Οι πρώτες 200 γραμμές.
Berapa usiamu?/ 19 tahun.
Dari mana asalmu?/ Shanxi.
Nama desanya?/ Xiyang.
Apa?/ Xiyang.
Hebei. Aku dari Hebei.
Apa pekerjaanmu di kampung?/ Aku...
...seorang petani. Di sawah.
Penyiar./ Apa?/ Penyiar.
Penyiar apa?/ Penyiar radio.
Kapan kau tiba?/ Sebulan lalu.
Aku tiba bulan September.
Kau kini bekerja di Beijing?/ Ya.
Bidang apa?/ Bangunan.
Bangunan, buruh tani, serabutan.
Peralatan medis.
Bisa naik sepeda?/ Ya.
Namamu?/ Guo Lian-Guei.
Paket kilat?/ Ya.
Entahlah./ Aku tak yakin.
Berapa penghasilanmu sebulan?/ Beberapa ratus, hampir seribu yuan.
Berapa tepatnya?/ 800 yuan.
Mulai kini, kalian adalah karyawan Paket Fei Da.
Rambut kalian dipangkas dan kalian akan memakai seragam...
...supaya tampak lebih rapi.
Aku ingin kalian...
...berpenampilan menarik untuk mewakili perusahaan.
Penampilan kalian adalah citra perusahaan.
Hargailah kesempatan emas ini.
Sepeda-sepeda ini merupakan hidup kalian.
Ini sepeda berkualitas tinggi.
Di desa tak ada sepeda seperti ini.
Selain citra perusahaan...
...sepeda ini akan membuat kerja kalian lebih efisien...
...hingga kita mampu bersaing.
Tapi aku jelaskan satu hal, sepeda ini bukan hadiah.
Untuk permulaan, gaji kalian 20% dari setiap pengiriman...
...dan 80%-nya bagi perusahaan.
Bila tabungan kalian sudah mencukupi, sepeda ini menjadi milik kalian.
Setelahnya, kita bagi 50-50. Ini kebijakan manajemen baru.
Paham?
Di belakang kalian adalah peta kota Beijing.
Hapalkan tiap ruas jalan dan sudut gang di luar kepala.
Anggap diri kalian merpati pos.
Semangat!
Adik Guei.
Katakan, apa ini?
Kau diterima kerja?
Bagus. Coba kulihat.
Kau dengar suaranya?
Terbuat dari apa ini?
Anti karat.
Kau dapatkan pekerjaan idamanmu, Guei.
Kau harus giat bekerja.
Ada roda giginya.
Kau takkan lelah dengan sepeda ini.
Kau lapar?
Ayo makan.
Bawa masuk sepedanya.
Makanlah daging. Menambah kekuatan.
Coba lihat.
Kau melihatnya?
Gadis kota.
Dia bahkan tak bahagia dengan rumah besar.
Dia tak pernah tersenyum.
Jika aku jadi dia, aku akan makan enak tiap hari.
Lauk daging setiap makan.
Lihat, dia ganti baju.
Cantik, ya?
Cantik sekali.
Tapi kita cuma bisa melihat.
Kau kenal dia?
Dia sering beli kecap di warung.
Lihatlah, gadis itu...
...punya banyak sekali pakaian.
Pemborosan.
Berhentilah menatapnya. Tak baik bagi kesehatanmu.
Sana kerja!
Adik Guei, kapan sepedanya jadi milikmu?
Kira-kira tiga hari lagi.
Sialan kau.
Baru kerja sebulan, tapi sudah mulai kaya.
Dengar...
Dia datang.
Nn. Liu, semuanya sudah aku bayar?
Aku sudah bilang, kau masih kurang 70 yuan.
Dari hitunganku, harusnya lunas./ Hitunganmu keliru.
Aku akan temui manajer.
Kau keras kepala.
Tak perlu menemuinya. Dia sedang sibuk.
Ini cuma 70 yuan, bukan uang yang banyak.
Untuk beli sebotol aspirin saja masih kurang.
Kembalilah besok. Sepedanya sudah bisa jadi milikmu.
Aku beritahu, orang kota banyak yang licik.
Mereka kadang suka curang.
Tapi itu cuma masalah sepele.
Tak perlu cemas, mereka takkan mengulaginya.
Lagipula, ini pekerjaan bagus.
Dalam sebulan kau sudah bisa punya sepeda.
Tapi ingat, jangan sampai mereka tahu asalmu dari sini, paham?
Sudahlah.
Ayo, sikat gigimu.
Lekas.
Pekerjaanmu juga bisa membuatmu mengunjungi tempat-tempat bagus.
Tempat-tempat elit.
