Οι πρώτες 200 γραμμές.
Kau selalu mendorongku buat masalah.
Hari ini kami buat kacau di kota ini, untuk balas perbuatan mereka padamu.
Tapi jangan khawatir, Bu.
Ini akan segera berakhir, dan aku akan...
pergi jauh.
Di tempat sesuai keinginanmu.
Suatu ketika di Barat
Suatu ketika di Barat Irlandia
Kau tidak mau membahasnya?
Terserah.
- Itu pacarku. - Ya?
- Kupikir kalian akan putus. - Kami pisah sementara.
Sudah berapa lama itu?
Enam bulan.
Kami masih bertemu untuk minum kopi.
Sepasang macchiatos, sepertinya.
Aku senang kau anggap itu lucu.
Ini dia.
Dia habiskan banyak waktunya dengan orang ini.
Jika sudah putus, bukankah dia boleh kencan dengan orang lain?
Kami cuma sedikit goyah.
Colin, enam bulan itu lebih dari sekadar goyah.
Itu goyah, Fergus.
Siap?
Jadi, siapa nama orang itu?
Tyrone.
Tyrone?
Tidak, aku tidak kenal Tyrones. Dia pasti dari luar kota.
Dia akan berharap dari luar kota saat kutemukan dia.
Dia mungkin mengaku jomblo pada pria malang itu.
Lupakan. Dia akan kembali, Kami punya hubungan.
Kau benar.
Hentikan apa yang kalian lakukan!
- Di mana barangnya? - Barang apa? Ini gereja.
Tuan-tuan, ini tempat ibadah. Tempat suci.
Narkoba! Di mana itu, Bapa?
Narkoba tidak punya tempat di Gereja Katolik.
- Siapa mereka? - Ini Bapa Shenwari.
Dan ini Bapa Nabi.
Mereka ke Irlandia dari Afghanistan
untuk mempelajari Masalah
belajar dengan kami, untuk komunitas mereka sendiri.
Bisa kami minta waktu sebentar?
Permisi.
Mereka orangnya? Kau yakin?
Entahlah, dulu ada uang dan Narkoba.
Banyak barang diserahkan, Itulah yang wanita itu bilang.
Wanita apa?
- Kubilang "Laki-laki." Bos. - Sepertinya tak ada pada mereka.
Sial.
Aku tidak tahu ada umat Katolik di Afghanistan.
Ucapkan Salam Maria.
Mereka tidak berbicara bahasa itu.
Jika dia Katolik, dia tahu Salam Maria.
Katakan.
Singkirkan senjatamu dari mulut Bapa Nabi dan pergi!
- Ini gereja. - Ada tas!
Apa isi tasnya?
Buka.
Apa...
Astaga.
Lihat ini, Fergus. kenapa buru-buru?
Ya.
Jangan terlalu cuek dengan itu.
Barangnya banyak, bukan?
Jackpot.
Mari kita lihat tampang remajamu yang menyedihkan.
- Hei! Letakkan itu. - Tenang, tidak terlalu buruk.
"Tyrone"?
Bocah keparat.
Dengar.
Bajingan, tukang selingkuh!
Dia bilang kalian sudah putus. Tolong.
Jangan lakukan sesuatu yang gila.
Semua idenya, asal tahu saja.
Kau mau apa padaku agar bisa bisa lolos begitu saja?
Kami akan ke San Francis...
Panggilan terakhir
untuk Penerbangan 162 ke San Francisco.
Panggilan terakhir untuk Penerbangan 162 ke San Francisco.
Apa kabar? Ini temamu Fergus,
Alias Manusia Paling Jahat Di Bumi.
Tinggalkan pesan, dan akan kuhubungi kembali.
Setiap kali aku benar-benar merasa seperti itu.
Fergus, kau dimana? Ada apa? Apa yang terjadi?
Di mana Colin?
Penerbangan 162 ke San Francisco sekarang ditutup.
Penerbangan 162 ke San Francisco sekarang ditutup.
Sligo, tolong.
Hei.
- Baiklah, cintaku? - Kau melihat Fergus?
- Tidak. - Bagaimana dengan Colin?
Kupikir kalian berdua... Tidak?
Setahuku mereka belum datang.
Mau kuberi sesuatu?
Tequila sepertinya bagus.
Minggir, ya?
- Sarah, dasar musang kecil seksi. - Brengsek!
Barry, aku mau 20 malam ini, atau aku akan memecatmu.
- Daniel. - Apa kabar, Sobat?
- Lumayan. - Baiklah.
- Untukmu. - Untukmu.
