaya. Orang bilang itu mitos.

Tahu dari mana? Bisa saja nyata.

Mengukur waktu bukan hal mudah.

Astronomi, semesta, realitas lain...

Itu bagian tugasku, 'kan? Tentu aku tahu.

Kau bilang begitu, tapi kau tak tahu bahwa jam surya dikubur di sini.

- Apa kau katamu? - 'Kan?

Di Kubah?

Kau bercanda.

More Indonesian subtitles for The Protector

Σχόλια

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left