Kabarnya, ada yang bermain musik di toilet hotel.
Pasti tak nyaman buang air kecil di sana.
Selamat siang. Silakan masuk.
Anda mencari seseorang?/ Aku mencari Tn. Zhang.
Dia menunggu di dalam./ Terima kasih.
Tunggu! Pakai ini.
Antarkan tuan ini!
Pakai sandal ini.
Silakan ikuti aku.
Silakan, langsung saja.
Anda mencari seseorang?/ Tn. Zhang.
Lewat sini, silakan.
Tn. Zhang, ada tamu.
Kaukah itu, Gua? Kenapa lama sekali?
Biar aku selesaikan dulu.
Di mana Gua? Dan siapa kau?
Paket Kilat.
Paket Kilat? Apa itu?
Aku harus bertemu Tn. Zhang.
Aku Zhang. Ada apa?
Anda punya sesuatu untuk dikirim?/ Tidak.
Ada yang ingin kirimkan sesuatu?
Kau salah orang, pergilah!
Sana pergi!
Ada banyak Zhang di sini. Cobalah Zhang Yimou.
Paket Kilat atau bukan, jika mandi, harus bayar.
Aku kemari bukan untuk mandi. Tapi bertemu Tn. Zhang. Dia menyuruhku ke sini.
Tn. Zhang bilang tidak.
Aku dari jasa pengiriman. Kau bisa memeriksanya.
Bukan itu intinya./ Cobalah kau periksa.
Kau sudah mandi, jadi harus bayar.
Tapi kau yang menyuruhku masuk./ Memang benar.
Tapi karena mandi, kau harus bayar.
Kau yang menyuruhku ke sana. Aku tak bermaksud mandi.
Begitu masuk, mereka langsung memintaku melepas pakaian.
Kau sudah mandi, jadi sekarang harus bayar.
Begitulah peraturannya.
Lepaskan aku.
Aku tak punya uang.
Ada apa ini? Lepaskan dia.
Tn. Zhang, dia mandi tapi tak mau bayar.
Katanya dia pengantar paket dan mencari Tn. Zhang.
Aku yang meneleponnya. Tinggalkan dia.
Rupanya kau pintar membagi waktu.
Jadi kau mandi, ya? Bijaksana sekali.
Mana amplopnya./ Amplop yang mana?
Yang aku berikan padamu.
Untung aku belum pergi.
Antarkan ini pada Tn. Li, di Jalan Wang Fu 123, paham?
Lekaslah.
Dia belum bayar./ Biar saja, aku yang bayar.
Ada sepeda atau tidak, paket harus tetap diantar.
Itu lebih penting dari sepeda.
Jangan menangis.
Untung kemarin kau belum menemui manajer.
Jadikan pengalaman ini pelajaran buatmu.
Supaya tidak keras kepala.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
Kau paham?
Anda benar sekali.
Mohon maafkan kami.
Ya, baik...
Kami telah memecatnya. Hal ini takkan terulang lagi.
Anda bisa mengandalkan kami.
Kau masih di sini?
Pak, beri aku sepeda lain.
Kau belum paham, ya? Kau dipecat bukan karena sepeda.
Masalah sepeda hilang, anggap saja sedang sial.
Lagipula, sepeda itu hampir jadi milikmu.
Jadi masalah sepeda beres.
Tapi soal pengiriman itu, adalah masalah serius.
Kau dengar bicaraku di telepon tadi? Karena ulahmu, aku terpaksa merendah.
Pelanggan satu minta kompensasi.
Sementara pelanggan lainnya ingin menututku.
Dan aku tak bisa mengganti setiap sepeda yang hilang.
Pak, aku ingin tetap bekerja di sini.
Kau ini begitu keras kepala, ya?
Kau bahkan sudah tidak punya sepeda lagi.
Bagaimana jika sepeda itu aku temukan?/ Apa?
Aku yakin bisa menemukan sepedaku.
Kau ini gila atau apa?
Tahukah kau ada berapa banyak sepeda di Beijing ini?
Aku sudah menandainya.
Kau jangan konyol. Tidak heran mereka bilang kau keras kepala.
Jika benar kau menandainya dan bisa menemukannya...
...aku beri kau kesempatan bekerja sekali lagi.
Kau dapatkan sepedamu, kau boleh kerja lagi, paham?
Sungguh?/ Tentu.
H a i l H a i l
Akhirnya kau dibelikan sepeda oleh ayahmu, Jian.
Lumayan.
Kau tidak mencurinya, 'kan?
Jaga bicaramu./ Jangan marah.
Jangan pergi.
Rantai sepedaku lepas.
Sepedamu bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.