Terima kasih.
Bagus.
- Untuk yang sudah pergi. - Kita akan mengingat mereka.
Aku harus bicara dengannya.
Apa yang akan kau katakan pada Pixie Hardy
yang belum berhasil kau katakan sampai saat ini?
Aku tidak tahu, Sesuatu yang mempesona.
Sumpah, dia selalu menatapku.
Dia tak ingat namamu.
Persetan, aku akan memberitahumu sesuatu. Ikut aku.
Tiga orang diruangan, dan si kecil berkata...
Ayo kita pakai Narkoba.
Aku mau mengawali ini dengan mengatakan aku tidak mendukung
kalian bertindak sesuai pemberitahuanku.
- Gosip beredar... - Ya. Lanjutkan.
Dia mulai melakukan foto.
Rupanya, Pixie sedang bersiap mendaftar
ke Institut Seni San Francisco
dan mau jadi seperti Nan Goldin .
Entahlah, yang jelas
foto yang dia ambil untuk bahan percobaan.
Apa maksudmu "percobaan"?
Konon dia suka mengambil foto dirinya sedang bercinta dengan banyak lelaki.
Apa maksudmu?
Kubilang, salah satu dari kalian
bisa punya peluang pulang bersamanya malam ini.
Selama kau tidak keberatan bokongmu di rekam.
Tapi, kuingatkan...
Siapa yang kita bicarakan di sini.
Ini Pixie Hardy, Dia tidak akan menghancurkanmu begitu saja.
Dia akan membawa penderitaan ke hatimu.
Yakin ini rumahnya?
Yakin.
Bagaimana kita lakukan ini?
Bagaimana kalau aku masuk dulu,
dan kau menunggu di sini sampai aku selesai,
Lalu kau masuk setelahnya dan aku akan menunggu?
Sialan, kenapa tak ada pilihan
kalau aku duluan masuk dan kau menunggu, lalu kau masuk setelahnya?
- Karena aku yang tertua. - Karena kau lahir bulan April
Dan aku lahir bulan Juni, jadi aku harus di urutan kedua?
Nyalakan radio, aku mungkin cuma sebentar.
Frank.
Itu tidak adil.
Ini akan jadi lelucon.
Astaga, Frank McCullen.
Sudah terlalu larut mendatangi rumah wanita muda, bukan?
Agak tersesat, bukan?
Tidak. Dengar, baru-baru ini,
Aku mulai melakukan foto.
Foto?
Kau tahu studio foto bagus di sekitar sini.
Kau datang ke rumahku jam 2 pagi
untuk menanyakan studio foto di sekitar sini?
Aku diberitahu, katanya aku harus tanya padamu.
Orang-orang di kota ini perlu belajar
Urusan orang lain bukanlah urusan mereka.
Maaf.
Jadi, boleh aku masuk?
Aku tidak membanting pintu di depanmu, bukan?
- Ayo, Richard Avedon. - Richard siapa?
Kau bercanda. Kau...?
Demi Tuhan. Dasar bajingan beruntung.
Kau percaya pada Tuhan, Tommy?
Ada bagian dari diriku yang mau mempercayainya.
Untuk istri dan anak-anak. mengerti maksudku, Pak?
Tapi aku bekerja untukmu, bos.
Aku tak punya hak menilai. Kau sangat baik padaku.
Tapi beberapa hal yang sudah kita lakukan...
Aku tidak bermaksud menyinggung.
Bagaimana dengan reinkarnasi? Apa pendapatmu soal itu?
Itu konsep yang bagus, pak.
Kecuali jika kau kembali sebagai semut.
Jadi apa rencananya?
Aku tidak tahu.
- Tommy? - Ya Bos.
Bersihkan ini.
Singkirkan mayat dan kendaraannya.
Hal terakhir yang kita dapat petugas malah mempersulit kita.
Ya, bos.
- Jadi kita tidak melakukan apa-apa? - Kita menunggu.
Masalah akan menemukan kita. Selalu begitu.
Jika itu terjadi, kita akan siap.
Bos, kau mungkin mau melihat ini.
Tommy?
Ya, bos.
Temukan panda itu.
Pixie?
Sial!
Pixie!
Sial.
Aku tidak bercanda, Pix.
Akan kurobohkan pintu ini jika terpaksa!
Lemaskan rahangmu.
Sebaiknya tidak ada orang lain di atas sana!
Kita punya hubungan!
Aku tahu kau ada di dalam.
- Baiklah kalau begitu. - Sial.
No comments yet. Be the first to leave one.